Author: mgub6

  • Pemko Batam Fokus Digitalisasi Pajak, Targetkan Sistem Terpadu pada 2030

    Pemko Batam Fokus Digitalisasi Pajak, Targetkan Sistem Terpadu pada 2030

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menandatangani komitmen bersama P2DD 2026-2030, Senin (27/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, membuka High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Batam Tahun 2026 di Harris Hotel Batam Centre, Senin (27/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mengonsolidasikan arah kebijakan sekaligus menyusun peta jalan (roadmap) Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) Kota Batam periode 2026–2030.

    Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa digitalisasi telah menjadi kebutuhan dalam tata kelola pemerintahan modern. Pemanfaatan teknologi informasi dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, serta kecepatan pelayanan publik.

    “TP2DD harus mampu menjawab kebutuhan daerah melalui kebijakan yang konkret dan implementatif. Transformasi dari sistem konvensional ke digital diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Amsakar.

    Ia mengapresiasi berbagai langkah digitalisasi yang telah berjalan, seperti penggunaan tapping box dan transaksi non-tunai. Meski demikian, ia mendorong inovasi terus dikembangkan, terutama pada sektor retribusi parkir dan persampahan.

    Menurutnya, masyarakat Batam sudah akrab dengan teknologi dan didukung infrastruktur yang memadai. Karena itu, penerapan konsep Batam Smart City dinilai realistis untuk diwujudkan.

    “Ke depan, tidak boleh lagi ada pekerjaan manual yang berulang. Pengelolaan retribusi parkir dan sampah harus berbasis teknologi agar lebih aman, nyaman, serta meminimalkan potensi kebocoran,” tegasnya.

    Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam, Raja Azmansyah, dalam laporannya menyampaikan bahwa HLM TP2DD 2026 difokuskan pada penyusunan roadmap P2DD tahap kedua untuk periode 2026–2030. Dokumen ini dirancang untuk memperkuat sinergi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) penghasil, sehingga tercipta sistem yang terintegrasi.

    “Target pada 2030 adalah terwujudnya satu saluran pembayaran pajak dan retribusi yang terpadu. Hal ini juga akan diperkuat melalui revisi Peraturan Daerah tentang Pajak dan Retribusi Daerah yang saat ini masuk prioritas pembahasan di DPRD Kota Batam,” ujar Raja.

    Kegiatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota komitmen bersama sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kota Batam dalam mengakselerasi digitalisasi daerah. Pada kesempatan itu, Wali Kota juga menyerahkan piagam penghargaan kepada dua narasumber, yakni Hosni Naparin dari Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau dan Tengku Muhammad Husni dari Digital Banking Bank Riau Kepri Syariah.

    Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Batam Suhar, serta jajaran pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Batam. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Hari Otonomi Daerah ke-30, Amsakar Tekankan Sinkronisasi Pusat-Daerah Wujudkan Asta Cita

    Hari Otonomi Daerah ke-30, Amsakar Tekankan Sinkronisasi Pusat-Daerah Wujudkan Asta Cita

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menghadiri upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 tingkat Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, Senin (27/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memimpin upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 tingkat Kota Batam yang berlangsung khidmat di Kantor Wali Kota Batam, Senin (27/4/2026).

    Upacara tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta pegawai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

    Tahun ini, peringatan Hari Otonomi Daerah mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah, Wujudkan Asta Cita.” Tema tersebut menegaskan pentingnya kemandirian daerah dalam mengelola potensi lokal guna mendukung visi pembangunan nasional.

    Dalam kesempatan itu, Amsakar membacakan amanat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Dalam amanatnya, Mendagri menegaskan bahwa otonomi daerah bukan sekadar urusan administratif, melainkan instrumen strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    Mendagri juga menekankan enam langkah strategis untuk memperkuat sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah. Pertama, integrasi perencanaan dan penganggaran untuk menghindari tumpang tindih. Kedua, reformasi birokrasi berbasis hasil melalui digitalisasi terintegrasi. Ketiga, penguatan kemandirian fiskal guna mengurangi ketergantungan pada transfer pusat.

