Author: mgub6

  • Amsakar Kobarkan Semangat 1.600 Mahasiswa Baru UIS, Dorong Generasi Unggul Berdaya Saing Global

    Amsakar Kobarkan Semangat 1.600 Mahasiswa Baru UIS, Dorong Generasi Unggul Berdaya Saing Global

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengisi kuliah umum kepada 1.600 mahasiswa baru UIS Batam di Swiss-Belhotel Harbour Bay, Minggu (6/9/2026) malam. HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengobarkan semangat 1.600 mahasiswa baru Universitas Ibnu Sina (UIS) Batam dalam Kuliah Umum Angkatan 2026 di Swiss-Belhotel Harbour Bay, Minggu (6/9/2026) malam.

    Mengusung tema “Membangun Generasi Unggul Berintegritas, Berjiwa Entrepreneur, dan Berdaya Saing Global Berbasis Nilai Madani di Kawasan Industri dan Perbatasan Indonesia”, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi Amsakar untuk mendorong mahasiswa agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil peran dalam pembangunan daerah dan bangsa.

    Dalam arahannya, Amsakar menekankan pentingnya kesungguhan dalam belajar dan bekerja keras untuk membentuk generasi unggul. Menurutnya, tantangan di tengah pertumbuhan ekonomi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dan daya saing.

    “Tidak ada tempat untuk bersantai atau belajar ala kadarnya jika kita ingin menjadi manusia unggul dan dicatat oleh sejarah. Keberhasilan membutuhkan kerja keras yang melampaui batas biasa,” tegas Amsakar di hadapan ribuan mahasiswa.

    Amsakar juga memaparkan sejumlah potensi strategis Batam yang terus berkembang. Selain perdagangan dan industri manufaktur, Batam memiliki kawasan ekonomi digital seperti Nongsa Digital Park (NDP), sektor maintenance, repair, and overhaul (MRO) penerbangan, serta peluang investasi di bidang teknologi, termasuk unit pemrosesan grafis (graphics processing unit/GPU) dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

    Menurut Amsakar, penguasaan ilmu pengetahuan dan pendidikan yang relevan menjadi modal penting bagi generasi muda untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja, khususnya di kawasan industri dan wilayah perbatasan.

    Ia menilai mahasiswa memiliki kesempatan besar untuk mengambil peran dalam perkembangan Batam. Karena itu, proses pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus membentuk karakter, integritas, kemampuan beradaptasi, dan semangat kewirausahaan.

    “Pemerintah Kota Batam siap terus berkolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi seperti Universitas Ibnu Sina demi mencetak sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, dan mampu bersaing di tingkat global,” pungkasnya. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Amsakar Paparkan Capaian Batam di Mubes PKBSS Kepri, Ekonomi Tumbuh 6,76 Persen

    Amsakar Paparkan Capaian Batam di Mubes PKBSS Kepri, Ekonomi Tumbuh 6,76 Persen

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian Batam saat membuka Mubes ke-3 PKBSS Kepri di Hotel S, Batam, Minggu (6/9/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya.

    Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam.

    Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan.

    “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar.

    Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal.

    Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota.

    “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya.

    Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial.

    Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun.

    Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8.

    Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan.

    Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan.

    “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar.

    Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD.

    Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha.

    Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton.

    Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Belakang Padang Bershalawat Jilid 2, Amsakar Ajak Warga Teladani Akhlak Rasulullah

    Belakang Padang Bershalawat Jilid 2, Amsakar Ajak Warga Teladani Akhlak Rasulullah

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri Belakang Padang Bershalawat Jilid 2 di Lapangan Indra Sakti, Kecamatan Belakang Padang, Sabtu (5/9/2026) malam. HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Ribuan masyarakat memadati Lapangan Indra Sakti, Kecamatan Belakang Padang, Sabtu (5/9/2026) malam, untuk mengikuti Belakang Padang Bershalawat Jilid 2 dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, Rasulullah SAW merupakan teladan utama bagi umat Islam. Menurutnya, banyak sifat mulia Rasulullah yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

    “Ketika kita memperbincangkan Rasulullah SAW, kita memperbincangkan sosok Al Amin, penutup para rasul dan suri teladan yang baik bagi kita semua,” ujar Amsakar.

    Ia menegaskan, Rasulullah SAW diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam atau rahmatan lil ‘alamin. Karena itu, kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup hanya diwujudkan melalui peringatan Maulid Nabi, tetapi juga dengan meneladani akhlak dan perilaku beliau.

