Category: Berita

Auto Added by WPeMatico

  • Amsakar Dorong Potensi Masyarakat Tanjung Banon untuk Tingkatkan Ekonomi

    Amsakar Dorong Potensi Masyarakat Tanjung Banon untuk Tingkatkan Ekonomi

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, berbincang dengan Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman, saat menghadiri Festival Transmigrasi 2026 dan Doa untuk Negeri bersama KH Das’ad Latif, Ph.D., di SP 1 Tanjung Banon, Rempang Eco City, Sabtu (10/10/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong pengembangan potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat di Tanjung Banon, Rempang, agar mampu meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan warga. Pengembangan kawasan, menurutnya, perlu didukung perencanaan yang matang, kajian berbasis kondisi lapangan, dan keterlibatan aktif masyarakat.

    Hal itu disampaikan Amsakar saat menghadiri Festival Transmigrasi 2026 dan Doa untuk Negeri bersama KH Das’ad Latif, Ph.D., di SP 1 Tanjung Banon, Rempang Eco City, Sabtu (10/10/2026).

    Amsakar menyambut baik penyelenggaraan festival yang menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana memperkuat semangat masyarakat dalam mengembangkan potensi wilayah. Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong warga untuk lebih produktif dan memanfaatkan peluang ekonomi yang tersedia.

     

    “Acara ini merupakan momentum yang baik untuk menyatukan semangat dan membangun optimisme masyarakat. Mudah-mudahan kegiatan ini menyemangati warga yang ada di sini agar lebih optimal menjadikan kawasan ini sebagai wilayah yang produktif, berkembang, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

    Menurut Amsakar, pengembangan kawasan transmigrasi di wilayah Barelang harus dilakukan secara terencana dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Kajian yang melibatkan perguruan tinggi dinilai penting untuk memetakan potensi sekaligus mengidentifikasi berbagai persoalan di kawasan tersebut.

    Sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian antara lain pemanfaatan lahan, kelestarian lingkungan, kegiatan ekonomi masyarakat, serta potensi pariwisata. Seluruh aspek itu perlu dikaji secara objektif agar arah pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kehidupan sosial ekonomi warga.

    “Ketika kampus dilibatkan, kita berharap kondisi kawasan ini dapat dipotret secara objektif, mulai dari pemanfaatan lahan, isu lingkungan, aktivitas ekonomi masyarakat hingga potensi pariwisata. Dengan begitu, kita bisa menentukan langkah yang tepat untuk menggerakkan potensi masyarakat,” katanya.

    Ia menegaskan, masyarakat harus menjadi bagian utama dalam pembangunan kawasan. Potensi lokal di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pertanian, perikanan, hingga pariwisata perlu dikembangkan agar membuka peluang usaha dan lapangan kerja yang lebih luas.

    Sementara itu, Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman, menekankan pentingnya membangun kemandirian masyarakat di kawasan transmigrasi. Menurutnya, dukungan pemerintah perlu diimbangi dengan keterlibatan warga dalam mengelola potensi wilayah dan mengembangkan kegiatan ekonomi secara mandiri.

     

    “Masyarakat harus menjadi penggerak utama dalam mengembangkan potensi wilayahnya. Kita tidak bisa hanya bergantung kepada pemerintah, tetapi masyarakat juga harus diberdayakan agar mampu mengelola potensi yang ada dan menciptakan peluang ekonomi secara mandiri,” ujarnya.

    Pemberdayaan masyarakat, lanjutnya, menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat usaha lokal, dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan. Dengan kapasitas yang semakin baik, masyarakat diharapkan dapat mengambil peran lebih besar dalam mengelola sumber daya dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

    Festival Transmigrasi 2026 di Batam juga menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan kawasan Barelang, yang mencakup Batam, Rempang, dan Galang. Pengembangan kawasan tersebut diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan UMKM, serta optimalisasi potensi ekonomi daerah.

    Melalui kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat, Tanjung Banon diharapkan tumbuh menjadi kawasan yang produktif dengan peluang ekonomi yang semakin luas. Dengan demikian, pengembangan wilayah tidak hanya terlihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dari meningkatnya kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Amsakar Ajak Warga Batam Jaga Persatuan dan Perkuat Kebersamaan

    Amsakar Ajak Warga Batam Jaga Persatuan dan Perkuat Kebersamaan

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri Premier Day Selamat Pagi Batam Kotaku di halaman parkir Mall Botania 2, Sabtu (10/10/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengajak masyarakat menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan memperkuat kebersamaan sebagai modal penting dalam pembangunan daerah. Menurutnya, kemajuan Batam membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah.

    Pesan tersebut disampaikan Amsakar saat menghadiri kegiatan Premier Day Selamat Pagi Batam Kotaku dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kecamatan Batam Kota, di halaman parkir Mall Botania 2, Sabtu (10/10/2026).

    Kegiatan berlangsung meriah dan penuh keakraban. Warga yang memadati lokasi mengikuti rangkaian acara dengan antusias. Kehadiran Amsakar di tengah masyarakat juga menambah suasana hangat dalam kegiatan yang menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan warga.

