Category: Berita

Auto Added by WPeMatico

  • Kriyanusa 2026 Jadi Inspirasi, Erlita Amsakar Dorong Promosi Produk UMKM Batam

    Kriyanusa 2026 Jadi Inspirasi, Erlita Amsakar Dorong Promosi Produk UMKM Batam

    Ketua Dekranasda Kota Batam, Erlita Amsakar, bersama rombongan, melihat sejumlah produk saat menghadiri Pameran Kriyanusa 2026 di JCC, Jakarta, Sabtu (26/9/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / AHMAD ROHMADI

    Diskominfo Batam – Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Batam, Erlita Amsakar, menjadikan Pameran Kriyanusa 2026 sebagai momentum untuk melihat langsung strategi promosi produk kerajinan dari berbagai daerah. Ia mendorong agar pengalaman tersebut menjadi inspirasi dalam memperkuat promosi produk UMKM Batam sehingga semakin dikenal dan memiliki peluang menjangkau pasar yang lebih luas.

    Hal itu ia tegaskan usai menghadiri pembukaan Pameran Kriyanusa 2026 yang digelar Dekranas di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu (26/9/2026).

    Kriyanusa 2026 berlangsung pada 26-30 September 2026 dengan mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”. Pameran tersebut menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan produk kerajinan sekaligus mendorong pengembangan industri kriya dan ekonomi kreatif di Indonesia.

    Erlita mengatakan, kehadirannya dalam Kriyanusa 2026 menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung beragam produk kerajinan sekaligus strategi promosi yang diterapkan para perajin dari berbagai daerah.

    Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi bahan inspirasi bagi Dekranasda Kota Batam dalam mengembangkan dan mempromosikan produk kriya serta UMKM lokal agar memiliki jangkauan pasar yang lebih luas.

    “Saya hadir tentu ingin melihat secara langsung. Promosi-promosi yang dilakukan oleh pusat seperti ini juga dapat kita terapkan di Batam,” ujar Erlita.

    Ia menilai penguatan promosi dan pemasaran menjadi bagian penting dalam memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat yang lebih luas. Dengan promosi yang tepat, produk kriya dan UMKM Batam diharapkan tidak hanya dikenal di daerah, tetapi juga mampu menjangkau pasar di luar Batam.

    “Dengan begitu, kita berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi UMKM di Batam,” katanya.

    Kriyanusa 2026 tidak hanya menghadirkan pameran produk kerajinan dari berbagai daerah, tetapi juga sejumlah kegiatan pendukung, di antaranya Lomba Kriya Potensial dan Lomba Stand Terbaik.

    Kompetisi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kreativitas, kualitas, dan inovasi para pelaku kriya. Selain itu, peserta juga ditantang untuk mampu menampilkan produk secara menarik sekaligus memperkuat kemampuan dalam memasarkan hasil kerajinan.

    Bagi Erlita, berbagai kegiatan dalam Kriyanusa dapat menjadi ruang pembelajaran dan pertukaran pengalaman bagi pelaku UMKM. Pameran juga membuka kesempatan untuk membangun jejaring serta melihat peluang pasar yang dapat dikembangkan.

    Kriyanusa 2026 dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming. Pembukaan turut dihadiri Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian, jajaran Pengurus Pusat Dekranas, serta pengurus Dekranasda dari berbagai daerah di Indonesia. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Rohmadi)

  • Premier Law Firm Hadir di Batam, Amsakar Tekankan Pentingnya Kesadaran Hukum Masyarakat

    Premier Law Firm Hadir di Batam, Amsakar Tekankan Pentingnya Kesadaran Hukum Masyarakat

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri grand opening Premier Law Firm di Lubuk Baja, Sabtu (26/9/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menekankan pentingnya peningkatan kesadaran dan literasi hukum masyarakat di tengah kompleksitas persoalan yang berkembang di Kota Batam. Menurutnya, pemahaman hukum yang baik dapat membantu masyarakat menyelesaikan berbagai persoalan secara tepat serta mendukung terciptanya tata kelola dan pembangunan yang lebih baik.

    Hal itu disampaikan Amsakar saat menghadiri grand opening Premier Law Firm di Kompleks Nagoya Gateway, Jalan Raden Patah Blok A No. 08, Kampung Pelita, Kecamatan Lubuk Baja, Sabtu (26/9/2026). 

