Author: mgub6

  • Amsakar: Pembangunan Batam Butuh Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

    Amsakar: Pembangunan Batam Butuh Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memberi keterangan kepada wartawan usai silaturahmi RT, RW, dan LPM se-Kecamatan Batu Aji di Aula UNRIKA Batam, Jumat (2/10/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong penguatan sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga keberlanjutan pembangunan di Kota Batam. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Silaturahmi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam bersama RT, RW, LPM, serta tokoh masyarakat Kecamatan Batu Aji Tahun 2026 di Aula Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA) Batam, Batu Aji, Jumat (2/10/2026).

    Amsakar mengatakan, silaturahmi tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Forum itu juga menjadi kesempatan untuk menyatukan langkah dalam menjawab berbagai kebutuhan serta persoalan yang masih dihadapi masyarakat.

    Menurut Amsakar, pertemuan bersama RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat dapat menjadi energi baru dalam perjalanan kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra.

    “Silaturahmi ini, insyaallah akan menjadi energi baru di era kepemimpinan Amsakar-Li Claudia. Apa yang sudah kita capai hari ini bukan hanya keberhasilan Amsakar-Li Claudia, tetapi merupakan hasil kerja kolektif kita semua. Pembangunan Batam butuh kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Amsakar.

    Ia menyampaikan, berbagai capaian pembangunan Pemerintah Kota Batam perlu terus dikomunikasikan kepada masyarakat. Demikian pula dengan perkembangan program yang sedang berjalan agar masyarakat mengetahui apa yang telah dan sedang dikerjakan pemerintah, sekaligus dapat memberikan masukan terhadap hal-hal yang masih perlu dibenahi.

    “Melalui forum silaturahmi inilah saya berharap segala capaian yang sudah diraih dapat dikomunikasikan. Progres-progres yang sudah berhasil kita capai juga dapat disampaikan, sehingga masyarakat mengetahui apa yang sedang kita kerjakan,” katanya.

    Amsakar menegaskan, pembangunan infrastruktur di Batam akan terus dilanjutkan secara bertahap. Pemerintah, kata dia, berkomitmen menghadirkan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan warga.

    “Infrastruktur kita tetap terus jalan. Ini sebagai bentuk komitmen dan keseriusan kami untuk secara bertahap menyelesaikan segala persoalan yang dihadapi warga,” ujarnya.

    Selain infrastruktur, pengelolaan sampah menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian. Amsakar menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Batam akan memperkuat kerja sama dengan pihak swasta dalam penanganan sampah di Kecamatan Batu Aji, Sagulung, dan Sekupang.

    Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya membenahi sistem pengelolaan sampah secara bertahap agar persoalan yang selama ini dirasakan masyarakat dapat ditangani dengan lebih optimal.

    Di hadapan para perangkat masyarakat, Amsakar juga menyampaikan apresiasi kepada RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat yang selama ini turut mendukung berbagai program pemerintah.

    Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan masyarakat hingga tingkat lingkungan menjadi bagian penting dalam memastikan berbagai program berjalan dan memberikan manfaat.

    “Saya juga mengucapkan terima kasih kepada bapak dan ibu semua, karena menjadi bagian penting dalam menyelesaikan seluruh program Amsakar-Li Claudia. Dukungan bapak dan ibu sangat berarti bagi kami,” tuturnya.

    Sementara itu, perwakilan FKRT/RW, Eka Pramudia, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Batam atas berbagai program pembangunan yang dirasakan masyarakat. Ia juga berterima kasih atas pembangunan infrastruktur, termasuk drainase, yang dinilai memberikan manfaat bagi warga.

    “Alhamdulillah, terima kasih Pak Wali atas pembangunan drainase dan berbagai program yang sangat berpihak kepada masyarakat,” ungkap Eka.

    Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Batam juga menyerahkan insentif secara simbolis kepada perwakilan RT, RW, dan LPM. Penyerahan itu menjadi bentuk perhatian dan dukungan pemerintah kepada para penggerak masyarakat di tingkat kelurahan dan lingkungan. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Selamat Hari Batik Nasional 2026

    Selamat Hari Batik Nasional 2026

    Batik bukan sekadar kain, tetapi warisan budaya yang merekatkan keberagaman Indonesia. Mari bangga mengenakan, melestarikan, dan mengembangkan batik sebagai identitas bangsa.

    Batik Indonesia, warisan budaya yang menyatukan bangsa.

    HUMAS DISKOMINFO BATAM / M RASYID J

    #HariBatikNasional #BatikIndonesia #AmsakarLiClaudia #MediaCenterBatam

  • Pemko dan BP Batam Sinkronkan Penanganan 167 Titik Banjir

    Pemko dan BP Batam Sinkronkan Penanganan 167 Titik Banjir

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, memimpin Rapat Koordinasi Antisipasi dan Pengendalian Banjir Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (1/10/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam memperkuat koordinasi penanganan banjir dengan menyinkronkan data, pembagian wilayah kerja, dan langkah tindak lanjut di lapangan. Koordinasi tersebut dipimpin Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dalam Rapat Koordinasi Antisipasi dan Pengendalian Banjir Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (1/10/2026).

    Rapat tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Batam ex-officio Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, perwakilan BP Batam, serta camat dan lurah se-Kota Batam.

    Amsakar mengatakan, penanganan banjir merupakan bagian dari 15 program prioritas pemerintahannya bersama Wakil Wali Kota Batam. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara terukur, berkelanjutan, dan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

    “Cerita soal banjir ini menjadi bagian dari program prioritas kami. Kami sengaja mengumpulkan rekan-rekan teknis untuk memperbincangkan empat hal kunci: identifikasi titik prioritas, pemetaan kondisi yang ada, sinkronisasi pembagian tugas antara Pemko dan BP Batam, serta langkah konkret tindak lanjutnya. Yang paling penting dari pertemuan hari ini adalah rencana aksi dan tindak lanjut nyata di lapangan,” tegas Amsakar.

    Ia meminta camat dan lurah terus memperbarui pemetaan kondisi banjir di wilayah masing-masing secara akurat. Data tersebut selanjutnya disampaikan kepada dinas teknis sebagai dasar penyusunan perencanaan dan penganggaran.

    Dalam rapat itu, tercatat 167 titik banjir di Kota Batam yang masuk dalam peta penanganan. Dari jumlah tersebut, 33 titik menjadi tanggung jawab BP Batam, sedangkan titik lainnya ditangani Pemerintah Kota Batam.

    Amsakar menekankan pentingnya pembagian wilayah kerja yang jelas antara Pemko Batam dan BP Batam. Dengan pembagian tersebut, penanganan di lapangan diharapkan tidak tumpang tindih ataupun menyisakan wilayah yang belum tertangani.

    Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah kawasan Bengkong Swadebi. Kawasan tersebut sempat menjadi perhatian setelah kendaraan terseret arus saat hujan dengan intensitas tinggi.

    Secara teknis, Bengkong Swadebi merupakan kawasan yang relatif rendah dan menjadi titik temu aliran air dari tiga wilayah. Salah satu aliran dengan debit terbesar berasal dari kawasan Cahaya Garden.

    Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemko Batam bersama BP Batam menyepakati pembangunan kolam retensi dan rumah pompa di bagian hilir. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat menampung sekaligus mengatur aliran air secara lebih terintegrasi.

    Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menekankan, pentingnya evaluasi berkala dan penyamaan data sebagai dasar penanganan banjir. Menurutnya, kondisi wilayah terus berubah seiring perkembangan permukiman sehingga data penanganan harus terus diperbarui.

    “Data awal yang dihimpun dari lapangan terus dinamis seiring berkembangnya kawasan permukiman. Karena itu, evaluasi terhadap titik yang sudah ditangani tahun lalu harus memastikan tempat tersebut benar-benar bebas banjir,” ujar Li Claudia.

