Author: mgub6

  • Amsakar Instruksikan Pemko dan BP Batam Bergerak Seirama, Jaga Ekonomi hingga Respons Isu Publik

    Amsakar Instruksikan Pemko dan BP Batam Bergerak Seirama, Jaga Ekonomi hingga Respons Isu Publik

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menghadiri apel gabungan di Dataran Engku Putri, Batamcentre, Rabu (2/9/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RICKY WIHENDAR

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menginstruksikan jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk bergerak seirama dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah. Hal itu disampaikan Amsakar saat memimpin Apel Gabungan Pemko dan BP Batam di Dataran Engku Putri, Batamcentre, Rabu (2/9/2026).

    Apel tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, Sekretaris Daerah (Sekda) Batam, Firmansyah, serta pegawai di lingkungan Pemko dan BP Batam.

    Dalam arahannya, Amsakar menekankan pentingnya sinergi dan keselarasan langkah antara Pemko dan BP Batam. Menurutnya, soliditas kedua institusi diperlukan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus merespons berbagai dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.

    Amsakar juga mengingatkan jajaran pemerintah untuk meningkatkan literasi digital dan bijak menyikapi perkembangan informasi di ruang digital. Menurutnya, keterbukaan informasi publik membuat pemerintah dituntut mampu menyampaikan informasi secara cepat, tepat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

    Ia meminta seluruh pegawai dan pimpinan entitas pemerintahan menjaga integritas institusi serta tidak reaktif dalam menghadapi berbagai informasi yang beredar di media sosial.

    Untuk mengantisipasi informasi yang tidak utuh atau bias, Amsakar menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memperkuat jaringan publikasi internal. Media sosial resmi milik OPD juga diminta dioptimalkan sebagai sarana penyebarluasan informasi pemerintah.

    “Setiap informasi resmi yang diterbitkan di Media Center (mediacenter.batam.go.id ) maupun bpbatam.go.id, seluruh akun OPD wajib membagikan ulang. Langkah ini penting agar informasi yang miring atau bias di ruang publik bisa kita luruskan dengan cepat,” tegas Amsakar.

     

    Selain penguatan komunikasi publik, Amsakar menyoroti percepatan pelaksanaan proyek fisik dan pembangunan infrastruktur. Ia meminta Dinas Bina Marga dan Cipta Karya bersama unit terkait melakukan evaluasi secara ketat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

    Evaluasi tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap pekerjaan berjalan sesuai target dan tidak mengalami keterlambatan yang berpotensi menimbulkan persoalan, termasuk putus kontrak.

    Pada sektor pelayanan dasar, Amsakar memberikan perhatian khusus terhadap persoalan air bersih. Ia meminta tim teknis menyusun peta jalan pembenahan dalam jangka panjang, sembari memastikan penanganan kondisi darurat tetap berjalan, termasuk pendistribusian air menggunakan mobil tangki ke wilayah yang terdampak.

    “Air adalah kebutuhan dasar masyarakat. Tantangan pipa tua memang ada, tetapi kawan-kawan di lapangan harus hadir membawa solusi dan menenangkan warga. Terima kasih kepada tim yang bergerak cepat merespons aduan masyarakat,” ujarnya.

    Amsakar juga menyoroti persoalan internal kepegawaian, khususnya tingginya permohonan izin perceraian di lingkungan ASN Pemko Batam. Ia meminta pimpinan OPD dan jajaran terkait mengupayakan langkah pembinaan serta mediasi untuk membantu menyelesaikan persoalan keluarga ASN.

    Selain mediasi, ia mendorong penguatan pembinaan spiritual melalui kegiatan keagamaan dan pengajian sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan keluarga di lingkungan ASN.

    Mengakhiri arahannya, Amsakar optimistis integrasi kerja antara Pemko dan BP Batam dapat semakin memperkuat perekonomian daerah. Ia berharap pertumbuhan ekonomi Batam dapat melampaui 7 persen pada triwulan mendatang.

    “Batam saat ini menjadi perhatian nasional, mulai dari jenderal, menteri, hingga investor. Cara terbaik kita membalas perhatian tersebut adalah dengan mempersembahkan kinerja terbaik, menjaga soliditas, dan bekerja optimal demi kemajuan daerah,” pungkasnya. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Tegas Perangi Narkoba, Amsakar Apresiasi Pengungkapan 800 Kg Ketamine

    Tegas Perangi Narkoba, Amsakar Apresiasi Pengungkapan 800 Kg Ketamine

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memberi keterangan kepada awak media usai menghadiri konferensi pers di Gedung Lancang Kuning Polda Kepri, Selasa (1/9/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Upaya aparat memutus mata rantai peredaran narkotika melalui jalur laut kembali membuahkan hasil. Sebanyak 800 kilogram Ketamine HCl berhasil diungkap melalui operasi gabungan yang melibatkan Bareskrim Polri, BNN RI, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Polda Kepri.