    Amsakar juga mengajak masyarakat untuk memperbanyak shalawat sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

    “Basahi lisan kita dengan senantiasa bershalawat kepada Rasulullah. Mudah-mudahan kecintaan kita kepada Rasulullah membawa keberkahan dalam kehidupan kita,” katanya.

    Menurut Amsakar, tema yang diangkat dalam Belakang Padang Bershalawat Jilid 2 “Mempererat Rasa Kasih Sayang dan Persaudaraan di Era Digitalisasi Menuju Batam Maju” relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Perkembangan teknologi dan digitalisasi, kata dia, perlu diimbangi dengan penguatan nilai-nilai kasih sayang dan persaudaraan.

    Ia menilai, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas hubungan sosial di tengah masyarakat.

    “Tema yang diangkat ini adalah tema yang paling relevan. Di tengah era digitalisasi, bagaimana kita tetap mempererat kasih sayang dan persaudaraan. Batam harus maju, tetapi kemajuan itu harus tetap dibangun dengan kebersamaan,” ujar Amsakar.

    Amsakar berharap semangat persaudaraan dan kebersamaan yang tumbuh melalui kegiatan tersebut dapat terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

    Ia juga berharap seluruh ikhtiar masyarakat dan pemerintah dalam membangun Batam senantiasa mendapat keberkahan.

    “Semoga Batam selalu menjadi negeri yang dirahmati,” tutupnya.

    Suasana semakin semarak dengan lantunan shalawat yang menggema di kawasan Belakang Padang. Masyarakat mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias, termasuk tausiah yang disampaikan penceramah Muhammad Aldiansyah atau Gus Aldi.

    Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pemberian hadiah kepada Masjid Nurul Huda sebagai juara pertama Pawai Belakang Padang Bershalawat Jilid 2. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas partisipasi masyarakat dalam menyemarakkan kegiatan keagamaan tersebut. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Batam Jadi Rujukan Pengembangan Ekonomi, DPRD Tangerang Selatan Temui Amsakar-Li Claudia

    Batam Jadi Rujukan Pengembangan Ekonomi, DPRD Tangerang Selatan Temui Amsakar-Li Claudia

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menerima kunjungan kerja pimpinan dan anggota DPRD Kota Tangerang Selatan di Ruang Kerja Wali Kota Batam. HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Strategi Batam dalam memperkuat daya saing ekonomi melalui pembangunan infrastruktur dan pengembangan iklim investasi mendapat perhatian DPRD Kota Tangerang Selatan. Hal tersebut dibahas saat Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menerima kunjungan kerja pimpinan dan anggota DPRD Kota Tangerang Selatan di Ruang Kerja Wali Kota Batam.

    Rombongan DPRD Kota Tangerang Selatan dipimpin Wakil Ketua III DPRD Kota Tangerang Selatan, Maria Teresa Suhardja. Dalam pertemuan tersebut, Amsakar memaparkan sejumlah langkah strategis Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung perekonomian.

    Amsakar menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, penguatan iklim investasi perlu didukung dengan kemudahan perizinan, konektivitas yang memadai, dan ketersediaan infrastruktur yang mampu menunjang aktivitas ekonomi.

    “Kami sangat mengapresiasi kehadiran rekan-rekan dari DPRD Tangerang Selatan. Batam terus berbenah untuk menjaga iklim investasi tetap kondusif melalui integrasi perizinan, pembenahan akses konektivitas, serta penyediaan infrastruktur yang ramah investasi,” ujar Amsakar.

    Di lokasi sama, Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra menambahkan, pembangunan Batam tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, optimalisasi potensi daerah juga menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

    Sementara itu, Wakil Ketua III DPRD Kota Tangerang Selatan Maria Teresa Suhardja menjelaskan, Batam dipilih sebagai lokasi studi komparatif karena dinilai memiliki perkembangan infrastruktur dan pertumbuhan investasi yang dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain.

    Menurut Maria, pengalaman Batam dalam mengembangkan infrastruktur dan menarik investasi menjadi salah satu referensi yang dapat dipelajari untuk mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan di Tangerang Selatan.

    Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan diskusi mengenai tata kelola ruang, kemudahan investasi, dan berbagai strategi pengembangan ekonomi daerah. Kegiatan ditutup dengan pertukaran cendera mata sebagai simbol penguatan sinergi antarlembaga pemerintah daerah. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Batam-Singapura Terus Perkuat Kemitraan, Dorong Peluang Investasi hingga Pariwisata

    Batam-Singapura Terus Perkuat Kemitraan, Dorong Peluang Investasi hingga Pariwisata

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menghadiri Singapore National Day Reception di Grand Ballroom Hotel Radisson, Sukajadi, Kecamatan Batam Kota, Kamis (3/9/2026) malam. HUMAS DISKOMINFO BATAM / RICKY WIHENDAR

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menghadiri Singapore National Day Reception di Grand Ballroom Hotel Radisson, Sukajadi, Kecamatan Batam Kota, Kamis (3/9/2026) malam.

    Kehadiran Amsakar-Li Claudia menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan dan kerja sama antara Batam dan Singapura, khususnya di bidang ekonomi, investasi, pariwisata, serta kemitraan strategis yang telah terjalin selama ini.

    Minister of State, Ministry of Foreign Affairs and Ministry of Home Affairs Singapura, Zhulkarnain Abdul Rahim, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap hubungan harmonis dan kolaborasi yang terus terjaga antara Indonesia dan Singapura.

    “Kami berharap kerja sama antara Indonesia, khususnya Provinsi Kepulauan Riau dan Kota Batam, dengan Singapura terus berjalan dengan sangat baik. Semoga kedua negara senantiasa maju, sejahtera, dan terus bertumbuh bersama dalam semangat kemitraan yang solid,” ujarnya.

    Usai mengikuti rangkaian acara, Amsakar menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Nasional Singapura.

    “Atas nama Pemerintah Kota Batam dan seluruh masyarakat Kota Batam, saya mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-61 untuk Republik Singapura,” ucap Amsakar.

    Menurut Amsakar, hubungan baik yang telah terbangun antara Batam dan Singapura perlu terus dipelihara dan diperkuat. Kedekatan geografis kedua wilayah menjadi modal penting untuk membuka lebih banyak peluang kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

    Ia menilai Singapura juga memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Batam, baik melalui investasi maupun kunjungan wisatawan.

    “Hubungan baik yang sudah terjalin sangat erat selama ini harus terus kita jaga dan tingkatkan. Kedekatan geografis ini merupakan modal besar untuk terus membuka berbagai peluang kerja sama baru, baik di sektor ekonomi, investasi, pariwisata, hingga pengembangan sumber daya manusia yang saling menguntungkan kedua pihak,” tambahnya.

    Amsakar berharap hubungan yang semakin erat antara Batam dan Singapura dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi kedua wilayah, sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai salah satu kawasan strategis dalam hubungan ekonomi Indonesia-Singapura. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Amsakar Perkuat Sinergi dengan FKDM, Antisipasi Kerawanan Sosial di Batam

    Amsakar Perkuat Sinergi dengan FKDM, Antisipasi Kerawanan Sosial di Batam

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama pengurus FKDM Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (2/9/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong penguatan deteksi dini terhadap potensi kerawanan sosial melalui sinergi Pemerintah Kota Batam dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).

    Hal itu disampaikan Amsakar saat menerima audiensi pengurus FKDM Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (2/9/2026). Pertemuan tersebut membahas upaya menjaga kondusivitas dan ketenteraman sekaligus mengantisipasi berbagai potensi kerawanan di tengah masyarakat.

    Dalam pertemuan itu, Amsakar didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Batam, Riama Manurung. Amsakar menyambut baik audiensi tersebut. Ia menilai keberadaan FKDM memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah mendeteksi berbagai potensi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG) sejak dini.

    “Keberadaan FKDM sangat strategis untuk membantu pemerintah memetakan dinamika di tengah masyarakat. Dengan deteksi dini yang akurat, kita bisa mengambil langkah pencegahan lebih cepat sehingga keamanan dan kondusivitas Kota Batam tetap terjaga,” ujar Amsakar.

    Menurutnya, informasi mengenai dinamika masyarakat perlu disampaikan secara cepat dan tepat agar pemerintah dapat menentukan langkah yang sesuai. Karena itu, FKDM diharapkan tidak hanya berperan dalam menyampaikan laporan, tetapi juga memberikan masukan sebagai bahan pertimbangan pemerintah dalam mengambil kebijakan.

    Amsakar menegaskan, stabilitas keamanan menjadi salah satu fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan dan iklim investasi di Batam. Untuk itu, sinergi antara Pemko Batam, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan berbagai elemen masyarakat perlu terus diperkuat.

    Ia juga mendorong koordinasi FKDM berjalan hingga tingkat kecamatan dan kelurahan sehingga potensi persoalan di masyarakat dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.

    Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kota Batam, Riama Manurung, menyampaikan kesiapan pihaknya untuk terus memfasilitasi dan mengoptimalkan program kerja FKDM.

    Menurutnya, penguatan koordinasi diperlukan agar informasi yang diterima dari lapangan dapat ditindaklanjuti secara responsif dan terukur.

    Melalui audiensi tersebut, FKDM Kota Batam menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam memberikan laporan mengenai kondisi kewaspadaan dini daerah serta menyampaikan saran dan pertimbangan kepada Pemerintah Kota Batam. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Amsakar Buka Ruang Dialog dengan Mahasiswa, Bahas Pembangunan hingga Tata Kelola Batam

    Amsakar Buka Ruang Dialog dengan Mahasiswa, Bahas Pembangunan hingga Tata Kelola Batam

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, berdialog dengan mahasiswa dan pemuda saat menerima audiensi Koalisi Angkatan Muda Bersatu Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (2/9/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, membuka ruang dialog dengan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Koalisi Angkatan Muda Bersatu Kota Batam untuk membahas berbagai persoalan pembangunan serta tata kelola pemerintahan di Kota Batam. Ruang dialog tersebut berlangsung di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (2/9/2026).

    Pertemuan berlangsung terbuka dan interaktif. Para mahasiswa dan pemuda menyampaikan sejumlah aspirasi, mulai dari evaluasi kerja sama pembangunan Pasar Induk Jodoh, perizinan perusahaan yang dikaitkan dengan perkara hukum, aktivitas reklamasi di kawasan Teluk Tering, hingga prioritas tenaga kerja lokal, dan berbagai isu lainnya.

    Amsakar menyambut baik penyampaian aspirasi tersebut. Menurutnya, mahasiswa dan pemuda memiliki peran penting sebagai bagian dari kontrol sosial dalam mengawal jalannya pemerintahan dan pembangunan daerah.

    “Bantu abang untuk mengimplementasikan kebijakan memajukan dan mensejahterakan warga Kota Batam,” ujar Amsakar di hadapan para mahasiswa dan perwakilan kepemudaan.

    Ia menegaskan, pemerintah tidak menutup ruang bagi masyarakat, termasuk mahasiswa dan pemuda, untuk menyampaikan kritik maupun masukan. Menurutnya, dialog menjadi salah satu cara untuk menyamakan persepsi sekaligus memastikan berbagai kebijakan pemerintah berjalan sesuai aturan.

    Dalam audiensi tersebut, Amsakar juga menjelaskan sejumlah isu yang menjadi perhatian mahasiswa. Salah satunya terkait revitalisasi Pasar Induk Jodoh.

    Ia menjelaskan, tata kelola aset dan mekanisme lelang proyek tersebut telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Prosesnya juga melalui tahapan penataan dan pembersihan legalitas lahan.

    Pemko Batam, lanjutnya, terus berkonsultasi dengan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) Kementerian Keuangan dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur.

    “Pembukaan lelang dilakukan secara transparan sebanyak dua kali sesuai Peraturan Presiden tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Perlu dicatat juga bahwa hingga hari ini tidak ada dana APBD serupiah pun yang keluar atau kerugian negara yang ditimbulkan,” jelasnya.

    Menanggapi sorotan mengenai pihak pengembang yang dikaitkan dengan perkara pidana, Amsakar mengatakan pemerintah tetap harus menghormati asas praduga tak bersalah. Menurutnya, langkah pemerintah harus memiliki dasar hukum yang jelas agar tidak menimbulkan persoalan baru.

    Ia juga menjelaskan bahwa persoalan hukum yang menyangkut individu harus dibedakan dengan kedudukan badan usaha sebagai entitas hukum. Adapun persoalan internal perusahaan dapat diselesaikan melalui mekanisme yang berlaku, termasuk melalui rapat umum pemegang saham (RUPS).

    Dorong Tenaga Kerja Lokal

    Dalam dialog tersebut, isu ketenagakerjaan dan pengembangan SDM lokal turut menjadi perhatian. Amsakar menyampaikan sejumlah langkah yang sedang disiapkan Pemko Batam untuk memperkuat penyerapan tenaga kerja lokal.

    Salah satunya melalui rencana nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah perusahaan di Batam. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memberikan ruang lebih besar bagi tenaga kerja lokal, termasuk melalui pengaturan kuota untuk kategori pekerjaan tertentu.

