Category: Berita

Auto Added by WPeMatico

  • Amsakar: Budaya Melayu Perkuat Identitas dan Pariwisata Batam

    Amsakar: Budaya Melayu Perkuat Identitas dan Pariwisata Batam

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri penutupan Sembang Budaye LAM enam kecamatan wilayah timur di Lapangan Bola Legenda Malaka, Batam Kota, Minggu (13/9/2026) malam. HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan budaya Melayu merupakan bagian penting dari identitas Batam yang perlu terus dijaga dan dikembangkan. Menurutnya, kekayaan budaya juga dapat menjadi kekuatan untuk memperkuat daya tarik pariwisata daerah.

    Hal tersebut disampaikan Amsakar saat menghadiri penutupan Sembang Budaye Lembaga Adat Melayu (LAM) enam kecamatan wilayah timur di Lapangan Bola Legenda Malaka, Kelurahan Baloi Permai, Kecamatan Batam Kota, Minggu (13/9/2026) malam.

    Kegiatan yang mengusung tema “Menjulang Adat dan Marwah dengan Merangkai Seni Budaya Melayu” itu melibatkan enam kecamatan, yakni Bulang, Galang, Nongsa, Batam Kota, Sungai Beduk, dan Bengkong.

    Beragam seni budaya Melayu ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari Joget Lambak, Joget 60-an, Tarung Pantun, hingga lantunan Gurindam 12. Masyarakat juga dihibur penampilan artis Malaysia Roger Kajol dan Grup Malaykustik.

    Amsakar mengatakan Sembang Budaye menjadi salah satu upaya untuk mempertegas identitas Batam sebagai daerah yang memiliki akar budaya Melayu yang kuat.

    “Ini adalah ikhtiar kita untuk meletakkan secara jelas identitas negeri,” ujar Amsakar.

    Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial. Pemerintah juga perlu menghadirkannya melalui kebijakan yang memberikan kepastian terhadap keberlangsungan adat dan budaya.

    Amsakar menyebut Batam telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Lembaga Adat Melayu Provinsi Kepulauan Riau di Kota Batam. Selain itu, Pemerintah Kota Batam bersama pihak terkait tengah memfinalisasi Perda tentang Kampung Tua.

    Ia menilai kedua regulasi tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga identitas, adat, sejarah, dan budaya Melayu di Batam.

    “Dua Perda ini semakin menegaskan bahwa keberpihakan terhadap negeri ini melalui budaya harus betul-betul nyata,” katanya.

    Amsakar berharap kegiatan seni dan budaya seperti Sembang Budaye dapat terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Selain menjaga warisan budaya, kegiatan tersebut dinilai dapat mendukung pengembangan pariwisata Batam.

    “Melalui suguhan budaya ini dapat memberikan nilai tambah bagi Batam untuk menegaskan Batam sebagai destinasi wisata budaya,” ujar Amsakar.

    Ketua Umum LAM Kepri Kota Batam, Raja Muhammad Amin, mengatakan Sembang Budaye digelar dalam rangka sempena Hari Jadi LAM Batam ke-26. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk bertemu sekaligus mengenalkan dan menghidupkan kembali berbagai seni budaya Melayu.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Batam, khususnya Wali Kota Amsakar Achmad, atas dukungan terhadap keberadaan dan penguatan kelembagaan adat Melayu.

    “Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Wali Kota Batam karena di era beliaulah LAM memiliki Perda,” katanya.

    Rangkaian Sembang Budaye juga akan dilanjutkan di wilayah barat. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 3 Oktober 2026 di Kecamatan Sekupang.

    Penutupan Sembang Budaye berlangsung dalam suasana akrab. Alunan musik Melayu, pantun, gurindam, dan tarian menyatu dengan antusiasme masyarakat yang memenuhi kawasan kegiatan.

    Amsakar turut berjoget bersama masyarakat. Momen tersebut menambah keakraban sekaligus memperlihatkan bahwa seni dan budaya dapat menjadi ruang perjumpaan antara pemerintah dan masyarakat. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Amsakar Dorong Bass Cup Jadi Ajang Pembinaan Atlet Basket Batam

    Amsakar Dorong Bass Cup Jadi Ajang Pembinaan Atlet Basket Batam

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menutup Kejuaraan Bola Basket Bass Cup III 2026 di GOR TM Arena, Minggu (13/9/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong Kejuaraan Bola Basket Bass Cup III 2026 tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan dan pencarian atlet-atlet muda potensial di Kota Batam. Hal itu disampaikan Amsakar saat menghadiri sekaligus menutup Kejuaraan Bola Basket Bass Cup III 2026 di GOR TM Arena, Minggu (13/9/2026).