    Selanjutnya, kolaborasi antardaerah dalam menangani isu lintas wilayah, peningkatan pelayanan dasar untuk mengurangi kesenjangan, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta penguatan stabilitas daerah dalam menghadapi tantangan ekonomi dan perubahan iklim.

    Usai membacakan amanat tersebut, Amsakar menyampaikan sejumlah catatan terkait kondisi Batam. Ia mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Pemko Batam, BP Batam, DPRD, Forkopimda, dan pelaku usaha.

    “Alhamdulillah, dalam satu tahun kepemimpinan kami bersama Ibu Wakil Wali Kota, Batam mencatat capaian yang membanggakan. Pertumbuhan ekonomi terjaga, investasi meningkat, indeks pembangunan manusia naik, sementara angka pengangguran dan kemiskinan menurun,” ujar Amsakar.

    Ia juga menyoroti peningkatan signifikan pada sektor investasi. Berdasarkan data triwulan I 2026, realisasi investasi di Batam tumbuh 103 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

    Menutup arahannya, Amsakar menegaskan komitmen Pemko Batam bersama BP Batam untuk menuntaskan tiga isu utama, yakni penyediaan air bersih, pengelolaan sampah, dan penanganan banjir.

    “Terkait air bersih, tata kelolanya semakin membaik dan keluhan masyarakat terus berkurang. Untuk sampah, saat ini masih dalam tahap finalisasi penentuan mitra. Sementara penanganan banjir dilakukan melalui integrasi perencanaan antara Pemko dan BP Batam,” jelasnya.

    Ia juga mengingatkan seluruh aparatur agar bekerja secara efisien sesuai arahan Presiden, menghindari pemborosan anggaran, serta mengedepankan semangat kebersamaan dalam membangun daerah.

    “Mari kita berikan energi dan kinerja terbaik untuk Batam yang kita cintai. Selamat Hari Otonomi Daerah ke-30,” tutupnya. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Pelantikan Pengurus HMI dan KOHATI Batam, Amsakar Tekankan Peran Mahasiswa sebagai Agen Perubahan

    Pelantikan Pengurus HMI dan KOHATI Batam, Amsakar Tekankan Peran Mahasiswa sebagai Agen Perubahan

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan sambutan saat menghadiri pelantikan Pengurus HMI dan KOHATI Cabang Batam di Golden Prawn 933, Bengkong, Minggu (26/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri pelantikan Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korps HMI-Wati (KOHATI) Cabang Batam periode 2026–2027 di Golden Prawn 933, Bengkong, Minggu (26/4/2026).

    Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa HMI bukan sekadar organisasi kemahasiswaan, melainkan wadah pembentukan karakter, intelektualitas, dan kepemimpinan generasi muda.

    “HMI adalah kawah candradimuka untuk membentuk insan muda yang memiliki kecakapan intelektual, kemampuan analisis yang tajam, serta ketepatan dalam mengambil keputusan,” ujarnya.

    Ia menekankan, kapasitas intelektual harus berjalan seiring dengan integritas moral dan kepekaan sosial. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat.

    Amsakar juga mengingatkan bahwa pelantikan pengurus merupakan bagian dari proses kaderisasi yang berkelanjutan, bukan sekadar seremoni.

    “Pelantikan ini bukan titik akhir, tetapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Yang utama adalah memahami jati diri organisasi sebagai arah perjuangan,” tegasnya.

    Lebih lanjut, ia mengajak seluruh kader HMI dan KOHATI untuk menjaga nilai-nilai dasar organisasi serta memperkuat komitmen dalam berkontribusi bagi bangsa.

    Ia juga menyoroti makna filosofis “mahasiswa” yang dinilainya memiliki tanggung jawab besar sebagai agen perubahan.

    “Predikat ‘maha’ harus dimaknai dengan kesungguhan untuk menjadi pribadi yang unggul, berpikir kritis, dan berintegritas,” katanya.