    “Kita akan buat MoU dengan perusahaan di Batam untuk keberpihakan pada pekerja lokal, salah satunya mengunci kuota 20 persen tenaga kerja lokal khusus kategori unskilled,” tegas Amsakar.

    Pemko Batam juga mengoptimalkan alokasi dana Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) sebesar Rp28 miliar untuk meningkatkan kompetensi pekerja lokal.

    Program beasiswa daerah, kata Amsakar, juga diarahkan agar lebih sesuai dengan kebutuhan industri. Konsep tersebut diwujudkan melalui kerja sama pelatihan dan pengembangan kompetensi di sejumlah bidang, seperti maintenance penerbangan dan industri digital bersama Politeknik Negeri Batam.

    Pemko Batam juga menjajaki pemenuhan kebutuhan SDM industri galangan kapal di Tanjung Uncang dan Kabil melalui kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

    Pastikan Pembangunan Tetap Berkelanjutan

    Terkait kekhawatiran mengenai reklamasi di kawasan Teluk Tering dan Tanjung Uma, Amsakar memastikan setiap pembahasan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPPRL) dilakukan melalui kajian dan pembahasan bersama tim terpadu.

    Tim tersebut melibatkan BP Batam, Pemko Batam, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta pakar lingkungan dan akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB).

    Menurut Amsakar, pelibatan berbagai pihak diperlukan untuk memastikan pemanfaatan ruang laut tetap memperhatikan keberlanjutan ekosistem serta ruang hidup masyarakat, khususnya nelayan.

    Di hadapan mahasiswa dan pemuda, Amsakar turut memaparkan sejumlah indikator pembangunan Batam. Pertumbuhan ekonomi Batam tercatat meningkat dari 6,69 persen pada 2024 menjadi 6,76 persen pada 2025.

    Realisasi investasi juga mencapai Rp69,3 triliun atau 115,5 persen dari target. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam mencapai 83,8 dan angka kemiskinan turun dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen.

    Amsakar menegaskan, capaian tersebut harus menjadi pijakan untuk terus memperbaiki pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

    Audiensi ditutup dengan kesepahaman untuk menjaga komunikasi antara Pemko Batam dan mahasiswa serta pemuda. Ruang dialog diharapkan terus terbuka sehingga kritik, aspirasi, dan gagasan masyarakat dapat menjadi bagian dari proses pembangunan Batam.

    Bagi Amsakar, keterbukaan terhadap aspirasi merupakan bagian penting dalam mewujudkan pemerintahan yang berjalan sesuai aturan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Selamat Hari Lahir ke-81 Kejaksaan Republik Indonesia

    Selamat Hari Lahir ke-81 Kejaksaan Republik Indonesia

    Mari terus mengembalikan kepercayaan publik melalui penegakan hukum berintegritas, adil dan humanis

    Selamat HUT ke-81 Kejaksaan RI. Kejaksaan Hebat, Hukum Bermartabat, Indonesia Makin Kuat.

    HUMAS DISKOMINFO BATAM / M RASYID J

    #HariLahirKejaksaan #KejaksaanRI #KejaksaanKe81 #IndonesiaAdilMakmur #BatamBergerak

  • Apel Gabungan Pemko-BP Batam: Bergerak Seirama, Batam Makin Kuat!

    Apel Gabungan Pemko-BP Batam: Bergerak Seirama, Batam Makin Kuat!

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menginstruksikan Pemko dan BP Batam memperkuat sinergi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. Dari soliditas, literasi digital, percepatan infrastruktur, hingga solusi air bersih, seluruh jajaran diminta hadir dengan kinerja terbaik dan respons cepat untuk masyarakat.

    Bersama, jaga momentum. Bersama, majukan Batam.

    Video: HUMAS DISKOMINFO BATAM / IIN ARIYANTI / TAUFIK JF PUTRA / YUDHA

    #PemkoBatam #AmsakarAchmad #LiClaudiaChandra #MediaCenterBatam #ApelGabungan

  • Amsakar Tegaskan Perubahan APBD Batam 2026 Fokus pada Pelayanan dan Kesejahteraan

    Amsakar Tegaskan Perubahan APBD Batam 2026 Fokus pada Pelayanan dan Kesejahteraan

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, berbincang dengan sejumlah anggota DPRD Batam saat Rapat Paripurna DPRD Kota Batam di Ruang Sidang DPRD Kota Batam, Rabu (2/9/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan tanggapan dan jawaban Pemerintah Kota (Pemko) Batam atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kota Batam terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam Tahun Anggaran 2026.

