Category: Batam

Auto Added by WPeMatico

  • Amsakar Dorong Semangat Toleransi dalam Dharma Santi Nyepi 2026 di Batam

    Amsakar Dorong Semangat Toleransi dalam Dharma Santi Nyepi 2026 di Batam

    Sejumlah warga berswafoto bersama Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat perayaan Dharma Santi Nyepi Tingkat Kota Batam Tahun Baru Saka 1948 di Harmoni One Hotel, Batamkota, Minggu (12/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri Perayaan Dharma Santi Nyepi Tingkat Kota Batam Tahun Baru Saka 1948 yang digelar di Harmoni One Hotel, Batamkota, Minggu (12/4/2026).

    Kehadiran Amsakar disambut hangat ratusan umat Hindu yang memadati aula pertemuan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas peran umat Hindu dalam menjaga kondusivitas serta memperkuat kerukunan antarumat beragama di Kota Batam.

    “Dharma Santi bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi. Harmonisasi ini merupakan modal utama dalam pembangunan Kota Batam,” ujarnya.

    Amsakar menegaskan, nilai-nilai pengendalian diri yang terkandung dalam perayaan Nyepi sejalan dengan upaya pemerintah dalam membangun karakter masyarakat yang disiplin, toleran, dan berintegritas.

    Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengamalkan semangat Vasudhaiva Kutumbakam, yang berarti seluruh umat manusia adalah satu keluarga, dalam kehidupan sehari-hari.

    “Pemerintah Kota Batam berkomitmen hadir untuk semua golongan. Kami ingin Batam menjadi rumah yang nyaman bagi seluruh pemeluk agama, di mana perbedaan menjadi kekuatan, bukan pemisah,” kata Amsakar.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam, tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Batam, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Batam. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Pemko Batam Apresiasi FKDM, Perkuat Kewaspadaan Dini Tangkal ATHG

    Pemko Batam Apresiasi FKDM, Perkuat Kewaspadaan Dini Tangkal ATHG

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus memperkuat kewaspadaan dini masyarakat terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Upaya ini dilakukan melalui sinergi bersama Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).

    Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG) yang dirangkaikan dengan halalbihalal FKDM Kota Batam di Hotel Golden View, Sabtu (11/4/2026).

    Mewakili Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Batam, Riama Manurung, mengapresiasi peran aktif FKDM dalam menjaga kondusivitas daerah.

    Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mendukung pembangunan Batam yang berkelanjutan.

    “FKDM memiliki peran strategis sebagai mata dan telinga pemerintah. Melalui penyampaian informasi cepat terkait potensi ATHG, ini merupakan bentuk nyata bela negara sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945,” ujar Riama.

    Ia juga menekankan pentingnya sinergi yang telah terjalin dengan aparat penegak hukum, seperti kepolisian dan kejaksaan, dalam mendeteksi dini berbagai potensi permasalahan di tengah masyarakat.

    Riama berharap FKDM dapat terus konsisten mendukung pemerintah dalam menciptakan rasa aman, baik bagi masyarakat maupun investor di Kota Batam.

    Sementara itu, Ketua FKDM Kota Batam, Alwan, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kepekaan masyarakat terhadap berbagai potensi gangguan yang dapat muncul.

    “FKDM memiliki tugas menghimpun dan menyampaikan informasi yang akurat terkait potensi gangguan di lapangan. Melalui edukasi ini, kami ingin memastikan Batam tetap aman dan nyaman bagi semua,” kata Alwan.

    Kegiatan ini turut dihadiri Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono, unsur Forkopimda Kota Batam, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta jajaran pengurus FKDM se-Kota Batam. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Amsakar Dorong Peningkatan Akses Pendidikan, dari Revitalisasi Asrama hingga Beasiswa

    Amsakar Dorong Peningkatan Akses Pendidikan, dari Revitalisasi Asrama hingga Beasiswa

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan sambutan saat menghadiri halalbihalal bersama IKA UNRI di Hotel Harmoni One, Batamcentre, Sabtu (11/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri kegiatan silaturahmi dan halalbihalal Ikatan Alumni Universitas Riau (IKA UNRI) Kota Batam yang digelar di Hotel Harmoni One, Batamcentre, Sabtu (11/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan sejumlah kebijakan strategis Pemerintah Kota Batam dalam mendukung akses pendidikan bagi generasi muda.