    Dalam sambutannya, Amsakar menyoroti persoalan pertanahan yang masih menjadi salah satu tantangan dalam pembangunan di Batam. Menurutnya, persoalan lahan tidak hanya terjadi di tengah masyarakat, tetapi juga dapat muncul ketika pemerintah membangun fasilitas untuk kepentingan publik.

     

    “Rata-rata dari masalah yang ada itu tematiknya adalah soal lahan. Bahkan untuk membangun fasilitas pemerintah, seperti kantor camat, masalahnya luar biasa rumit. Mudah-mudahan hadirnya Premier Law Firm ini bisa memberikan pemahaman baru kepada warga, sehingga problem yang kita hadapi dari waktu ke waktu dapat diminimalisasi secara baik,” ujar Amsakar.

    Selain persoalan pertanahan, Amsakar menyoroti perkembangan pendekatan dalam penegakan hukum. Ia menilai pendekatan keadilan restoratif atau restorative justice penting untuk dikedepankan dalam penyelesaian perkara sesuai ketentuan yang berlaku.

    “Sekarang ada perubahan paradigma dalam penegakan hukum, dari semula yang bersifat represif bergeser ke arah restoratif. Dari semula tangkap dan penjarakan, berubah menjadi bagaimana menegosiasikan, mencari jalan tengah, serta solusi terbaik di antara para pihak agar tidak berujung pada penuhan lembaga pemasyarakatan (LP),” jelasnya.

     

    Menurut Amsakar, meningkatnya literasi dan kesadaran hukum di tengah masyarakat Batam yang majemuk diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap tata kelola daerah, pembangunan, serta penyelesaian berbagai persoalan hukum.

    Ia juga mendorong pendampingan hukum yang diberikan kepada masyarakat tidak hanya berorientasi pada penyelesaian perkara, tetapi turut membangun pemahaman mengenai pentingnya kepatuhan terhadap hukum.

     

    “Selamat atas grand opening Premier Law Firm di Kota Batam. Harapan saya Premier Law Firm dapat membantu masyarakat Batam dalam menyelesaikan berbagai persoalan hukum secara tepat dan adil,” tutupnya. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

     

  • Tingkatkan Kompetensi Guru Al-Qur’an, Amsakar Dorong Metode Mengajar Lebih Kreatif

    Tingkatkan Kompetensi Guru Al-Qur’an, Amsakar Dorong Metode Mengajar Lebih Kreatif

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, membuka Pelatihan Guru Al-Qur’an Kota Batam Tahun 2026 di Kantor Wali Kota Batam, Sabtu (26/9/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong guru Al-Qur’an terus meningkatkan kompetensi dan kreativitas dalam mengajar agar mampu mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, penguasaan kelas, pemahaman psikologi peserta didik, serta kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran yang menarik dan inklusif.

    Hal itu ditegaskan Amsakar saat membuka Pelatihan Guru Al-Qur’an Kota Batam Tahun 2026 di Aula Engku Hamidah, Lantai IV Kantor Wali Kota Batam, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan yang digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Batam tersebut diikuti lebih dari 200 perwakilan guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) se-Kota Batam. Pelatihan menghadirkan dua narasumber yang memiliki kompetensi di bidang psikologi dan pendidikan.

    Dalam sambutannya, Amsakar mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi guru Al-Qur’an agar mampu menjawab tantangan pembelajaran yang terus berkembang.

    “Ilmu tidak akan bertumbuh jika kita hanya berpuas diri dengan pola mengajar yang lama. Harus ada terobosan, peningkatan kapasitas, dan sentuhan baru. Pelatihan ini adalah ikhtiar kita bersama agar para guru memiliki kompetensi, karisma, dan daya pikat dalam mengajar,” ujar Amsakar.

    Menurutnya, keberhasilan seorang pendidik tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi, tetapi juga kemampuan mengelola kelas dan membangun keterikatan dengan peserta didik. Guru dituntut menciptakan suasana belajar yang kondusif, nyaman, dan inklusif tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi peserta didik.

