Blog

  • Batam Jadi Pilot Project SiTaskin Pesisir, Amsakar Tegaskan Pengentasan Kemiskinan Butuh Kolaborasi

    Batam Jadi Pilot Project SiTaskin Pesisir, Amsakar Tegaskan Pengentasan Kemiskinan Butuh Kolaborasi

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf, serta Wakil Kepala BP Taskin, Iwan Sumule, saat peluncuran SiTaskin Pesisir di Balai Pertemuan KNMP Sembulang, Galang, Selasa (7/7/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Kota Batam kembali mendapat kepercayaan dari Pemerintah Pusat sebagai lokasi perdana peluncuran simbolis Program Sinergi Pengentasan Kemiskinan Terpadu Kawasan Pesisir (SiTaskin Pesisir). Program kolaboratif lintas kementerian tersebut diharapkan mampu mempercepat pengentasan kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

    Peluncuran berlangsung di Balai Pertemuan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Sembulang, Galang, Selasa (7/7/2026). Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf, serta Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Iwan Sumule.

    Bagi Pemerintah Kota Batam, penunjukan Batam sebagai lokasi pertama peluncuran SiTaskin Pesisir merupakan bentuk kepercayaan pemerintah pusat atas berbagai upaya yang selama ini dilakukan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di kawasan pesisir.

    Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa percepatan pengentasan kemiskinan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, hingga masyarakat.

    “Ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk menekan angka kemiskinan di Indonesia sehingga kehadiran pemerintah benar-benar mampu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Amsakar.

    Ia menjelaskan, jumlah penduduk Batam saat ini mencapai sekitar 1,4 juta jiwa, dengan sekitar 68 ribu jiwa masih berada dalam kategori masyarakat miskin. Meski demikian, berbagai program yang dijalankan pemerintah menunjukkan hasil positif. Tingkat kemiskinan di Batam berhasil ditekan dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen.

    Menurut Amsakar, capaian tersebut tidak hanya didorong melalui penyaluran bantuan sosial, tetapi juga melalui berbagai program pemberdayaan yang bertujuan meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat secara mandiri.

    Khusus bagi masyarakat pesisir, Pemerintah Kota Batam terus memperkuat berbagai program pemberdayaan, mulai dari bantuan alat tangkap, kapal, bibit ikan, keramba, hingga perlindungan sosial melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi para nelayan.

    “Kami ingin memastikan masyarakat pesisir tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memperoleh perlindungan. Karena itu, seluruh nelayan telah kami fasilitasi menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan mereka,” katanya.

    Amsakar berharap Program SiTaskin Pesisir menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun kawasan pesisir yang lebih produktif, mandiri, dan sejahtera.

    Menurutnya, pembangunan tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari keberhasilan memberdayakan masyarakat agar mampu meningkatkan taraf hidupnya.

    “Program SiTaskin menjadi bagian penting dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Jika ini berjalan dengan baik, masyarakat akan benar-benar merasakan kehadiran negara di tengah-tengah mereka,” tegasnya.

    Ia juga mengajak masyarakat Galang memanfaatkan seluruh program pemerintah sebagai peluang untuk mengembangkan usaha produktif dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

    Sementara itu, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf, mengatakan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.

    Menurut Didit, program tersebut tidak hanya membangun kawasan permukiman nelayan, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi baru melalui peningkatan nilai tambah hasil perikanan.

    Ia mencontohkan, hasil tangkapan nelayan yang sebelumnya dijual dalam bentuk mentah kini mulai diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi lebih tinggi sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

    Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia. Program tersebut juga mendukung peningkatan konsumsi protein masyarakat serta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Hingga kini, sekitar 100 Kampung Nelayan Merah Putih telah selesai dibangun sebagai proyek percontohan. Selanjutnya, setiap kawasan akan dikembangkan sesuai karakteristik daerah masing-masing setelah melalui asesmen, termasuk memastikan status lahan bebas dari persoalan hukum.