    Di hadapan masyarakat, Amsakar mengapresiasi partisipasi warga dalam menyemarakkan peringatan kemerdekaan. Ia menilai keterlibatan masyarakat dalam kegiatan kemasyarakatan mencerminkan kepedulian dan menjadi kekuatan sosial yang mendukung pembangunan Kota Batam.

    “Saya bangga melihat antusiasme masyarakat. Batam tidak bisa dibangun oleh pemerintah saja, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” ujar Amsakar.

    Ia mengingatkan, semangat kemerdekaan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya dengan menjaga kerukunan di lingkungan tempat tinggal, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta mendukung program pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

    Menurut Amsakar, keberagaman latar belakang masyarakat merupakan salah satu kekuatan Batam. Karena itu, perbedaan harus disikapi dengan saling menghormati dan semangat untuk bekerja sama demi kepentingan bersama.

    “Dengan menjaga soliditas dan harmoni, baik di lingkungan masyarakat maupun kecamatan, kita akan memiliki energi yang besar untuk membangun Batam,” tuturnya.

    Amsakar juga mengajak masyarakat menghindari perdebatan yang tidak produktif dan mengarahkan perhatian pada hal-hal yang membawa manfaat. Ia menegaskan, pembangunan akan berjalan lebih baik apabila seluruh pihak memiliki tujuan yang sama dan bersedia saling mendukung.

    “Berhenti kita memperbincangkan hal-hal yang kontraproduktif. Batam membutuhkan energi bersama untuk menjadikan negeri ini lebih hebat,” tegasnya.

    Ia berharap semangat kebersamaan yang tumbuh dalam kegiatan tersebut dapat terus terpelihara setelah acara berakhir. Masyarakat diharapkan tidak hanya menjaga keharmonisan, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial dan mengambil bagian dalam pembangunan sesuai dengan peran masing-masing.

    Kemeriahan acara berlanjut hingga penghujung kegiatan, termasuk sesi pengundian doorprize yang disambut antusias oleh warga. Interaksi antara Amsakar dan masyarakat turut menciptakan suasana kekeluargaan sepanjang acara.

    Melalui kebersamaan dan dukungan seluruh elemen masyarakat, Pemerintah Kota Batam berharap pembangunan dapat berjalan semakin baik, sehingga Batam tumbuh menjadi kota yang maju, nyaman, dan sejahtera tanpa kehilangan keharmonisan di tengah keberagaman. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Amsakar: Keamanan Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi Batam

    Amsakar: Keamanan Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi Batam

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyalami dan berbincang dengan Kapolda Kepri, Irjen Pol Suhendri saat pisah sambut di Hotel Radisson, Batam, Jumat (9/10/2026) malam. HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa keamanan dan stabilitas daerah menjadi kunci penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan investasi di Batam. Hal itu disampaikannya usai menghadiri pisah sambut Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Kapolda Kepri) dari Komjen Pol Asep Safrudin kepada Irjen Pol Suhendri di Hotel Radisson, Batam, Jumat (9/10/2026) malam.

    Amsakar menegaskan, sinergi antara Pemerintah Kota Batam, Polda Kepri, dan seluruh elemen masyarakat perlu terus diperkuat untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

    Dalam kesempatan tersebut, Amsakar menyampaikan apresiasi atas pengabdian Komjen Pol Asep Safrudin selama memimpin Polda Kepri, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Batam. Ia juga menyambut kehadiran Irjen Pol Suhendri yang melanjutkan kepemimpinan di Polda Kepri.

    “Atas nama Pemerintah Kota Batam dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada Komjen Pol Asep Safrudin atas sinergi luar biasa yang terjalin selama ini. Kepada Kapolda Kepri yang baru, Irjen Pol Suhendri, kami ucapkan selamat datang dan selamat bertugas di Bumi Bunda Tanah Melayu,” ujar Amsakar.

    Ia menegaskan, stabilitas keamanan merupakan salah satu fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan investasi di Batam. Karena itu, Pemerintah Kota Batam berkomitmen melanjutkan kerja sama dengan Polda Kepri untuk menjaga keamanan, memberikan rasa nyaman kepada masyarakat, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif.

    “Batam sebagai daerah strategis dan pusat pertumbuhan ekonomi membutuhkan jaminan keamanan yang kokoh. Pemko Batam berkomitmen penuh untuk terus memperkuat kolaborasi bersama Polda Kepri, Forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat agar situasi daerah tetap aman, damai, dan semakin maju,” katanya.

    Amsakar berharap sinergi antara Pemko Batam, Polda Kepri, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan masyarakat terus terjaga sehingga mendukung pembangunan serta kemajuan Batam.

    Acara yang dikemas dalam Welcome and Farewell Parade tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda Provinsi Kepulauan Riau, pejabat utama Polda Kepri, tokoh masyarakat, serta tamu undangan dari berbagai instansi. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Amsakar Dengarkan Aspirasi Warga Sungai Beduk, Beberkan Capaian Pembangunan Batam

    Amsakar Dengarkan Aspirasi Warga Sungai Beduk, Beberkan Capaian Pembangunan Batam

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memaparkan capaian program prioritas Pemerintah Kota (Pemko) Batam saat silaturahmi bersama RT, RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), dan tokoh masyarakat Kecamatan Sungai Beduk, Kamis (8/10/2026) malam.

    Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Camat Sungai Beduk tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat untuk membahas berbagai persoalan di lingkungan setempat, mulai dari ketersediaan air bersih, penerangan jalan umum (PJU), hingga kebutuhan lahan pemakaman.

    Dalam arahannya, Amsakar menegaskan bahwa silaturahmi merupakan bagian penting dari upaya membangun komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan masyarakat. Melalui pertemuan langsung, pemerintah dapat menyerap aspirasi sekaligus meluruskan informasi yang kurang tepat.

    “Dengan silaturahmi, hubungan yang tadinya jauh bisa menjadi dekat, persepsi yang keliru bisa dibetulkan, dan pandangan yang negatif bisa menjadi positif. Dari perspektif agama, silaturahmi memperpanjang umur dan mempermudah rezeki. Dari sisi hubungan antarmanusia, silaturahmi juga mempertautkan batin kita,” ujar Amsakar.

    Dalam sesi dialog, Amsakar didampingi jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemko Batam dan perwakilan BP Batam untuk menanggapi langsung berbagai masukan warga.

    Terkait kebutuhan lahan pemakaman, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman, dan Lingkungan Hidup, Yudi, menjelaskan bahwa pemerintah telah mengusulkan perluasan lahan pemakaman di sejumlah wilayah Kota Batam.

    Khusus Kecamatan Sungai Beduk, luas lahan yang diusulkan mencapai 23,5 hektare. Dari jumlah tersebut, proses persetujuan pinjam pakai lahan seluas 4,76 hektare telah memasuki tahap akhir di tingkat pusat.

    “Untuk mempercepat proses di pusat, pengajuan pinjam pakai lahan kami lakukan secara bertahap. Saat ini, proses untuk lahan seluas 4,76 hektare sudah memasuki tahap akhir dan tinggal menunggu rapat pimpinan,” jelas Yudi.

    Persoalan infrastruktur jalan dan penerangan juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), Mitra, menyampaikan bahwa pembangunan tahap pertama Jalan Lingkar Selatan, dari Simpang Sei Tanjung menuju Kantor Camat Sungai Beduk sepanjang 2,4 kilometer, tengah berjalan pada 2026.

    Pembangunan jalan tersebut direncanakan berlanjut menuju Dam Duriangkang untuk mendukung konektivitas dan mengurai kemacetan. Sementara itu, penambahan PJU di sepanjang Jalan S. Parman dan Kampung Duriat dilakukan secara bertahap melalui sinergi Pemko Batam dan BP Batam.

    Mengenai gangguan distribusi air bersih, perwakilan teknis BP Batam, Deni Tondano, bersama Amsakar menjelaskan sejumlah tantangan yang dihadapi, antara lain kondisi jaringan perpipaan yang telah berusia puluhan tahun, kendala sistem pemantauan distribusi, serta penurunan volume air baku akibat rendahnya curah hujan.

    Amsakar mengajak masyarakat turut menjaga kawasan tangkapan air (catchment area) dan menggunakan air secara bijak untuk membantu menjaga ketersediaan air baku.

    “Persoalan air bersih ini sangat kompleks karena kita berhadapan dengan jaringan perpipaan yang sudah berusia puluhan tahun dan penurunan debit air waduk. Karena itu, saya memohon kerja sama warga untuk menjaga kawasan tangkapan air dan menghemat penggunaan air bersih di rumah tangga,” tegasnya.

    Paparkan Capaian Program Prioritas

    Selain menyerap aspirasi, Amsakar memaparkan capaian program kerja selama masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra. Ia menegaskan bahwa berbagai program pembangunan terus diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

    Di bidang pendidikan, Pemko Batam telah menyalurkan 105.670 paket seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP negeri maupun swasta selama dua tahun anggaran. Pemerintah juga mengalokasikan beasiswa bagi 48 mahasiswa asal Batam yang menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi negeri.

    Pada sektor kesehatan, Pemko Batam mencatat capaian Universal Health Coverage (UHC) sebesar 98 persen. Capaian tersebut memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan melalui program jaminan kesehatan, termasuk pemanfaatan KTP sesuai ketentuan kepesertaan yang berlaku.

    “Jika sebelumnya konsentrasi kita lebih banyak pada pembangunan infrastruktur, sekarang kita juga bertransformasi pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Saya yakin, jika ingin melihat Batam hebat pada masa depan, kita harus mencetak dan menyiapkan SDM-nya sejak hari ini,” tutur Amsakar.

    Di bidang perlindungan sosial, pemerintah memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada 7.000 nelayan dan pekerja rentan. Bantuan bagi 4.000 lansia juga ditingkatkan menjadi Rp400.000 per bulan.

    Sementara itu, program pemberdayaan UMKM direalisasikan melalui penyaluran bantuan permodalan senilai Rp1,3 miliar kepada 1.500 pemohon.

    Dalam upaya meningkatkan kompetensi tenaga kerja dan memperluas kesempatan kerja, Pemko Batam menyelenggarakan pelatihan vokasi bagi 4.433 peserta. Pemerintah juga menjalin kesepakatan dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang memuat ketentuan kuota minimal 20 persen tenaga kerja lokal di 30 perusahaan mitra.