    Di hadapan para alumni, Amsakar menyoroti pengelolaan aset milik Pemko Batam yang berada di Pekanbaru, tepatnya di kawasan Harapan Raya. Selama ini, aset tersebut dimanfaatkan sebagai tempat tinggal mahasiswa asal Batam yang menempuh pendidikan di Provinsi Riau.

    Ia menjelaskan, kondisi bangunan saat ini mulai kurang terawat seiring pergeseran pusat aktivitas kampus ke wilayah Panam. Untuk itu, Pemko Batam berkomitmen melakukan revitalisasi agar fasilitas tersebut kembali layak huni dan dapat dimanfaatkan secara optimal.

    “Revitalisasi akan dilakukan agar asrama ini bisa kembali mendukung mahasiswa Batam yang kuliah di Pekanbaru,” ujar Amsakar.

    Selain itu, Amsakar juga memaparkan pengembangan program beasiswa sebagai bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan. Pemko Batam, kata dia, telah menambah sejumlah skema baru guna menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

    Adapun skema tersebut meliputi beasiswa bagi putra-putri Batam yang berhasil masuk ke tujuh perguruan tinggi terbaik di Indonesia, beasiswa bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan diterima di perguruan tinggi negeri, serta beasiswa afirmasi bagi anak hinterland berprestasi yang menempati peringkat lima besar di sekolah dan lolos ke perguruan tinggi negeri.

    Menanggapi tren menurunnya minat mahasiswa Batam melanjutkan pendidikan ke Universitas Riau, Amsakar menilai perlu adanya langkah proaktif untuk memperkuat kembali hubungan kelembagaan.

    Ia menyampaikan, dalam waktu dekat Pemko Batam akan menginisiasi pertemuan dengan pihak rektorat Universitas Riau guna menjajaki kerja sama formal melalui nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), khususnya terkait penyediaan beasiswa bagi mahasiswa asal Batam.

    “Kami ingin memperkuat kembali keterikatan dengan Universitas Riau sekaligus membuka peluang lebih luas bagi anak-anak Batam untuk melanjutkan pendidikan di sana,” katanya.

    Kegiatan halalbihalal tersebut diakhiri dengan sesi dialog bersama para alumni yang kini berkontribusi di berbagai sektor pembangunan di Kota Batam. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Lewat Bazar PKK di MTQH XXXIV, Pemko Batam Dorong UMKM Tembus Pasar Global

    Lewat Bazar PKK di MTQH XXXIV, Pemko Batam Dorong UMKM Tembus Pasar Global

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad bersama Ketua TP-PKK Batam, Erlita Amsakar, dan sejumlah pejabat membuka Bazar PKK Kota Batam dalam rangka MTQH XXXIV di Dataran Engku Putri, Jumat (10/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteran Keluarga (TP-PKK) Kota Batam, Erlita Amsakar, membuka Bazar PKK Kota Batam dalam rangka Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) XXXIV Kota Batam di Dataran Engku Putri, Batamcentre, Jumat (10/4/2026).

    Kegiatan ini mengusung tema “Menuju UMKM yang Berdaya Saing dan Go Global dalam Kota Batam yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah”.

    Pembukaan bazar dihadiri Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, Ketua Dharma Wanita Persatuan, Erdawati Firmansyah, para asisten, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat se-Kota Batam, serta jajaran PKK dan Dharma Wanita.

    Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pemberdayaan masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

    “Pembangunan itu mencakup tiga hal, yaitu menghadirkan yang belum ada, meningkatkan yang sudah ada, dan memberdayakan. Dalam konteks ini, UMKM harus didorong untuk naik kelas,” ujarnya.

    Ia mengingatkan agar kegiatan bazar tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

    “Harus ada evaluasi secara berkala, sejauh mana kegiatan ini berkontribusi terhadap pemberdayaan UMKM,” katanya.

    Menurut Amsakar, pelaku UMKM masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti manajemen usaha, keterbatasan modal, strategi pemasaran, kualitas kemasan, serta adaptasi digital. Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah turut memberikan dukungan konkret.

    “Jika persoalan tersebut dapat diatasi, UMKM Batam akan berkembang lebih pesat,” ujarnya.

