Author: mgub6

  • Amsakar: Purna Tugas Bukan Akhir Pengabdian, Wredatama Diminta Tetap Berkarya

    Amsakar: Purna Tugas Bukan Akhir Pengabdian, Wredatama Diminta Tetap Berkarya

    Sejumlah pensiunan pegawai berswafoto bersama Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat menghadiri halalbihalal PWRI Kota Batam di Aula Gedung LAM Kepri, Batam, Sabtu (18/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri kegiatan halalbihalal Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Batam di Aula Gedung LAM Kepri, Batam, Sabtu (18/4/2026).

    Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan apresiasi atas kekompakan dan soliditas anggota PWRI yang dinilainya tetap menjaga hubungan serta semangat kebersamaan meski telah memasuki masa purna tugas.

    “Saya bangga melihat wredatama yang tetap kompak dan solid, serta terus menjalin relasi dan interaksi. Ini menunjukkan bahwa semangat pengabdian tidak berhenti ketika seseorang memasuki masa purna tugas,” ujarnya.

    Menurut Amsakar, kegiatan halalbihalal tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum penting untuk menyerap pemikiran, pengalaman, dan masukan dari para senior.

    “Melalui forum seperti ini, banyak hal yang bisa didiskusikan. Kami berharap para senior dapat memberikan ide dan gagasan yang memperkaya arah kepemimpinan ke depan. Saya bersama Ibu Li Claudia terbuka terhadap saran dan masukan,” katanya.

    Ia menegaskan, purna tugas hanya mengakhiri peran formal dalam birokrasi, namun tidak menghentikan kontribusi bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

    “Purna tugas hanya pada jabatan formal. Di luar itu, bapak dan ibu tetap dapat berperan. Jangan ragu atau khawatir, karena pengabdian tidak berakhir seiring berakhirnya jabatan,” tegasnya.

    Amsakar menilai pengalaman panjang para anggota PWRI merupakan modal sosial dan intelektual yang sangat berharga untuk mendukung pembangunan Batam ke depan.

    Ia juga mengingatkan pentingnya memaknai masa purna tugas sebagai fase baru untuk tetap berkarya dan berkontribusi.

    “Tidak semua orang mampu melalui masa akhir jabatan dengan baik. Karena itu, saya berharap para senior yang berasal dari Pemko Batam dan BP Batam tetap merasa menjadi bagian dari keluarga besar,” ujarnya.

    Melalui kegiatan ini, Amsakar berharap sinergi antara pemerintah dan para wredatama terus terjaga, sehingga pengalaman, kebijaksanaan, dan semangat pengabdian para senior tetap memberi warna dalam pembangunan Batam yang maju dan harmonis. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Tanjung Banon Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Baru Batam, Amsakar Tekankan Peran Warga Lokal

    Tanjung Banon Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Baru Batam, Amsakar Tekankan Peran Warga Lokal

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan kawasan Tanjung Banon menjadi salah satu fokus pengembangan wilayah baru yang terintegrasi dengan Batam sebagai kawasan industri dan investasi.

    Amsakar menjelaskan, Tanjung Banon tidak hanya dipersiapkan sebagai lokasi program transmigrasi, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan kawasan strategis Rempang dan Galang. Kawasan ini telah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui pengembangan Rempang Eco City yang diproyeksikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Batam.

    Menurutnya, pengembangan Tanjung Banon dirancang sejalan dengan karakter Batam sebagai kawasan perdagangan, industri, pariwisata, alih kapal, dan logistik.

    “Kawasan ini tidak berdiri sendiri, tetapi terintegrasi dengan Batam sebagai kawasan industri dan investasi, sehingga memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan masyarakat,” ujar Amsakar, Jumat (17/4/2026).

    Amsakar menekankan, keberhasilan pembangunan di Tanjung Banon sangat bergantung pada efektivitas komunikasi pemerintah dengan masyarakat.

    “Yang paling penting adalah bagaimana kami mentransformasikan kebijakan kepada masyarakat agar kondisi di lapangan tetap kondusif dan dapat diterima dengan baik,” katanya.

    Ia menambahkan, komunikasi yang dibangun tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga partisipatif agar masyarakat merasa dilibatkan dalam proses pembangunan.

    Dalam konteks program transmigrasi, Tanjung Banon diharapkan menjadi awal terbentuknya ekosistem ekonomi baru yang inklusif. Masyarakat yang mengikuti program tersebut akan menjadi kelompok pertama yang merasakan manfaat pembangunan di kawasan tersebut.

