Author: mgub6

  • Peresmian Madenpom I/6 Batam, Amsakar Sebut Stabilitas Daerah Kunci Pertumbuhan Investasi

    Peresmian Madenpom I/6 Batam, Amsakar Sebut Stabilitas Daerah Kunci Pertumbuhan Investasi

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri peresmian Gedung dan Garasi Madenpom I/6 Batam, Senin (11/5/2026). Peresmian tersebut merupakan bagian dari realisasi hibah Pemerintah Kota (Pemko) Batam kepada Detasemen Polisi Militer (Denpom) guna mendukung penguatan sarana dan prasarana institusi TNI di Kota Batam.

    Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran TNI, serta tamu undangan turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa dukungan Pemko Batam terhadap pembangunan fasilitas instansi vertikal merupakan bentuk nyata sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas dan mendorong kemajuan daerah.

    “Kami bersama rekan-rekan Forkopimda selalu saling mendukung terhadap pembangunan maupun kegiatan di masing-masing satuan. Apa yang dilakukan hari ini merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor,” ujar Amsakar.

    Ia menilai soliditas Forkopimda menjadi kekuatan penting bagi Batam sebagai daerah strategis nasional. Menurutnya, hubungan harmonis antarunsur pimpinan daerah merupakan fondasi utama dalam menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah.

    “Amanah negara menjadikan Batam sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas, sekaligus salah satu lokomotif perekonomian nasional. Hal itu menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi dan perkembangan investasi. Karena itu, kondusivitas daerah menjadi kata kunci,” katanya.

    Amsakar menambahkan, pertumbuhan investasi dan ekonomi hanya dapat berjalan optimal apabila stabilitas keamanan tetap terjaga. Untuk itu, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur Forkopimda perlu terus diperkuat.

    “Syukur alhamdulillah, sinergi yang terbangun selama ini memberikan dampak signifikan bagi perkembangan Batam,” tambahnya.

    Pada kesempatan yang sama, Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Danpuspomad), Mayjen TNI Eka Wijaya Permana, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Batam atas dukungan terhadap pembangunan fasilitas Madenpom I/6.

    “Saya sangat mengapresiasi Pemerintah Kota Batam atas dukungan dan perhatian yang diberikan. Semoga fasilitas ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mendukung pelaksanaan tugas,” ujarnya.

    Ia juga berpesan agar keberadaan Polisi Militer dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Batam.

    “Hendaknya keberadaan kita benar-benar dirasakan di tengah masyarakat Kota Batam. Jadilah bagian yang menghadirkan rasa aman dan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.

    Dalam kesempatan tersebut, Eka Wijaya Permana turut mengenang masa tugasnya di wilayah Kepulauan Riau, khususnya di Tanjungpinang dan Batam. Ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan daerah tersebut.

    “Saya bangga pernah menjadi warga Batam,” ungkapnya.

    Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan prasasti oleh Wali Kota Batam bersama Danpuspomad sebagai simbol peresmian Gedung dan Garasi Madenpom I/6 Batam. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Batam Jadi Rujukan Kawasan FTZ, Amsakar Bahas Peluang Kerja Sama dengan NTT

    Batam Jadi Rujukan Kawasan FTZ, Amsakar Bahas Peluang Kerja Sama dengan NTT

    Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra, menerima kunjungan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, di Kantor Wali Kota Batam, Senin (11/5/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Kota Batam kembali menjadi daerah rujukan pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) atau Free Trade Zone (FTZ) di Indonesia. Beberapa daerah kerap berkunjung untuk studi tiru terkait penerapannya.

    Kali ini, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dipimpin Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, berkunjung langsung ke Batam dan disambut Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra. Pertemuan berlangsung hangat dan interaktif melalui dialog mengenai pengembangan FTZ, investasi, konektivitas antarpulau, hingga peluang kerja sama ekonomi antara Batam dan NTT.

    Dalam kesempatan itu, Emanuel menyampaikan pemerintah pusat tengah merancang pengembangan NTT sebagai kawasan FTZ. Menurutnya, posisi geografis NTT yang berbatasan langsung dengan Timor Leste dan dekat dengan Australia menjadi potensi strategis untuk pengembangan ekonomi kawasan.