    Amsakar mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan turnamen tersebut. Menurutnya, kompetisi olahraga yang digelar secara berkelanjutan dapat memberikan ruang bagi atlet muda untuk mengasah kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding.

    “Saya mengapresiasi kegiatan ini. Mudah-mudahan melalui kegiatan seperti ini akan lahir bibit-bibit atlet yang nantinya bisa kita rekrut untuk memperkuat tim Kota Batam dan membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi,” ujar Amsakar.

    Ia berharap Bass Cup dan kompetisi basket lainnya dapat terus digelar secara konsisten. Dengan semakin banyak pertandingan, para pemain dinilai memiliki lebih banyak kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dan menunjukkan potensi terbaik mereka.

    Amsakar juga mengingatkan klub dan peserta agar menjadikan setiap pertandingan sebagai bagian dari proses pembelajaran. Menurutnya, kemenangan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan dalam sebuah kompetisi.

    Sportivitas dan kemampuan menerima hasil pertandingan dengan sikap dewasa, kata dia, juga menjadi bagian penting yang harus dimiliki setiap atlet.

    “Kepada para klub, saya ucapkan selamat kepada yang sudah sampai pada tahapan ini. Yang paling penting bagaimana kita menjunjung sportivitas dan memahami bahwa dalam setiap event pasti ada evaluasi. Dari evaluasi itulah kita bisa terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas,” katanya.

    Di sisi lain, Amsakar menegaskan Pemerintah Kota Batam terus membuka ruang bagi perkembangan olahraga di daerah. Ia menyebut Batam telah memiliki pengalaman menjadi tuan rumah FIBA 3×3 Batam Championship yang diikuti peserta dari 23 negara.

    Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan Batam memiliki potensi untuk menjadi salah satu daerah tujuan penyelenggaraan kompetisi olahraga berskala internasional.

    “Batam sudah membuat sejarah dengan menyelenggarakan FIBA 3×3 Batam Championship yang menghadirkan 23 negara. Tidak tertutup kemungkinan ke depan kita akan meningkatkan levelnya menjadi event internasional yang lebih besar,” ungkapnya.

    Amsakar optimistis semakin banyaknya kompetisi olahraga di Batam akan membuka lebih banyak kesempatan bagi talenta-talenta muda untuk berkembang dan meraih prestasi.

    Ia berharap Bass Cup dapat terus berkembang dan menjadi agenda olahraga yang konsisten dalam mendukung pembinaan serta melahirkan atlet-atlet basket terbaik dari Kota Batam.

    “Semoga kegiatan ini terus berkembang, semakin baik dari tahun ke tahun, dan menjadi bagian dari proses kita melahirkan atlet-atlet terbaik Kota Batam,” tutupnya. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Bersama Polresta Barelang dan PSSI, Amsakar Berbagi 1.000 Paket Beras

    Bersama Polresta Barelang dan PSSI, Amsakar Berbagi 1.000 Paket Beras

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan sambutan saat menghadiri pembagian 1.000 paket beras di Sekupang, Minggu (13/9/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Polresta Barelang dan Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Batam berbagi 1.000 paket beras kepada anak yatim dan masyarakat di Kecamatan Sekupang, Minggu (13/9/2026).

    Kegiatan sosial tersebut berlangsung di Perumahan Villa Sampurna 1, Kelurahan Tiban Indah, Kecamatan Sekupang. Aksi ini menjadi bentuk kepedulian bersama sekaligus upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.

    Amsakar mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kepedulian yang dibangun melalui kolaborasi dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Ini acara yang luar biasa. Ini menandakan bahwa kolaborasi dan kerja sama adalah kunci untuk membuat Batam semakin hebat,” ujar Amsakar.

    Ia mengatakan, kondisi inflasi perlu terus dikendalikan bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri sehingga diperlukan keterlibatan berbagai pihak untuk membantu masyarakat, termasuk melalui kegiatan sosial yang dapat menjaga daya beli.