    Pemerintah, lanjutnya, telah menyiapkan sejumlah dukungan, antara lain kepastian kepemilikan lahan seluas 500 meter persegi per keluarga, rumah layak huni, serta bantuan kebutuhan dasar pada tahap awal.

    Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas terintegrasi guna memudahkan akses layanan publik.

    Untuk menjawab tantangan karakteristik masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan petani, pemerintah juga menyiapkan langkah penguatan sektor ekonomi lokal.

    Di sektor perikanan, pembangunan dermaga oleh pemerintah pusat diharapkan dapat mendukung aktivitas nelayan. Fasilitas stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) juga akan disiapkan untuk menjamin ketersediaan bahan bakar.

    Sementara di sektor pertanian, keterbatasan lahan akan diatasi melalui pengembangan kawasan food estate yang memungkinkan petani tetap berproduksi dengan sistem yang lebih modern dan terintegrasi.

    Amsakar optimistis, dengan perencanaan matang dan dukungan infrastruktur yang memadai, Tanjung Banon akan berkembang menjadi kawasan baru yang mampu menarik investasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    “Kami berharap masyarakat Tanjung Banon tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian utama dalam ekosistem ekonomi baru yang sedang dibangun,” ujarnya. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Kepala Diskominfo Batam: Proses Kerja Sama Media Berjalan Transparan dan Sesuai Aturan

    Kepala Diskominfo Batam: Proses Kerja Sama Media Berjalan Transparan dan Sesuai Aturan

    Kepala Diskominfo kota Batam, Rudi Panjaitan

    Diskominfo Batam – Menanggapi pemberitaan berjudul “Kerja Sama Media Mandek, Kominfo Batam Diuji Transparansi dan Kinerjanya”, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam memberikan penjelasan resmi terkait proses kerja sama media tahun 2026.

    Kepala Diskominfo Batam, Rudi Panjaitan, Jumat (17/4/2026), menegaskan bahwa seluruh tahapan verifikasi dan kerja sama media telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku serta mengedepankan prinsip transparansi melalui aplikasi SIDIA.

    “Berdasarkan laporan verifikasi media tahun 2026, tercatat sebanyak 284 permohonan kerja sama yang masuk melalui aplikasi SIDIA. Dari jumlah tersebut, 26 permohonan ditolak karena pengajuan dilakukan ganda, di mana satu media hanya diperkenankan mengajukan satu permohonan,” ujar Rudi.

    Selain itu, tiga media online lainnya juga tidak dapat diproses lebih lanjut setelah dilakukan pemeriksaan, karena ditemukan ketidaksesuaian pada surat pernyataan yang disampaikan.

    “Dengan demikian, total 254 permohonan dinyatakan lolos tahap administrasi dan masuk dalam proses verifikasi lebih lanjut,” katanya.

    Semua pengajuan yang masuk melalui SIDIA sudah dilakukan verifikasi oleh tim verifikator dan ditemukan banyak dokumen dan persyaratan tidak sesuai dan beberapa tidak terlampir. Rudi menjelaskan, seluruh interaksi antara petugas dan pihak media dilakukan secara sistematis melalui aplikasi SIDIA, termasuk dalam hal penyampaian perbaikan dokumen maupun kelengkapan persyaratan. Hal ini dilakukan untuk memastikan proses berjalan objektif, terdokumentasi, dan dapat dipantau secara terbuka.

    “Semua kita jalankan sesuai aturan dan bahkan sangat transparan,” tegasnya.

    Ia juga menambahkan, saat ini sejumlah media yang telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi sudah mulai menjalankan kerja sama. Sementara itu, sebagian lainnya masih dalam proses melengkapi dokumen yang dipersyaratkan.

    “Kami memastikan tidak ada penghentian atau kemacetan dalam proses kerja sama media, melainkan seluruh tahapan berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan,” tegas Rudi.**

  • Sagulung Juara Umum, Wali Kota Apresiasi MTQH XXXIV Berlangsung Sukses

    Sagulung Juara Umum, Wali Kota Apresiasi MTQH XXXIV Berlangsung Sukses

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyerahkan piala bergilir dan hadiah kepada kafilah Sagulung saat malam penutupan MTQH XXXIV di Dataran Engku Putri Batamcentre, Kamis (16/4/2026) malam. HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, secara resmi menutup Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) XXXIV tingkat Kota Batam di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Kamis (16/4/2026) malam.