    “Penguasaan kelas adalah kunci. Guru yang berhasil adalah guru yang memiliki pesona dan daya pikat, sehingga saat ia berdiri di depan, anak-anak fokus dan menyimak,” katanya.

    Amsakar juga menyoroti pentingnya penerapan pembelajaran inklusif. Menurutnya, setiap peserta didik perlu mendapatkan kesempatan dan perlakuan yang setara dalam proses belajar, termasuk anak berkebutuhan khusus.

    “Materi pelatihan kali ini mengusung tema besar menciptakan kelas inklusif, kelas yang tidak ada polarisasi dan memberikan perlakuan yang sama, baik untuk anak-anak umum maupun anak berkebutuhan khusus,” tegasnya.

    Selain penguasaan kelas dan pemahaman psikologi anak, Amsakar mengingatkan para guru Al-Qur’an agar mampu mengikuti perkembangan teknologi digital. Perkembangan kecerdasan artifisial (AI), seperti ChatGPT, serta berbagai platform digital seperti YouTube, menurutnya perlu disikapi dengan kreativitas dan penyesuaian metode pembelajaran.

    “Jika metode pengajaran kita usang, anak-anak bisa jadi lebih memilih belajar ke platform digital. Kemajuan teknologi informasi ini harus disikapi dengan kepiawaian dan penyesuaian metode belajar agar para guru tidak tertinggal,” tambahnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Amsakar turut mengapresiasi peran pengurus TPQ, BMGKS, IPIM, dan para pendidik keagamaan yang konsisten membina kehidupan spiritual masyarakat Batam.

    Ia menilai keberadaan guru Al-Qur’an memiliki peran penting dalam mendukung terwujudnya visi Batam sebagai Bandar Dunia Madani.

    “Batam boleh saja dikenal sebagai kota industri dan metropolitan yang sibuk, tetapi kehidupan spiritualitas masyarakatnya sangat luar biasa dan religius. Visi Bandar Dunia Madani bukan sekadar di atas kertas, melainkan hidup dan terlaksana di tingkat akar rumput berkat kontribusi Bapak dan Ibu sekalian,” ungkap Amsakar.

    Pelatihan Guru Al-Qur’an tersebut merupakan agenda tahunan Pemerintah Kota Batam sebagai bentuk perhatian terhadap pengembangan pendidikan keagamaan. Selain meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat penguasaan metode pembelajaran yang efektif, pemahaman terhadap psikologi anak, serta manajemen TPQ.

    Melalui pelatihan tersebut, Pemerintah Kota Batam berharap kualitas pembelajaran di TPQ semakin baik sehingga dapat mendukung lahirnya generasi Qurani yang memiliki pengetahuan, karakter, dan nilai-nilai keagamaan.

    “Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Kegiatan Pelatihan Guru Al-Qur’an Kota Batam secara resmi saya nyatakan dibuka. Semoga pelatihan ini melahirkan guru-guru yang hebat demi masa depan generasi penerus kita,” tutup Amsakar. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Jaga Air Waduk untuk Masyarakat, Batam Siapkan Solusi Kebutuhan Air Data Center lewat SWRO

    Jaga Air Waduk untuk Masyarakat, Batam Siapkan Solusi Kebutuhan Air Data Center lewat SWRO

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, memberikan keterangan kepada wartawan belum lama ini. Dok HUMAS DISKOMINFO BATAM

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam menyiapkan solusi pemenuhan kebutuhan air bagi industri data center melalui teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO). Langkah ini dilakukan untuk memastikan pertumbuhan investasi tetap berjalan tanpa mengurangi pasokan air waduk yang diperuntukkan bagi kebutuhan masyarakat.

    Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa kebutuhan air untuk operasional data center harus dipenuhi dari sumber yang tidak mengurangi pasokan air waduk yang selama ini diperuntukkan bagi masyarakat.

    Karena itu, setiap investasi data center yang membutuhkan air dalam jumlah besar didorong memiliki sumber air mandiri melalui teknologi desalinasi air laut atau SWRO.

    “Investasi tentu kita dorong terus tumbuh di Batam. Namun, kebutuhan pendukungnya juga harus disiapkan secara baik. Untuk industri yang membutuhkan air dalam jumlah besar, kita mendorong agar dapat memenuhi kebutuhannya melalui sumber air mandiri dengan teknologi SWRO,” kata Amsakar, Jumat (25/9/2026).