    Menurut Amsakar, pembagian 1.000 paket beras menjadi salah satu bentuk kepedulian yang diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat.

    “Untuk meningkatkan daya beli masyarakat, salah satu yang kita lakukan adalah berupaya membagikan 1.000 paket beras. Mudah-mudahan semakin banyak warga yang bisa kita bantu sehingga upaya menekan dampak inflasi dapat kita lakukan bersama,” katanya.

    Di sisi lain, Amsakar menyampaikan sejumlah indikator positif terkait perkembangan ekonomi Batam. Hingga semester I 2026, pertumbuhan ekonomi Batam tercatat mencapai 7,28 persen.

    Realisasi investasi juga telah mencapai sekitar Rp29,9 triliun. Sementara itu, tingkat kemiskinan turun dari 4,86 persen menjadi 3,81 persen dan tingkat pengangguran terbuka menurun dari 7,06 persen menjadi 6,76 persen.

    “Ini menandakan bahwa ekonomi di Batam semakin bergerak,” ujarnya.

    Meski demikian, Amsakar menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus diikuti dengan pemerataan manfaat pembangunan. Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu memastikan pergerakan ekonomi memberikan dampak positif yang dapat dirasakan masyarakat.

    Sementara itu, Ketua Askot PSSI Kota Batam sekaligus Anggota DPRD Kota Batam, Rival Pribadi, mengatakan, kegiatan berbagi tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus dukungan terhadap program pemerintah.

    Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

    “Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah, khususnya bagaimana kita bersama-sama membantu masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan,” ujar Rival.

    Melalui kegiatan tersebut, Pemko Batam mendorong agar semangat gotong royong dan kolaborasi antarelemen masyarakat terus diperkuat. Kebersamaan tersebut diharapkan tidak hanya hadir dalam kegiatan sosial, tetapi juga dalam berbagai upaya membangun Batam yang semakin maju, tangguh, dan sejahtera.

    Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolresta Barelang Kombes Anggoro Wicaksono, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau, Guntur Sahat Hamonangan, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam, Zulkifli Aman, Camat Sekupang, Ersan, Kapolsek Sekupang Kompol Hippal Tua Sirait, serta Komandan Koramil 02/Sekupang, Kapten Inf. H.P. Siregar. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Amsakar ke KAHMI: Mari Bergerak Bersama Membangun Batam

    Amsakar ke KAHMI: Mari Bergerak Bersama Membangun Batam

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan sambutan saat menghadiri KFJS di Lapangan SP Plaza, Minggu (13/9/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengajak Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Batam dan seluruh elemen masyarakat memperkuat kebersamaan, kekompakan, serta semangat kolaborasi untuk mendukung kemajuan daerah. Ajakan tersebut disampaikan Amsakar saat menghadiri KAHMI Forever Jalan Sehat (KFJS) yang digelar di Lapangan SP Plaza, Minggu (13/9/2026).

    Kegiatan yang diselenggarakan KAHMI Kota Batam itu berlangsung semarak dan diikuti para alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) serta masyarakat. Selain menjadi sarana menjaga kebugaran, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan antara alumni dan masyarakat.

    Amsakar mengapresiasi pelaksanaan KFJS yang dinilainya memberikan dampak positif, tidak hanya bagi kesehatan, tetapi juga dalam memperkuat hubungan sosial dan persaudaraan.

    Menurutnya, kegiatan yang melibatkan masyarakat, seperti jalan sehat, dapat menjadi ruang untuk membangun kekompakan. Semangat kebersamaan itu penting untuk terus dijaga, terutama di Batam yang terus berkembang dengan dinamika pembangunan yang semakin pesat.

    “Mari kita gunakan momentum ini untuk membangun kebersamaan dan kekompakan. Dengan kebersamaan, berbagai tantangan yang kita hadapi akan lebih mudah kita selesaikan. Mari bergerak bersama membangun Batam,” ujar Amsakar.

    Ia menegaskan, Pemerintah Kota Batam bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, terus berupaya menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

    Menurut Amsakar, upaya tersebut membutuhkan kerja bersama, koordinasi, dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri sehingga dukungan serta partisipasi seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan Batam yang semakin baik.

    “Sampai dengan saat ini, saya bersama Ibu Li Claudia terus berupaya semaksimal mungkin menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi warga. Tentu ini membutuhkan dukungan dan kebersamaan kita semua,” katanya.