    Pengungkapan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Gedung Lancang Kuning Polda Kepri, Selasa (1/9/2026). Wali Kota Batam ex-officio Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, turut hadir bersama jajaran aparat penegak hukum.

    Penindakan bermula saat petugas melakukan pemeriksaan terhadap kapal MV Fuchangxing I. Dari hasil penggeledahan di bagian buritan kapal, petugas menemukan 40 karung berisi zat yang berdasarkan hasil uji awal terindikasi kuat mengandung Ketamine HCl.

    Total barang yang diamankan mencapai 800 kilogram. Barang tersebut diduga akan diedarkan melalui jaringan narkotika lintas negara dengan memanfaatkan jalur laut.

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengapresiasi langkah cepat aparat. Ia mengatakan, posisi Batam dan Kepulauan Riau sebagai wilayah perbatasan membuat daerah ini menghadapi tantangan dalam mencegah kejahatan transnasional.

    “Daerah perbatasan seperti Batam dan Kepri ini rawan terhadap kejahatan transnasional. Karena itu, komitmen dan kolaborasi yang terbangun seperti ini menjadi langkah penting untuk bersama-sama mencegah dan memberantas peredaran narkoba,” ujar Amsakar.

    Menurut Amsakar, pemberantasan narkoba tidak cukup hanya melalui penindakan. Pengawasan juga harus diperkuat melalui komitmen bersama berbagai pihak, mulai dari hulu hingga hilir.

    Ia menilai, penandatanganan pakta integritas dan deklarasi antinarkoba oleh pengelola tempat hiburan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat komitmen tersebut.

    “Kalau semua pihak sudah berkomitmen dan menandatangani kesepakatan bersama serta pakta integritas, berarti kita membangun komitmen dari hulu sampai ke hilir,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Edison, mengatakan bahwa pemberantasan narkoba menjadi salah satu prioritas dalam penegakan hukum. Menurutnya, jaringan narkotika yang semakin kompleks membutuhkan kekuatan dan kerja sama antarlembaga.

    “Untuk berperang melawan sindikat narkoba, dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi. Pengungkapan ini merupakan salah satu wujud nyata dari sinergi tersebut,” ujarnya.

    Direktur Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso menjelaskan, pengungkapan 800 kilogram Ketamine HCl merupakan hasil pengembangan penyidikan dari kasus sebelumnya.

    Petugas sebelumnya mendeteksi pergerakan mencurigakan kapal MV Fuchangxing, kapal kargo berbendera Komoro. Kapal tersebut diduga melakukan aktivitas ship to ship dengan MT Ashley yang berbendera Mongolia.

    Pergerakan kapal yang dinilai tidak lazim kemudian ditelusuri lebih lanjut hingga mengarah pada dugaan pengiriman narkotika melalui jalur laut.

    “Penyelidikan ini merupakan pengembangan dari pengungkapan sebelumnya dari kapal King Sun,” kata Eko.

    Dalam operasi tersebut, petugas turut mengamankan 10 awak kapal. Mereka terdiri atas sembilan warga negara Myanmar dan satu warga negara Taiwan.

    Nilai ekonomis barang bukti yang disita diperkirakan mencapai Rp1,208 triliun. Aparat juga memperkirakan pengungkapan 800 kilogram Ketamine HCl tersebut dapat menyelamatkan sekitar empat juta jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

    Pada akhir kegiatan, para pengelola tempat hiburan menandatangani pakta integritas dan deklarasi antinarkoba. Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat pengawasan dan mencegah tempat hiburan dimanfaatkan sebagai ruang peredaran maupun penyalahgunaan narkotika. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Sekda Batam Dorong Generasi Muda Kuasai Ekonomi Digital

    Sekda Batam Dorong Generasi Muda Kuasai Ekonomi Digital

    Sekda Batam, Firmansyah, menyampaikan sambutan saat menghadiri DFL di Politeknik Negeri Batam, Senin (31/8/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / ADE RAHMATULLAH

    Diskominfo Batam – Generasi muda Batam didorong tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga berani menciptakan inovasi dan mengambil peran sebagai pelaku utama ekonomi digital. Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, saat mewakili Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, dalam kegiatan Digital Financial Literacy (DFL) bertema “Ekosistem ITSK, Pengenalan Kripto, RWA, dan Stablecoin” di Politeknik Negeri Batam, Senin (31/8/2026).

    Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai perkembangan teknologi di sektor keuangan. Selain itu, mahasiswa didorong melihat perkembangan ekonomi digital sebagai peluang yang perlu dipahami dan dimanfaatkan secara bijak.

    Dalam sambutan yang disampaikan Sekda, ia mengatakan bahwa masyarakat kini berada di tengah perubahan besar dalam ekosistem keuangan. Teknologi tidak lagi sekadar menjadi alat bantu, tetapi telah mengubah cara masyarakat bertransaksi, berinvestasi, mengelola aset, hingga menciptakan nilai ekonomi baru.