    Menurut Amsakar, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kepentingan investasi dan kebutuhan masyarakat. Pertumbuhan industri, khususnya data center, tidak boleh sepenuhnya bergantung pada sumber air baku yang juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

    Dari sekitar 10 rencana pengembangan data center ke depan, saat ini satu data center telah beroperasi dan menyambut baik kebijakan pembangunan SWRO secara mandiri. Skema serupa juga akan dikembangkan oleh data center lainnya.

    Dalam dua hingga tiga tahun mendatang, Batam diproyeksikan memperoleh tambahan kapasitas produksi air melalui SWRO sekitar 750 liter per detik pada tahap awal. Kapasitas tersebut ditargetkan meningkat menjadi sekitar 1.000 liter per detik melalui pembangunan SWRO di dua kawasan, yakni KEK Nongsa dan kawasan industri Kabil.

    Amsakar menyebut pembangunan sumber air mandiri tersebut sebagai langkah yang saling melengkapi antara kebutuhan dunia usaha dan kepentingan masyarakat.

    “Ini betul-betul komplementer, saling melengkapi antara kebijakan kita dengan kepentingan pelaku usaha, tanpa mengganggu kapasitas produksi waduk untuk masyarakat ke depan,” ujarnya.

    Lebih jauh, pembangunan SWRO tidak hanya dipandang sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan operasional data center. Dalam jangka panjang, keberadaan fasilitas tersebut juga berpotensi memperkuat ketahanan air bersih di Batam.

    Apabila produksi air hasil pengolahan melalui SWRO nantinya melebihi kebutuhan operasional data center, kelebihan kapasitas tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat.

    Namun, pemanfaatan air tersebut tetap perlu mempertimbangkan sejumlah faktor, antara lain kapasitas produksi SWRO, kualitas air hasil pengolahan, serta kesiapan jaringan distribusi agar pemanfaatannya dapat berjalan optimal.

    Amsakar berharap pembangunan sumber air baru tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Batam dalam mengantisipasi peningkatan kebutuhan air seiring dengan pertumbuhan kawasan perkotaan dan investasi.

    “Kita tentu tidak hanya berpikir bagaimana kebutuhan industri terpenuhi. Lebih dari itu, kalau kapasitas dan infrastrukturnya memungkinkan, hasil pengolahan air ini juga dapat membuka peluang untuk mendukung kebutuhan masyarakat,” katanya.

    Menurut Amsakar, keberadaan data center merupakan salah satu sektor strategis yang dapat memperkuat struktur ekonomi Batam pada masa mendatang. Pertumbuhan sektor tersebut diharapkan turut mendorong aktivitas di berbagai bidang, mulai dari konstruksi, kebutuhan tenaga kerja profesional, hingga perkembangan sektor pendukung lainnya.

    Dengan demikian, investasi data center tidak hanya memberikan dampak pada sektor industri itu sendiri, tetapi juga berpotensi menciptakan efek berganda bagi perekonomian lokal Batam. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Perkuat Ekosistem Inovasi, Batam dan Surabaya Teken Kerja Sama

    Perkuat Ekosistem Inovasi, Batam dan Surabaya Teken Kerja Sama

    Kepala BRIDA Kota Batam, Efrius, bersama Kepala BRIDA Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, menandatangani PKS bersama di Kantor BRIDA Kota Surabaya, Kamis (24/9/2026). Dok PEMKO BATAM

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Batam dan BRIDA Kota Surabaya memperkuat kerja sama di bidang riset, inovasi, dan transfer pengetahuan antardaerah.

    Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BRIDA Kota Batam dan BRIDA Kota Surabaya di Kantor BRIDA Kota Surabaya, Kamis (24/9/2026).

    Kepala BRIDA Kota Batam, Efrius, menandatangani PKS bersama Kepala BRIDA Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji. Kerja sama ini menjadi langkah untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi melalui pertukaran pengetahuan serta kolaborasi antarlembaga.

    Melalui kerja sama tersebut, kedua daerah akan memperluas ruang kolaborasi dan membangun hubungan kelembagaan yang berkelanjutan. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat mendukung penyelenggaraan pemerintahan serta menjawab kebutuhan masyarakat melalui pengembangan riset dan inovasi.