    Berbagai upaya tersebut berjalan seiring dengan perbaikan sejumlah indikator pembangunan. Amsakar menyebut angka kemiskinan di Batam turun dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen.

    “Pertumbuhan ekonomi kita pada semester pertama mencapai 7,28 persen. Ini merupakan pertumbuhan terbesar dalam lima tahun terakhir. Indeks Pembangunan Manusia kita juga berada pada angka 83,8 dengan kategori sangat tinggi, yang turut mengantarkan Kepulauan Riau menjadi provinsi dengan IPM terbaik ketiga di Indonesia,” jelasnya.

    Mengakhiri pertemuan, Amsakar mengajak masyarakat Sungai Beduk untuk terus menjaga kebersamaan dan menyikapi informasi di media sosial secara bijak. Ia mengingatkan warga agar memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya sehingga tidak mudah terpengaruh isu yang belum jelas sumbernya.

    Amsakar juga menegaskan bahwa capaian pembangunan dan berbagai penghargaan yang diraih Batam merupakan hasil kerja bersama pemerintah dan masyarakat.

    “Pencapaian dan berbagai penghargaan yang diraih Kota Batam bukan milik pribadi Amsakar atau Li Claudia, melainkan hasil kerja keras seluruh warga Batam. Kami memohon doa agar senantiasa diberikan kesehatan, keteguhan hati untuk tetap berada di jalur yang benar, serta kemampuan menuntaskan seluruh janji program pembangunan demi kemajuan Kota Batam,” tutupnya. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Ketemu Tokoh Agama, Amsakar Tegaskan Komitmen Atasi Persoalan Air hingga Sampah

    Ketemu Tokoh Agama, Amsakar Tegaskan Komitmen Atasi Persoalan Air hingga Sampah

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama tokoh agama Bengkong, Batu Ampar, dan Lubuk Baja saat silaturahmi di Masjid Baitul Makmur, Batu Ampar, Kamis (8/10/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memperkuat komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam menangani sejumlah persoalan prioritas, khususnya air baku, sampah, dan banjir. Hal itu disampaikannya saat bersilaturahmi bersama Persatuan Mubaligh Batam (PMB), Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM), dan Badan Musyawarah Guru Al-Qur’an (BMGQ) Kecamatan Batu Ampar, Bengkong, dan Lubuk Baja.

    Kegiatan berlangsung di Masjid Baitul Makmur, Bukit Senyum, Kelurahan Kampung Seraya, Kecamatan Batu Ampar, Kamis (8/10/2026). Silaturahmi tersebut menjadi momentum memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan para tokoh agama sekaligus menyerap berbagai aspirasi masyarakat.

    Ratusan perwakilan PMB, IPIM, dan BMGQ dari tiga kecamatan hadir dalam kegiatan tersebut. Dari Kecamatan Batu Ampar, hadir 31 anggota PMB, 262 anggota BMGQ, dan 55 anggota IPIM. Sementara dari Kecamatan Bengkong hadir 65 anggota PMB, 398 anggota BMGQ, dan 137 anggota IPIM.

    Adapun dari Kecamatan Lubuk Baja, tercatat 41 anggota PMB, 159 anggota BMGQ, dan 63 anggota IPIM.

    Dalam arahannya, Amsakar menyampaikan kondisi ketersediaan air baku di Batam yang saat ini menjadi perhatian pemerintah. Ia menjelaskan, penurunan debit air di sejumlah waduk operasional turut dipengaruhi kondisi cuaca dan fenomena El Niño.

    Menurutnya, Pemko Batam bersama tim teknis terus menyusun langkah strategis untuk memastikan ketersediaan air baku bagi kebutuhan masyarakat dan keberlangsungan pembangunan Batam.

    “Nama bencananya itu bagus pula, El Niño. Kering. Waduk kita delapan, tujuh yang operasional. Rata-rata di setiap waduk mengalami penurunan debit air. Sekarang saya rapat dua-tiga kali dengan tim lengkap supaya membuat roadmap bagaimana cara mendatangkan air baku masuk Batam,” ujar Amsakar.

    Ia menegaskan, pemerintah tidak tinggal diam menghadapi persoalan tersebut. Selain penanganan jangka pendek, penyusunan peta jalan dan rencana kerja menjadi bagian penting untuk memastikan kebutuhan air Batam dapat dipenuhi secara berkelanjutan.

    Amsakar juga meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat terkait kondisi air baku yang dikaitkan dengan masuknya investasi atau perusahaan baru di Batam.

    Ia menjelaskan, perusahaan yang baru berinvestasi masih berada pada tahap pembangunan instalasi maupun gedung sehingga belum menggunakan air dalam jumlah sebagaimana yang selama ini dipersepsikan.

    “Jadi cerita di masyarakat bahwa karena masuk perusahaan A, perusahaan B, perusahaan C, maka air kering, enggak ada kaitannya. Perusahaan yang baru masuk dan baru berinvestasi itu baru membangun instalasi, baru membangun gedung, belum ada memakai air,” katanya.

    Karena itu, Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk para tokoh agama dan insan media, untuk bersama-sama menyampaikan informasi yang utuh kepada masyarakat.

    Ia berharap narasi yang berkembang dapat diarahkan pada upaya membangun optimisme dan memperkuat kerja bersama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan Batam.