    “Kami ingin belajar dari Batam yang sudah lama menjadi kawasan FTZ dan terbukti memberikan kontribusi penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu kami datang untuk mendengar langsung pengalaman Batam,” ujar Emanuel.

    Ia juga menanyakan berbagai strategi Batam dalam menarik investasi dan menciptakan iklim usaha yang kompetitif.

    Menanggapi hal tersebut, Amsakar menjelaskan keberhasilan kawasan FTZ tidak hanya ditentukan oleh status kawasan, tetapi juga oleh kemudahan regulasi dan pelayanan investasi yang cepat serta efisien.

    “Investor melihat kepastian dan kemudahan. Karena itu pelayanan perizinan harus dipermudah, termasuk melalui digitalisasi agar proses lebih cepat dan akses investasi semakin terbuka,” kata Amsakar.

    Dalam dialog tersebut, Amsakar turut menyoroti pentingnya insentif fiskal untuk meningkatkan daya tarik investasi di kawasan FTZ. Menurutnya, NTT memiliki peluang besar karena berada di jalur strategis perdagangan internasional.

    “NTT memiliki posisi geografis yang sangat potensial karena dekat dengan Australia dan Timor Leste. Tinggal bagaimana regulasi pemerintah mampu mendukung kawasan ini agar investor tertarik masuk,” ujarnya.

    Pembahasan kemudian berkembang pada persoalan logistik dan konektivitas di wilayah kepulauan. Emanuel mengungkapkan tingginya biaya distribusi masih menjadi tantangan utama di NTT.

    “Problem utama provinsi kepulauan adalah biaya logistik yang besar. Jika infrastruktur laut memadai, distribusi barang dan pertumbuhan ekonomi tentu akan lebih baik,” katanya.

    Menanggapi hal itu, Amsakar menawarkan peluang kolaborasi di sektor kemaritiman. Ia menyebut Batam memiliki sekitar 135 perusahaan galangan kapal yang berpotensi mendukung kebutuhan transportasi laut di NTT.

    “Jika ada peluang pengoperasian kapal di NTT, tentu ini bisa menjadi ruang kerja sama yang baik. Industri galangan kapal di Batam cukup besar dan dapat mendukung kebutuhan daerah kepulauan,” jelasnya.

    Selain membahas ekonomi dan transportasi, pertemuan tersebut juga menyinggung peluang promosi produk dan budaya NTT di Batam. Emanuel menyebut sekitar 40 ribu warga NTT saat ini tinggal di Batam dan menjadi jembatan penting dalam mempererat hubungan kedua daerah.

    Amsakar menyambut baik peluang tersebut, termasuk pengembangan promosi kuliner dan kopi khas NTT di Batam serta kolaborasi budaya Melayu Batam dengan budaya NTT.

    Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTT, Zet Sony Libing, menyampaikan pertumbuhan ekonomi NTT saat ini mencapai 4,32 persen dengan inflasi sebesar 2,64 persen.

    Ia menjelaskan sektor pertanian dan perdagangan masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Namun, distribusi produk menuju Kupang yang masih harus melalui Surabaya dan Makassar menyebabkan biaya logistik tinggi dan berdampak pada harga barang.

    Karena itu, pihaknya berharap kerja sama dengan Batam dapat membuka pasar baru bagi produk lokal NTT sekaligus mendorong pengembangan industri kecil dan menengah.

    Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal penguatan kerja sama antara Batam dan NTT dalam bidang investasi, perdagangan, kemaritiman, hingga pengembangan budaya daerah. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Hardiknas 2026, Amsakar-Li Claudia Menari Zapin Ngenang Bersama 5.120 Pelajar

    Hardiknas 2026, Amsakar-Li Claudia Menari Zapin Ngenang Bersama 5.120 Pelajar

    Sebanyak 5.120 pelajar SD dan SMP se-Kota Batam menari Zapin Ngenang bersama Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, dalam kemeriahan Hardiknas 2026 di Dataran Engku Putri, Batamcentre, Senin (11/5/2026).