    “Sinergi ini diharapkan dapat membuka ruang bagi Kota Batam dan Kota Surabaya untuk saling berbagi pengalaman, gagasan, dan praktik dalam pengembangan riset dan inovasi,” ujar Efrius.

    Kerja sama antara BRIDA Batam dan BRIDA Surabaya menjadi bagian dari upaya memperkuat peran riset dan inovasi sebagai pendukung pembangunan daerah. Pertukaran pengalaman antardaerah diharapkan dapat mendorong lahirnya gagasan dan inovasi yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan masing-masing daerah. (Humas Diskominfo Batam / Rizka)

  • Hari Jadi ke-24 Kepri Tingkat Kota Batam, Dorong Pembangunan Berkelanjutan

    Hari Jadi ke-24 Kepri Tingkat Kota Batam, Dorong Pembangunan Berkelanjutan

    Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan kolaborasi untuk pembangunan yang berkelanjutan.

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengajak seluruh elemen menjaga semangat gotong royong, melanjutkan capaian pembangunan, dan bersama-sama membawa Batam serta Kepri semakin maju.

    Dari Penyengat menyatukan semangat, Kepri maju berkelanjutan.

    Video: HUMAS DISKOMINFO BATAM / MUHAMZANI

    #HariJadiKepri #Kepri24 #Batam #AmsakarAchmad #LiClaudiaChandra #MediaCenterBatam

  • Hari Jadi Kepri, Amsakar Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Berkelanjutan

    Hari Jadi Kepri, Amsakar Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Berkelanjutan

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, dan sejumlah pejabat usai upacara HUT ke-24 Kepri tingkat Kota Batam di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Kamis (24/9/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan komitmen melanjutkan pembangunan daerah secara berkelanjutan.

    Pesan tersebut disampaikan Amsakar saat memimpin Upacara Bendera Peringatan Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau Tingkat Kota Batam Tahun 2026 di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Kamis (24/9/2026).

    Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, Ketua TP-PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam.

    Amsakar mengatakan, hari jadi daerah tidak semestinya hanya dimaknai sebagai penanda bertambahnya usia. Momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali capaian pembangunan, melakukan evaluasi, sekaligus menyiapkan langkah menghadapi tantangan ke depan.

    “Peringatan hari jadi bukan sekadar menandai usia, tetapi menjadi sarana menakar prestasi, menyiapkan langkah, dan menyalakan semangat baru menghadapi tantangan masa depan,” ujar Amsakar.

    Hari Jadi ke-24 Kepri tahun ini mengusung tema “Dari Penyengat Menyatukan Semangat, Kepri Maju Berkelanjutan.” Menurut Amsakar, tema tersebut memiliki pesan kuat karena menghubungkan nilai sejarah dengan semangat pembangunan masa depan.

    Ia menyebut Pulau Penyengat bukan hanya memiliki nilai historis, tetapi juga menjadi bagian penting dari sejarah dan peradaban Melayu. Nilai sejarah dan budaya tersebut dinilai dapat menjadi fondasi untuk memperkuat persatuan serta membangun semangat bersama dalam mewujudkan Kepri yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.

    “Kemajuan Kepulauan Riau harus dibangun di atas akar budaya yang kuat, namun tetap berorientasi kepada masa depan yang berkelanjutan,” tegasnya.

    Dalam konteks pembangunan Kepri, Amsakar menilai Batam memiliki posisi strategis. Sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Kepri, Batam terus memainkan peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

    Hal tersebut tercermin dari sejumlah indikator ekonomi. Hingga triwulan II 2026, ekonomi Batam tumbuh sebesar 7,28 persen. Sementara itu, kontribusi Batam terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Kepri mencapai 66,82 persen.

    Dari sisi investasi, realisasi hingga semester I 2026 mencapai Rp38,97 triliun atau 55,67 persen dari target Rp70 triliun.

    Capaian pembangunan juga terlihat dari sejumlah indikator sosial. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam meningkat dari 83,3 pada 2024 menjadi 83,8 pada 2025. Pada periode yang sama, tingkat pengangguran terbuka turun dari 7,68 persen menjadi 7,57 persen.