    Pada perhelatan tahun ini, Kecamatan Sagulung berhasil meraih gelar juara umum dengan perolehan nilai 421. Posisi kedua ditempati Kecamatan Sungai Beduk dengan nilai 418, disusul Kecamatan Batam Kota di peringkat ketiga dengan nilai 379. Persaingan antarkecamatan berlangsung ketat hingga akhir kegiatan.

    Kecamatan Nongsa berada di peringkat keempat dengan nilai 317, diikuti Bengkong pada posisi kelima dengan nilai 214. Selanjutnya, Sekupang menempati peringkat keenam dengan nilai 188, sementara Batu Aji berada di posisi ketujuh dengan nilai 187.

    Adapun peringkat kedelapan hingga ke-12 masing-masing diraih oleh Lubuk Baja (135), Galang (88), Batu Ampar (62), Belakang Padang (49), dan Bulang (12).

    Selain penilaian utama, panitia juga mengumumkan pemenang lomba kreasi astaka tingkat kecamatan se-Kota Batam. Kecamatan Sagulung kembali meraih juara pertama dengan nilai 94, disusul Nongsa dengan nilai 90 dan Belakang Padang di peringkat ketiga dengan nilai 89. Sementara itu, Sungai Beduk meraih Harapan I dengan nilai 85.

    Pada kategori lomba kreasi astaka tingkat kelurahan, Kelurahan Tanjung Sari meraih juara pertama dengan nilai 93. Juara kedua diraih Kelurahan Kabil dengan nilai 89, sedangkan Kelurahan Kibing menempati peringkat ketiga dengan nilai 88. Adapun Harapan I diraih Kelurahan Bulang Lintang dengan nilai 84.

    Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pihak yang terlibat dalam menyukseskan MTQH XXXIV. Ia menegaskan bahwa capaian prestasi harus sejalan dengan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

    “Selamat kepada para pemenang atas capaian yang diraih. Menjadi juara tentu penting, namun yang lebih utama adalah bagaimana kita membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di kota yang kita cintai ini,” ujarnya.

    Ia juga mendorong para peserta untuk terus meningkatkan kemampuan. Bagi yang meraih juara, diharapkan dapat mempertahankan prestasi dan membawa nama baik Batam di tingkat Provinsi Kepulauan Riau. Sementara itu, peserta yang belum berhasil diminta untuk terus berlatih dan tidak berhenti mengasah kemampuan.

    Amsakar mengaku bangga atas penyelenggaraan MTQH tahun ini yang dinilai berjalan lancar dan meriah, dengan partisipasi masyarakat yang tinggi.

    “Saya bersama Wakil Wali Kota sangat bersyukur. MTQH tahun ini dipersiapkan dengan baik, berlangsung meriah, dan mendapat antusiasme luar biasa dari masyarakat,” katanya.

    Ia turut mengapresiasi kinerja dewan hakim yang dinilai telah menjalankan tugas secara profesional dan objektif.

    “Alhamdulillah, kita mendapatkan para juara yang layak dan diharapkan mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” tambahnya.

    Pelaksanaan MTQH XXXIV Kota Batam tahun ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan dan syiar Islam yang kuat, dengan kemasan kegiatan yang semakin megah dan berkualitas.

    “Sekali lagi, kami menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang ikut andil dalam menyukseskan MTQH XXXIV,” ucap Amsakar. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • SDN 009 Juga Dibangun ZoSS, Li Claudia: Keselamatan Siswa Jadi Prioritas

    SDN 009 Juga Dibangun ZoSS, Li Claudia: Keselamatan Siswa Jadi Prioritas

    Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, meninjau lokasi pembangunan ZoSS di SDN 009 Batam Kota, Kamis (16/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RICKY WIHENDAR

    Diskominfo Batam – Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, kembali turun langsung meninjau lokasi rencana pembangunan Zona Selamat Sekolah (ZoSS). Kali ini di SD Negeri 009 Batam Kota, Kamis (16/4/2026).

    Peninjauan tersebut merupakan wujud kepedulian Pemerintah Kota Batam terhadap keselamatan pelajar, khususnya dalam aktivitas menyeberang jalan di kawasan sekolah yang rawan risiko.

    Dalam kunjungannya, Li Claudia menyoroti belum tersedianya fasilitas penyeberangan yang layak di depan sekolah. Kondisi itu dinilai berpotensi membahayakan siswa, terutama pada jam berangkat dan pulang sekolah.

    “Saya menerima laporan, anak-anak SDN 009 Batam Kota kesulitan menyeberang karena belum ada zebra cross. Ini menjadi perhatian serius,” ujarnya.