    Nuansa Melayu, semangat kebersamaan, dan cinta budaya berpadu menjadi energi positif bagi dunia pendidikan Batam.

    Hardiknas tahun ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga pengingat bahwa pendidikan dan budaya harus terus berjalan beriringan untuk membentuk generasi cerdas, berkarakter, dan membanggakan daerah.

    Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026!

    Video: HUMAS DISKOMINFO BATAM / MUHAMZANI / TAUFIK JF PUTRA

    #Hardiknas2026 #Batam #AmsakarLiClaudia #ZapinNgenang #MediaCenterBatam

  • Amsakar-Li Claudia Menari Zapin Ngenang Bersama 5.120 Pelajar Memeriahkan Hardiknas 2026

    Amsakar-Li Claudia Menari Zapin Ngenang Bersama 5.120 Pelajar Memeriahkan Hardiknas 2026

    Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra, serta jajaran Forkopimda menari bersama 5.120 pelajar saat memperingati Hardiknas 2026 di Dataran Engku Putri, Batamcentre, Senin (11/5/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RICKY WIHENDAR

    Diskominfo Batam – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kota Batam berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan. Sebanyak 5.120 pelajar SD dan SMP dari se-Kota Batam memadati Dataran Engku Putri, Batamcentre, Senin (11/5/2026), untuk menampilkan tarian massal Zapin Ngenang bersama Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra.

    Ribuan pelajar yang mengenakan busana Melayu tampak menari serempak dengan penuh antusias. Penampilan tersebut menghadirkan suasana semarak di pusat pemerintahan Kota Batam sekaligus menjadi simbol pelestarian budaya daerah di kalangan generasi muda.

    Kemeriahan semakin terasa ketika Amsakar dan Li Claudia turut membaur bersama para pelajar. Ketua TP PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga ikut menari bersama dalam suasana penuh keakraban.

    Sebelum kegiatan tari massal dimulai, peringatan Hardiknas diawali dengan upacara bendera yang dipimpin langsung oleh Amsakar sebagai inspektur upacara. Dalam kesempatan itu, ia membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi pembentukan karakter bangsa.

    “Pendidikan adalah proses yang dijalankan dengan ketulusan, kasih sayang, dan pendampingan untuk menumbuhkan potensi terbaik setiap anak bangsa,” ujar Amsakar saat membacakan sambutan menteri.

    Ia menegaskan, pendidikan tidak hanya bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga membangun karakter dan peradaban yang kuat. Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dari ruang-ruang kelas tempat proses belajar berlangsung.

    Dalam amanat tersebut juga disinggung kembali pemikiran Ki Hajar Dewantara mengenai konsep pendidikan yang menekankan nilai asah, asih, dan asuh sebagai fondasi utama pendidikan Indonesia. Nilai-nilai tersebut dinilai tetap relevan dalam menghadapi tantangan pendidikan di era modern.

    “Jika ingin memajukan bangsa, maka pendidikan harus diperkuat. Dan jika ingin memperbaiki pendidikan, maka pembenahan harus dimulai dari dalam kelas,” lanjutnya.

    Amsakar turut menyampaikan bahwa kualitas sumber daya manusia di Kota Batam terus menunjukkan peningkatan. Hal itu tercermin dari kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam dari 83,32 pada 2024 menjadi 83,80 pada 2025.

    “Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh insan pendidikan di Kota Batam, mulai dari guru, tenaga pendidik, orang tua, hingga para siswa,” katanya.

    Sebagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan, Pemerintah Kota Batam melanjutkan program bantuan seragam sekolah gratis bagi murid baru SD dan SMP, baik di sekolah negeri maupun swasta. Bantuan tersebut meliputi seragam nasional lengkap beserta atribut dan seragam kurung Melayu sebagai penguatan identitas budaya lokal.

    Menutup peringatan Hardiknas 2026, Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi demi mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata bagi seluruh anak bangsa.