    Amsakar berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan KFJS dapat terus diwujudkan dalam berbagai bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat.

    Ia juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga suasana yang kondusif serta memberikan energi positif bagi pembangunan Batam.

    “Ayo kita jadikan Batam semakin hebat dan dahsyat ke depan. Mari kita bergerak bersama, membangun kebersamaan dan memberikan kontribusi terbaik untuk Batam,” ucapnya. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Amsakar Ikut Jalan dan Senam Bersama Ribuan Warga Batu Ampar, Tekankan Pentingnya Kekompakan

    Amsakar Ikut Jalan dan Senam Bersama Ribuan Warga Batu Ampar, Tekankan Pentingnya Kekompakan

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, jalan santai bersama ribuan warga dalam acara Senam Sehat dan Jalan Santai Batu Ampar 2026 di Taman Pacific Hotel Batam, Kecamatan Batu Ampar, Minggu (13/9/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, melepas peserta sekaligus ikut Senam Sehat dan Jalan Santai Batu Ampar 2026 yang dirangkaikan dengan Senam Sehat dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kecamatan Batu Ampar, Minggu (13/9/2026).

    Kegiatan yang dipusatkan di Taman Pacific Hotel Batam, Kecamatan Batu Ampar, tersebut mengusung tema “Sehat Bersama Batu Ampar Hebat”. Ribuan warga antusias mengikuti kegiatan yang tidak hanya menjadi sarana berolahraga, tetapi juga mempererat silaturahmi dan kebersamaan.

    Dalam sambutannya, Amsakar menyambut baik pelaksanaan Jalan Santai dan Senam Sehat yang melibatkan masyarakat Batu Ampar. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi masyarakat untuk berolahraga sekaligus memperkuat hubungan sosial dalam suasana yang santai dan penuh kebersamaan.

    “Saya menyambut baik terselenggaranya gerak jalan santai dan senam sehat ini. Mudah-mudahan kegiatan ini memberikan manfaat bagi kesehatan sekaligus memperkuat kebersamaan kita,” ujar Amsakar.

    Ia mengatakan, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.

    “Ayo kita jadikan momentum HUT RI ini untuk memberikan kontribusi terbaik dari anak bangsa kepada negeri yang kita cintai,” katanya.

    Amsakar menekankan bahwa pembangunan daerah membutuhkan kekompakan dan soliditas seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia mengajak warga untuk terus menjaga harmoni, baik di lingkungan tempat tinggal maupun dalam kehidupan bermasyarakat di Kecamatan Batu Ampar.

    Menurutnya, semangat gotong royong dan kebersamaan merupakan modal penting untuk mewujudkan Batam yang semakin maju. Perbedaan yang ada di tengah masyarakat, kata dia, hendaknya tidak menjadi penghambat dalam membangun daerah.

    “Dengan cara membangun kekompakan, soliditas dan harmoni, baik di lingkup masyarakat maupun kecamatan, kita akan memiliki energi yang besar untuk membangun Batam,” tuturnya.

    Amsakar juga mengajak masyarakat mengurangi pembicaraan dan sikap yang bersifat kontraproduktif serta tidak memberikan manfaat bagi kemajuan daerah.

    “Berhenti kita memperbincangkan hal-hal yang kontraproduktif. Batam membutuhkan energi bersama untuk menjadikan negeri ini menjadi lebih hebat,” tegas Amsakar.

    Ia berharap semangat kebersamaan yang terlihat dalam kegiatan Jalan Santai dan Senam Sehat tersebut terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Senam Sehat dan Jalan Santai Batu Ampar 2026 berlangsung meriah. Warga dari berbagai kalangan mengikuti kegiatan dengan penuh antusias sekaligus menikmati momentum kebersamaan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

    Melalui kegiatan tersebut, semangat hidup sehat diharapkan berjalan beriringan dengan semangat persatuan dan gotong royong. Dengan demikian, masyarakat Batu Ampar semakin solid dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kota Batam. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Buka Mubes PK NTT Batam, Amsakar Tekankan Keberagaman Harus Jadi Kekuatan

    Buka Mubes PK NTT Batam, Amsakar Tekankan Keberagaman Harus Jadi Kekuatan

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, disambut tarian khas NTT saat menghadiri Mubes PK NTT Kota Batam di Golden View Hotel, Sabtu (12/9/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengajak masyarakat Batam asal Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam membangun daerah. Hal itu disampaikan Amsakar saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) Perkumpulan Keluarga Besar Nusa Tenggara Timur (PK NTT) Kota Batam di Golden View Hotel, Sabtu (12/9/2026).