    Angka kemiskinan juga menurun, dari 4,85 persen pada 2024 menjadi 3,81 persen pada 2025.

    Menurut Amsakar, capaian tersebut menunjukkan bahwa pembangunan Batam tidak hanya diarahkan pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

    “Hal ini menegaskan bahwa Batam tidak hanya menjadi tujuan investasi, tetapi juga pusat penciptaan nilai ekonomi,” katanya.

    Amsakar menegaskan, berbagai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama. Pembangunan Batam melibatkan Pemerintah Kota Batam, Forkopimda, Badan Pengusahaan (BP) Batam, pemerintah pusat, dunia usaha, serta masyarakat.

    Karena itu, ia menilai semangat kolaborasi perlu terus dipelihara sebagai modal penting dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan ke depan.

    Memasuki perjalanan Kepri yang semakin panjang, Amsakar mengajak seluruh pihak menjadikan peringatan hari jadi sebagai energi untuk terus memperbaiki kualitas pembangunan dan meningkatkan manfaatnya bagi masyarakat.

    “Marilah kita jadikan momentum Hari Jadi Kepulauan Riau ini sebagai inspirasi dan motivasi untuk mencapai prestasi yang lebih gemilang dengan semangat kebersamaan, kegotongroyongan, bekerja keras, dan berinovasi,” ajaknya.

    Ia berharap semangat tersebut terus menguatkan sinergi Batam dan Provinsi Kepri dalam menjaga capaian yang telah diraih serta menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan.

    “Semoga semangat ini terus menguatkan langkah kita dalam mewujudkan Batam dan Provinsi Kepri yang maju dan berkelanjutan,” tutupnya. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Selamat Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau

    Selamat Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau

    Dari penyengat, menyatukan semangat. Bersama kita wujudkan Kepri maju dan berkelanjutan, untuk masyarakat yang semakin sejahtera dan daerah yang semakin gemilang.

    24 September 2002 – 24 September 2026 Dari Penyengat, Menyatukan Semangat, Kepri Maju Berkelanjutan. Selamat Hari Jadi Provinsi Kepri.

    HUMAS DISKOMINFO BATAM / M RASYID J

    #HUTKepri24 #AmsakarLiClaudia #KepriBerkelanjutan #Batam #MediaCenterBatam

  • Peluncuran Tim Cakalang, Urus Dokumen Kapal Makin Mudah

    Peluncuran Tim Cakalang, Urus Dokumen Kapal Makin Mudah

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, meluncurkan Tim Cakalang, layanan terpadu dan gratis yang hadir langsung ke wilayah hinterland untuk memangkas kerumitan administrasi kapal nelayan.

    Tak hanya itu, 100 mesin ketinting juga diserahkan untuk mendukung produktivitas nelayan. Dari pelayanan yang lebih dekat, hingga sarana yang lebih kuat—semuanya untuk nelayan Batam yang semakin berdaya.

    Video: HUMAS DISKOMINFO BATAM / IIN ARIYANTI

    #Batam #TimCakalang #NelayanBatam #HinterlandBatam #AmsakarAchmad #BatamBerdaya

  • Amsakar Luncurkan Tim Cakalang, Permudah Administrasi Kapal Nelayan di Hinterland

    Amsakar Luncurkan Tim Cakalang, Permudah Administrasi Kapal Nelayan di Hinterland

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyerahkan bantuan sarana dan prasarana perikanan saat meresmikan Tim Cakalang di Pulau Kasu, Belakang Padang, Selasa (22/9/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus memperkuat pelayanan bagi masyarakat pesisir, khususnya nelayan di wilayah hinterland. Salah satunya melalui peluncuran Tim Percepatan Administrasi Kapal Nelayan Gratis (Tim Cakalang) di Kampung Nelayan Merah Putih, Kelurahan Kasu, Kecamatan Belakang Padang, Selasa (22/9/2026).

    Tim tersebut diluncurkan langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Pada kesempatan yang sama, Amsakar juga menyerahkan bantuan 100 unit mesin ketinting kepada nelayan Kota Batam.

    Peluncuran Tim Cakalang ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Batam Nomor 387 Tahun 2026 tentang pembentukan tim lintas instansi tersebut.