    Ia juga mengatakan, penanganan kawasan permukiman padat yang berada di wilayah cekungan akibat perkembangan pembangunan sebelumnya membutuhkan proses serta intervensi teknis yang matang.

     

    Di akhir rapat, Amsakar meminta seluruh jajaran memperkuat publikasi dan transparansi informasi mengenai penanganan banjir. Masyarakat, kata dia, perlu mengetahui langkah yang sedang dan akan dilakukan Pemko Batam bersama BP Batam.

    Selain banjir, camat dan lurah juga diminta menyusun neraca persoalan lingkungan secara rutin, mulai dari jalan berlubang hingga penerangan jalan. Data tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat identifikasi persoalan dan menentukan langkah penanganan di wilayah masing-masing. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 tingkat Kota Batam

    Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 tingkat Kota Batam

    Memperingati Hari Kesaktian Pancasila 2026, Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan, kebinekaan, toleransi, dan semangat gotong royong sebagai kekuatan Batam.

    Bersatu dalam kebinekaan, bergerak bersama untuk Batam yang maju.

    Video: HUMAS DISKOMINFO BATAM / TAUFIK JF PUTRA / IIN ARIYANTI / YUDA

    #HariKesaktianPancasila #Pancasila #Batam #AmsakarLiClaudua #MediaCenterBatam

  • Amsakar: Pancasila Jadi Fondasi Menjaga Persatuan dan Kebinekaan Batam

    Amsakar: Pancasila Jadi Fondasi Menjaga Persatuan dan Kebinekaan Batam

    Sejumlah pegawai mengikuti upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Kota Batam Tahun 2026 di Dataran Engku Putri, Batamcentre, Kamis (1/10/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan Pancasila menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan dan kebinekaan di Kota Batam. Hal itu disampaikannya saat menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Kota Batam Tahun 2026 di Dataran Engku Putri, Batamcentre, Kamis (1/10/2026).

    Upacara turut dihadiri Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Batam, serta sejumlah pegawai dari berbagai instansi.

    Amsakar mengatakan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Momentum tersebut, kata dia, menjadi pengingat untuk memperkuat komitmen kebangsaan sekaligus meneguhkan Pancasila sebagai ideologi yang mempersatukan bangsa.

    “Pancasila telah teruji oleh sejarah sebagai falsafah hidup yang mampu menyatukan seluruh elemen bangsa di tengah berbagai tantangan. Di Kota Batam yang sangat heterogen ini, nilai-nilai Pancasila adalah fondasi utama yang menjaga toleransi, kondusivitas, serta persatuan kita,” ujar Amsakar.

    Ia menekankan, nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat dan jajaran birokrasi memperkuat semangat gotong royong serta menjaga kebersamaan.

    “Kunci kemajuan Batam ada pada kebersamaan dan rasa saling memiliki. Dengan menjadikan Pancasila sebagai kompas moral dalam bekerja dan berinteraksi, kita optimis mampu membawa Kota Batam menjadi daerah yang lebih maju, modern, dan berdaya saing,” katanya.

     

    Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Amsakar juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) masa akhir jabatan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memasuki masa purnatugas per 1 September 2026.

    Upacara kemudian diakhiri dengan pembacaan ikrar kesetiaan kepada Pancasila dan doa bersama untuk keselamatan serta kemajuan bangsa Indonesia, khususnya Kota Batam. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan khidmat. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Selamat Memperingati Hari Kesaktian Pancasila

    Selamat Memperingati Hari Kesaktian Pancasila

    1 Oktober 2026 menjadi momentum untuk kembali meneguhkan Pancasila sebagai dasar negara dan pemersatu bangsa.

    Mari terus menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, serta bersama mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

    Pancasila Pemersatu Bangsa.