    “Setiap daerah memiliki potensi dan karakteristik yang berbeda. Karena itu, pengembangannya harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat agar benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir,” ujar Didit.

    Senada dengan itu, Wakil Kepala BP Taskin, Iwan Sumule, menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja, melainkan membutuhkan sinergi lintas kementerian dan lembaga.

    Melalui Program SiTaskin Pesisir, setiap kementerian menghadirkan intervensi sesuai kewenangannya sehingga masyarakat memperoleh pendampingan secara terpadu dan berkelanjutan.

    Iwan menyebut Batam dipilih sebagai lokasi pertama peluncuran SiTaskin Pesisir karena dinilai memiliki potensi besar menjadi model nasional pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih.

    “Pengentasan kemiskinan harus dilakukan melalui kolaborasi sehingga target yang telah dicanangkan Presiden Prabowo dapat diwujudkan bersama,” pungkasnya. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Amsakar Perkuat Peran RT, RW, dan LPM sebagai Penghubung Pemerintah dan Masyarakat

    Amsakar Perkuat Peran RT, RW, dan LPM sebagai Penghubung Pemerintah dan Masyarakat

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyerahkan insentif RT, RW dan LPM di Gedung Serba Guna SP Plaza, Kecamatan Sagulung, Senin (6/7/2026) malam. HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memperkuat peran Ketua RT, RW, dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat. Melalui komunikasi yang efektif di tingkat lingkungan, ia berharap berbagai program dan kebijakan Pemerintah Kota Batam dapat tersampaikan secara utuh, sekaligus mencegah terjadinya miskomunikasi dan misinformasi di tengah masyarakat.

    Hal tersebut disampaikan Amsakar saat menghadiri Silaturahmi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam bersama Ketua RT, RW, dan LPM Kecamatan Sagulung Triwulan II Tahun 2026 di Gedung Serba Guna SP Plaza, Kecamatan Sagulung, Senin (6/7/2026) malam.

    Dalam sambutannya, Amsakar mengatakan kegiatan silaturahmi tersebut merupakan upaya Pemerintah Kota Batam memperkuat komunikasi dengan masyarakat melalui para pemimpin lingkungan.

    “Silaturahmi ini menjadi cara kami membangun komunikasi yang lebih intensif dengan masyarakat. Kami ingin menyampaikan secara langsung berbagai program, capaian, dan kebijakan yang telah dijalankan pemerintah,” ujarnya.

    Ia menegaskan RT, RW, dan LPM merupakan ujung tombak pemerintah di tingkat lingkungan. Karena itu, mereka diharapkan mampu menjadi penyambung informasi yang benar sehingga masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh terhadap setiap kebijakan pemerintah.

    “Kami berharap rekan-rekan RT, RW, dan LPM dapat menjadi perpanjangan lisan kami dalam menyampaikan berbagai kebijakan kepada masyarakat. Dengan begitu, tidak ada lagi miskomunikasi maupun misinformasi yang berkembang di ruang publik,” katanya.

    Pada kesempatan itu, Amsakar juga mengungkapkan bahwa dirinya bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, baru saja memenuhi undangan Presiden Republik Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kota Batam memaparkan berbagai capaian pembangunan yang telah diraih, khususnya kontribusi Batam terhadap pertumbuhan investasi nasional.

    “Semalam kami mendapat undangan mendadak dari Bapak Presiden. Beliau memberikan kesempatan kepada kami untuk menyampaikan berbagai capaian pembangunan di Batam. Alhamdulillah, berbagai capaian tersebut dinilai memberikan kontribusi yang cukup signifikan, terutama terhadap investasi nasional,” ungkapnya.

    Selain itu, Amsakar mengajak seluruh masyarakat mendukung peluncuran Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026. Program tersebut dirancang untuk memastikan penyaluran bantuan sosial semakin tepat sasaran melalui sistem yang terintegrasi dengan Identitas Kependudukan Digital (IKD).