    “Ayolah kita kecilkan cerita-cerita yang kontraproduktif itu karena Batam membutuhkan energi bersama yang sifatnya saling memperkuat di antara satu sama lain,” ujarnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Amsakar juga mengingatkan jajarannya untuk memastikan program prioritas pemerintah berjalan sesuai rencana. Salah satunya program penyediaan seragam sekolah gratis bagi peserta didik.

    Ia meminta jajaran perangkat daerah terus menjaga konsistensi pelaksanaan program tersebut agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

    “Catatannya soal pakaian seragam gratis. Pak Sekda tolong diingatkan, Pak Kabag tolong diingatkan kembali. Sebab saya takut nanti setelah minggu depan, memori kita tak bisa menyimpan terlalu lama karena besok sudah ada agenda baru lagi. Maka yang hadir bersama kita inilah bantu mengingatkan,” katanya.

    Menutup arahannya, Amsakar memohon dukungan dan doa dari para mubaligh, imam masjid, guru Al-Qur’an, serta seluruh masyarakat Batam agar Pemko Batam senantiasa diberikan kelancaran dan perlindungan dalam menjalankan amanah pemerintahan.

    Ia secara khusus meminta doa agar 15 program prioritas Pemko Batam dapat dilaksanakan dengan baik. Menurutnya, terdapat tiga persoalan besar yang menjadi perhatian utama pemerintah saat ini, yakni sampah, air, dan banjir.

    “Saya mohon tiga hal itu karena gampang membuat orang tergelincir, tapi kalau sudah didoakan, mudah-mudahan kami dijaga oleh Allah SWT,” tutup Amsakar. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Amsakar Serap Aspirasi Warga Bulang, Bahas Jembatan hingga Air Bersih

    Amsakar Serap Aspirasi Warga Bulang, Bahas Jembatan hingga Air Bersih

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan sambutan saat silaturahmi bersama RT, RW, dan LPM se-Kecamatan Bulang, Kamsi (8/10/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyerap langsung aspirasi masyarakat Kecamatan Bulang saat silaturahmi bersama RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Bulang di Bulang Kebam, Kelurahan Bulang Lintang, Kamis (8/10/2026).

    Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi pemerintah dan masyarakat untuk membahas berbagai persoalan pembangunan di wilayah hinterland, mulai dari rencana pembangunan jembatan penghubung Bulang Kebam–Bulang Lintang hingga kebutuhan air bersih.

    Amsakar mengatakan, komunikasi langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan program pembangunan berjalan sesuai kebutuhan di lapangan. Menurutnya, kemajuan Batam tidak dapat dilepaskan dari keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

    “Silaturahmi ini adalah energi baru bagi kita. Saya tidak pernah melihat keberhasilan Batam sebagai prestasi pribadi, melainkan keberhasilan kita bersama berkat kerja sama seluruh masyarakat,” ujar Amsakar.

    Ia juga menyampaikan sejumlah capaian pembangunan selama masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra. Di antaranya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sementara itu, angka kemiskinan turun dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen.

    Untuk pertumbuhan ekonomi, Batam mencatat laju pertumbuhan sebesar 7,28 persen pada Semester I 2026.

    Amsakar menekankan agar jajaran kecamatan dan kelurahan terus memperkuat komunikasi dengan masyarakat. Menurutnya, Camat dan Lurah harus hadir dan memahami persoalan yang dihadapi warga.

    “Lurah dan Camat harus rajin bersilaturahmi, berembuk, dan hadir di tengah persoalan warga. RT dan RW adalah perpanjangan tangan pemerintah sekaligus ujung tombak dalam meneruskan aspirasi masyarakat,” katanya.

    Salah satu aspirasi yang disampaikan masyarakat berkaitan dengan pembangunan jembatan penghubung Bulang Kebam–Bulang Lintang. Menanggapi hal tersebut, Amsakar mengatakan Pemko Batam terus menyiapkan tahapan pembangunan, termasuk pematangan Detail Engineering Design (DED).

    Menurutnya, anggaran awal untuk tahapan tersebut akan dialokasikan pada 2027. Pemko Batam juga berupaya mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat agar pembangunan jembatan dapat direalisasikan.

    “Kita persiapkan seluruh dokumen kajian serta perizinannya di daerah, lalu kita kawal bersama ke pemerintah pusat agar pembangunan jembatan ini dapat terealisasi dengan kualitas yang memadai,” ujarnya.

    Selain infrastruktur, persoalan ketersediaan air bersih turut menjadi perhatian masyarakat Bulang. Kondisi tersebut berkaitan dengan kekeringan yang terjadi pada sejumlah waduk akibat fenomena El Nino.

    Amsakar mengatakan, Pemko Batam menyiapkan sejumlah langkah teknis dan operasional untuk mengatasi persoalan tersebut. Upaya itu mencakup perbaikan dan optimalisasi infrastruktur penampungan air serta pemanfaatan teknologi pengolahan air laut atau Sea Water Reverse Osmosis (SWRO).

    Pemerintah juga mengajak masyarakat melakukan ikhtiar spiritual melalui pelaksanaan salat Istisqa sebagai bentuk doa memohon turunnya hujan.