    HUMAS DISKOMINFO BATAM / M RASYID J

    #HariKesaktianPancasila #AmsakarLiClaudia #Indonesia #MediaCenterBatam

  • Batam Masuk 10 Besar Pelabuhan dengan Pertumbuhan Konektivitas Tertinggi Dunia

    Batam Masuk 10 Besar Pelabuhan dengan Pertumbuhan Konektivitas Tertinggi Dunia

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, berbincang dengan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, belum lama ini. Dok HUMAS DISKOMINFO BATAM

    Diskominfo Batam – Batam semakin memperkuat posisinya dalam jaringan perdagangan dan pelayaran internasional. Letaknya yang berada di jalur strategis perdagangan dunia turut mendorong peningkatan konektivitas pelabuhan sekaligus membuka peluang pengembangan konektivitas digital.

    Perkembangan tersebut tercermin dalam catatan UN Trade and Development (UNCTAD) yang menempatkan Batam dalam jajaran 10 pelabuhan dengan pertumbuhan Port Liner Shipping Connectivity Index (PLSCI) tertinggi di dunia dalam periode Kuartal II 2016 hingga Kuartal II 2026.

    Batam berada di posisi keenam dalam daftar tersebut. Secara keseluruhan, pelabuhan yang masuk dalam daftar mencatat pertumbuhan konektivitas yang signifikan selama satu dekade, dengan peningkatan antara 274 persen hingga 697 persen.

    Dalam daftar UNCTAD tersebut, Malaga, Spanyol, mencatat pertumbuhan tertinggi. Selanjutnya Puerto Bolivar di Ekuador, Aliaga (Nemrut) di Turki, Batam di Indonesia, Zhapu di Tiongkok, Chabahar di Iran, Arkhangelsk di Rusia, Port Hueneme di Amerika Serikat, Haugesund di Norwegia, dan Derince di Turki.

    Wali Kota Batam Ex-Officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, capaian tersebut menunjukkan semakin terbukanya akses Batam terhadap jaringan pelayaran dan perdagangan internasional.

    Menurutnya, letak geografis Batam merupakan salah satu modal penting dalam memperkuat konektivitas kawasan. Namun, keunggulan tersebut perlu diiringi dengan kesiapan infrastruktur untuk mendukung kebutuhan investasi dan aktivitas industri.

    “Keunggulan geografis saja tidak cukup. Kita harus memastikan pelabuhan dan infrastruktur pendukung terbangun maksimal sehingga aktivitas investasi dan industri dapat tumbuh dan memberikan manfaat kepada ekonomi daerah dan masyarakat,” ujar Amsakar, Rabu (30/9/2026).

    Penguatan konektivitas juga terlihat dari peningkatan aktivitas layanan direct call internasional di Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar.

    Pada Januari-Mei 2026, tercatat 106 kunjungan kapal melalui layanan direct call internasional. Jumlah tersebut meningkat 212 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencatat 34 kunjungan kapal.

    Peningkatan serupa terjadi pada volume peti kemas. Selama Januari-Mei 2026, volume peti kemas melalui layanan direct call mencapai 58.237 TEUs, naik 125 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebanyak 25.904 TEUs.

    Amsakar mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan semakin luasnya akses Batam terhadap jalur perdagangan internasional.

    “Ini menunjukkan bahwa konektivitas Batam terus berkembang. Akses yang semakin terbuka akan memberikan ruang yang lebih besar bagi dunia usaha dan industri untuk terhubung dengan pasar internasional,” katanya.

    Selain konektivitas melalui jalur laut, Batam juga memperkuat infrastruktur digital. Salah satunya melalui pendaratan Nongsa-Changi Cable (NCC) di Batam pada 20 Juli 2026.

    Kabel bawah laut tersebut menghubungkan Nongsa Digital Park di Batam dengan Changi, Singapura, melalui 24 pasang serat optik. Infrastruktur ini menjadi bagian dari penguatan konektivitas digital Indonesia-Singapura sekaligus mendukung kebutuhan industri berbasis teknologi, termasuk pusat data, komputasi awan, kecerdasan artifisial (AI), dan interkoneksi antarpusat data.