    Ia meminta RT, RW, dan LPM berperan aktif mengedukasi warga agar segera mendaftarkan diri ke dalam sistem Perlinsos sehingga data penerima bantuan sosial menjadi semakin valid dan akurat.

    “Kami mengajak seluruh masyarakat Batam mendaftarkan diri ke Portal Perlinsos. Peran RT, RW, dan LPM sangat penting untuk membantu menyosialisasikan program ini agar bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak,” tegasnya.

    Berdasarkan data Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Batam, Sri Miranthy Adisthy, hingga saat ini sebanyak 688 kepala keluarga (KK) telah terdaftar dalam sistem Perlinsos. Pemerintah Kota Batam menargetkan jumlah tersebut terus meningkat sebelum peluncuran resmi aplikasi pada November mendatang.

    Sementara itu, perwakilan RT, RW, dan LPM Kecamatan Sagulung, Holdi, menyambut baik forum silaturahmi tersebut. Menurutnya, kegiatan itu menjadi wadah komunikasi yang efektif antara pemerintah dan perangkat lingkungan sehingga berbagai program pembangunan dapat dipahami dengan baik sebelum disampaikan kembali kepada masyarakat.

    Ia menegaskan RT, RW, dan LPM siap mendukung berbagai program strategis Pemerintah Kota Batam, termasuk menyukseskan sosialisasi Portal Perlinsos agar semakin banyak masyarakat terdaftar dan memperoleh layanan sosial yang tepat sasaran.

    “Kami, RT, RW, dan LPM siap menjadi mitra pemerintah dalam menyosialisasikan berbagai program kepada masyarakat,” ujarnya. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Kader PKK Batam Unjuk Kreativitas Lewat Lomba Vlog, Erlita Beri Apresiasi

    Kader PKK Batam Unjuk Kreativitas Lewat Lomba Vlog, Erlita Beri Apresiasi

    Ketua TP-PKK Batam, Erlita Amsakar, bersama para juri saat menyaksikan video karya kader PKK Kota Batam saat penjurian di Museum Batam Raja Ali Haji, Senin (6/7/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / NOVRI MULYADI

    Diskominfo Batam – Kreativitas kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteran Keluarga (TP-PKK) dari tingkat kelurahan hingga kecamatan di Kota Batam ditampilkan melalui Lomba Vlog PKK yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Tahun 2026.

    Beragam karya yang mengangkat program dan inovasi PKK dipresentasikan dalam proses penjurian yang ditinjau langsung oleh Ketua TP-PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, di Museum Raja Ali Haji, Senin (6/7/2026). Erlita mengapresiasi antusiasme para peserta sekaligus mendorong kader terus memanfaatkan media digital sebagai sarana edukasi dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat.

    “Semoga kegiatan ini dapat menjadi sarana bagi kader PKK untuk terus berinovasi dalam menyampaikan berbagai program kepada masyarakat,” ujar Erlita.

    Ia menilai, kehadiran konten digital yang menarik dan berkualitas akan memudahkan masyarakat mengenal berbagai kegiatan PKK, sekaligus memperkuat peran organisasi dalam mendukung pembangunan keluarga di Kota Batam.

    Pada kesempatan itu, Erlita juga mengingatkan dewan juri agar menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan berpedoman pada kriteria penilaian yang telah ditetapkan. Dengan demikian, hasil perlombaan benar-benar mencerminkan kualitas karya para peserta.

    “Saya berharap seluruh dewan juri dapat memberikan penilaian secara objektif, adil, dan profesional sehingga hasil yang diperoleh mampu menjadi motivasi bagi seluruh kader untuk terus berkarya dan berinovasi,” katanya.

    Adapun dewan juri terdiri atas Ketua Bidang II TP-PKK Kota Batam, Erdawati Firmansyah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Nahar Febrianto, serta dosen Politeknik Negeri Batam, Aragani Timur Kanistren.

