Author: mgub6

  • WFH, Pemko Batam Targetkan Efisiensi Belanja hingga Rp18,1 Miliar

    WFH, Pemko Batam Targetkan Efisiensi Belanja hingga Rp18,1 Miliar

    Sekda Batam, Firmansyah, memimpin rapat koordinasi terkait efisiensi anggaran dan rencana penjabaran kedua APBD Tahun Anggaran 2026 di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (23/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / ADE RAHMATULLAH

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menargetkan efisiensi belanja hingga Rp18,1 miliar melalui penerapan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara mulai 24 April 2026, yang difokuskan pada penghematan penggunaan listrik, air, bahan bakar minyak, serta pembatasan perjalanan dinas.

    Hal itu ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, saat memimpin rapat koordinasi terkait efisiensi anggaran dan rencana penjabaran kedua APBD Tahun Anggaran 2026 di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (23/4/2026). Rapat tersebut dihadiri kepala organisasi perangkat daerah, camat, dan kepala bagian.

    Dalam arahannya, Firmansyah menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Batam mulai memberlakukan kebijakan WFH pada 24 April 2026. Kebijakan ini mengacu pada Surat Edaran Wali Kota Batam Nomor 23 Tahun 2026 tentang transformasi budaya kerja melalui penyesuaian pelaksanaan tugas bagi aparatur sipil negara (ASN).

    Ia menegaskan, penerapan WFH tidak hanya bertujuan mengubah pola kerja, tetapi juga sebagai langkah konkret mendorong efisiensi belanja daerah.

    “Dengan diberlakukannya WFH, harus diikuti dengan efisiensi belanja kantor, seperti penghematan listrik dan air. Penggunaan ini akan dilaporkan secara berkala setiap dua bulan kepada Kementerian Dalam Negeri,” ujar Firmansyah.

    Selain itu, ia juga menekankan penghematan bahan bakar minyak (BBM) melalui pembatasan penggunaan kendaraan dinas, serta pengurangan perjalanan dinas luar daerah. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta disiplin dalam melaksanakan langkah efisiensi tersebut.

    Firmansyah menegaskan bahwa kebijakan efisiensi kali ini bukan disebabkan keterbatasan anggaran, melainkan sebagai respons terhadap dinamika dan tantangan global.

    “Efisiensi ini berbeda dengan sebelumnya. Bukan karena ketidakmampuan anggaran, tetapi sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi global saat ini,” jelasnya.

    Ia juga menginstruksikan seluruh OPD untuk menerapkan kebiasaan hemat energi di lingkungan kerja, seperti mematikan komputer, lampu, dan pendingin ruangan setelah jam kerja.

    Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Batam, Abdul Malik, menyampaikan bahwa Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah membahas usulan efisiensi anggaran sebesar Rp18.155.350.882.

    Jumlah tersebut terdiri atas dua kategori, yakni efisiensi berdasarkan surat edaran wali kota sebesar Rp10.811.154.611 dan efisiensi dari penerapan budaya kerja sebesar Rp7.344.196.271. Penghematan tersebut bersumber dari beberapa komponen belanja, seperti listrik, air, telepon, BBM, dan perjalanan dinas (SPPD).

    Ia juga memaparkan realisasi pendapatan daerah hingga 31 Maret 2026 mencapai Rp988.163.191.800,69 atau 23,61 persen. Sementara itu, realisasi belanja daerah tercatat sebesar Rp775.063.332.488,4 atau 18,02 persen.

    Abdul Malik meminta seluruh OPD untuk menghitung kebutuhan belanja pegawai secara rinci hingga Desember 2026 serta menyesuaikan Rencana Anggaran Kas (RAK) dengan kebutuhan riil. (Humas Diskominfo Batam / Muhardi)

  • Batam Tuan Rumah Pantun Tiga Serumpun, Amsakar: Perkuat Identitas Budaya Melayu

    Batam Tuan Rumah Pantun Tiga Serumpun, Amsakar: Perkuat Identitas Budaya Melayu

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri Pantun Tiga Serumpun di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (23/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, resmi membuka kegiatan Pantun Tiga Serumpun yang merupakan kolaborasi antara Radio Republik Indonesia (RRI), Radio Televisyen Malaysia (RTM), dan Radio Televisyen Brunei (RTB). Kegiatan ini digelar di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (23/4/2026).

    Pembukaan ditandai dengan pemukulan kompang secara bersama oleh Wali Kota Batam dan pimpinan delegasi dari tiga negara. Kehadiran insan penyiaran dan budayawan dari Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam tersebut memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat pelestarian budaya Melayu di tingkat regional.

    Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan apresiasi atas kehadiran Direktur Program dan Produksi RRI, Mistam Abdi, yang memiliki kedekatan emosional dengan Kota Batam. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Ketua Delegasi RTM, Puan Nor Zamsuni binti Ramli, serta Ketua RTB, Tuan Mohammad Akil Faiz.

    “Selamat datang kembali kepada Bapak Mistam Abdi yang pernah bertugas di Batam. Momentum ini terasa seperti pulang kampung. Terima kasih atas dedikasi RRI dalam membangun kolaborasi ini,” ujar Amsakar.