    “Melalui semangat kebersamaan, mari kita wujudkan pendidikan yang mampu melahirkan generasi cerdas, berkarakter, dan membanggakan daerah serta bangsa,” tutupnya. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Menjelang Keberangkatan Haji 21 Mei, Wali Kota Amsakar Titipkan Jalannya Pemerintahan ke Wakilnya

    Menjelang Keberangkatan Haji 21 Mei, Wali Kota Amsakar Titipkan Jalannya Pemerintahan ke Wakilnya

    Sejumlah warga menyalami Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dan Istri usai menggelar Walimatus Safar di kediamannya, Batam Centre, Minggu (10/5/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menggelar Walimatus Safar di kediamannya, Batam Centre, Minggu (10/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi momen silaturahmi sekaligus ungkapan rasa syukur menjelang keberangkatannya menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci pada 21 Mei 2026.

    Amsakar akan berangkat bersama istrinya, Erlita Amsakar, yang juga Ketua TP-PKK Kota Batam. Sesuai jadwal, keduanya masuk Asrama Haji pada 20 Mei 2026 sebelum bertolak menuju Arab Saudi keesokan harinya.

    Acara berlangsung khidmat dengan rangkaian pembacaan ayat suci Al-Qur’an, ceramah agama, hingga prosesi adat tepuk tepung tawar. Sejumlah unsur Forkopimda Kota Batam, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta kerabat turut hadir dalam kegiatan tersebut.

    Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Batam menjelang keberangkatannya menjalankan rukun Islam kelima.

    “Sebagai manusia biasa dan pemimpin, kami menyadari tidak semua kebijakan dapat memenuhi harapan seluruh masyarakat. Dengan segala kerendahan hati, saya dan istri memohon maaf apabila selama menjalankan amanah terdapat tutur kata maupun tindakan yang kurang berkenan,” ujarnya.

    Selain itu, Amsakar juga meminta doa restu agar perjalanan ibadah hajinya diberikan kelancaran, kesehatan, dan keselamatan hingga kembali ke Tanah Air.

    “Kami mohon doa agar diberikan kemudahan selama menjalankan ibadah haji dan kembali ke Batam dalam keadaan sehat serta memperoleh haji yang mabrur dan mabrurah,” katanya.

    Pada kesempatan itu, Amsakar turut menitipkan jalannya roda pemerintahan kepada Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, selama dirinya menunaikan ibadah haji. Ia meminta dukungan dari seluruh jajaran pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, hingga kepala OPD agar program pemerintahan tetap berjalan optimal.

    “Saya titip Ibu Wakil Wali Kota kepada Bapak dan Ibu semua. Mohon dukungan penuh agar pelayanan dan program pembangunan tetap berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

    Kegiatan Walimatus Safar ditutup dengan doa bersama dan bersalam-salaman sebagai bentuk pelepasan serta doa keselamatan menjelang keberangkatan pasangan tersebut ke Tanah Suci pada 21 Mei mendatang. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Grand Final Duta Wisata Batam 2026, Arya dan Keizia Raih Gelar Encik dan Puan

    Grand Final Duta Wisata Batam 2026, Arya dan Keizia Raih Gelar Encik dan Puan

    Sekda Batam, Firmansyah, bersama Ketua DWP Batam, Erdawati Firmansyah, menyerahkan hadiah kepada pemenang Duta Wisata Encik dan Puan Kota Batam 2026 di Harmoni One, Sabtu (9/5/2026) malam. HUMAS DISKOMINFO BATAM / ADE RAHMATULLAH

    Diskominfo Batam – Arya Saputra dan Keizia Hirano resmi terpilih sebagai Duta Wisata Encik dan Puan Kota Batam 2026 pada malam Grand Final Pemilihan Duta Wisata Kota Batam yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Batam di Ballroom Harmoni One, Batamcentre, Sabtu (9/5/2026) malam.

    Arya dinobatkan sebagai Encik Kota Batam 2026, sementara Keizia berhasil meraih gelar Puan Duta Wisata Kota Batam 2026 setelah menyisihkan puluhan peserta lainnya dalam proses seleksi yang berlangsung ketat.

    Grand final yang mengusung tema “Proud Tourism and Culture Ready for the Future” tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, mewakili Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra.