    Melalui Lomba Vlog PKK ini, TP-PKK Kota Batam berharap lahir semakin banyak konten kreatif yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu mengedukasi masyarakat serta memperkenalkan berbagai program unggulan PKK secara lebih luas melalui berbagai platform digital. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Rohmadi)

  • Peringatan Hari Anak Batam 2026 Bakal Dikemas Meriah, Usung Tema HAMBA

    Peringatan Hari Anak Batam 2026 Bakal Dikemas Meriah, Usung Tema HAMBA

    Ketua TP-PKK Batam, Erlita Amsakar, memimpin rapat persiapan hari anak 2026 di Kantor Wali Kota Batam, Senin (6/7/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / NOVRI MULYADI

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteran Keluarga (TP-PKK) Kota Batam tengah mematangkan persiapan Peringatan Hari Anak Tingkat Kota Batam Tahun 2026 yang akan digelar secara meriah pada 8 Agustus 2026 di Dataran Engku Putri. Mengusung tema “Harmonisasi Anak Batam Bahagia (HAMBA)”, peringatan tahun ini dirancang menjadi ruang yang menyenangkan, edukatif, dan inspiratif, dengan melibatkan anak-anak sebagai pusat seluruh rangkaian kegiatan.

    Ketua TP-PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, berharap momentum tersebut menjadi perayaan yang mampu membahagiakan sekaligus mendorong tumbuh kembang dan kreativitas anak-anak Batam. Hal itu ia tegaskan saat memimpin rapat persiapan Peringatan Hari Anak Tingkat Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, Senin (6/7/2026).

    Rapat tersebut diikuti sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Batam sebagai langkah mematangkan pelaksanaan kegiatan yang diharapkan menjadi ruang belajar, bermain, dan berekspresi bagi anak-anak.

    Dalam arahannya, Erlita mengajak seluruh perangkat daerah memperkuat kolaborasi agar peringatan Hari Anak tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang berkesan serta memberi manfaat bagi tumbuh kembang anak.

    “Saya ingin anak-anak di Kota Batam bisa memperingati hari mereka. Saya ingin membahagiakan mereka,” ujar Erlita.

    Menurutnya, Hari Anak semestinya menjadi momentum untuk memberikan perhatian yang lebih besar kepada generasi muda. Anak-anak perlu diberikan ruang untuk mengekspresikan kreativitas, mengembangkan potensi, serta menikmati hari istimewa yang dipersembahkan khusus bagi mereka.

    “Saya ingin anak-anak Batam menikmati hari mereka,” katanya.

    Erlita menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tersebut sangat bergantung pada sinergi seluruh perangkat daerah. Karena itu, ia berharap setiap OPD dapat mengambil peran sesuai tugas dan fungsinya sehingga acara berlangsung semarak, edukatif, dan memberikan dampak positif bagi anak-anak Batam.

    Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Batam, Yusfa Hendri, mengatakan, peringatan Hari Anak Tahun 2026 mengusung tema “Harmonisasi Anak Batam Bahagia (HAMBA)”.

    Ia menjelaskan, berbagai kegiatan telah disiapkan dengan melibatkan anak-anak dan remaja sebagai pelaku utama. Rangkaian acara antara lain penampilan Forum Anak Kota Batam, peragaan busana Batik Batam, permainan edukatif, serta beragam aktivitas kreatif yang mendorong partisipasi anak.

    “Selain itu, akan ada kuis dan doorprize menarik untuk menambah semarak peringatan Hari Anak,” ujar Yusfa.

    Melalui peringatan tersebut, Pemerintah Kota Batam bersama TP-PKK Kota Batam berharap dapat menghadirkan suasana yang menyenangkan sekaligus memperkuat komitmen dalam mewujudkan Kota Batam sebagai kota yang ramah anak, tempat setiap anak memperoleh kesempatan untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensinya secara optimal. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Rohmadi)

  • Sentuhan Kepedulian Erlita Amsakar, 30 Penyandang Disabilitas Batam Terima Bantuan Kursi Roda

    Sentuhan Kepedulian Erlita Amsakar, 30 Penyandang Disabilitas Batam Terima Bantuan Kursi Roda

    Ketua TP-PKK Batam, Erlita Amsakar, menyerahkan kursi roda kepada salah seorang penerima, Senin (6/7/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / NOVRI MULYADI

    Diskominfo Batam – Tawa lepas seorang anak penyandang disabilitas yang duduk di kursi roda mewarnai suasana penyerahan bantuan di Kota Batam, Senin (6/7/2026). Senyum yang terpancar dari wajahnya seolah menjadi gambaran bahwa perhatian dan kepedulian mampu menghadirkan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan.