    Amsakar mengingatkan agar mahasiswa tidak terjebak pada euforia organisasi semata, melainkan menjadikan organisasi sebagai ruang belajar, berproses, dan berkontribusi nyata.

    Menutup sambutannya, ia berharap kepengurusan yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta menghadirkan program yang berdampak bagi masyarakat.

    “Jaga marwah organisasi, perkuat solidaritas, dan jadilah kader yang memberi manfaat bagi Batam dan Indonesia,” pungkasnya. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • 10 Ahli Waris Terima Santunan Rp420 Juta, Amsakar: Bukti Nyata Perlindungan Sosial untuk RT dan RW

    10 Ahli Waris Terima Santunan Rp420 Juta, Amsakar: Bukti Nyata Perlindungan Sosial untuk RT dan RW

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyerahkan santunan kepada ahli waris saat silaturahmi dengan RT dan RW di Sagulung, Minggu (26/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyerahkan santunan Jaminan Kematian dari BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris RT, RW, dan LPM di Gedung Serbaguna SP Plaza Sagulung, Minggu (26/4/2026).

    Penyerahan santunan tersebut diberikan secara simbolis kepada 10 ahli waris. Masing-masing menerima manfaat sebesar Rp42 juta, sehingga total santunan yang disalurkan mencapai Rp420 juta.

    Amsakar mengatakan, santunan ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya para petugas di tingkat lingkungan yang selama ini berperan aktif dalam pelayanan publik.

    “Hari ini kita menyaksikan langsung penyerahan santunan kepada 10 petugas yang telah berpulang. Totalnya Rp420 juta. Ini bukti bahwa program jaminan sosial benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

    Ia menegaskan, Pemerintah Kota Batam terus berkomitmen memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, termasuk bagi perangkat RT/RW dan pekerja rentan.

    Menurutnya, perlindungan ini penting agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman tanpa dibayangi kekhawatiran terhadap risiko kerja.

    “Ini adalah bentuk kepedulian negara. Masyarakat yang telah berkontribusi dalam mendukung program pemerintah sudah sepatutnya mendapatkan perlindungan,” katanya.

    Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi Gerakan RT/RW Sadar Jaminan Sosial yang melibatkan pengurus RT, RW, dan LPM dari Kecamatan Sagulung, Batu Aji, dan Sekupang.

    Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Yudi Suprapto, menyampaikan bahwa peningkatan kepesertaan jaminan sosial menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat jaring pengaman sosial masyarakat.

    “Melalui kegiatan ini, kami mendorong peran aktif RT dan RW untuk menyosialisasikan pentingnya jaminan sosial kepada masyarakat,” ujarnya.

    Pemerintah berharap, melalui upaya ini, perlindungan ketenagakerjaan dapat menjangkau lebih luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Batam. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Bangun Batam Bersama, Amsakar Dorong Semangat Kolektivitas Paguyuban

    Bangun Batam Bersama, Amsakar Dorong Semangat Kolektivitas Paguyuban

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya paguyuban, untuk memperkuat semangat kolektivitas dalam membangun Kota Batam yang harmonis dan maju. Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Halalbihalal Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) di Sekupang, Minggu (26/4/2026).

    Dalam sambutannya, Amsakar menyoroti pentingnya peran paguyuban seperti KKST dalam menjaga harmoni sosial di Kota Batam. Ia mengapresiasi kekompakan warga Sulawesi Tenggara yang dinilai mampu berbaur dan menjadi bagian dari masyarakat Batam.

    “KKST ini luar biasa, kompak, dan mampu menyatu dengan masyarakat Melayu. Ini merupakan modal sosial yang sangat penting bagi Batam sebagai kota yang majemuk,” ujarnya.

    Amsakar menegaskan bahwa Batam merupakan daerah dengan keberagaman suku, budaya, dan latar belakang. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak lagi memandang diri sebagai pendatang, melainkan sebagai bagian utuh dari Kota Batam.