    Jawaban tersebut disampaikan Amsakar dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Batam di Ruang Sidang DPRD Kota Batam, Rabu (2/9/2026). Dalam penyampaiannya, Amsakar mengapresiasi berbagai masukan, saran, dan catatan strategis yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD. Ia menegaskan, Pemerintah Kota Batam berkomitmen memastikan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dikelola secara transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    “Terkait optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pengawasan keuangan, Pemko Batam menyepakati penguatan digitalisasi perpajakan, pemutakhiran data objek pajak, serta ekstensifikasi yang dilakukan secara terukur tanpa semata-mata menaikkan tarif,” katanya.

    Target pajak daerah dalam perubahan APBD meningkat 7,21 persen. Kenaikan tersebut didukung optimalisasi potensi piutang Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta reklame videotron. Langkah itu diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan publik, antara lain pengelolaan sampah, parkir, dan kesehatan.

    Pemko Batam juga mengantisipasi potensi penurunan dana transfer dari pemerintah pusat melalui koordinasi aktif dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

    Dalam hal efisiensi belanja daerah, Amsakar menyampaikan bahwa alokasi anggaran diarahkan pada program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam pemenuhan pelayanan dasar, penciptaan lapangan kerja, dan pengentasan kemiskinan.

    “Pemko Batam juga menekan belanja yang bersifat seremonial serta melakukan efisiensi pada belanja pegawai yang turun 1,46 persen. Sementara itu, kenaikan belanja barang dan jasa sebesar 14,86 persen diarahkan untuk mendukung operasional pelayanan publik dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD),” katanya.

    Pelaksanaan belanja tersebut tetap memperhatikan efisiensi serta ketepatan waktu, termasuk dalam pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur.

    Pada sektor pembangunan dan lingkungan, kenaikan belanja modal jalan, jaringan, dan irigasi sebesar 20,98 persen diprioritaskan untuk mendukung penanganan banjir secara terpadu dari hulu hingga hilir. Anggaran tersebut juga diarahkan untuk pengelolaan sampah, peningkatan keselamatan lalu lintas, serta perbaikan kualitas jalan.

    Penanggulangan bencana turut menjadi perhatian Pemko Batam melalui penyiapan logistik, perencanaan yang matang, dan peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan tanggap bencana.

    Di bidang sosial dan pelayanan publik, Pemko Batam berkomitmen memastikan pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan serta kesiapan fasilitas kesehatan dalam mendukung pencapaian Universal Health Coverage (UHC).

    “Keberlanjutan program beasiswa, bantuan sosial bagi lanjut usia, serta jaminan kesehatan bagi pekerja rentan juga menjadi bagian dari prioritas. Seluruh bantuan sosial akan diarahkan agar tepat sasaran dengan menggunakan data terpadu berbasis nama dan alamat (by name by address) yang valid dan mutakhir,” kata Amsakar.

    Untuk memperkuat ekonomi dan ketahanan daerah, Pemko Batam mendorong peningkatan daya saing tenaga kerja melalui pelatihan vokasi dan sertifikasi. Pemerintah juga memperkuat pendampingan bagi pelaku UMKM serta digitalisasi pelayanan.

    Upaya menjaga daya beli masyarakat dilakukan melalui operasi pasar dan pemantauan rantai pasok pangan. Selain itu, Pemko Batam memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menangani sejumlah isu yang melibatkan berbagai kewenangan, seperti banjir, peredaran narkoba, judi daring, tarif listrik, dan pengangguran.

    Sementara itu, terkait evaluasi badan usaha milik daerah (BUMD) dan investasi daerah, rencana penyertaan modal sebesar Rp20 miliar kepada Bank Riau Kepri (BRK) Syariah akan didasarkan pada kajian komprehensif mengenai risiko dan manfaat ekonominya.

    Pemko Batam juga melakukan evaluasi terhadap penurunan dividen BRK Syariah sebesar 22,07 persen yang dipengaruhi penurunan laba pada 2025 serta porsi kepemilikan saham. Evaluasi tersebut dilakukan sebelum realisasi penyertaan modal baru.

    Amsakar menegaskan, seluruh masukan yang disampaikan DPRD Kota Batam menjadi bahan penting bagi pemerintah daerah dalam menyempurnakan Ranperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

    “Seluruh masukan dari DPRD menjadi acuan penting bagi pemerintah daerah agar Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dapat dilaksanakan secara tepat sasaran dan berkeadilan bagi masyarakat,” kata Amsakar. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)