    Amsakar menegaskan, pelestarian budaya Melayu membutuhkan kolaborasi dan sinergi lintas negara. Menurutnya, Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam memiliki akar budaya yang sama, sehingga kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat identitas di tengah tantangan era disrupsi.

    “Budaya bukan sekadar romantisme masa lalu, tetapi menjadi fondasi nilai bagi generasi. Di tengah arus globalisasi, nilai-nilai lokal kerap tergerus. Karena itu, jati diri harus terus dijaga,” tegasnya.

    Ia juga menyinggung keberagaman Indonesia yang memiliki lebih dari 300 suku bangsa. Menurutnya, budaya merupakan hasil proses panjang yang membentuk pola pikir, sikap, dan perilaku masyarakat.

    Selain itu, Amsakar mengapresiasi pengakuan pantun oleh UNESCO sebagai warisan budaya takbenda yang diusulkan secara bersama oleh negara-negara serumpun.

    Mengakhiri sambutannya, Amsakar menyampaikan pesan filosofis Melayu sebagai penyemangat pelestarian budaya.

    “Esa hilang dua terbilang, patah tumbuh hilang berganti, takkan Melayu hilang di bumi. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Pantun Tiga Serumpun kolaborasi RRI, RTM, dan RTB secara resmi saya nyatakan dibuka,” ujarnya.

    Turut hadir mendampingi Wali Kota Batam, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Rudi Panjaitan, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Mako Bakamla Zona Barat Resmi Beroperasi di Batam, Amsakar Tekankan Sinergi Keamanan Laut

    Mako Bakamla Zona Barat Resmi Beroperasi di Batam, Amsakar Tekankan Sinergi Keamanan Laut

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Forkopimda Kepr ikut meresmikan Mako Bakamla Zona Barat, Tengah, dan Timur yang dipusatkan di Mako Bakamla Zona Barat di Jalan Trans Barelang Jembatan IV, Setokok, Bulang, Kota Batam, Kamis (23/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri peresmian Markas Komando (Mako) Badan Keamanan Laut (Bakamla) Zona Barat, Tengah, dan Timur yang dipusatkan di Mako Bakamla Zona Barat di Jalan Trans Barelang Jembatan IV, Setokok, Bulang, Kota Batam, Kamis (23/4/2026).

    Peresmian fasilitas strategis tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bakamla RI, Laksamana Madya TNI Irvansyah. Prosesi ditandai dengan penandatanganan prasasti, pemotongan pita, serta peninjauan gedung yang kini menjadi salah satu pusat komando maritim modern di Indonesia.

    Amsakar menyampaikan apresiasi atas pembangunan Mako Bakamla di Batam. Ia menilai, keberadaan kantor zona yang representatif tidak hanya menjadi pembangunan infrastruktur, tetapi juga mencerminkan kesiapan negara dalam menjaga wilayah perbatasan dan jalur pelayaran internasional.

    “Batam berada di jalur strategis Selat Malaka dan Selat Singapura yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi. Kehadiran Mako ini diharapkan dapat memperkuat pengawasan dan keamanan laut,” ujar Amsakar.

    Amsakar yang juga sebagai Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam tersebut, menegaskan bahwa. Pemerintah Kota dan BP Batam siap terus bersinergi dengan Bakamla dalam menjaga kondusivitas wilayah. Menurutnya, keamanan maritim memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

    “Keamanan laut yang terjaga akan berdampak langsung pada kelancaran investasi dan aktivitas masyarakat, termasuk nelayan,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Bakamla RI, Laksdya TNI Irvansyah, menekankan pentingnya integrasi dan pertukaran informasi antarinstansi dalam menjaga keamanan laut. Ia menargetkan Pusat Komando dan Pengendali (Puskodal) di seluruh zona dapat beroperasi penuh pada akhir tahun sebagai bagian dari National Command Center.

    “Keamanan laut tidak bisa dilakukan sendiri. Saat ini, kami telah mengintegrasikan 17 kementerian dan lembaga. Dukungan pemerintah daerah juga sangat penting, termasuk dalam penyediaan lahan dan percepatan pembangunan,” ujarnya.

    Ia menambahkan, pembangunan Mako Bakamla Zona Barat merupakan hasil transformasi dari lahan rawa dan berbatu menjadi fasilitas strategis yang modern. Kehadiran markas ini diharapkan tidak hanya memperkuat keamanan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

    Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat militer dan sipil, di antaranya Ketua DWP Bakamla RI Yuanita Irvansyah, Deputi Informasi Hukum dan Kerja Sama Laksda Bakamla Dafit Santoso, Deputi Operasi dan Latihan Laksda Bakamla Eko Wahjono, serta Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin.

    Sebelum peresmian, para pejabat juga melakukan penanaman pohon dalam rangka Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Rapi, dan Indah (ASRI).