    Di tengah suasana hangat itu, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Batam, Erlita Amsakar, menyerahkan 30 unit kursi roda kepada penyandang disabilitas. Bantuan tersebut merupakan bagian dari program kerja TP-PKK Kota Batam sekaligus rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Tahun 2026 tingkat Kota Batam.

    Erlita menyapa satu per satu para penerima bantuan. Ia tampak berbincang dan memberikan semangat kepada mereka serta keluarga yang mendampingi. Momen tersebut menjadi lebih dari sekadar seremoni, melainkan bentuk kepedulian yang diharapkan mampu memberikan kemudahan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

    “Semoga alat bantu ini dapat membantu memudahkan aktivitas bapak dan ibu semua,” ujar Erlita.

    Menurutnya, perhatian terhadap penyandang disabilitas merupakan bagian dari komitmen membangun Kota Batam yang inklusif. Setiap warga, tanpa terkecuali, berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk hidup mandiri, produktif, dan berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.

    Program bantuan kursi roda tersebut merupakan bagian dari layanan rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas. Tujuannya tidak hanya meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas hidup para penerima manfaat.

    Melalui kegiatan ini, TP-PKK Kota Batam terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Batam dalam menghadirkan program-program sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung, khususnya bagi kelompok rentan. Harapannya, manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di Kota Batam. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Rohmadi)

  • Kafilah Batam Tampil Maksimal di MTQ XII Kepri, Optimistis Pertahankan Gelar Juara Umum

    Kafilah Batam Tampil Maksimal di MTQ XII Kepri, Optimistis Pertahankan Gelar Juara Umum

    Salah seorang peserta kafilah Batam tampil di MTQ XII Kepri. HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Kafilah Kota Batam optimistis mampu menampilkan performa terbaik pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau. Sebanyak 24 peserta dijadwalkan mengikuti babak penyisihan pada Senin (6/7/2026) di enam arena perlombaan yang tersebar di Kota Tanjungpinang.

    Para peserta akan bertanding pada berbagai cabang musabaqah, meliputi Tilawah Al-Qur’an, Qira’at Mujawwad, Qira’at Murattal, Tahfiz Al-Qur’an, Tafsir Al-Qur’an Bahasa Indonesia, Fahmil Al-Qur’an, hingga Kaligrafi Al-Qur’an. Seluruh peserta telah menjalani pembinaan dan pemusatan latihan secara intensif sebagai bekal untuk memberikan penampilan terbaik di setiap cabang yang diikuti.

    Babak penyisihan dimulai pukul 08.00 WIB. Kafilah Batam akan tampil di Astaka Utama Gedung LAM Kepulauan Riau, Aula SMP Negeri 4 Tanjungpinang, Masjid Miftahul Falah Ganet, Masjid Agung Al-Hikmah, Hotel CK, dan Hotel Bintan Plaza (BP). Selama pelaksanaan lomba, para peserta didampingi ofisial, pelatih, serta tim pendukung guna memastikan seluruh rangkaian pertandingan berjalan lancar.

    Sekretaris Daerah Kota Batam yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Batam, Firmansyah, mengatakan seluruh kafilah telah dipersiapkan secara optimal untuk mengikuti seluruh cabang yang diperlombakan pada MTQ XII Kepri.