    Karena itu, perkembangan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK), aset kripto, tokenisasi Real-World Assets (RWA), dan stablecoin perlu dipahami secara menyeluruh. Pemahaman tersebut tidak hanya mencakup peluang dan manfaat, tetapi juga risiko investasi, keamanan platform, fundamental aset, serta aspek legalitas.

    “Jangan sampai karena fomo, kita mengambil keputusan finansial tanpa memahami fundamental aset, risiko investasi, keamanan platform, maupun legalitasnya,” pesan Firmansyah.

    Ia juga menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan seiring semakin luasnya akses masyarakat terhadap berbagai produk dan layanan keuangan.

    Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026, indeks inklusi keuangan nasional mencapai 93,61 persen, sedangkan literasi keuangan berada pada angka 69,57 persen.

    Pada kelompok usia 18-25 tahun, tingkat inklusi keuangan mencapai 95,69 persen dengan tingkat literasi sebesar 73,32 persen. Sementara itu, pada kelompok pelajar dan mahasiswa, inklusi keuangan mencapai 92,76 persen, sedangkan tingkat literasinya baru 62,72 persen.

    “Artinya, anak muda kita sudah semakin dekat dengan produk dan layanan keuangan, tetapi belum semuanya punya pemahaman yang memadai tentang bagaimana menggunakannya secara bijak,” ujarnya.

    Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian bersama. Kemudahan mengakses berbagai produk dan layanan keuangan harus diikuti kemampuan mengambil keputusan secara cerdas dan bertanggung jawab.

    Sekda berharap, mahasiswa di Batam tidak berhenti sebagai pengguna teknologi. Mereka harus mampu berkembang menjadi pencipta inovasi sekaligus pelaku ekonomi digital.

    Batam memiliki posisi strategis sebagai pusat industri, perdagangan, jasa, dan investasi. Potensi tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperkuat daya saing daerah serta membuka ruang lebih luas bagi generasi muda dalam menciptakan peluang dan nilai ekonomi baru.

    “Saya berharap mahasiswa Batam tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menjadi pencipta inovasi dan pelaku ekonomi digital,” katanya.

    Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perguruan tinggi, industri, dan generasi muda. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membangun ekosistem keuangan digital yang inovatif, aman, inklusif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.

    Kepada para mahasiswa, Sekda juga mengingatkan agar tidak mudah mengikuti sesuatu hanya karena sedang menjadi tren. “Jangan hanya bertanya, apa yang sedang tren. Tetapi bertanyalah, apa yang fundamental, apa risikonya, dan bagaimana teknologi ini bisa menciptakan nilai,” kata Firmansyah.

    Menurutnya, literasi tidak sekadar kemampuan memahami istilah atau produk keuangan. Lebih dari itu, literasi merupakan kemampuan untuk berpikir kritis dan mengambil keputusan secara bijak di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat.

    Di akhir sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada OJK atas terselenggaranya kegiatan Digital Financial Literacy. Ia berharap forum tersebut tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi dapat melahirkan generasi muda Batam yang cakap secara digital, matang secara finansial, dan mampu mengambil bagian dalam ekonomi masa depan.

    “Batam tidak cukup hanya menjadi kota yang cepat mengikuti perkembangan teknologi. Batam harus mampu melahirkan generasi muda yang menciptakan inovasi, membuka peluang, dan mengambil peran dalam menentukan arah ekonomi digital,” ujarnya. (Humas Diskominfo Batam / Robin F)

  • Batas Akhir 31 Agustus, Sebanyak 97.997 KK di Batam Sudah Terdaftar Perlinsos

    Batas Akhir 31 Agustus, Sebanyak 97.997 KK di Batam Sudah Terdaftar Perlinsos

    Kepala Diskominfo Batam, Rudi Panjaitan. Dok HUMAS DISKOMINFO BATAM

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengingatkan masyarakat bahwa pendaftaran Perlindungan Sosial (Perlinsos) akan berakhir pada 31 Agustus 2026. Hingga pemutakhiran data per Sabtu (29/8/2026) pukul 09.30 WIB, sebanyak 97.997 kepala keluarga (KK) di Kota Batam telah terdaftar dalam program tersebut.

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengimbau warga yang belum mendaftar agar segera memanfaatkan waktu yang tersisa sebelum pendaftaran ditutup.

    “Batas akhir pendaftaran Perlinsos adalah 31 Agustus 2026. Kami mengingatkan dan mengimbau seluruh warga Kota Batam bahwa masyarakat yang tidak terdaftar di basis data Perlinsos hingga batas waktu tersebut tidak dapat difasilitasi dalam program bantuan sosial (bansos) dari pemerintah,” tegas Rudi di Kantor Diskominfo Batam, Minggu (30/8/2026).