    Kehadiran Amsakar disambut tarian khas NTT. Penyambutan tersebut sekaligus menjadi gambaran keberagaman budaya yang turut mewarnai kehidupan masyarakat di Kota Batam.

    Dalam sambutannya, Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PK NTT. Menurutnya, forum tersebut penting tidak hanya bagi keberlangsungan organisasi, tetapi juga untuk memperkuat kontribusi masyarakat NTT dalam pembangunan dan kehidupan sosial di Batam.

    Ia mengatakan, Batam merupakan daerah multikultural dengan tingkat heterogenitas masyarakat yang tinggi. Keberagaman tersebut, menurutnya, merupakan kekuatan yang harus terus dirawat melalui kebersamaan, toleransi, dan persaudaraan.

    “Saya katakan acara ini penting karena pertama yang harus kita pahami bahwa Batam ini adalah negeri yang multikultural. Batam adalah negeri yang tingkat heterogenitasnya sangat tinggi,” ujar Amsakar.

    Menurutnya, keberadaan masyarakat dengan latar belakang suku, budaya, dan daerah asal yang beragam merupakan bagian dari perjalanan Batam. Karena itu, masyarakat NTT diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari masyarakat Batam, tetapi juga turut memberikan warna melalui kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

    Ia berharap Mubes PK NTT tidak berhenti sebagai forum pergantian kepengurusan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran masyarakat NTT dalam berbagai bidang kehidupan di Kota Batam.

    “Mudah-mudahan tidak hanya sekadar hadir, tapi dapat mewarnai perjalanan rentak sejarah Batam ini sekarang dan ke depan,” katanya.

    Amsakar menegaskan, keberagaman Batam harus menjadi kekuatan bersama. Dengan masyarakat yang berasal dari berbagai latar belakang, seluruh warga diminta menempatkan Batam sebagai rumah bersama.

    “Karena keberagaman yang besar, karena tingkat heterogenitas yang sedemikian tinggi, maka sesama anak Batam berasal dari mana pun harus menjadikan Batam ini sebagai rumah kita bersama,” tegasnya.

    Ia juga mengajak masyarakat NTT membangun rasa memiliki terhadap Batam. Menurutnya, latar belakang daerah asal tidak seharusnya menjadi pembatas dalam membangun kebersamaan sebagai warga Batam.

    “Jangan maknai kita sebagai warga NTT yang merantau ke Batam, tapi maknai sebagai warga Batam yang berasal dari NTT,” ungkapnya.

    Sementara itu, Ketua Umum PK NTT Kota Batam, Andi S. Mukhtar, mengatakan, organisasi tersebut terus berupaya memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan Kota Batam.

    Ia menyebutkan, PK NTT aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, keagamaan, olahraga, budaya, dan silaturahmi. Berbagai kegiatan tersebut dilakukan untuk memperkuat kebersamaan masyarakat NTT di Kota Batam.

    “PK NTT hadir dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, kegiatan keagamaan, kegiatan olahraga, kegiatan budaya, silaturahmi serta berbagai kegiatan bertujuan menjaga kebersamaan masyarakat NTT di Kota Batam,” kata Andi.

    Menurutnya, berbagai kegiatan tersebut dilaksanakan dengan keyakinan bahwa masyarakat NTT di Batam tidak hanya ingin hidup dengan baik di tanah perantauan, tetapi juga memberikan kontribusi bagi daerah yang telah menjadi tempat mereka hidup dan berkembang.

    “Kami hadir dengan suatu keyakinan bahwa masyarakat NTT di Kota Batam bukan hanya ingin hidup baik di tanah perantau, tetapi juga ingin memberikan sesuatu yang baik bagi Kota Batam,” ujarnya. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Amsakar: GMPP Harus Jadi Jembatan Masyarakat Pesisir dan Pemerintah

    Amsakar: GMPP Harus Jadi Jembatan Masyarakat Pesisir dan Pemerintah

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan sambutan saat menghadiri Pengukuhan Pengurus GMPP Kota Batam di Golden View Hotel, Bengkong, Sabtu (12/9/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong Gerakan Masyarakat Peduli Pesisir (GMPP) Kota Batam menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat peran sekaligus perlindungan terhadap masyarakat pesisir di tengah pesatnya pembangunan daerah. Hal itu disampaikan Amsakar saat menghadiri Pengukuhan Pengurus GMPP Kota Batam di Golden View Hotel, Bengkong, Sabtu (12/9/2026).