    Dalam sambutannya, Firmansyah berharap para finalis, khususnya pemenang Encik dan Puan Batam 2026, dapat menjadi garda terdepan dalam mempromosikan destinasi wisata dan budaya Kota Batam.

    “Kami berharap para Duta Wisata dapat berkontribusi memperkenalkan potensi wisata dan budaya Batam lebih luas lagi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

    Ia menyebutkan, sektor pariwisata Batam terus menunjukkan perkembangan positif. Pada 2025, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 1,6 juta orang atau melampaui target yang ditetapkan Pemerintah Kota Batam. Untuk 2026, target kunjungan wisatawan ditingkatkan menjadi 1,75 juta orang.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan proses pemilihan Encik dan Puan Batam 2026 berlangsung sekitar 45 hari dan diikuti 167 peserta audisi dari berbagai latar belakang profesi.

    “Setelah melalui tahapan seleksi, terpilih 20 finalis yang terdiri atas 10 encik dan 10 puan. Penilaian dilakukan secara menyeluruh, mulai dari wawasan, penampilan, sikap, hingga kepercayaan diri peserta,” kata Ardiwinata.

    Menurutnya, sebelum memasuki grand final, para finalis juga menjalani tahapan pra-karantina dengan mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Batam. Mereka kemudian mengikuti karantina selama empat hari di Ayola Signature Ocarina Batam untuk mendapatkan pembekalan keterampilan dan wawasan kepariwisataan.

    Melalui ajang tersebut, Pemerintah Kota Batam berharap para Duta Wisata terpilih dapat menjadi wajah promosi pariwisata daerah sekaligus menginspirasi generasi muda untuk ikut melestarikan budaya dan memperkenalkan potensi Batam kepada masyarakat luas. (Humas Diskominfo Batam / Muhardi)

  • Banyak Atraksi, Amsakar Ingin Perayaan HUT Dewi Ma Zu Masuk Kalender Wisata Kota Batam

    Banyak Atraksi, Amsakar Ingin Perayaan HUT Dewi Ma Zu Masuk Kalender Wisata Kota Batam

    Wali Kota Batam, bersama sejumlah tokoh saat menghadiri puncak perayaan HUT Dewi Ma Zu di Yayasan Cipta Dewi Samudera, Sekupang, Sabtu (9/5/2026) malam. HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Dewi Ma Zu di Yayasan Cipta Dewi Samudera, Sekupang, Sabtu (9/5/2026) malam. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan dihadiri ribuan warga.

    Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan apresiasi kepada panitia dan keluarga besar Yayasan Cipta Dewi Samudera atas terselenggaranya perayaan tersebut. Menurutnya, kegiatan budaya dan keagamaan seperti ini memiliki potensi besar untuk mendukung sektor pariwisata Kota Batam.

    “Momentum ini sangat luar biasa. Ke depan, saya berharap perayaan HUT Dewi Ma Zu dapat masuk dalam kalender event pariwisata resmi Kota Batam karena merupakan kekayaan budaya yang patut dibanggakan,” ujarnya.

    Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam yang terus menunjukkan tren positif. Ia menilai, kemajuan Batam tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, Forkopimda, dan dukungan masyarakat.

    “Saya percaya keberhasilan Batam hari ini lahir dari soliditas masyarakat, kekompakan pelaku usaha, serta keharmonisan semua pihak. Karena itu, mari terus menjaga kondusivitas daerah yang kita cintai ini,” katanya.

    Sementara itu, Ketua Panitia, Abiko, mengatakan rangkaian HUT Dewi Ma Zu tahun ini mencatat sejarah melalui pelaksanaan Pawai Kapal Ma Zu pertama yang digelar secara terorganisasi di Indonesia. Kegiatan tersebut melibatkan 20 kapal dan 30 jet ski.