    Menurutnya, kesiapan peserta tidak hanya diukur dari aspek teknis, tetapi juga mental bertanding sehingga mereka mampu bersaing secara sportif sekaligus mengharumkan nama Kota Batam di tingkat Provinsi Kepulauan Riau.

    “Alhamdulillah, seluruh peserta siap memberikan penampilan terbaik. Kami memohon doa dan dukungan masyarakat Batam agar ikhtiar ini membuahkan hasil terbaik dan Kota Batam kembali meraih gelar juara umum,” ujar Firmansyah.

    Optimisme tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Batam melalui LPTQ dalam membina generasi Qurani yang unggul, berprestasi, dan mampu mengharumkan nama daerah di ajang MTQ tingkat provinsi. (Humas Diskominfo Batam / Rizka)

  • Rakernas APEKSI XVIII, Amsakar Tekankan Kolaborasi Lintas Daerah Demi Ketahanan Pangan dan Pengelolaan Sampah

    Rakernas APEKSI XVIII, Amsakar Tekankan Kolaborasi Lintas Daerah Demi Ketahanan Pangan dan Pengelolaan Sampah

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, berbincang dengan sejumlah wali kota saat menghadiri Rakernas APEKSI di Medan. HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang berlangsung di Kota Medan, Sumatera Utara. Forum tahunan tersebut menjadi wadah strategis bagi pemerintah kota se-Indonesia untuk memperkuat sinergi sekaligus merumuskan berbagai langkah menghadapi tantangan pembangunan perkotaan.

    Rakernas XVIII APEKSI diikuti 93 dari 98 pemerintah kota di Indonesia. Dalam rapat pleno yang digelar pada Kamis (2/7), para wali kota bertukar pengalaman dan berbagi praktik terbaik mengenai inovasi pelayanan publik, digitalisasi pemerintahan, optimalisasi pendapatan asli daerah, pemanfaatan aset daerah, hingga skema pembiayaan pembangunan di luar APBD melalui Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

    Dalam Seminar Ketahanan Pangan dan Pengelolaan Sampah yang menghadirkan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Amsakar menegaskan bahwa keberhasilan agenda pembangunan nasional memerlukan kolaborasi yang kuat antarpemangku kepentingan.

    Menurutnya, berbagai persoalan di daerah tidak dapat diselesaikan secara parsial. Diperlukan integrasi kebijakan yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, media massa, hingga organisasi nonpemerintah agar setiap program mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

    “Agenda besar nasional tidak akan berjalan maksimal jika setiap pihak bergerak sendiri-sendiri. Diperlukan integrasi kebijakan yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, pers, hingga organisasi nonpemerintah,” ujar Amsakar.

    Ia juga menilai tantangan yang dihadapi daerah semakin kompleks sehingga membutuhkan kerja sama lintas sektor dan lintas organisasi. Karena itu, Amsakar mendorong APEKSI memperkuat kolaborasi dengan Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia (ADEKSI), Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), serta Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) agar aspirasi pemerintah daerah dapat diperjuangkan secara lebih kuat di tingkat nasional.

    “Sudah saatnya ego sektoral ditinggalkan. Kita memerlukan langkah kolektif agar berbagai solusi yang dirumuskan tidak berhenti sebagai konsep di atas kertas, tetapi benar-benar dapat diwujudkan,” katanya.

    Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), secara resmi menutup Rakernas XVIII APEKSI di Grand City Hall Medan, Kamis (2/7/2026). Penutupan tersebut menandai berakhirnya rangkaian forum para wali kota se-Indonesia yang menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis bagi pembangunan perkotaan serta memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

    Dalam sambutannya, AHY menegaskan bahwa kota-kota yang tangguh merupakan fondasi penting bagi kemajuan Indonesia. Menurutnya, pembangunan perkotaan hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

    “Kami ingin membangun semangat kolektif antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Kota-kota yang tangguh akan menjadi fondasi penting bagi pembangunan Indonesia,” ujarnya.