    Ia menegaskan bahwa keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama. Karena itu, ia langsung menginstruksikan Dinas Perhubungan Kota Batam untuk segera melakukan pengecekan dan penanganan di lapangan.

    Li Claudia bahkan meminta agar proses pembangunan ZoSS dapat segera dimulai, dengan mengacu pada fasilitas serupa yang tengah dikembangkan di SDN 001 Batam Kota.

    “Kepala Dinas Perhubungan segera cek. Dalam waktu satu minggu, kalau bisa sudah mulai dikerjakan,” tegasnya.

    Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembangunan Zona Selamat Sekolah tidak boleh dilakukan secara asal, melainkan harus dirancang secara optimal dan berstandar modern demi menjamin keamanan pelajar.

    Menurutnya, ZoSS harus dilengkapi dengan penanda yang jelas serta sistem yang mendukung keselamatan pengguna jalan, sehingga benar-benar memberikan perlindungan bagi siswa.

    “ZoSS harus jelas ditandai dan dibuat modern. Batam adalah kota maju, jadi kita harus bisa mengambil referensi dari negara maju, tentu tetap disesuaikan dengan standar yang berlaku,” katanya.

    Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemko Batam dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah bagi anak-anak, sekaligus menekan potensi kecelakaan lalu lintas di sekitar kawasan pendidikan. (Humas Diskominfo Batam / Rizka)

  • Pemko Batam Kaji Dampak Kebijakan WFH Terhadap Efisiensi Anggaran Pemerintah Sebelum Diterapkan

    Pemko Batam Kaji Dampak Kebijakan WFH Terhadap Efisiensi Anggaran Pemerintah Sebelum Diterapkan

    Kepala dinas komunikasi dan informatika       ( Diskominfo) kota Batam,Rudi Panjaitan

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam memberikan klarifikasi atas pemberitaan yang menyebut Batam menentang kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, menegaskan, hingga saat ini Pemko Batam belum menerapkan kebijakan WFH bukan karena penolakan, melainkan masih dalam tahap kajian menyeluruh, khususnya terkait efektivitas dan efisiensi yang dihasilkan.

    “Perlu kami luruskan, Pemko Batam tidak menolak kebijakan WFH. Saat ini kami masih melakukan penghitungan secara komprehensif, terutama terkait besaran efisiensi yang bisa dicapai,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

    Ia menjelaskan, hingga kini pemerintah daerah belum memperoleh angka pasti mengenai potensi penghematan anggaran apabila sistem kerja dari rumah diterapkan di lingkungan ASN.

    Selain itu, aspek teknis pelaksanaan, termasuk penentuan hari pelaksanaan WFH, juga masih menjadi bahan pertimbangan agar tidak menimbulkan celah penyalahgunaan kebijakan.

    “Salah satu yang kami cermati adalah potensi penambahan hari libur bagi pegawai tertentu jika WFH diterapkan, misalnya bila dilaksanakan pada hari Jumat. Ini sedang kami kaji agar kebijakan tetap tepat sasaran,” jelasnya.

    Ia juga menyampaikan bahwa perhitungan efisiensi masih berlangsung dan belum menghasilkan angka final sebagai dasar pengambilan kebijakan.

    Ia menambahkan, apabila nantinya WFH diterapkan, hari pelaksanaannya tidak harus pada Jumat, melainkan bisa disesuaikan berdasarkan hasil kajian.

    Di sisi lain, Rudi menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil harus memiliki indikator yang terukur, terutama dalam hal efisiensi anggaran.

    Menurutnya, secara logis WFH berpotensi menekan biaya operasional, seperti pengurangan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) akibat berkurangnya mobilitas pegawai, serta efisiensi penggunaan listrik di perkantoran.

    Namun demikian, ia menekankan bahwa potensi tersebut harus dibuktikan melalui data dan laporan resmi dari masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

    “Hingga saat ini, laporan dimaksud masih dalam proses penyusunan dan belum seluruhnya disampaikan kepada pimpinan daerah,” tegas Rudi. (Humas Diskominfo Batam)

  • Lepas 641 JCH Batam, Amsakar: Fokus Ibadah dan Saling Menguatkan

    Lepas 641 JCH Batam, Amsakar: Fokus Ibadah dan Saling Menguatkan

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, melepas JCH Batam di Masjid Agung Raja Hamidah Batamcentre, Kamis (16/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RICKY WIHENDAR

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, secara resmi melepas 641 Jemaah Calon Haji (JCH) Kota Batam tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Pelepasan berlangsung khidmat di Masjid Agung Raja Hamidah, Batamcentre, Kamis (16/4/2026) pagi.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Batam.