    “Kita hidup di daerah yang heterogen, miniatur Indonesia. Jangan lagi memaknai diri sebagai orang Sulawesi Tenggara yang merantau, tetapi sebagai warga Batam yang berasal dari Sulawesi Tenggara,” katanya.

    Menurutnya, semangat persatuan dan kebersamaan menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus mendukung pembangunan daerah. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kekompakan.

    “Di era kepemimpinan Amsakar–Li Claudia, tidak ada yang namanya semua tergantung saya. Yang ada, semua tergantung kita,” tegasnya.

    Di akhir sambutannya, Amsakar menekankan pentingnya membangun semangat kolektivitas dan kebersamaan di tengah masyarakat. Ia berharap seluruh pihak dapat bergerak bersama dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan Kota Batam.

    “Yang ingin kita bangun adalah kolektivitas. Semua harus bergerak bersama untuk membangun Batam yang kita cintai,” tutupnya. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Apresiasi Pemda Berprestasi 2026, Batam Raih Penghargaan Penurunan Kemiskinan dan Stunting

    Apresiasi Pemda Berprestasi 2026, Batam Raih Penghargaan Penurunan Kemiskinan dan Stunting

    Wali Kota Batam, menerima penghargaan dari Kemendagri dalam ajang Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 yang digelar di Palembang, Sabtu (25/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kota Batam meraih penghargaan dalam kategori penurunan kemiskinan dan stunting pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) Berprestasi 2026 yang digelar di Palembang, Sabtu (25/4/2026).

    Dalam pemeringkatan, Batam bersama Kota Sungai Penuh dan Kota Pekanbaru terbaik untuk wilayah Sumatera. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Bima Arya Sugiarto, kepada Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, serta disaksikan Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian.

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen di Kota Batam. Ia menegaskan, penghargaan tersebut dipersembahkan untuk masyarakat Batam.

    “Penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif kita bersama. Namun, ini bukan akhir, melainkan awal untuk terus menghadirkan terobosan yang lebih baik. Fokus kita tetap sama, yakni menjadikan Batam semakin maju dan masyarakatnya lebih sejahtera,” ujarnya.

    Sementara itu, Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, menyampaikan bahwa penghargaan ini bertujuan mendorong terciptanya iklim kompetisi yang sehat antardaerah.

    Ia menyebut, dari total 552 pemerintah daerah yang terdiri atas 38 provinsi, 98 kota, dan 419 kabupaten, tantangan pembangunan nasional masih sangat besar.

    “Saya mengapresiasi kepala daerah yang menerima penghargaan. Jadikan ini sebagai motivasi untuk bekerja lebih optimal. Bagi yang belum, tingkatkan kinerja demi kemajuan daerah masing-masing,” kata Tito.

    Pemberian penghargaan ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. Dalam Pasal 50 disebutkan, pemerintah pusat memberikan insentif fiskal kepada daerah sebagai bentuk apresiasi atas kinerja yang melampaui target.

    Adapun penilaian dalam ajang ini mencakup empat bidang utama, yakni pengendalian inflasi, penurunan tingkat pengangguran, penurunan kemiskinan dan stunting, serta pembiayaan kreatif. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Validitas Data Kependudukan Jadi Fokus Pemko Batam untuk Pembangunan SDM

    Validitas Data Kependudukan Jadi Fokus Pemko Batam untuk Pembangunan SDM

    Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, memimpin Rapat Koordinasi Lanjutan Sinkronisasi Data Kependudukan di Kantor BP Batam, Jumat (24/4/2026) malam. HUMAS DISKOMINFO BATAM / RICKY WIHENDAR

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus memperkuat pembenahan data kependudukan sebagai fondasi utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mendukung perencanaan pembangunan yang lebih terarah, khususnya pada sektor sumber daya manusia (SDM), seperti ketenagakerjaan dan pendidikan.

    Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan bahwa validitas data menjadi kunci untuk membaca kebutuhan riil masyarakat, termasuk dalam memetakan kondisi tenaga kerja dan kebutuhan pendidikan di Kota Batam.

    Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi Lanjutan Sinkronisasi Data Kependudukan di Kantor BP Batam, Jumat (24/4/2026) malam.

    “Sinkronisasi data ini bukan sekadar administrasi, tetapi menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan pembangunan, termasuk melihat kondisi tenaga kerja dan kebutuhan anak-anak di sekolah secara lebih akurat,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, pemerintah telah melakukan pendataan awal berbasis RT dan RW di tingkat kecamatan sebagai pijakan dalam peningkatan pelayanan publik.

    Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan sejumlah ketidaksesuaian data, seperti penduduk yang telah pindah tetapi belum memperbarui identitas, data kematian yang belum dilaporkan, hingga mobilitas antarwilayah yang belum tercatat secara optimal.

    Berdasarkan data konsolidasi bersih semester II tahun 2025 dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, jumlah penduduk Batam tercatat sebanyak 1.394.459 jiwa. Meski demikian, angka tersebut dinilai masih perlu disempurnakan agar mencerminkan kondisi aktual di lapangan.

    Di sisi lain, Li Claudia mengungkapkan bahwa komposisi tenaga kerja di Batam saat ini menunjukkan dinamika yang perlu dikelola secara cermat.

    “Data tenaga kerja ini harus dipahami secara utuh. Dengan data yang valid, kita dapat merancang program yang tepat, baik untuk peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal maupun menjaga keseimbangan kebutuhan industri,” jelasnya.

    Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, jumlah tenaga kerja ber-KTP luar Batam mencapai 199.473 jiwa, sedangkan tenaga kerja ber-KTP Batam sebanyak 177.830 jiwa. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan pasar kerja sekaligus memastikan peluang kerja bagi masyarakat lokal tetap terbuka.

    Menurutnya, penataan data juga berkaitan erat dengan perencanaan jangka panjang, mulai dari sektor pendidikan hingga kesiapan memasuki dunia kerja. Ia mencontohkan, kebutuhan fasilitas pendidikan, termasuk ruang kelas, harus disusun berdasarkan data kelahiran yang akurat agar selaras dengan proyeksi tenaga kerja di masa depan.

    “Dengan data yang akurat, kita bisa menghitung kebutuhan dari hulu ke hilir, mulai dari sekolah, perguruan tinggi, hingga dunia kerja,” tambahnya.

    Ia pun mendorong kolaborasi seluruh perangkat daerah agar penataan data semakin optimal, sehingga kebijakan dan anggaran dapat tepat sasaran.

    “Ini harus dikerjakan bersama agar kebijakan yang diambil benar-benar berdampak bagi masyarakat,” tegasnya.

    Sebagai langkah lanjutan, pemerintah akan memperkuat pengendalian arus masuk penduduk secara terukur, termasuk melalui pemantauan di pintu masuk utama seperti Pelabuhan Batu Ampar dan Sekupang, guna memetakan mobilitas penduduk serta mendukung stabilitas ketenagakerjaan di Batam. (Humas Diskominfo Batam / Rizka)

  • Saat Dongeng dan Lagu Menyatukan Tawa, Kunjungan Erlita Amsakar Disambut Ceria Anak PAUD

    Saat Dongeng dan Lagu Menyatukan Tawa, Kunjungan Erlita Amsakar Disambut Ceria Anak PAUD

    Bunda PAUD Kota Batam, Erlita Amsakar, menyapa anak-anak saat berkunjung ke TK Ibnu Sina Batam, Jumat (24/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / NOVRI MULYADI

    Diskominfo Batam – Gelak tawa anak-anak memenuhi salah satu ruangan di TK Ibnu Sina Batam, Jumat (24/4/2026). Suasana yang semula tenang berubah menjadi riuh penuh keceriaan saat Bunda PAUD Kota Batam, Erlita Amsakar, hadir di tengah-tengah mereka.