    Ia juga menyampaikan bahwa arah pembangunan Batam saat ini tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga penguatan ekonomi masyarakat. Hal itu diwujudkan melalui berbagai program, seperti bantuan sosial bagi lansia, seragam sekolah gratis, bantuan modal usaha tanpa bunga hingga Rp20 juta, serta beasiswa bagi pelajar berprestasi.

    Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung kemajuan UMKM.

    “Peran lurah dan camat sangat penting dalam membina pelaku UMKM di wilayah masing-masing. Dengan kerja sama, kita optimistis UMKM Batam bisa naik kelas,” ujarnya.

    Pembukaan bazar ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wali Kota Batam bersama Ketua TP PKK Kota Batam. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Amsakar Ajak Warga Bijak Gunakan Media Sosial, Jadikan Ruang Positif bagi Persatuan

    Amsakar Ajak Warga Bijak Gunakan Media Sosial, Jadikan Ruang Positif bagi Persatuan

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengajak masyarakat memanfaatkan media sosial secara bijak guna memperkuat kebersamaan dan menjaga harmoni sosial. Pesan tersebut disampaikan Amsakar saat menghadiri Halalbihalal Kecamatan Lubukbaja di Aula Universitas Ibnu Sina, Kamis (9/4/2026) malam.

    Di kesempatan itu, Amsakar menegaskan, cara pandang dan sikap seseorang, termasuk dalam bermedia sosial, sangat memengaruhi kualitas kehidupan bermasyarakat. Ia mengajak warga menjadikan rasa syukur sebagai landasan utama dalam menjalani kehidupan, baik di dunia nyata maupun ruang digital.

    “Jika kita pandai bersyukur, keterbatasan tidak akan menjadi persoalan. Namun, jika tidak, sebanyak apa pun nikmat yang diterima akan terasa kurang,” ujarnya.

    Ia menilai, nilai-nilai tersebut penting diterapkan dalam interaksi di media sosial. Menurutnya, ruang digital seharusnya menjadi sarana menyebarkan hal positif, bukan justru memperkeruh suasana atau memicu konflik.

    Amsakar menegaskan, pembangunan Batam tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia, termasuk kedewasaan dalam berkomunikasi di ruang publik digital.

    “Media sosial harus menjadi ruang mempererat silaturahmi, bukan sebaliknya. Gunakan untuk menyebarkan kebaikan dan menjaga persatuan,” katanya.

    Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dalam suasana Idulfitri. Ia menempatkan dirinya sebagai bagian dari masyarakat yang tidak luput dari kekurangan.

    “Atas nama pribadi dan keluarga, saya bersama Ibu Li Claudia Chandra menyampaikan mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya.

    Amsakar mengakui, memimpin Batam dengan jumlah penduduk yang besar merupakan tantangan tersendiri. Tingginya ekspektasi masyarakat menjadi amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

    Ia pun mengajak masyarakat untuk terus memperbaiki diri, termasuk dalam penggunaan media sosial, agar tercipta ekosistem digital yang sehat dan konstruktif.

    “Jika sebelumnya ada kesalahan, mari kita perbaiki. Orang yang cerdas adalah yang mampu belajar dan menjadi lebih baik,” ujarnya.

    Melalui kegiatan ini, Amsakar menegaskan bahwa kemajuan Batam tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga persatuan, baik di kehidupan nyata maupun di ruang digital. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Amsakar Dorong Data Akurat Lewat Sensus Ekonomi 2026

    Amsakar Dorong Data Akurat Lewat Sensus Ekonomi 2026

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, berbincang dengan Kepala BPS Kota Batam, Eko Aprianto, dalam pertemuan di Ruang Kerja Wali Kota Batam, Kamis (9/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menekankan pentingnya ketersediaan data yang akurat dan terpadu sebagai fondasi utama dalam perencanaan pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikannya saat menerima audiensi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (9/4/2026).

    Menurut Amsakar, data yang tidak sinkron antarinstansi masih menjadi tantangan yang perlu segera diselesaikan. Ia menegaskan, tanpa data yang akurat, arah kebijakan pembangunan berpotensi tidak berjalan selaras.

    “Perencanaan tanpa data yang akurat ibarat berjalan tanpa arah. Ini yang harus kita benahi bersama,” tegasnya.

    Ia menyambut baik pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai langkah strategis untuk menghadirkan data yang lebih komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan. Amsakar juga mengapresiasi langkah BPS Batam dalam mengoordinasikan persiapan sensus tersebut.