    Dengan perkembangan tersebut, konektivitas Batam tidak lagi hanya bertumpu pada jalur pelayaran dan perdagangan melalui laut. Infrastruktur digital turut menjadi bagian penting dalam memperluas hubungan Batam dengan pusat ekonomi dan teknologi di kawasan.

    Amsakar menegaskan penguatan konektivitas pelabuhan dan digital perlu berjalan beriringan untuk membangun ekosistem yang mendukung investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.

    “Konektivitas ini menjadi modal penting bagi Batam untuk terus memperluas jaringan perdagangan dan investasi. Karena itu, penguatan infrastruktur pelabuhan harus berjalan beriringan dengan pembangunan konektivitas digital agar Batam semakin siap menjawab kebutuhan dunia usaha dan perkembangan industri ke depan,” ungkap Amsakar.

    Dengan dukungan infrastruktur yang terus dikembangkan, Batam diarahkan tidak hanya menjadi kawasan yang strategis secara geografis, tetapi juga semakin terhubung dengan jaringan perdagangan, investasi, dan teknologi regional maupun internasional. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Penanganan Kemiskinan Berkinerja Positif, Pemko Batam Terus Perkuat Perlindungan Sosial dan Pemberdayaan Ekonomi

    Penanganan Kemiskinan Berkinerja Positif, Pemko Batam Terus Perkuat Perlindungan Sosial dan Pemberdayaan Ekonomi

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus memperkuat penanganan kemiskinan melalui perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, serta penajaman intervensi berbasis wilayah. Upaya tersebut diperkuat dengan pemutakhiran data dan peningkatan anggaran penanggulangan kemiskinan pada 2026.

    Sesuai Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang diperbarui pada Juli 2026, terdapat 19.220 keluarga atau 58.139 jiwa yang masuk Desil 1. Pada tahun sebelumnya, berdasarkan data BPS Kota Batam hingga September 2025, jumlah penduduk miskin di Batam tercatat 68,04 ribu jiwa dengan tingkat kemiskinan sebesar 3,81 persen.

    “Dari data ini, penanganan kemiskinan di Batam menunjukkan kinerja positif. Kurang lebih 10 ribu warga keluar dari kemiskinan,” ujar Kepala Diskominfo Batam, Rudi Panjaitan, Selasa (29/9/2026).

    Ia mengungkapkan, penanganan kemiskinan di Batam diarahkan melalui tiga strategi utama. Pertama, mengurangi beban pengeluaran masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan dasar dan perluasan perlindungan sosial, seperti jaminan kesehatan, pendidikan, perumahan layak huni, dan bantuan kebutuhan dasar.

    Kedua, meningkatkan kapasitas pendapatan masyarakat melalui pelatihan berbasis industri, penguatan UMKM, penciptaan lapangan kerja, pengembangan ekonomi lokal, dan kemitraan dengan industri.

    Ketiga, mengurangi kantong-kantong kemiskinan melalui intervensi berbasis wilayah, khususnya kawasan kumuh dan hinterland, serta penguatan program terpadu lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

    Data DTSEN juga digunakan untuk memperjelas sasaran intervensi. Dari 19.220 keluarga Desil 1, jumlah terbesar berada di Kecamatan Sagulung sebanyak 2.740 keluarga, disusul Galang 2.412 keluarga dan Batu Aji 1.918 keluarga.

    Dari sisi jumlah penduduk, Sagulung tercatat sebanyak 8.441 jiwa dan Galang 8.223 jiwa. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan kemiskinan di Batam memiliki karakter berbeda antara kawasan perkotaan dan hinterland.