    Berdasarkan pemutakhiran data tersebut, jumlah KK yang telah terdaftar Perlinsos bertambah 2.680 KK dibandingkan data sebelumnya. Dari total 97.997 KK tersebut, sebanyak 84.273 KK difasilitasi melalui 3.210 Agen Perlinsos, sedangkan 13.724 KK melakukan pendaftaran secara mandiri.

    Rudi menjelaskan, pemutakhiran data kependudukan dan pendaftaran Perlinsos berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Identitas Kependudukan Digital (IKD) menjadi bagian penting dalam mendukung penyaluran program perlindungan sosial.

    Menurutnya, data yang akurat diperlukan agar berbagai program jaminan dan bantuan sosial yang diberikan pemerintah dapat disalurkan secara transparan, tepat sasaran, dan akuntabel.

    Dari 12 kecamatan di Kota Batam, Sagulung mencatat jumlah pendaftar Perlinsos tertinggi dengan 18.336 KK. Jumlah tersebut terdiri atas 2.033 KK yang mendaftar secara mandiri dan 16.303 KK melalui 490 agen.

    Selanjutnya, Sekupang mencatat 12.553 KK, terdiri atas 2.562 pendaftar mandiri dan 9.991 KK melalui 420 agen. Kemudian Bengkong sebanyak 12.210 KK, dengan 1.216 pendaftar mandiri dan 10.994 KK melalui 394 agen.

    Kecamatan Batam Kota mencatat 10.521 KK, terdiri atas 2.173 pendaftar mandiri dan 8.348 KK melalui 288 agen. Berikutnya, Sei Beduk sebanyak 9.544 KK, terdiri atas 1.034 pendaftar mandiri dan 8.510 KK melalui 379 agen.

    Sementara itu, Nongsa mencatat 8.855 KK, terdiri atas 740 pendaftar mandiri dan 8.115 KK melalui 343 agen. Nongsa juga mencatat kenaikan jumlah pendaftar tertinggi pada pemutakhiran terbaru, yakni bertambah 656 KK.

    Adapun jumlah pendaftar di kecamatan lainnya meliputi Batu Aji 6.251 KK, Batu Ampar 5.413 KK, Lubuk Baja 4.513 KK, Galang 4.012 KK, Belakang Padang 3.378 KK, dan Bulang 2.411 KK.

    Selain perkembangan pendaftaran Perlinsos, Pemko Batam juga mencatat capaian aktivasi IKD. Dari 999.357 warga yang telah melakukan perekaman KTP-el, sebanyak 102.569 jiwa telah melakukan aktivasi IKD atau mencapai 10,26 persen.

    Sekupang menjadi kecamatan dengan persentase aktivasi IKD tertinggi, yakni 12,82 persen atau 18.272 aktivasi dari 142.572 rekam KTP-el. Berikutnya Belakang Padang sebesar 12,66 persen atau 2.004 aktivasi dari 15.829 rekam KTP-el, Bulang 12,20 persen atau 1.100 aktivasi dari 9.019 rekam KTP-el, dan Galang 10,86 persen atau 1.628 aktivasi dari 14.984 rekam KTP-el.

    Persentase aktivasi selanjutnya tercatat di Bengkong sebesar 10,54 persen, Sei Beduk 10,51 persen, Sagulung 10,41 persen, Batam Kota 9,97 persen, Lubuk Baja 9,83 persen, Batu Aji 9,04 persen, Nongsa 8,08 persen, dan Batu Ampar 7,84 persen.

    Dengan batas akhir pendaftaran yang jatuh pada 31 Agustus 2026, Pemko Batam kembali mengajak warga yang belum terdaftar agar segera melakukan pendaftaran. Warga dapat menghubungi Agen Perlinsos di kelurahan masing-masing, menggunakan layanan pendaftaran mandiri, atau mendatangi titik pelayanan kependudukan terdekat.

    Pemko Batam mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu hingga batas akhir untuk memastikan data keluarga telah masuk dalam basis data Perlinsos. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Nostalgia di Nongsa Hadirkan Kenangan Masa Lalu, Amsakar: Rawat Kekompakan

    Nostalgia di Nongsa Hadirkan Kenangan Masa Lalu, Amsakar: Rawat Kekompakan

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama peserta Nostalgia di Nongsa di Kompleks Ruko Summerland, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Minggu (30/8/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Suasana penuh keakraban mewarnai kegiatan “Nostalgia di Nongsa” di Kompleks Ruko Summerland, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Minggu (30/8/2026). Kegiatan yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut menjadi ruang bagi warga untuk mengenang suasana masa lalu sekaligus mempererat kebersamaan.

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi semangat masyarakat Nongsa dalam mengemas perayaan kemerdekaan melalui pertunjukan seni dan budaya, bazar UMKM, serta hiburan masyarakat.