    Amsakar mengatakan, Batam memiliki karakteristik sebagai daerah maritim dengan wilayah pesisir yang luas. Kondisi tersebut membuat berbagai persoalan yang berkaitan dengan masyarakat pesisir membutuhkan perhatian dan penanganan secara bersama.

    Menurutnya, pembangunan Batam harus terus berjalan dengan tetap memperhatikan masyarakat yang kehidupannya bersentuhan langsung dengan aktivitas pembangunan.

    “Pemerintah tidak bisa bekerja atas maunya pemerintah saja, tetapi mesti ada penglibatan dan keikutsertaan masyarakat di dalamnya,” kata Amsakar.

    Ia menegaskan, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam menentukan dan menjalankan kebijakan. Keterlibatan masyarakat diperlukan agar pembangunan memberikan manfaat yang lebih luas sekaligus dapat meminimalkan berbagai dampak yang mungkin timbul.

    Amsakar menjelaskan, setiap pembangunan memiliki konsekuensi yang harus dikelola secara bijaksana. Karena itu, masyarakat yang terdampak perlu mendapat perhatian dan dilibatkan dalam mencari solusi terbaik.

    Masyarakat pesisir yang dimaksud, kata dia, tidak hanya nelayan, tetapi juga petani dan masyarakat tempatan yang memiliki ketergantungan terhadap ruang hidup serta sumber daya di wilayah pesisir.

    “Mau dia bernama nelayan, mau dia bernama petani, mau dia bernama masyarakat tempatan, bagaimana konsekuensi itu diminimalisir, bagaimana agar konsekuensi itu dibantu mencari jalan terbaiknya,” tuturnya.

    Dalam konteks tersebut, Amsakar berharap GMPP tidak hanya menjadi organisasi yang menghimpun masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap wilayah pesisir. GMPP diharapkan hadir di tengah masyarakat untuk menyerap aspirasi, mengidentifikasi persoalan, serta ikut mendorong penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat pesisir.

    Menurutnya, organisasi masyarakat yang memahami kondisi di lapangan dapat menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Dengan begitu, berbagai persoalan dapat disampaikan secara konstruktif dan dicarikan solusi melalui semangat kolaborasi.

    Sementara itu, Ketua GMPP Provinsi Kepulauan Riau, Edi Sofyan, mengatakan, GMPP lahir dari kepedulian terhadap berbagai persoalan yang terjadi di kawasan pesisir dan laut.

    Ia menyebut, salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah isu eksploitasi laut di Tanjungpinang. Menurutnya, persoalan pesisir tidak dapat dilihat dari satu sisi karena berkaitan dengan lingkungan, ekonomi, sosial, hingga keberlangsungan mata pencaharian masyarakat.

    “Batam sebagai daerah kepulauan dengan aktivitas ekonomi yang berkembang pesat memiliki masyarakat pesisir yang kehidupannya sangat erat dengan laut. Kondisi ini membuat keberadaan GMPP diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat pesisir,” ujarnya.

    Selain mendorong penyelesaian berbagai persoalan, GMPP akan mengambil peran dalam mengadvokasi hak-hak masyarakat pesisir. Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat tetap memiliki ruang untuk menjalankan aktivitas ekonomi dan memperoleh perlindungan di tengah berbagai perubahan akibat pembangunan.

    Edi menegaskan, GMPP terbuka untuk membangun kerja sama dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi tersebut akan diarahkan pada pemberdayaan masyarakat pesisir, termasuk penguatan sektor ekonomi agar masyarakat dapat berkembang dan memiliki kemandirian secara berkelanjutan. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Video Warga Batam di Kamboja Beredar: Keluarga Diminta Lapor, Pemko Koordinasi dengan Kemlu dan BP2MI

    Video Warga Batam di Kamboja Beredar: Keluarga Diminta Lapor, Pemko Koordinasi dengan Kemlu dan BP2MI

    Kepala Diskominfo Batam, Rudi Panjaitan. Dok HUMAS DISKOMINFO BATAM

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kepri untuk menindaklanjuti beredarnya video sejumlah warga yang mengaku berasal dari Batam dan berada di tempat penampungan di Kamboja.