    AHY mengatakan, kawasan perkotaan saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari urbanisasi, meningkatnya kepadatan permukiman, kemacetan, pengelolaan sampah, banjir, hingga kesenjangan sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur yang terintegrasi harus terus diperkuat untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, mengurangi kesenjangan pembangunan, serta mendorong lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

    Selain pembangunan infrastruktur, ia juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis riset, inovasi, dan teknologi dalam pengelolaan kota. AHY berharap APEKSI terus menjadi ruang kolaborasi bagi pemerintah kota untuk saling belajar, berbagi pengalaman, serta memperkuat inovasi dalam menjawab tantangan pembangunan perkotaan di masa depan. (Humas Diskominfo Batam)

  • Li Claudia Beri Apresiasi Pengabdian Polri, Mitra Strategis Jaga Batam Aman dan Kondusif

    Li Claudia Beri Apresiasi Pengabdian Polri, Mitra Strategis Jaga Batam Aman dan Kondusif

    Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menghadiri Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Bhayangkara Polda Kepulauan Riau, Rabu (1/7/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RICKY WIHENDAR

    Diskominfo Batam – Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra menyampaikan ucapan Dirgahayu Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), sekaligus memberikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian Polri dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

    Ucapan tersebut disampaikan Li Claudia usai mengikuti Upacara Hari Bhayangkara ke-80 yang berlangsung khidmat di Lapangan Bhayangkara Polda Kepulauan Riau, Rabu (1/7/2026). Upacara dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau, Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., dan dihadiri jajaran Forkopimda, TNI-Polri, serta tamu undangan lainnya.

    “Atas nama Pemerintah Kota Batam, saya mengucapkan Dirgahayu Bhayangkara ke-80. Terima kasih kepada seluruh insan Bhayangkara yang selama ini telah mengabdi tanpa lelah menjaga keamanan, melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat,” ujar Li Claudia.

    Menurutnya, keamanan dan ketertiban merupakan fondasi utama dalam mendukung pembangunan Kota Batam. Sebagai kota industri, perdagangan, dan investasi, Batam membutuhkan situasi yang aman dan kondusif agar aktivitas masyarakat dan perekonomian dapat terus berkembang.

    Li Claudia berharap sinergi antara Pemerintah Kota Batam dan Polri terus diperkuat dalam menjaga stabilitas keamanan, memberikan pelayanan publik yang optimal, serta menciptakan rasa aman bagi masyarakat maupun investor.

    “Semoga Polri semakin profesional, presisi, dan semakin dicintai masyarakat. Kami juga berharap sinergi yang selama ini terjalin dengan Pemerintah Kota Batam terus diperkuat demi mewujudkan Batam yang aman, nyaman, dan kondusif untuk seluruh masyarakat,” katanya.

    Ia juga mendoakan agar seluruh personel Polri senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan perlindungan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

    Sementara itu, Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menyampaikan bahwa peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum refleksi atas delapan dekade perjalanan pengabdian Polri kepada bangsa dan negara.

    Menurutnya, selama setahun terakhir Polri terus meningkatkan transparansi, keterbukaan, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui berbagai inovasi, sekaligus menjaga marwah institusi dan kepercayaan publik.

    Kapolda juga menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan wilayah Kepulauan Riau. Stabilitas keamanan, menurutnya, menjadi modal penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan menjaga iklim investasi, khususnya di Kota Batam.

    Usai mengikuti upacara, Li Claudia turut menghadiri acara syukuran Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Gedung Lancang Kuning Polda Kepulauan Riau sebagai rangkaian peringatan hari jadi Bhayangkara tahun ini. (Humas Diskominfo Batam / Rizka)

  • Wawako Li Claudia Chandra Lepas Kontingen Batam ke POPDA Kepri 2026

    Wawako Li Claudia Chandra Lepas Kontingen Batam ke POPDA Kepri 2026

    Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, melepas Kontingen Kota Batam yang akan berlaga pada POPDA X Kepri 2026 di Kabupaten Karimun. Sebagai penyemangat, atlet berprestasi dijanjikan bonus tambahan.