    “Semangat kemerdekaan harus terus kita rawat melalui ruang-ruang silaturahmi seperti ini. Kemerdekaan bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat rasa kekeluargaan dan persatuan antarwarga,” ujar Amsakar.

    Menurutnya, kemajuan pembangunan Kota Batam tidak terlepas dari peran masyarakat dalam menjaga keamanan, kenyamanan, dan kondusivitas lingkungan. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan masyarakat perlu terus diperkuat.

    Ia menyebut Nongsa memiliki potensi besar yang dapat terus dikembangkan, baik di sektor pariwisata, ekonomi kreatif, maupun dari sisi sejarah dan budaya.

    “Nongsa memiliki potensi besar, baik dari sektor pariwisata, ekonomi kreatif, maupun nilai historisnya. Melalui kegiatan kebudayaan dan kemasyarakatan seperti ini, kita tidak hanya bernostalgia, tetapi juga memupuk optimisme untuk membawa Batam semakin maju,” katanya.

     

    Di sela kegiatan, Amsakar menyempatkan diri menyapa para pelaku UMKM yang ikut ambil bagian. Ia juga berinteraksi langsung dengan masyarakat yang hadir.

    Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang perlombaan khas perayaan kemerdekaan dan foto bersama masyarakat Kecamatan Nongsa. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Pelantikan Pengurus LDII Kota Batam, Pemko Dorong Kolaborasi Jaga Kerukunan Umat Beragama

    Pelantikan Pengurus LDII Kota Batam, Pemko Dorong Kolaborasi Jaga Kerukunan Umat Beragama

    Sekda Batam, Firmansyah, memberikan selamat untuk ketua dan pengurus LDII Batam usai pelantikan di Kantor Wali Kota Batam, Minggu (30/8/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / ADE RAHMATULLAH

    Diskominfo Batam – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, mewakili Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Batam masa bakti 2026-2031 sekaligus sarasehan kerukunan umat beragama di Kantor Wali Kota Batam, Minggu (30/8/2026).

    Dalam kesempatan tersebut, Firmansyah menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus DPD LDII Kota Batam yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru dapat menjalankan amanah dan tanggung jawab dengan baik serta memberikan manfaat bagi umat, masyarakat, dan Kota Batam.

    “Semoga pelantikan ini menjadi momentum bagi para pengurus LDII Kota Batam untuk teguh mengemban amanah dan tanggung jawab dalam memberikan manfaat bagi umat, masyarakat, dan Kota Batam,” ujar Firmansyah.

    Ia menilai tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut sangat relevan dengan kondisi Kota Batam saat ini, yakni “Merajut Kerukunan, Memperkuat Persatuan, Bersama Membangun Batam yang Maju dan Madani.”

    Firmansyah mengatakan, Batam dibangun di atas keberagaman. Masyarakatnya berasal dari berbagai suku, agama, budaya, dan latar belakang. Namun, seluruh perbedaan tersebut berada dalam satu rumah bersama, yakni Kota Batam dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    “Kota Batam dibangun oleh keragaman. Kita berbeda suku, agama, budaya, dan latar belakang, tetapi kita punya satu rumah yang sama, yaitu Kota Batam, bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

    Menurutnya, kerukunan tidak sekadar ditandai dengan tidak adanya perpecahan. Lebih dari itu, kerukunan merupakan kemampuan untuk hidup berdampingan, saling memahami, dan bekerja sama di tengah perbedaan.

    “Inilah yang menjadi modal sosial bagi kita dalam membangun Batam,” lanjutnya.

    Firmansyah menegaskan, Pemerintah Kota Batam tidak dapat menjalankan pembangunan seorang diri. Kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan, menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

    “Pemerintah tentu tidak mungkin membangun Batam sendirian. Pembangunan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan seperti LDII,” katanya.

    Ia menambahkan, Pemerintah Kota Batam terus mendorong pembangunan yang inklusif, partisipatif, dan berorientasi pada penguatan kapasitas masyarakat.

    Firmansyah berharap kepengurusan baru LDII Kota Batam dapat terus mengambil peran dalam menjaga persatuan sekaligus memperkuat kehidupan sosial masyarakat.

    “Mari kita jadikan rumah ibadah sebagai tempat menumbuhkan kepedulian sosial. Kita dorong generasi muda yang memiliki karakter, etika, kepedulian, dan rasa tanggung jawab terhadap bangsa. Tidak kalah penting, mari kita jaga Batam menjadi ruang yang sehat untuk berdialog,” katanya.

    Sementara itu, Ketua DPD LDII Kota Batam yang baru dilantik, Rudy Budi Suhardi, menegaskan komitmen LDII untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah serta mendukung berbagai program prioritas Pemerintah Kota Batam.

    “LDII sebagai ormas keagamaan di Kota Batam bersama Pemerintah Kota Batam, ormas Islam lainnya, serta umat beragama lainnya akan bekerja sama untuk kebaikan Kota Batam ke depan,” ujar Rudy.