    Selain bantuan mesin ketinting, kegiatan itu juga diisi dengan penyerahan santunan Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp42 juta kepada ahli waris nelayan, bantuan kuota internet gratis dari XL Axiata untuk 10 titik lokasi, serta penandatanganan komitmen bersama pelayanan nelayan.

    Amsakar mengapresiasi sinergi Pemko Batam, DPRD Kota Batam, dan instansi vertikal dalam menghadirkan pelayanan yang menjawab langsung kebutuhan masyarakat pesisir.

    “Substansi pembangunan itu ada tiga: mengadakan yang belum ada, meningkatkan yang sudah ada, dan memberdayakan yang membutuhkan. Hari ini kita hadir melaksanakan ketiganya. Melalui Tim Cakalang, kita hadir memotong rantai birokrasi yang rumit agar nelayan mudah mendapatkan BBM bersubsidi,” ujar Amsakar.

    Menurutnya, keberadaan Tim Cakalang tidak berhenti pada seremoni peluncuran. Tim tersebut harus memastikan pelayanan administrasi kapal berjalan secara berkelanjutan, cepat, dan gratis.

    Amsakar meminta nelayan tidak lagi terbebani dengan proses pengurusan dokumen kapal yang selama ini membutuhkan koordinasi dengan sejumlah instansi. Ia juga mengingatkan agar bantuan mesin ketinting dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas nelayan.

    “Bantuan yang diberikan harus digunakan sebaik-baiknya. Jangan hanya disimpan. Manfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan keluarga,” pesannya.

    Di sisi lain, Amsakar menyampaikan sejumlah program Pemko Batam yang diarahkan untuk memperkuat sumber daya manusia dan jaring pengaman sosial masyarakat, termasuk seragam sekolah gratis, peningkatan bantuan bagi lansia menjadi Rp400 ribu per orang, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi nelayan dan pekerja rentan, serta program beasiswa perguruan tinggi bagi anak-anak hinterland dan keluarga kurang mampu.

    “Langkah ini selaras dengan agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya poin keenam untuk membangun dari kelurahan dan desa. Di Batam, kita butuh energi bersama untuk melompat lebih cepat. Mari kita fokus memberi solusi dan memperkuat SDM anak-anak kita agar siap mengisi arus pembangunan Batam ke depan,” kata Amsakar.

    Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admajianto, menjelaskan, pembentukan Tim Cakalang dilatarbelakangi masih rendahnya kepemilikan dokumen resmi kapal nelayan di Batam.

    Dari total 7.224 kapal berkapasitas 0-5 Gross Ton (GT), baru sekitar 898 kapal yang memiliki dokumen rekomendasi pembelian BBM resmi dari BPH Migas.

    Yudi mengatakan, sebelumnya nelayan harus melalui sejumlah tahapan administrasi yang melibatkan berbagai instansi. Proses tersebut antara lain pengurusan surat tukang di kelurahan atau kecamatan, E-Pas Kecil di KSOP Batam dan Tanjungbalai Karimun, Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui PTSP, E-BKP di Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau, hingga surat rekomendasi dari Dinas Perikanan.

    “Tim Cakalang menggabungkan seluruh unsur terkait untuk turun langsung ke pulau-pulau. Nelayan tidak perlu lagi jauh-jauh mengurus dokumen ke kota,” ujar Yudi.

    Sepanjang 2026, Tim Cakalang dijadwalkan turun sebanyak enam kali ke sejumlah wilayah hinterland, di antaranya Pulau Kasu, Pulau Terong, Bulang, dan Galang. Pemerintah menargetkan penerbitan hingga 1.500 surat rekomendasi pada Desember 2026.

    Untuk bantuan sarana perikanan tangkap, Yudi menyebutkan 100 unit mesin ketinting dengan nilai total sekitar Rp500 juta disalurkan melalui pokok pikiran Wakil Ketua I DPRD Kota Batam Aweng Kurniawan kepada nelayan di Kecamatan Belakang Padang.

    Khusus di Pulau Kasu, sebanyak 50 nelayan penerima bantuan juga langsung difasilitasi dalam penerbitan dokumen kapal di lokasi pada hari yang sama.

    Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan pelayanan administrasi kapal serta penyerahan bantuan secara simbolis kepada perwakilan nelayan Kampung Nelayan Merah Putih. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)