    Selamat bertanding, putra-putri terbaik Batam! Tunjukkan kemampuan terbaik dan bawa pulang prestasi untuk mengharumkan nama Kota Batam.

    Video: HUMAS DISKOMINFO BATAM / IIN ARIYANTI

    #Batam #POPDAXKepri2026 #AtletBatam #BatamJuara #LiClaudiaChandra #MediaCenterBatam

  • Li Claudia Janjikan Bonus Tambahan, Motivasi Atlet Batam Pertahankan Juara Umum POPDA Kepri

    Li Claudia Janjikan Bonus Tambahan, Motivasi Atlet Batam Pertahankan Juara Umum POPDA Kepri

    Atlet POPDA Kepri kontingen Batam berswafoto dengan Wakil Wali Kota Batam usai pelepasan kontingen di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (30/6/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RICKY WIHENDAR

    Diskominfo Batam – Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menjanjikan bonus tambahan bagi atlet Kota Batam yang berhasil meraih prestasi pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) X Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026. Hal tersebut diharapkan menjadi motivasi agar kontingen Batam mampu mempertahankan gelar juara umum.

    Komitmen itu disampaikan Li Claudia saat melepas Kontingen Kota Batam yang akan berlaga pada POPDA X Kepri di Kabupaten Karimun. Pelepasan berlangsung di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (30/6/2026).

    Di hadapan para atlet, pelatih, dan ofisial, Li Claudia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Batam akan memberikan perhatian dan penghargaan kepada atlet yang mampu mengharumkan nama daerah.

    “Juara, ibu mau tambahkan hadiahnya. Kalau bertanding lihat muka ibu, harus bawa banyak hadiah untuk Kota Batam dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kota Batam,” ujarnya yang disambut antusias para atlet.

    Ia berharap tambahan bonus tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh atlet untuk tampil maksimal dan meraih hasil terbaik di setiap cabang olahraga yang dipertandingkan.

    “Saya berharap kita bisa sapu bersih juara di berbagai cabang olahraga,” tegasnya.

    Li Claudia juga menyampaikan bahwa para atlet yang diberangkatkan merupakan putra-putri terbaik Kota Batam yang dipercaya membawa nama baik daerah di tingkat Provinsi Kepulauan Riau.

    “Hari ini kita melepas putra-putri terbaik Kota Batam untuk berlaga pada POPDA X Kepri Tahun 2026 di Kabupaten Karimun. Atas nama Pemerintah Kota Batam, saya mengucapkan selamat bertanding dan selamat mengemban amanah untuk membawa nama baik Kota Batam,” katanya.

    Menurutnya, para atlet tidak hanya menjadi duta olahraga, tetapi juga duta karakter Kota Batam. Karena itu, ia mengingatkan seluruh atlet agar bertanding dengan penuh semangat, disiplin, serta menjunjung tinggi sportivitas.

    “Kalian adalah duta olahraga dan duta karakter Kota Batam. Bertandinglah dengan semangat, disiplin, dan sportivitas. Jangan takut menghadapi lawan, karena setiap perjuangan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan membawa kebanggaan, apa pun hasilnya,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua Kontingen Kota Batam, Zulkarnain, melaporkan bahwa Batam mengirimkan 231 orang yang terdiri atas 117 atlet, 18 pelatih, 10 manajer cabang olahraga, dan 14 ofisial.

    Kontingen Kota Batam akan mengikuti POPDA X Kepri yang berlangsung di Kabupaten Karimun pada 2-8 Juli 2026. Delapan cabang olahraga yang diikuti meliputi renang, bola basket, bola voli, sepak bola, tenis meja, pencak silat, sepak takraw, dan bulu tangkis.

    Dengan kekuatan tersebut, Kota Batam menargetkan mampu mempertahankan tradisi prestasi sekaligus kembali meraih gelar juara umum pada ajang olahraga pelajar terbesar di Provinsi Kepulauan Riau. (Humas Diskominfo Batam / Rizka)