    “Selain kemiskinan secara umum, Pemko Batam juga telah melakukan verifikasi dan validasi warga miskin ekstrem. Pada 2026, tercatat 72 keluarga atau 450 jiwa masuk kategori miskin ekstrem,” kayanya.

    Untuk itu, Rudi mengatakan, intervensi perlindungan sosial juga terus dipertajam. Di sisi pemberdayaan, terdapat 10.310 jiwa usia produktif yang tidak bekerja. Pemerintah juga mencatat 3.389 keluarga telah memiliki usaha dan 10.396 keluarga belum memiliki aset produktif. Data tersebut menjadi dasar untuk mendorong pelatihan kerja, bantuan modal, pembinaan usaha, serta penyediaan sarana produksi.

    “Penguatan penanganan kemiskinan juga terlihat dari dukungan anggaran. Anggaran penanggulangan kemiskinan Kota Batam meningkat dari Rp88,54 miliar pada 2023 menjadi Rp519,24 miliar pada 2024, Rp565,56 miliar pada 2025, dan Rp864,95 miliar pada 2026 yang tersebar di berbagai OPD,” katanya.

    Pada 2026, anggaran tersebut diarahkan untuk tiga strategi utama, yakni Rp466,35 miliar untuk penurunan beban pengeluaran, Rp14,15 miliar untuk peningkatan pendapatan masyarakat, dan Rp384,45 miliar untuk pengurangan kantong-kantong kemiskinan.

    Pemko Batam menekankan, penanganan kemiskinan ke depan perlu diperkuat melalui konvergensi program, pemanfaatan data yang akurat, serta penajaman intervensi di wilayah prioritas.

    Upaya tersebut diharapkan tidak hanya memberikan perlindungan kepada masyarakat miskin dan rentan, tetapi juga meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat agar lebih mandiri dan mampu keluar dari kerentanan kemiskinan secara berkelanjutan. (Humas Diskominfo Batam)

  • Mooncake Festival Batam, Keberagaman Jadi Kekuatan Pariwisata dan Ekonomi

    Mooncake Festival Batam, Keberagaman Jadi Kekuatan Pariwisata dan Ekonomi

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, bersama sejumlah komunitas saat menghadiri Mooncake Festival Kota Batam di Kompleks Bumi Indah, Lubukbaja, Minggu (27/9/2026) malam. HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menghadiri malam puncak Mooncake Festival (Festival Kue Bulan) Kota Batam di Kompleks Bumi Indah, Lubukbaja, Minggu (27/9/2026) malam.

    Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan dihadiri ribuan masyarakat. Rangkaian acara juga dimeriahkan penampilan sejumlah artis serta Pawai Khitong dan Budaya Nusantara sejak siang hari.

    Festival tersebut menjadi ruang kebersamaan masyarakat dengan melibatkan 60 lembaga keagamaan dan kemasyarakatan serta menampilkan 10 kekayaan budaya Nusantara. Perhelatan ini sekaligus memperkuat semangat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Batam.

    Masyarakat dari berbagai latar belakang berkumpul dalam suasana kebersamaan dengan menjadikan budaya sebagai bagian dari identitas bangsa dan agama sebagai landasan untuk membangun toleransi. Semangat gotong royong dan persaudaraan tersebut menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Batam yang menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika.

    Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan sejak pagi hingga malam, mulai dari Pawai Khitong, Pawai Budaya Nusantara, hingga Mooncake Festival.

    “Keberagaman di Batam harus kita rawat bersama. Kebudayaan menjadi bagian dari diplomasi untuk merawat hubungan, mempererat persaudaraan, sekaligus menunjukkan jati diri bangsa,” ujar Amsakar.

    Menurut Amsakar, Batam merupakan miniatur Indonesia karena dihuni masyarakat dari berbagai suku, agama, dan komunitas. Keragaman tersebut, kata dia, merupakan kekuatan yang dapat terus dikembangkan untuk mendukung kemajuan daerah.