    Anak-anak dari sejumlah taman kanak-kanak di Kecamatan Lubukbaja tampak antusias. Mata mereka berbinar, mengikuti setiap gerak dan kata yang disampaikan Erlita.

    Tak sekadar berkunjung, Erlita membaur. Ia mengajak anak-anak bernyanyi bersama. Suara polos mereka berpadu, menciptakan harmoni sederhana yang memenuhi ruangan. Tepuk tangan kecil dan tawa lepas pun tak terhindarkan.

    Keceriaan berlanjut saat Erlita mulai mendongeng. Dengan gaya tutur yang hangat dan ekspresif, ia membawa anak-anak larut dalam cerita. Sesekali, anak-anak menimpali dengan celetukan polos yang justru menambah hidup suasana.

    Di sela keceriaan itu, Erlita menyisipkan pesan sederhana. Ia mengajak anak-anak untuk rajin belajar sejak dini sebagai bekal meraih cita-cita.

    “Anak-anak harus rajin belajar, karena dari sinilah awal meraih cita-cita,” ujarnya lembut.

    Bagi Erlita, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bukan sekadar tempat belajar, melainkan fase penting dalam membentuk karakter dan kecerdasan anak. Ia menilai, pendekatan yang menyenangkan seperti bernyanyi dan mendongeng menjadi cara efektif untuk menanamkan nilai positif sejak dini.

    Selain menghibur anak PAUD, Erlita juga menyerahkan secara simbolis Kartu Indentitas Anak (KIA). Ia berharap para orangtua untuk segera mengurus bagi anaknya yang belum memiliki KIA.

    “KIA ini sebagai dokumen penting yang menunjang akses berbagai layanan bagi anak sejak usia dini,” ujarnya.

    Di lokasi sama, Kepala TK Ibnu Sina Batam, Vivi Rahmah Anggraini, menyambut hangat kunjungan tersebut. Ia mengapresiasi perhatian yang diberikan kepada anak-anak.

    “Selamat datang Bunda PAUD. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dan pengalaman berharga bagi anak-anak kami,” ujarnya.

    Ia juga berharap sinergi semua pihak terus terjalin untuk memajukan pendidikan PAUD di Kota Batam, sebagai fondasi dalam mencetak generasi yang cerdas dan berkarakter.

    Di penghujung kegiatan, tawa anak-anak masih terdengar. Lagu dan dongeng yang dibawakan hari itu bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi kenangan kecil yang mungkin akan mereka ingat sebagai awal dari mimpi-mimpi besar di masa depan. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Rohmadi)

  • Selamat memperingati Hari Otonomi Daerah ke-30

    Selamat memperingati Hari Otonomi Daerah ke-30

    Momentum ini jadi pengingat bahwa otonomi daerah bukan sekadar kewenangan, tapi tentang mempercepat pelayanan, memperkuat pembangunan, dan menghadirkan kesejahteraan yang merata.

    Bersama, kita wujudkan daerah yang maju, mandiri, dan berdaya saing menuju Indonesia yang lebih kuat.

    #HariOtonomiDaerah #Otoda30 #AmsakarLiClaudia #MediaCenterBatam

  • Batam Tuan Rumah Pantun Tiga Serumpun

    Batam Tuan Rumah Pantun Tiga Serumpun

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan pentingnya budaya Melayu sebagai benteng di tengah arus disrupsi dan globalisasi.

    Kolaborasi lintas negara antara RRI, RTM, dan RTB ini menjadi wujud nyata memperkuat jati diri dan warisan budaya serumpun di tingkat internasional.

    Melalui semangat kebersamaan, Batam kembali menegaskan perannya sebagai pusat pelestarian budaya Melayu.

    “Takkan Melayu hilang di bumi.”

    Video: HUMAS DISKOMINFO BATAM / IIN ARIYANTI

    #Batam #PantunTigaSerumpun #BudayaMelayu #AmsakarAchmad #MediaCenterBatam