    Ia mengatakan, meskipun LDII bergerak di bidang dakwah, organisasi tersebut juga memiliki komitmen kuat dalam bidang kebangsaan. Menurutnya, menjaga persatuan dan keutuhan bangsa merupakan bagian penting agar kehidupan keagamaan dapat berjalan dengan baik.

    “LDII berkomitmen di bidang kebangsaan dan bertanggung jawab untuk menjaga kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Jika bangsa terpecah-belah, kegiatan keagamaan juga tidak dapat dilaksanakan dengan baik. Bukan hanya sesama umat Islam, dengan umat beragama lain pun kita harus bekerja sama,” katanya.

    Rudy juga menegaskan perhatian LDII Kota Batam terhadap pembinaan generasi muda. Hal itu tercermin dari komposisi kepengurusan periode 2026-2031 yang sekitar 60 persen diisi oleh generasi muda.

    “Kami sangat konsen terhadap pembinaan generasi muda. Dalam kepengurusan LDII Kota Batam periode ini, sekitar 60 persen diisi oleh generasi muda,” ujarnya.

    Pada kesempatan yang sama, digelar deklarasi bersama kerukunan umat beragama yang diikuti pimpinan majelis umat beragama, pimpinan organisasi keagamaan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Kota Batam.

    Deklarasi tersebut mengusung tema “Berbeda Keyakinan, Bersatu dalam Kerukunan, Bersama Membangun Batam.” Melalui deklarasi itu, seluruh pihak menyatakan komitmen untuk menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, dan bersama-sama membangun Kota Batam. (Humas Diskominfo Batam / Muhardi)

  • Popda X Kepri 2026, Pemko Batam Beri Apresiasi dan Bonus Rp823 Juta untuk Atlet Berprestasi

    Popda X Kepri 2026, Pemko Batam Beri Apresiasi dan Bonus Rp823 Juta untuk Atlet Berprestasi

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama sejumlah atlet Batam saat Malam Apresiasi Olahragawan, Pelatih, dan Manajer Olahraga Berprestasi Kota Batam di Hotel Harmoni One, Batam Centre, Sabtu (29/8/2026) malam. HUMAS DISKOMINFO BATAM / ADE RAHMATULLAH

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam memberikan apresiasi dan bonus kepada atlet, pelatih, serta manajer olahraga berprestasi yang memperkuat Kontingen Kota Batam pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) X Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Tahun 2026.

    Apresiasi tersebut disampaikan dalam Malam Apresiasi Olahragawan, Pelatih, dan Manajer Olahraga Berprestasi Kota Batam yang digelar di Hotel Harmoni One, Batam Centre, Sabtu (29/8/2026) malam. Kegiatan itu dihadiri sekitar 850 tamu undangan.

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, hadir bersama Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

    Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan apresiasi kepada seluruh kontingen yang telah berjuang membawa nama Batam dalam Popda X Kepri. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bagian penting dalam pembinaan olahraga pelajar di Batam.

    “Kota Batam menempati posisi runner-up pada Popda X Kepri kali ini. Meski kita unggul dari segi jumlah sekolah, kelengkapan fasilitas, hingga kuantitas atlet, kita harus tetap sportif menerima hasil ini,” ujar Amsakar.

    Meski belum kembali menjadi juara umum, Amsakar menilai hasil tersebut harus menjadi bahan evaluasi. Ia menginstruksikan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Dinas Pendidikan (Disdik), dan Sekretaris Daerah Kota Batam untuk segera melakukan evaluasi taktis serta memperkuat pembinaan pada cabang olahraga yang dinilai masih perlu ditingkatkan.

    Menurut Amsakar, langkah tersebut penting agar Batam dapat kembali merebut predikat juara umum pada Popda berikutnya. Sebelumnya, Batam tercatat sebagai juara umum selama delapan tahun berturut-turut.

    Amsakar juga menilai prestasi olahraga tidak dapat dipisahkan dari pembangunan sumber daya manusia secara keseluruhan. Ia menyebut capaian Batam di bidang olahraga berjalan seiring dengan kemajuan di sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

    Ia juga menyinggung prestasi Batam yang berhasil meraih juara secara berturut-turut dalam tiga tahun terakhir pada ajang Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) dan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam pada 2025 disebut mencapai 83,8 atau menjadi yang tertinggi di Provinsi Kepri.

    Menurutnya, berbagai capaian tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan Batam terus bergerak melalui penguatan kualitas sumber daya manusia dan kolaborasi berbagai pihak.

    Kemajuan Batam, lanjut Amsakar, juga mendapat pengakuan melalui dua penghargaan yang diterima dalam dua hari terakhir, yakni penghargaan Pemimpin Daerah Terpuji kategori Pengembangan Ekonomi dari iNews TV dan Anugerah Ekonomi Terpuji dari Detik.