    Selain itu, panitia juga menyediakan 15 ribu porsi makanan gratis bagi masyarakat, 24 tenda gratis untuk 45 pelaku UMKM, serta menghadirkan berbagai hiburan seperti atraksi naga dan barongsai, pertunjukan tata cahaya, hingga lucky draw dengan hadiah utama tiga unit mobil dan tujuh unit sepeda motor.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kepulauan Riau Asmin Patros dan Bobi Jayanto, Ketua Pembina PSMTI Pusat Edi Husi, Ketua PSMTI Kepri Randy Tan, Ketua Yayasan Cipta Dewi Samudera Hendra Asman, serta sejumlah tokoh masyarakat lainnya. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Aksi Nyata Menjaga Bumi Dimulai dari Pesisir Batam

    Aksi Nyata Menjaga Bumi Dimulai dari Pesisir Batam

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama mahasiswa UNRIKA menanam 2.000 bibit mangrove di kawasan Tanjung Bemban, Nongsa, dalam gerakan “Save Mangrove, Save The World”.

    Mangrove bukan hanya pelindung pesisir, tetapi juga penyerap karbon alami yang penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan masa depan lingkungan

    Melalui kolaborasi pemerintah, akademisi, dan masyarakat, Batam terus bergerak menjaga alam di tengah pesatnya pembangunan kota.

    Video: HUMAS DISKOMINFO BATAM / IIN ARIYANTI

    #Batam #Mangrove #SaveMangroveSaveTheWorld #AmsakarAchmad #MediaCenterBatam.

  • Aksi Menyelamatkan Bumi, Wali Kota bersama Mahasiswa Batam Tanam 2.000 Mangrove

    Aksi Menyelamatkan Bumi, Wali Kota bersama Mahasiswa Batam Tanam 2.000 Mangrove

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengikuti aksi penanaman mangrove bersama mahasiswa UNRIKA di kawasan pesisir Tanjung Bemban, Nongsa, Sabtu (9/5/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengikuti aksi penanaman mangrove bersama mahasiswa Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA) di kawasan pesisir Tanjung Bemban, Nongsa, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan bertajuk “Save Mangrove, Save The World” tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah dan kalangan akademisi dalam upaya menjaga lingkungan serta memitigasi krisis iklim.

    Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan pentingnya menjaga ekosistem mangrove di tengah pesatnya pembangunan Kota Batam. Menurutnya, pertumbuhan daerah harus tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan demi keberlanjutan generasi mendatang.

    “Melindungi mangrove sama dengan menjaga dunia. Saat ini kita menghadapi tantangan besar terkait keseimbangan ekologi. Seiring pembangunan Batam yang semakin pesat sebagai kota industri, kita harus bijak mencari formula agar lingkungan tetap lestari sebagai titipan bagi anak cucu kita,” ujar Amsakar.

    Amsakar yang juga merupakan salah satu tokoh pendiri Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNRIKA mengajak mahasiswa untuk menjadi agen perubahan dalam menjaga lingkungan. Ia menekankan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

    “Jangan hanya semangat saat kegiatan seremonial saja. Saya berharap pemahaman teoretis yang didapat di kampus dapat diimplementasikan secara nyata. Jadilah agen yang menyebarkan informasi positif dan konstruktif tentang pentingnya menjaga ekosistem di tengah masyarakat,” katanya.

    Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara, Yasri Efendi, mengapresiasi kehadiran Wali Kota Batam dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran Amsakar menjadi motivasi bagi generasi muda untuk semakin peduli terhadap lingkungan.

    Ia juga mengungkapkan kondisi mangrove di Batam yang mengalami penyusutan cukup signifikan. Dari luas awal sekitar 11.760 hektare, kini kawasan mangrove tersisa sekitar 1.700 hektare.

    “Kondisi ini menjadi alarm bagi kita semua. Karena itu, hari ini kami menanam sekitar 2.000 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata dengan teknik jarak tanam 1×4 meter. Kami berterima kasih kepada Bapak Wali Kota yang hadir memberikan semangat baru bagi anak muda untuk lebih peduli terhadap lingkungan,” ujar Yasri.