    Lebih lanjut, ia menilai capaian makro ekonomi Batam saat ini menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Batam bahkan konsisten berada di atas rata-rata nasional, dengan selisih sekitar 1,5 hingga 2 persen.

    Dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto, Batam juga diharapkan mampu menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini dinilai sejalan dengan berbagai potensi strategis yang dimiliki daerah tersebut.

    Batam saat ini memiliki empat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yakni Nongsa Digital Park, Batam Aero Technic, Tanjung Sauh, serta KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam. Selain itu, terdapat 31 kawasan industri dan sekitar 110 galangan kapal yang menjadi tulang punggung sektor industri.

    “Potensi ini harus didukung dengan data yang kuat agar kebijakan yang diambil tepat sasaran,” ujarnya.

    Dari sisi regulasi, Amsakar juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah pusat dalam menyelaraskan kebijakan, termasuk melalui Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2025, Nomor 28 Tahun 2025, dan Nomor 47 Tahun 2025, guna memperkuat iklim investasi dan pelayanan perizinan.

    Ia menargetkan pertumbuhan ekonomi Batam dapat menembus angka di atas 7 persen pada 2026. Target tersebut, menurutnya, perlu ditopang oleh penguatan sektor industri pengolahan serta dukungan terhadap kemandirian bahan baku dan kelancaran distribusi barang.

    Sementara itu, Kepala BPS Kota Batam, Eko Aprianto, menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi 2026 akan dilaksanakan pada Mei hingga Agustus 2026 dan mencakup seluruh pelaku usaha, dari skala kecil hingga besar.

    “Pelaksanaan sensus diawali dengan pengisian kuesioner secara daring oleh pelaku usaha, kemudian dilanjutkan dengan survei lapangan berbasis digital,” jelasnya.

    Ia mengakui, tantangan utama dalam pelaksanaan sensus adalah menjangkau perusahaan besar. Oleh karena itu, pihaknya berharap dukungan penuh dari Pemerintah Kota Batam dan BP Batam agar partisipasi pelaku usaha dapat berjalan optimal.

    Melalui pelaksanaan sensus ini, diharapkan tersusun basis data ekonomi yang akurat dan terintegrasi, sehingga mampu memperkuat perencanaan pembangunan serta mendorong Batam menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Wujudkan Satu Data Indonesia, Batam Canangkan Program Kelurahan Cantik 2026

    Wujudkan Satu Data Indonesia, Batam Canangkan Program Kelurahan Cantik 2026

    Kadiskominfo Batam, Rudi Panjaitan bersama sejumlah pejabat usai rapat pembinaan statistik sektoral sekaligus pencanangan Kelurahan Cantik Tahun 2026 di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (9/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / AHMAD NUSUR

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam memperkuat pembinaan statistik sektoral guna meningkatkan kualitas tata kelola data dan mendukung program Satu Data Indonesia. Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat pembinaan statistik sektoral sekaligus pencanangan Kelurahan Cinta Statistik (Cantik) Tahun 2026 di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (9/4/2026).

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan, ketersediaan data yang mutakhir dan layak publikasi menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah. Saat ini, Pemko Batam menargetkan peningkatan nilai Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) dari kategori cukup menjadi baik.

    “Pada triwulan ketiga tahun ini, seluruh perangkat daerah ditargetkan mencapai progres 100 persen dalam pengisian data. Data yang disajikan harus berkualitas dan mampu bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.

    Berdasarkan hasil evaluasi, dari 53 perangkat daerah di lingkungan Pemko Batam, sebanyak 42 instansi telah mencapai progres pengisian data 100 persen. Namun, masih terdapat sejumlah instansi dengan capaian di bawah target.

    Rudi menegaskan bahwa statistik sektoral merupakan bagian dari indikator kinerja, sehingga tidak dapat dianggap sebagai tugas tambahan. Pemerintah juga telah memfasilitasi aplikasi serta memperbarui surat keputusan penyelenggara untuk mengantisipasi kendala teknis dan administratif.

    Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Eko Aprianto, mengapresiasi sinergi antara BPS sebagai pembina data dan Dinas Kominfo sebagai walidata. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk mengintegrasikan statistik dasar dan statistik sektoral sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

    “Nilai EPSS Batam tahun 2024 berada di angka 2,46. Dengan peningkatan kualitas dan standarisasi data, Batam berpeluang masuk kategori baik,” katanya.