    Dalam kesempatan itu, Amsakar turut menyampaikan rencana pengalokasian tiga unit Koperasi Nelayan Merah Putih untuk Kecamatan Bulang. Salah satunya akan berlokasi di Bulang Kebam.

    Keberadaan koperasi tersebut diharapkan dapat memperkuat perekonomian masyarakat pesisir, termasuk membantu akses bahan bakar minyak (BBM) bagi nelayan serta mendukung kebutuhan usaha perikanan masyarakat.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemko Batam, Camat Bulang, para lurah se-Kecamatan Bulang, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta tokoh agama dan tokoh adat setempat. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Amsakar Tegaskan APBD Batam 2027 Harus Berdampak bagi Masyarakat

    Amsakar Tegaskan APBD Batam 2027 Harus Berdampak bagi Masyarakat

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memberi keterangan kepada awak media usai sidang paripurna di DPRD Kota Batam, Rabu (7/10/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengarahkan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027 berbasis kinerja dan manfaat. Setiap program yang dianggarkan diharapkan memberikan hasil dan dampak nyata bagi masyarakat.

    Hal itu disampaikan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat menyampaikan tanggapan dan jawaban pemerintah atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Ranperda APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2027 dalam rapat paripurna di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Batam, Rabu (7/10/2026).

    Amsakar mengapresiasi berbagai pandangan, masukan, dan catatan yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD. Menurutnya, masukan tersebut menjadi bahan penting dalam penyempurnaan Ranperda APBD 2027 dengan tetap memperhatikan arah kebijakan KUA-PPAS serta kemampuan keuangan daerah.

    “Keberhasilan APBD diukur dari kualitas hasil yang diberikan kepada masyarakat Kota Batam,” ujar Amsakar.

    Ia menegaskan, penganggaran dan pelaksanaan belanja daerah akan diarahkan agar lebih efektif, efisien, akuntabel, dan responsif. Setiap perangkat daerah juga didorong memiliki target, indikator kinerja, jadwal pelaksanaan, penanggung jawab, serta mekanisme pemantauan dan evaluasi yang jelas.

    Sejumlah sektor menjadi perhatian dalam APBD 2027, antara lain pembangunan infrastruktur jalan dan drainase, pendidikan, kesehatan, pengendalian banjir, persampahan, serta pengembangan ekonomi. Pembangunan infrastruktur juga diarahkan lebih merata, termasuk di kawasan hinterland.

    Untuk sektor infrastruktur, Pemko Batam menyiapkan pembangunan dan peningkatan sejumlah ruas jalan, pembangunan jembatan, unit sekolah baru, ruang kelas baru, serta penguatan infrastruktur dasar dan aksesibilitas di wilayah mainland maupun hinterland.

    “Pembangunan dan peningkatan infrastruktur akan mempertimbangkan urgensi, kondisi lapangan, kebutuhan masyarakat, kesiapan perencanaan, kualitas konstruksi, keselamatan, kemampuan keuangan daerah, dan keberlanjutan pemeliharaan,” kata Amsakar.

    Penanganan banjir dan persampahan juga menjadi prioritas. Penanganan banjir akan dilakukan secara terpadu melalui pembangunan dan pemeliharaan drainase, normalisasi, pengendalian sedimentasi dan sampah, perlindungan daerah resapan, penguatan sistem pompa, serta pengendalian kawasan rawan banjir.

    Sementara di sektor persampahan, pemerintah mengarahkan penguatan pengelolaan dari hulu hingga hilir. Langkah tersebut mencakup pengurangan dan pemilahan sampah, pengangkutan, pembangunan TPS 3R, pengelolaan sampah di tempat pemrosesan akhir, serta penambahan sarana arm roll truck dan bin container.

    Pemko Batam juga merencanakan pembangunan lanjutan landfill TPA, TPS 3R, serta penguatan layanan pengangkutan sampah di sembilan kecamatan.

    Di bidang pendidikan, program diarahkan untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan mutu. Pemerintah menyiapkan bantuan dan beasiswa bagi siswa tidak mampu, seragam sekolah bagi siswa baru SD dan SMP negeri maupun swasta, beasiswa mahasiswa termasuk mahasiswa dari wilayah hinterland, pembangunan ruang kelas baru, pengadaan peralatan pendidikan, serta peningkatan kompetensi guru.

    Pada sektor kesehatan, Pemko Batam menargetkan penguatan Universal Health Coverage (UHC), peningkatan sarana dan prasarana puskesmas serta RSUD Embung Fatimah, pemenuhan tenaga kesehatan, ketersediaan obat dan alat kesehatan, serta pemerataan akses pelayanan kesehatan.

    Penguatan ekonomi masyarakat juga menjadi bagian dari arah kebijakan APBD 2027. Pemko Batam akan meningkatkan kompetensi tenaga kerja, memperkuat kapasitas UMKM, mendorong pemberdayaan industri, serta memfasilitasi perizinan usaha.

    Dalam upaya meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal, Pemko Batam telah meneken nota kesepahaman dengan 30 perusahaan besar di Batam dan APINDO. Kesepakatan tersebut diarahkan untuk merealisasikan penyerapan minimal 20 persen tenaga kerja lokal.

    Amsakar menegaskan, ukuran keberhasilan APBD tidak semata-mata dilihat dari besarnya anggaran yang terserap, tetapi dari capaian yang dirasakan masyarakat.