    Dalam video tersebut, sejumlah warga meminta bantuan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, agar dapat dipulangkan atau difasilitasi kepulangannya ke Kota Batam.

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan, informasi tersebut telah dikoordinasikan dengan BP2MI Kepri dan Kemlu RI.

    “Sudah kami koordinasikan dengan BP2MI Kepri dan Kemenlu RI. Kedua lembaga negara tersebut juga menyampaikan bahwa jika tidak ada data lengkap warga yang dimaksud, akan sulit untuk melacak dan memastikan kebenaran terkait status keimigrasian mereka,” ujar Rudi.

    Ia menjelaskan, data kependudukan dan keimigrasian yang jelas diperlukan untuk memastikan identitas serta keberadaan warga yang dimaksud. Data tersebut juga menjadi dasar bagi pemerintah untuk melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

    Karena itu, Pemko Batam mengimbau keluarga yang mengetahui atau memiliki informasi mengenai warga dalam video tersebut agar segera menyampaikan data yang dimiliki kepada Pemko Batam melalui Diskominfo Kota Batam.

    “Bagi keluarga yang mengetahui data-datanya, silakan datang ke Kantor Wali Kota Batam atau Dinas Kominfo. Selanjutnya akan kami koordinasikan dengan pihak-pihak terkait,” katanya.

    Rudi menegaskan, Pemko Batam akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menindaklanjuti informasi tersebut. Data dari keluarga menjadi bagian penting dalam proses verifikasi dan penelusuran sehingga langkah penanganan selanjutnya dapat dilakukan berdasarkan informasi yang jelas.

    “Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait. Kami berharap keluarga yang mengetahui informasi mengenai warga tersebut dapat segera menyampaikan data yang diperlukan agar proses verifikasi dan penelusuran dapat dilakukan,” ujarnya. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Pemko Batam dan APINDO Teken MoU Ketenagakerjaan, Disaksikan Wamendagri

    Pemko Batam dan APINDO Teken MoU Ketenagakerjaan, Disaksikan Wamendagri

    Pertumbuhan ekonomi Batam harus sejalan dengan semakin luasnya peluang kerja bagi masyarakat tempatan.

    Pemko Batam bersama APINDO memperkuat sinergi ketenagakerjaan. Sebanyak 30 perusahaan besar berkomitmen mengalokasikan minimal 20 persen kebutuhan tenaga kerja bagi warga lokal. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdampak bagi masyarakat.

    Video: HUMAS DISKOMINFO BATAM / IIN ARIYANTI

    #PemkoBatam #Batam #APINDO #Ketenagakerjaan #TenagaKerjaLokal #MediaCenterBatam

  • Pemko Batam-APINDO Perkuat Serapan Tenaga Kerja Lokal, 30 Perusahaan Berkomitmen

    Pemko Batam-APINDO Perkuat Serapan Tenaga Kerja Lokal, 30 Perusahaan Berkomitmen

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menandatangani kesepakatan antar Pemko Batam dan APINDO Batam dan disaksikan Wamendagri, Bima Arya, di Kantor Wali Kota Batam, Jumat (11/9/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Batam menandatangani Kesepakatan Bersama tentang Sinergi Penguatan Urusan Ketenagakerjaan di Kota Batam, Jumat (11/9/2026).

    Penandatanganan yang berlangsung di Kantor Wali Kota Batam tersebut dilakukan oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Ketua APINDO Kota Batam, Rafky Rasyid. Kegiatan itu turut disaksikan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Bima Arya.

    Amsakar mengatakan, kerja sama tersebut menjadi bentuk komitmen Pemko Batam bersama dunia usaha untuk memperkuat penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus menjawab tantangan ketenagakerjaan di tengah pertumbuhan ekonomi Batam yang terus meningkat.

    “Sering menjadi diskursus di ruang publik bahwa pertumbuhan ekonomi dan investasi yang tinggi belum berbanding lurus dengan serapan tenaga kerja lokal. Lewat MoU ini, kita tidak lagi hanya mengandalkan imbauan verbal. Kita perkuat komitmen agar perusahaan-perusahaan di Batam memprioritaskan penyerapan tenaga kerja tempatan,” tegas Amsakar.