    Pada kesempatan tersebut, juga dicanangkan program Kelurahan Cantik Tahun 2026. Program ini bertujuan meningkatkan literasi statistik hingga tingkat kelurahan agar data yang dihasilkan memenuhi kaidah statistik.

    Untuk tahap awal, tiga kelurahan di Kecamatan Batu Ampar ditetapkan sebagai percontohan, yakni Kelurahan Sungai Jodoh, Kampung Seraya, dan Batu Merah.

    Eko berharap program tersebut dapat menjadi model bagi kelurahan lain di Batam. “Jika data di tingkat kelurahan akurat, maka kebijakan yang diambil akan lebih tepat sasaran,” ujarnya.

    Kegiatan ini dihadiri perwakilan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemko Batam serta tim BPS yang akan memberikan pendampingan sepanjang 2026. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Pemko Batam Tegaskan Komitmen Pemerataan Pembangunan hingga Hinterland

    Pemko Batam Tegaskan Komitmen Pemerataan Pembangunan hingga Hinterland

    Sekda Batam, Firmansyah, menghadiri halalbihalal bersama tokoh masyarakat Galang, Kamis (9/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / ADE RAHMATULLAH

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus memperkuat komitmen pemerataan pembangunan hingga wilayah hinterland. Hal itu ditegaskan Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, saat mewakili Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota, Li Claudia Chandra, bersilaturahmi dengan masyarakat Kecamatan Galang, Kamis (9/4/2026).

    Firmansyah mengatakan bahwa Pemerintah Kota Batam memberi perhatian besar terhadap pembangunan wilayah hinterland, termasuk Kecamatan Galang. Ia menekankan, pembangunan tidak boleh terpusat di kawasan perkotaan saja, tetapi harus merata ke seluruh wilayah.

    “Pesan Wali Kota dan Ibu Wakil Wali Kota Batam jelas, masyarakat Galang merupakan bagian penting dari Batam yang harus terus diperhatikan. Ke depan, fokus kita adalah meningkatkan akses pendidikan, layanan kesehatan, serta kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.

    Menurut dia, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci dalam mendorong kemajuan wilayah hinterland. Pemerintah, lanjutnya, akan terus menghadirkan program strategis yang mendukung pengembangan generasi muda, khususnya di kawasan pesisir dan pulau penyangga.

    “Anak-anak di Galang harus memiliki kesempatan yang sama untuk maju. Jangan sampai ada kesenjangan dengan wilayah lain. Ini menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.

    Firmansyah juga mengajak masyarakat untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, termasuk menjaga lingkungan dan meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan keluarga.

    Dalam kesempatan tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari peningkatan fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur.

    Pemerintah Kota Batam, kata dia, berkomitmen menindaklanjuti setiap masukan sebagai bagian dari perencanaan pembangunan ke depan.

    “Kami hadir tidak hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga mendengar langsung kebutuhan masyarakat agar dapat menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan,” ujarnya.

    Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Batam menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembangunan yang inklusif dan merata, termasuk di wilayah hinterland.(Humas Diskominfo Batam / Robin F)

  • Lansia di Batam Dapat Bantuan Sosial Rp400 Ribu Tiap Bulan

    Lansia di Batam Dapat Bantuan Sosial Rp400 Ribu Tiap Bulan

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyapa masyarakat kalangan lansia di Batam, Kamis (9/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyalurkan bantuan sosial kepada lansia untuk kecamatan Batamkota, Nongsa, dan Seibeduk di MTC Nongsa, Kamis (9/4/2026). Se-Kota Batam, sebanyak 4.000 lansia mendapat bantuan dan akan diperluas hingga semua lansia dapat diperhatikan.

    Selain bantuan sosial lansia, juga diserahkan insentif bagi kader Posyandu dan kader Kelurahan Siaga. Secara simbolis, bantuan dan insentif diserahkan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Ketua TP PKK Kota Batam, Erlita Amsakar. Adapun, bantuan untuk lansia di Batam sebesar Rp400 ribu setiap bulan dan insentif kader posyandu dan kelurahan siaga sebesar Rp500 ribu per bulan.

    Dalam sambutannya, Amsakar menekankan pentingnya memperkuat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat melalui silaturahmi. “Kegiatan ini menjadi momentum untuk membangun kedekatan antara pemimpin dan masyarakat,” ujarnya.