    “Kota Batam merupakan miniatur Indonesia, tempat berpadunya berbagai suku, agama, dan komunitas, seperti Melayu, Jawa, Batak, Minang, Tionghoa, Bugis, hingga saudara-saudara kita dari Timur,” katanya.

    Amsakar menegaskan, keberagaman tidak hanya menjadi kekayaan sosial dan budaya, tetapi juga memiliki peran dalam menggerakkan perekonomian dan pariwisata Batam. Berbagai kegiatan budaya dan kemasyarakatan dapat menjadi daya tarik yang mendukung aktivitas pariwisata serta sektor usaha lainnya.

    Karena itu, Pemko Batam bersama instansi terkait berkomitmen mendorong pemajuan kebudayaan daerah. Salah satunya melalui rencana penyusunan kalender kegiatan pariwisata secara berkelanjutan serta pembangunan Gedung Budaya di kawasan Sukajadi.

    “Langkah strategis ini dilakukan agar Batam tidak hanya dikenal sebagai kota industri, pusat data, dan pusat logistik, tetapi juga tumbuh sebagai kota budaya yang inklusif, rukun, dan maju,” kata Amsakar. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Puskesmas Sei Pelunggut Beroperasi, Layanan Kesehatan Sudah Berjalan Meski Belum 24 Jam

    Puskesmas Sei Pelunggut Beroperasi, Layanan Kesehatan Sudah Berjalan Meski Belum 24 Jam

    Kepala Diskominfo Batam, Rudi Panjaitan. Dok HUMAS DISKOMINFO BATAM

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam memastikan pelayanan kesehatan di Puskesmas Sungai Pelunggut, Kecamatan Sagulung, tetap berjalan. Saat ini, puskesmas tersebut telah memiliki Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas dan melayani masyarakat, terutama untuk penanganan kasus kegawatdaruratan.

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, menjelaskan bahwa pelayanan di Puskesmas Sungai Pelunggut belum berlangsung selama 24 jam karena masih terdapat keterbatasan sumber daya manusia kesehatan.

    “Puskesmas sudah ada Plt Kepala Puskesmas dan pelayanan sudah berjalan, terutama untuk kasus emergency. Namun, memang belum 24 jam karena petugas atau sumber daya kesehatannya sesuai dengan objek layanan kesehatan masih belum tersedia sepenuhnya,” ujar Rudi, Senin (28/9/2026).

    Menurut Rudi, ketersediaan tenaga kesehatan berkaitan dengan proses penyesuaian penugasan pegawai, termasuk mutasi dan rotasi. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat pelayanan di Puskesmas Sungai Pelunggut belum dapat diterapkan secara penuh.

    Selain persoalan sumber daya manusia, terdapat perubahan ketentuan dan petunjuk teknis (juknis) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait penataan dan penugasan sumber daya manusia kesehatan. Perubahan tersebut terjadi setelah pembangunan Puskesmas Sungai Pelunggut selesai.

    “Ketika Puskesmas sudah selesai, ada beberapa perubahan peraturan dan juknis dari Kementerian Kesehatan terkait Puskesmas. Karena itu, perlu dilakukan penyesuaian di daerah agar pelaksanaannya sesuai dengan aturan yang baru,” jelasnya.

    Rudi menegaskan, Pemko Batam terus memenuhi kebutuhan operasional dan sumber daya manusia agar pelayanan kesehatan di Puskesmas Sungai Pelunggut maupun puskesmas lainnya dapat berjalan secara optimal sesuai ketentuan.

    Ia menambahkan, pelayanan yang belum beroperasi selama 24 jam tidak berarti Puskesmas Sungai Pelunggut tidak beroperasi. “Pelayanan kesehatan telah berjalan, khususnya untuk penanganan kasus kegawatdaruratan, sembari pemerintah menyelesaikan pemenuhan sumber daya manusia dan penyesuaian terhadap regulasi terbaru,” ujarnya. (Humas Diskominfo Batam / Rizka)