    “Mari kita hentikan narasi kontraproduktif, rasa saling curiga, dan komentar spekulatif tanpa pemahaman komprehensif. Mari bergandengan tangan demi menjaga iklim pembangunan Batam yang makin kondusif,” imbaunya.

    Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Batam, Heriman, melaporkan bahwa Kontingen Kota Batam pada Popda X Kepri diperkuat 231 orang. Kontingen tersebut terdiri atas 171 atlet, 18 pelatih, 10 manajer atau ofisial cabang olahraga, serta 14 ofisial kota.

    Kontingen Batam berlaga pada 10 cabang olahraga dalam Popda X Kepri yang berlangsung pada 2–18 Juli 2026 di Tanjung Balai Karimun. Dari ajang tersebut, Batam berhasil mengoleksi 94 medali, terdiri atas 23 medali emas, 34 medali perak, dan 37 medali perunggu.

    Atas prestasi tersebut, Pemko Batam mengalokasikan total dana pembinaan dan bonus sebesar Rp823 juta. Bonus bagi peraih medali emas ditetapkan sebesar Rp5 juta untuk kategori perorangan, Rp2,5 juta untuk ganda, dan Rp1,5 juta untuk beregu.

    Sementara itu, peraih medali perak menerima bonus Rp3 juta untuk kategori perorangan, Rp1,5 juta untuk ganda, dan Rp1 juta untuk beregu. Adapun peraih medali perunggu mendapatkan Rp2 juta untuk perorangan, Rp1 juta untuk ganda, dan Rp750 ribu untuk beregu.

    Dari total 23 medali emas yang diraih, cabang olahraga pencak silat menyumbangkan enam medali, renang lima medali, bulu tangkis empat medali, atletik tiga medali, tenis lapangan dua medali, serta bola basket dan bola voli masing-masing satu medali emas.

    Untuk medali perak, renang menyumbangkan 11 medali, pencak silat tujuh medali, atletik enam medali, bulu tangkis empat medali, tenis lapangan tiga medali, serta sepak takraw, bola voli, dan tenis meja masing-masing satu medali.

    Adapun 37 medali perunggu diraih dari cabang olahraga renang sebanyak 13 medali, atletik sembilan medali, pencak silat tujuh medali, tenis lapangan empat medali, tenis meja tiga medali, serta sepak takraw satu medali. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Lubukbaja Carnival 2026 Semarakkan HUT ke-81 RI, Amsakar Ajak Warga Jaga Persatuan

    Lubukbaja Carnival 2026 Semarakkan HUT ke-81 RI, Amsakar Ajak Warga Jaga Persatuan

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, membuka Lubukbaja Carnival 2026 di kawasan Nagoya Thamrin City, Lubukbaja, Sabtu (29/8/2026) sore. HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, membuka Lubukbaja Carnival 2026 yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kecamatan Lubukbaja. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Nagoya Thamrin City, Lubukbaja, Sabtu (29/8/2026) sore, diikuti ribuan warga.

    Pesta rakyat tersebut digelar secara gratis. Lebih dari 100 komunitas dan organisasi kemasyarakatan turut ambil bagian dengan menampilkan beragam kegiatan, mulai dari parade budaya, pertunjukan musik, hingga pembagian hadiah dan doorprize.

    Amsakar hadir bersama Sekretaris Daerah Kota Batam, jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Lubukbaja, serta masyarakat yang memadati lokasi acara.

     

    Dalam sambutannya, Amsakar mengapresiasi antusiasme masyarakat Lubukbaja dalam menyemarakkan peringatan HUT ke-81 RI. Menurutnya, momentum kemerdekaan tidak hanya menjadi ruang untuk merayakan, tetapi juga memperkuat persatuan dan silaturahmi.

    Ia sekaligus mengingatkan masyarakat agar bijak menggunakan media sosial serta tidak mudah mempercayai dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

    “Mari kita jadikan peringatan HUT RI ini sebagai sarana memperkuat tali silaturahmi dan menghentikan narasi yang kontraproduktif. Saya mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh, apalagi menyebarkan informasi di media sosial yang belum pasti kebenarannya hanya demi mengejar viral, like, atau subscriber,” ujar Amsakar.

    Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga menyampaikan penjelasan terkait tata kelola aset daerah dan pembangunan infrastruktur di Kota Batam.

    Terkait revitalisasi Pasar Induk, ia memastikan pengelolaan aset dilakukan secara transparan sesuai ketentuan yang berlaku. Proses tersebut, kata dia, melibatkan penilaian resmi dari Kementerian Keuangan melalui Badan Penilaian Aset Negara dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), serta mendapat pendampingan dari Kejaksaan Negeri Batam.

    “Proses lelang telah dilaksanakan dua kali sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku hingga menetapkan pemenang resmi secara transparan,” tegasnya.