    Ia menambahkan, silaturahmi tidak hanya memiliki nilai sosial, tetapi juga nilai spiritual karena mampu mempererat hubungan antarsesama.

    Amsakar juga menyoroti kondisi ekonomi global yang berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat. Menurutnya, penyaluran bantuan sosial menjadi salah satu langkah untuk menjaga kesejahteraan masyarakat, khususnya lansia.

    “Di tengah kondisi global saat ini, bantuan sosial diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” katanya.

    Selain itu, Amsakar memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam, di antaranya pertumbuhan ekonomi yang meningkat dari 6,69 persen menjadi 6,76 persen serta pendapatan asli daerah dari Rp2,36 triliun menjadi Rp2,58 triliun.

    Realisasi investasi juga melampaui target, yakni mencapai Rp69,3 triliun dari target Rp60 triliun. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 83,3 menjadi 83,8.

    Ia menyebut jumlah lansia di Batam mencapai hampir 60.000 jiwa, dengan sekitar 25.000 di antaranya masuk kategori penerima bantuan.

    Selain itu, angka kemiskinan menurun dari 4,48 persen pada 2024 menjadi 3,81 persen pada 2025, sedangkan tingkat pengangguran terbuka turun dari 7,68 persen menjadi 7,57 persen.

    Menurut Amsakar, capaian tersebut tidak terlepas dari kontribusi kader Posyandu serta dukungan masyarakat.

    “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi membangun Batam agar semakin maju,” ujarnya. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Pemko Batam Dukung Sensus Ekonomi 2026, Rudi Panjaitan: Mari Beri Data Akurat

    Pemko Batam Dukung Sensus Ekonomi 2026, Rudi Panjaitan: Mari Beri Data Akurat

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam resmi menerbitkan Surat Edaran Wali Kota Batam (SE) Nomor 20 Tahun 2026 tentang Dukungan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Langkah ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Daerah dalam menyukseskan agenda prioritas nasional yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

    ​Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, menyampaikan bahwa rilisnya surat edaran Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bertujuan untuk memastikan seluruh elemen di Batam bersinergi dalam pendataan berskala besar.

    ​”Sensus Ekonomi ini akan berlangsung mulai bulan Mei hingga Agustus 2026. Kami mengimbau kepada seluruh instansi pemerintah, TNI/Polri, pelaku usaha, hingga masyarakat umum untuk menyambut baik petugas dan memberikan data yang sebenar-benarnya,” ujar Rudi di kantor Wali Kota, Rabu (8/4/2026).

    ​Rudi menjelaskan bahwa sasaran pendataan SE 2026 mencakup seluruh lapisan unit kegiatan ekonomi di Batam. Mulai dari Usaha Mikro Kecil (UMK) hingga Usaha Menengah Besar (UMB), baik yang dikelola perorangan, rumah tangga, maupun badan usaha.

    ​”Termasuk juga pengelola kawasan ekonomi seperti mall, pasar, perkantoran, bandara, pelabuhan, hingga kawasan industri. Tidak ada yang terlewatkan agar gambaran ekonomi Batam tercatat secara komprehensif,” tambahnya.

    ​Melalui SE tersebut, Wali Kota Batam menekankan lima poin utama dukungan yang diharapkan dari seluruh pemangku kepentingan, yakni sosialisasi masif kepada jajaran internal, asosiasi usaha, dan masyarakat luas dan partisipasi aktif dengan memberikan informasi yang akurat dan jujur saat didata.

    ​Selanjutnya, pemanfaatan kanal media untuk menyebarluaskan testimoni dukungan Wali Kota serta informasi terkait SE2026, koordinasi intensif dengan jajaran BPS Kota Batam di lapangan, serta akses publikasi, di mana bahan sosialisasi dapat diunduh melalui tautan resmi

    https://s.bps.go.id/Publisitas-SE2026-Batam

    Rudi menegaskan bahwa data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi ini sangat krusial bagi pemerintah dalam menentukan arah kebijakan pembangunan ekonomi ke depan.

    ​”Data ini adalah fondasi. Jika datanya akurat, maka perencanaan pembangunan ekonomi di Batam akan lebih tepat sasaran. Mari kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026 demi kemajuan Kota Batam,” pungkasnya. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)