    Kegiatan konservasi tersebut terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, termasuk Yayasan Kusuma di bawah pembinaan Ismeth Abdullah. Penanaman mangrove dinilai penting karena tanaman tersebut memiliki kemampuan menyerap karbon lebih tinggi dibandingkan tumbuhan darat, sekaligus menjadi habitat penting bagi biota laut yang menopang perekonomian masyarakat pesisir. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Amsakar: Masa Depan Batam Ditentukan Daya Saing SDM

    Amsakar: Masa Depan Batam Ditentukan Daya Saing SDM

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Batam Kota di Aula Politeknik Batam, Sabtu (9/5/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa masa depan Kota Batam sangat ditentukan oleh kualitas dan daya saing sumber daya manusia (SDM). Karena itu, Pemerintah Kota Batam terus memperkuat program pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kompetensi warga sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah.

    Hal tersebut disampaikan Amsakar saat membuka kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Batam Kota di Aula Politeknik Batam, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan yang diikuti 520 peserta tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas masyarakat melalui berbagai pelatihan tematik di tingkat kelurahan.

    Kegiatan itu turut dihadiri Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteran Keluarga (TP PKK) Kota Batam, Erlita Amsakar, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Batam Erdawati Firmansyah, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemko Batam, jajaran camat dan lurah se-Kecamatan Batam Kota.

    Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa pembangunan Kota Batam tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pemberdayaan masyarakat.

    Menurutnya, terdapat tiga substansi utama pembangunan yang menjadi fokus Pemerintah Kota Batam, yakni penyediaan infrastruktur dasar, peningkatan fasilitas yang telah tersedia seiring pertumbuhan penduduk, serta pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan dan masyarakat termarginalkan.

    “Pemberdayaan masyarakat adalah tentang peningkatan kompetensi dan kecakapan. Melalui pelatihan ini, kita ingin ekonomi keluarga ikut meningkat,” ujar Amsakar.

    Ia mencontohkan, melalui peningkatan keterampilan, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan keluarga, termasuk dalam pengelolaan sampah rumah tangga yang bernilai ekonomis.

    Amsakar juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Batam di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, terus memfokuskan APBD pada program perlindungan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, hingga perlindungan sosial.

    Di bidang pendidikan, Pemko Batam menjalankan program seragam sekolah gratis dan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Sementara di sektor kesehatan, capaian Universal Health Coverage (UHC) Kota Batam saat ini telah mencapai 98,2 persen.

    Pada sektor ekonomi dan UMKM, Pemko Batam memberikan pinjaman modal tanpa bunga hingga Rp20 juta bagi pelaku usaha kecil, dengan rencana peningkatan plafon pinjaman menjadi Rp50 juta hingga Rp100 juta.

    Selain itu, pemerintah juga memberikan perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja sektor informal, seperti penambang pancung, penarik becak, dan pengemudi ojek online, serta insentif bagi lanjut usia.

    “Investasi pada SDM memang hasilnya tidak instan. Mungkin baru terlihat 25 tahun mendatang. Namun, ini jauh lebih penting karena masa depan Batam bergantung pada daya saing manusianya,” katanya.

    Amsakar turut mengapresiasi camat dan lurah di Kecamatan Batam Kota yang dinilai mampu mengintegrasikan berbagai program pemberdayaan masyarakat secara efektif dan efisien.

    Adapun kegiatan pemberdayaan tersebut meliputi pelatihan daur ulang sampah rumah tangga di Kelurahan Baloi Permai dan Teluk Tering, pelatihan peningkatan kompetensi kader Posyandu di Kelurahan Belian, Sungai Panas, dan Taman Baloi, serta pelatihan Bina Keluarga Balita (BKB) dasar di Kelurahan Sukajadi.

    Sejalan dengan program lingkungan, Bank Sampah Unit juga telah terbentuk di seluruh kelurahan se-Kecamatan Batam Kota dengan total 762 anggota. Hingga saat ini, gerakan pemilahan sampah berhasil mengumpulkan 12.129 kilogram sampah bernilai ekonomis dengan nilai mencapai Rp20,7 juta.

    Salah seorang peserta dari Kelurahan Belian, Lita, mengaku pelatihan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga.

    “Pelatihan ini sangat bermanfaat. Selain menambah pengetahuan tentang kesehatan anak di Posyandu, kami juga belajar mengelola ekonomi keluarga dengan lebih baik,” ujarnya. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)