    Amsakar juga menjelaskan langkah pemerintah dalam menangani kendala pasokan air bersih yang sempat berdampak pada sejumlah wilayah. Kebocoran pipa utama di kawasan Muka Kuning sebelumnya turut memengaruhi distribusi air ke Batu Aji, Sagulung, Tanjung Riau, hingga Sekupang.

    Menurutnya, usia pipa distribusi yang telah mencapai sekitar 30 tahun menjadi salah satu tantangan dalam menjaga keandalan jaringan. Karena itu, pemerintah bersama pihak terkait terus melakukan penanganan dan perbaikan.

    “Pemerintah daerah bersama pihak terkait terus bekerja maraton. Untuk proyek penambahan pipa distribusi air bersih ke kawasan Lubukbaja, Bengkong, dan Batu Ampar, kami targetkan tuntas pada pertengahan September mendatang,” ungkapnya.

    Menutup sambutannya, Amsakar menegaskan komitmennya bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, untuk terus memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Ia juga meminta dukungan dan doa masyarakat agar berbagai program serta percepatan pembangunan infrastruktur di Batam dapat berjalan dengan baik.

    “Doakan kami diberikan kesehatan agar saya bersama Ibu Wakil Wali Kota dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” tutup Amsakar. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Batam Kembali Mendapat Apresiasi dari Media Nasional

    Batam Kembali Mendapat Apresiasi dari Media Nasional

    Lewat Detik Sumatera Awards 2026, Batam meraih penghargaan Pembangunan Terintegrasi Berdaya Saing Global.

    Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Pemko Batam untuk terus memperkuat investasi, infrastruktur, konektivitas, lapangan kerja, digitalisasi, dan kualitas pelayanan publik.

    Batam terus bergerak, pembangunan terus diperkuat, manfaatnya untuk masyarakat.

    #Batam #AmsakarAchmad #LiClaudiaChandra #MediaCenterBatam

  • Pembangunan Terintegrasi Batam Raih Penghargaan di Detik Sumatera Awards 2026

    Pembangunan Terintegrasi Batam Raih Penghargaan di Detik Sumatera Awards 2026

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Chairman dan Pendiri CT Corp, perusahaan induk yang menaungi detik.com melalui Trans Corp, Chairul Tanjung, saat menerima penghargaan Detik Sumatera Awards 2026 di Jakarta, Jumat (28/8/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali mendapat apresiasi atas komitmennya mendorong pembangunan yang terintegrasi dan berdaya saing global. Kali ini, Batam meraih Anugerah Program Ekonomi Terpuji Kategori Pembangunan Terintegrasi Berdaya Saing Global dalam ajang Detik Sumatera Awards 2026.

    Penghargaan tersebut diserahkan Regional Manager detikcom, Triono Wahyu Sudibyo, kepada Wali Kota Batam Amsakar Achmad di Trans Hotel Jakarta Cibubur, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026).

    Penghargaan itu menjadi apresiasi atas berbagai upaya Batam dalam membangun ekosistem yang mengintegrasikan investasi, industri, infrastruktur, konektivitas, transformasi digital, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat.

    Amsakar menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Menurutnya, apresiasi yang diterima Pemko Batam harus menjadi motivasi untuk terus memperkuat pembangunan dan memastikan manfaatnya dirasakan masyarakat.

    “Penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita semua, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus bekerja dan menghadirkan pembangunan yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Amsakar.

    Ia mengatakan, posisi strategis Batam sebagai kawasan perdagangan dan industri harus diiringi dengan pengelolaan potensi daerah secara optimal. Pembangunan diarahkan untuk membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat infrastruktur dan konektivitas, serta mendorong investasi, kawasan industri, digitalisasi, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

    “Batam memiliki posisi yang strategis dan potensi yang besar. Tugas kita adalah mengelola seluruh potensi itu menjadi kekuatan pembangunan,” katanya.

    Menurut Amsakar, penguatan pembangunan juga membutuhkan sinergi antara Pemerintah Kota Batam dan BP Batam. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang kompetitif sekaligus mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan dunia usaha.

    Ia menegaskan, penghargaan yang diterima Batam bukan alasan untuk berpuas diri. Sebaliknya, apresiasi tersebut harus menjadi dorongan untuk terus melakukan pembenahan dan menjaga konsistensi pembangunan.

    “Ini bukan akhir dari perjalanan. Justru penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus melakukan pembenahan. Batam terus bergerak, pembangunan terintegrasi harus diperkuat, daya saing ditingkatkan, dan manfaat pembangunan terus diarahkan agar semakin dekat dengan masyarakat,” tegasnya.

    Penghargaan dalam Detik Sumatera Awards 2026 menjadi apresiasi terhadap arah pembangunan Batam. Penghargaan tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi Pemerintah Kota Batam untuk menjaga konsistensi pembangunan dan memastikan kemajuan daerah semakin memberikan manfaat bagi masyarakat. (Humas Diskominfo Batam / Rizka)