    Dalam sambutannya, Amsakar menekankan pentingnya kesiapan mental dan spiritual bagi para jemaah. Ia mengingatkan bahwa masa tunggu keberangkatan haji yang panjang menjadikan kesempatan ini sebagai anugerah yang patut disyukuri.

    “Hati harus bersih, lapang, dan benar-benar hadir dalam ibadah. Jangan terbebani oleh urusan yang ditinggalkan di tanah air. Fokuskan diri untuk mengharap rida Allah SWT,” ujarnya.

    Ia juga berpesan agar seluruh jemaah menjaga kekompakan selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, interaksi dengan jutaan jemaah dari berbagai latar belakang menuntut kesabaran dan sikap saling memahami.

    “Jaga kekompakan dan saling menguatkan. Jika menghadapi kendala, segera laporkan kepada petugas. Pemerintah Kota Batam melalui petugas haji siap memberikan pelayanan selama 24 jam,” tegasnya.

    Pada kesempatan itu, Amsakar mengungkapkan bahwa dirinya juga akan menunaikan ibadah haji tahun ini melalui jalur reguler. Ia menyebut keberangkatan tersebut merupakan hasil tabungan yang dikumpulkannya selama puluhan tahun.

    “Saya ingin menjalani ibadah haji secara reguler agar dapat membaur dan merasakan perjuangan bersama masyarakat. Ini hasil tabungan sejak 20 hingga 25 tahun lalu,” ungkapnya.

    Sesuai jadwal, Amsakar dijadwalkan berangkat pada 21 Mei 2026 dan kembali ke Tanah Air pada 30 Juni 2026. Selama menjalankan ibadah, ia memohon doa dari masyarakat Batam.

    “Saya titip doa untuk kemajuan Kota Batam. Mohon doa agar seluruh jemaah diberikan kesehatan dan kekuatan hingga kembali ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur dan mabrurah,” tutupnya. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Atasi Sampah dari Hulu ke Hilir, Amsakar Fokuskan Kajian Berbasis Data

    Atasi Sampah dari Hulu ke Hilir, Amsakar Fokuskan Kajian Berbasis Data

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memimpin FGD laporan pendahuluan dokumen kajian optimalisasi dan strategi tata kelola pengangkutan sampah Kota Batam Tahun 2026 di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (15/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / ADE RAHMATULLAH

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam membenahi tata kelola sampah secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir.

    Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin Focus Group Discussion (FGD) laporan pendahuluan dokumen kajian optimalisasi dan strategi tata kelola pengangkutan sampah Kota Batam Tahun 2026 di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Kantor Wali Kota Batam, Rabu (15/4/2026).

    FGD ini menghadirkan tenaga ahli dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta sebagai mitra strategis Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Batam. Turut hadir mendampingi, Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, serta Kepala Brida Kota Batam, Efrius.

    Dalam arahannya, Amsakar menekankan bahwa penanganan sampah di Batam membutuhkan pendekatan berbasis riset agar kebijakan yang diambil tepat sasaran dan berkelanjutan. Menurutnya, kompleksitas persoalan sampah tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan sederhana.

    “Sampah menjadi prioritas kami. Penanganannya harus diawali dengan kajian akademik yang melibatkan tenaga ahli. Permasalahan dari hulu hingga hilir perlu diurai secara sistematis,” ujarnya.

    Berdasarkan data dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, volume sampah di Batam mencapai 800 hingga 1.300 ton per hari. Sementara itu, luas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mencapai 49 hektare yang terbagi dalam beberapa zona.

    Amsakar mengungkapkan, Pemko Batam berencana mengoptimalkan lahan TPA yang belum termanfaatkan untuk pembangunan waste to energy atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

    Ia juga menekankan pentingnya pelibatan pihak ketiga untuk meningkatkan kualitas layanan pengangkutan sampah kepada masyarakat.

    “Melibatkan pihak ketiga memungkinkan adanya standar evaluasi yang jelas. Jika pelayanan tidak optimal, perbaikan dapat segera dilakukan sesuai kontrak kerja,” tegasnya.

    Dalam forum tersebut, Amsakar turut meminta tim tenaga ahli mengkaji penerapan teknologi insinerator plasma tanpa emisi yang diklaim telah digunakan di wilayah Yogyakarta. Teknologi ini dinilai berpotensi menjadi solusi ramah lingkungan sekaligus efisien dari sisi biaya.