    Ia menyampaikan, sejumlah indikator makroekonomi Kota Batam menunjukkan perkembangan positif. Pertumbuhan ekonomi Batam meningkat dari 6,76 persen pada 2025 menjadi 7,28 persen pada Semester I 2026.

    Pada periode yang sama, realisasi investasi mencapai Rp29,9 triliun, mendekati total capaian investasi sepanjang 2025. Sementara itu, tingkat kemiskinan turun dari 4,85 persen pada 2024 menjadi 3,81 persen pada 2025.

    Meski demikian, Amsakar menyebut tingginya arus migrasi menjadi salah satu tantangan dalam pengendalian Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Batam. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Batam menjadi daerah tujuan migrasi tertinggi kedua secara nasional pada 2026 setelah DKI Jakarta.

    “Tingginya arus masuk penduduk harus kita imbangi dengan kebijakan berpihak. Karena itu, Pemko Batam menginisiasi skema affirmative action agar rekrutmen perusahaan mendahulukan anak-anak Batam. Di samping itu, dana IMTA senilai Rp40 miliar terus kita optimalkan untuk pelatihan kerja dan pembenahan keterampilan masyarakat,” jelasnya.

    Wamendagri, Bima Arya, mengapresiasi langkah Pemko Batam dalam membangun sinergi dengan dunia usaha. Menurutnya, Batam telah mampu membangun ekosistem ekonomi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

    “Kami sangat mengapresiasi sinergi antara Pemko Batam dan dunia usaha. Kepala daerah tidak boleh salah diagnosis. Di Batam, pertumbuhan ekonominya tidak hanya dinikmati segelintir pihak, tetapi dibangun ekosistemnya sehingga angka kerja sektor formal mencapai hampir 70 persen,” ujar Bima Arya.

    Bima juga memberikan sejumlah catatan strategis untuk memperkuat pembangunan Batam. Ia menilai pemerintah daerah perlu mengidentifikasi secara lebih detail rantai ekonomi dari hulu hingga hilir pada sektor-sektor prospektif, seperti manufaktur, pariwisata, dan teknologi tinggi.

    Menurutnya, pertumbuhan ekonomi perlu diimbangi dengan penguatan layanan dasar dan infrastruktur, termasuk penyediaan air bersih serta penanganan kemacetan lalu lintas.

    Ia juga mengingatkan pentingnya pembangunan sistem transportasi publik yang terintegrasi dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Dalam menghadapi tingginya arus migrasi, penataan tata ruang melalui RTRW dan perencanaan perkotaan yang presisi dinilai penting untuk mengantisipasi perkembangan Batam tanpa menerapkan kebijakan pembatasan yang diskriminatif.

    Selain itu, Bima berpesan agar modernisasi Batam sebagai kota metropolitan tetap berjalan seiring dengan penguatan kultur, roh, dan identitas kebudayaan Melayu.

    Ketua APINDO Kota Batam, Rafky Rasyid, turut mengapresiasi iklim usaha yang kondusif di Batam. Ia menyoroti sejumlah capaian, termasuk penetapan upah minimum yang berlangsung tanpa demonstrasi serta pemanfaatan dana pelatihan ketenagakerjaan.

    “Ekonomi Batam bertumbuh pesat. Tugas kita bersama adalah memastikan pekerja lokal dan pengusaha lokal turut menikmati kue tersebut. APINDO bersama 700 perusahaan anggota siap menindaklanjuti MoU ini secara riil,” tutur Rafky.

    Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Yudi Suprapto, mengatakan kegiatan penguatan kemitraan tersebut dihadiri 300 peserta yang terdiri atas pimpinan perusahaan, HRD, dan pemangku kepentingan terkait.

    Sebagai tahap awal, sebanyak 30 perusahaan besar di Batam berkomitmen mengalokasikan sekurang-kurangnya 20 persen kebutuhan tenaga kerja untuk warga lokal.

    Komitmen tersebut langsung ditindaklanjuti PT Pegai Union yang merealisasikan kebutuhan 200 tenaga kerja lokal atau seluruhnya merupakan warga daerah.

    Seluruh proses dan evaluasi penempatan tenaga kerja akan dipantau secara akuntabel melalui aplikasi terintegrasi SIMNAKER. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)