    “Pengukuran kinerja akan diarahkan pada capaian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, antara lain penanganan titik banjir, pengurangan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, pengembangan UMKM, peningkatan akses pendidikan dan pelayanan kesehatan, serta pemerataan infrastruktur dasar,” tegas Amsakar.

    Ia berharap pembahasan Ranperda APBD 2027 antara DPRD dan pemerintah daerah berlangsung konstruktif, terbuka, dan tepat waktu. Dengan demikian, APBD yang ditetapkan dapat realistis, sesuai ketentuan, serta mampu mempercepat pencapaian prioritas pembangunan Kota Batam. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Amsakar Jemput Aspirasi Warga Bengkong, Banjir dan Air Bersih Jadi Perhatian

    Amsakar Jemput Aspirasi Warga Bengkong, Banjir dan Air Bersih Jadi Perhatian

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan sambutan saat silaturahmi bersama RT, RW, LPM se-Kecamatan Bengkong di Golden Prawn, Selasa (6/10/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menjemput langsung berbagai aspirasi masyarakat Kecamatan Bengkong dalam silaturahmi bersama ketua RT, RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Bengkong.

    Kegiatan yang berlangsung di Golden Prawn, Kecamatan Bengkong, Selasa (6/10/2026) malam, menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat untuk membahas sejumlah persoalan yang masih dihadapi warga.

    Berbagai aspirasi disampaikan dalam pertemuan tersebut, mulai dari persoalan banjir, infrastruktur jalan dan jembatan, pengangkutan sampah, air bersih, hingga persoalan lahan.

     

    Amsakar mengatakan, setiap persoalan masyarakat harus dilihat secara menyeluruh agar penanganannya tidak dilakukan secara parsial.

    “Pemerintah harus berpikir komprehensif, berpikir dari hulu sampai hilir untuk menyelesaikan persoalan warga,” ujar Amsakar.

    Terkait banjir, Amsakar menyebut Pemerintah Kota (Pemko) Batam telah menyiapkan sejumlah opsi penanganan, termasuk di kawasan Bengkong Swadebi. Salah satu upaya yang disiapkan adalah pembangunan rumah pompa dan kolam retensi untuk mengendalikan genangan air.

    Menurut Amsakar, persoalan banjir di Batam saat ini tersebar di sekitar 167 titik. Karena itu, penanganannya membutuhkan perencanaan yang menyeluruh dan tidak hanya dilakukan saat banjir terjadi.

    “Penanganan banjir harus kita lihat secara menyeluruh. Tidak bisa hanya menyelesaikan persoalan ketika air sudah menggenang,” katanya.

    Selain banjir, warga juga menyampaikan aspirasi terkait infrastruktur, di antaranya pembangunan jembatan dan pelebaran jalan di depan Kantor Camat Bengkong.

    Amsakar menyampaikan, pembangunan tersebut telah masuk dalam rencana anggaran Pemko Batam untuk 2027.

    Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur harus berdasarkan kebutuhan masyarakat dan perencanaan yang terukur sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

    Pengangkutan Sampah

    Persoalan pengangkutan sampah juga menjadi perhatian masyarakat Bengkong. Amsakar mengatakan, Pemko Batam telah menganggarkan pengangkutan sampah dengan melibatkan pihak ketiga atau perusahaan swasta.

    Menurutnya, skema tersebut akan segera ditenderkan pada 2026. Pada tahap awal, pengangkutan sampah dengan melibatkan pihak ketiga akan diterapkan di tiga kecamatan, yakni Sagulung, Batu Aji, dan Sekupang.

    Dengan skema tersebut, armada pengangkutan sampah yang sebelumnya beroperasi di tiga kecamatan itu nantinya dapat dimobilisasi untuk memperkuat pelayanan di enam kecamatan lainnya.

    Selanjutnya, pada 2027, Pemko Batam telah menganggarkan skema serupa untuk tiga kecamatan lainnya, yakni Batu Ampar, Bengkong, dan Lubuk Baja.

    Melalui penataan tersebut, pemerintah menargetkan pengangkutan sampah dapat berlangsung lebih cepat dan teratur. Jadwal pengangkutan juga akan dibuat lebih jelas sehingga masyarakat mengetahui waktu pelayanan di lingkungannya.

    Air Bersih Jadi Perhatian

    Persoalan air bersih menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian serius dalam pertemuan tersebut. Amsakar menegaskan bahwa ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang harus ditangani secara menyeluruh.

    “Ini adalah soal yang sangat serius dan betul-betul menjadi atensi saya,” tegasnya.

    Untuk merespons persoalan tersebut, pemerintah telah melakukan sejumlah langkah, termasuk peninjauan langsung ke lapangan. Amsakar turun mengecek kondisi Waduk Nongsa sekaligus menemui warga yang terdampak persoalan pasokan air bersih.

    Pemko Batam juga mengerahkan mobil tangki air secara terjadwal untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang mengalami kendala pasokan. Distribusi air dilakukan ke sejumlah wilayah yang membutuhkan.

    Langkah lainnya dilakukan melalui pengalihan suplai air. Tim teknis menyambungkan pipa koneksi dan mendorong debit air dari Waduk Duriangkang dengan menggunakan pompa penguat atau booster.

    Upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat pasokan air ke wilayah yang mengalami kendala.

    Sementara itu, terkait persoalan lahan, Amsakar menyebut pemerintah juga menghadapi berbagai persoalan yang membutuhkan penanganan secara bertahap.

    Ia menegaskan, Pemko Batam bersama Wakil Wali Kota Batam berkomitmen untuk mengurai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

    “Saya bersama Ibu Wakil Wali Kota berkomitmen untuk mengurai berbagai persoalan yang dihadapi warga,” kata Amsakar.

    Silaturahmi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemko Batam memperkuat komunikasi dengan masyarakat melalui RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat. Berbagai aspirasi yang disampaikan menjadi bahan bagi pemerintah dalam menyusun program dan kebijakan pembangunan di Kecamatan Bengkong. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • INDONESIA JUARA FIFA ASEAN CUP 2026

    INDONESIA JUARA FIFA ASEAN CUP 2026

    Dataran Engku Putri bergemuruh! Ribuan warga Batam bersama Wali Kota, Amsakar Achmad, merayakan kemenangan Timnas Indonesia atas Thailand di final FIFA ASEAN Cup.

    Semangat, kebersamaan, dan kebanggaan untuk Garuda menyatu dalam satu malam penuh suka cita saat nobar Indonesia vs Thailand bersama warga di Dataran Engku Putri, Batam, Senin (5/10/2026).

    Video: HUMAS DISKOMINFO BATAM / IIN ARIYANTI

    #IndonesiaJuara #TimnasIndonesia #FIFAASEANCup #AmsakarAchmad #MediaCenterBatam

  • Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Amsakar Rayakan Kemenangan Bersama Ribuan Warga Batam

    Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Amsakar Rayakan Kemenangan Bersama Ribuan Warga Batam

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026 bersama ribuan warga di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Senin (5/10/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Kemenangan Tim Nasional Indonesia atas Thailand pada final FIFA ASEAN Cup disambut meriah ribuan warga Kota Batam di Dataran Engku Putri, Batam Center, Senin (5/10/2026) malam. Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, turut larut dalam kegembiraan bersama masyarakat, menyaksikan perjuangan skuad Garuda hingga memastikan Indonesia keluar sebagai juara.

    Berbaur bersama warga, Amsakar menyaksikan jalannya pertandingan dengan penuh antusias. Bahkan, ia mengapresiasi konsistensi permainan Timnas Indonesia yang dinilainya menunjukkan kematangan taktik, disiplin, dan semangat juang tinggi.

    “Sejak menit awal, saya sangat yakin Indonesia bisa keluar sebagai juara. Tempo permainan timnas kita sangat konsisten, alur bola berjalan rapi, dan stamina pemain terjaga dengan baik,” ujar Amsakar usai merayakan kemenangan bersama warga Batam.

    Pertandingan berlangsung sengit. Saat Thailand harus bermain dengan 10 pemain, Timnas Indonesia mampu memanfaatkan momentum tersebut dengan meningkatkan tekanan ke lini pertahanan lawan. Indonesia mampu memberikan perlawanan hingga unggul lebih awal 1-0. Tak berselang lama, Tim Thailand mampu mencetak gol penyeimbang, bahkan mampu membalikkan keadaan menjadi 1-2 atas Indonesia. Timnas Indonesia tak menyerah, dan berhasil membuat skor imbang 2-2 hingga babak tambahan waktu.

    Pertandingan berlanjut adu pinalti dan Indonesia unggul 4-2 di babak pinalti dan mengantarkan Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026.

    Sepanjang pertandingan, Amsakar bersama ribuan warga tak henti memberikan dukungan. Chant untuk skuad Garuda terus menggema di Dataran Engku Putri.

    Kemenangan Indonesia langsung disambut ledakan kegembiraan. Warga saling bersorak dan merayakan keberhasilan skuad Garuda meraih gelar juara.

    Amsakar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain dan tim pelatih yang telah berjuang hingga membawa Indonesia menjadi juara.

    “Alhamdulillah, doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia, khususnya yang bergema dari Dataran Engku Putri malam ini, dijawab dengan kemenangan manis. Kami sangat mengapresiasi kerja keras seluruh pemain. Ini hasil yang layak diraih berkat perjuangan pantang menyerah di lapangan,” kata Amsakar.

    Menurutnya, kemenangan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan bagi pencinta sepak bola, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan masyarakat. Nobar di Dataran Engku Putri menjadi ruang bagi warga dari berbagai latar belakang untuk bersama-sama memberikan dukungan kepada Timnas Indonesia.

    Kemeriahan semakin lengkap dengan pembagian berbagai hadiah atau doorprize kepada warga yang berhasil menjawab pertanyaan dalam kuis seputar sepak bola dan program pembangunan Kota Batam.

     

    Amsakar berharap semangat dan kebersamaan yang tercipta melalui dukungan terhadap Timnas Indonesia dapat terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat Batam.

    “Ini menunjukkan bahwa ketika kita bersatu dan memberikan dukungan, energi positifnya luar biasa. Malam ini kita merasakan kebahagiaan yang sama karena Indonesia juara,” ujarnya. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)