    Selain itu, ia menyinggung hasil studi banding Dinas Lingkungan Hidup di Jakarta Barat, yang melibatkan peran aktif RT dan RW dalam pengangkutan sampah dari rumah ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

    Amsakar berharap kajian yang dilakukan Brida bersama tim ahli dapat menghasilkan rekomendasi yang komprehensif dan aplikatif.

    “Saya minta dilakukan penajaman data dengan melibatkan OPD teknis. Dengan begitu, kebijakan yang diambil memiliki dasar kuat dan mampu menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat Batam,” tutupnya. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Amsakar-Li Claudia Sambut Kunjungan Menkum Supratman, Dorong Kepastian Hukum dan Investasi di Batam

    Amsakar-Li Claudia Sambut Kunjungan Menkum Supratman, Dorong Kepastian Hukum dan Investasi di Batam

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, berbincang dengan Menkum RI, Supratman Andi Agtas, di Kota Batam, Selasa (14/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menyambut kunjungan kerja Menteri Hukum Republik Indonesia (Menkum RI), Supratman Andi Agtas, di Kota Batam, Selasa (14/4/2026).

    Penyambutan berlangsung di ruang VVIP Bandara Hang Nadim. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, terutama di wilayah strategis seperti Batam yang berperan sebagai kawasan investasi dan pintu gerbang ekonomi nasional di perbatasan.

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menilai kehadiran Menteri Hukum RI menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas pemerintahan.

    “Kami menyambut baik kunjungan Bapak Menteri Hukum RI beserta jajaran di Kota Batam. Ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam peningkatan pelayanan hukum kepada masyarakat serta mendukung iklim investasi yang kondusif,” ujar Amsakar.

    Ia berharap kunjungan ini dapat memberikan dampak positif bagi penguatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik di daerah.

    “Batam sebagai kawasan strategis nasional tentu membutuhkan dukungan kebijakan yang adaptif dan responsif. Kami berharap koordinasi yang terjalin dapat semakin mempercepat pembangunan serta memberikan kepastian hukum bagi dunia usaha dan masyarakat,” tambahnya.

    Melalui sinergi yang semakin erat, Batam diharapkan terus berkembang sebagai daerah yang kompetitif dan berdaya saing, sekaligus mampu menghadirkan kepastian hukum yang berkeadilan bagi masyarakat. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • 67 Tim Berlaga di Kejuaraan Voli Piala Wali Kota dan Ketua TP-PKK Batam

    67 Tim Berlaga di Kejuaraan Voli Piala Wali Kota dan Ketua TP-PKK Batam

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Ketua TP-PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, menyervis bola saat membuka kejuaraan bola voli di GOR Raja Djakfar, Sekupang, Selasa (14/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Kejuaraan Bola Voli Piala Bergilir Wali Kota Batam dan Piala Bergilir Ketua TP-PKK Kota Batam Tahun 2026 diikuti sebanyak 67 tim. Kejuaraan yang berlangsung hingga 14 Juni 2026 tersebut, resmi dibuka oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, didampingi Ketua TP-PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, di GOR Raja Djakfar, Sekupang, Selasa (14/4/2026).

    Untuk diketahui, jumlah peserta tahun ini bertambah dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 52 tim. Amsakar menegaskan bahwa peningkatan jumlah peserta menjadi indikator keberhasilan penyelenggaraan sekaligus mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap olahraga bola voli.

    “Jumlah peserta tahun ini mencapai 67 tim, meningkat dari 52 tim pada tahun lalu. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang terus tumbuh,” ujarnya.

    Ia menilai, peningkatan tersebut juga tidak lepas dari kinerja panitia yang semakin baik dan profesional dalam mengelola kegiatan.

    Menurutnya, kejuaraan ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari pembinaan olahraga secara berkelanjutan. Ke depan, ia mendorong adanya pengembangan kategori pertandingan, termasuk membuka peluang kompetisi khusus pelajar.

    “Ke depan, kami berharap dapat menghadirkan kategori baru, termasuk kompetisi untuk pelajar, sehingga pembinaan atlet bisa dimulai sejak usia dini,” katanya.

    Selain itu, Amsakar juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung.

    Ia berharap kejuaraan ini mampu menjadi wadah untuk menjaring atlet-atlet potensial yang dapat dibina ke jenjang yang lebih tinggi.

    Kejuaraan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat kebersamaan masyarakat serta mendorong gaya hidup sehat melalui olahraga. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)