    Kegiatan ditutup dengan peninjauan ruang Puskodal dan fasilitas pendukung lainnya yang diharapkan menjadi penguat sistem keamanan maritim sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Gema Batam ASRI Peringati Hari Bumi, 600 Personel Dikerahkan

    Gema Batam ASRI Peringati Hari Bumi, 600 Personel Dikerahkan

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, meresmikan Gema Batam ASRI dalam rangka memperingati Hari Bumi di Tanjung Banon, Rempang Eco City, Rabu (22/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RICKY WIHENDAR

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam meresmikan Gerakan Masyarakat Batam Aman, Sehat, Resik, dan Indah (Gema Batam ASRI) di Tanjung Banon, Rempang Eco City, Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Bumi sekaligus upaya memperkuat komitmen menjaga kelestarian lingkungan.

    Peresmian dilakukan oleh Wali Kota ex-officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Wali Kota ex-officio Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.

    Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa Gema Batam ASRI merupakan tindak lanjut kebijakan nasional yang diimplementasikan secara konkret di daerah, dengan melibatkan masyarakat hingga tingkat rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW).

    “Gerakan ini kita turunkan hingga ke tingkat masyarakat. Implementasinya harus menyentuh langsung RT dan RW, dan hari ini kita mulai dari Tanjung Banon,” ujarnya.

    Sebagai tahap awal, sebanyak 600 personel dikerahkan dan disebar di kawasan Tanjung Banon untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

    Amsakar menekankan, kegiatan ini tidak boleh berhenti sebagai seremoni semata, tetapi harus berlanjut secara konsisten.

    “Apa yang sudah kita mulai hari ini harus ditindaklanjuti dengan kegiatan berkesinambungan oleh petugas yang telah dibentuk,” tambahnya.

    Dalam pelaksanaannya, Gema Batam ASRI melibatkan enam satuan tugas yang bekerja secara terpadu, di antaranya pasukan oranye Pemko Batam, Satgas Kebersihan BP Batam, tim pembersihan drainase, pasukan merah BP Batam, serta tim dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air dan Dinas Lingkungan Hidup.

    Amsakar juga menyoroti Tanjung Banon sebagai wilayah pengembangan baru yang perlu ditata sejak awal agar menjadi kawasan yang bersih, sehat, dan nyaman dihuni.

    “Tanjung Banon merupakan wilayah pengembangan baru. Kita mulai dari sini untuk mewujudkan lingkungan yang sejuk dan nyaman,” ungkapnya.

    Selain penanganan kebersihan, Pemerintah Kota Batam turut menggulirkan berbagai program pemberdayaan masyarakat di kawasan tersebut, seperti bantuan alat tangkap nelayan, pemberian bibit ikan dan tanaman, serta pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih guna meningkatkan kesejahteraan warga.

    Amsakar berharap Gema Batam ASRI tidak hanya menjadi simbol, tetapi berkembang menjadi gerakan kolektif berbasis kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

    “Melalui momentum ini, saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” pungkasnya. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Aksi Li Claudia Dampingi Siswa Menyeberang, ZoSS SDN 001 Batam Kota Dimanfaatkan

    Aksi Li Claudia Dampingi Siswa Menyeberang, ZoSS SDN 001 Batam Kota Dimanfaatkan

    Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, membimbing siswa SDN 001 Batam Kota menyeberangi jalan lewat ZoSS, Rabu (22/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RICKY WIHENDAR

    Diskominfo Batam – Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, membimbing siswa SDN 001 Batam Kota menyeberang jalan menggunakan fasilitas Zona Selamat Sekolah (ZoSS), Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari edukasi langsung untuk meningkatkan kesadaran keselamatan berlalu lintas di kalangan pelajar.

    Dalam kesempatan tersebut, Li Claudia tidak hanya meninjau, tetapi juga mempraktikkan langsung cara menyeberang yang aman melalui zebra cross bersama para siswa.

    “Ibu ingin memastikan anak-anak tidak hanya memiliki fasilitas, tetapi juga tahu cara menggunakannya dengan benar dan aman,” ujarnya di hadapan siswa dan guru.

    Ia menjelaskan, ZoSS yang telah dibangun bertujuan memberikan perlindungan bagi siswa saat menyeberang, terutama pada jam masuk dan pulang sekolah.

    Meski demikian, ia menilai masih diperlukan penyempurnaan fasilitas, seperti penambahan rambu lalu lintas serta rencana pemasangan lampu penyeberangan.

    “Ke depan akan kita lengkapi, termasuk lampu penyeberangan yang dapat digunakan anak-anak saat akan menyeberang,” jelasnya.

    Li Claudia menegaskan, edukasi penggunaan fasilitas keselamatan menjadi hal penting agar ZoSS dapat berfungsi secara optimal.

    “Kita ingin fasilitas ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik. Keselamatan anak-anak adalah prioritas,” tegasnya.

    Kegiatan tersebut disambut antusias oleh para siswa yang tampak mengikuti arahan saat praktik menyeberang. Guru-guru pun mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap keselamatan di lingkungan sekolah.

    Selain itu, Li Claudia juga menyoroti pentingnya ketertiban di sekitar sekolah, termasuk penanganan kendaraan yang masih melawan arus serta penataan pedagang agar tetap menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan. (Humas Diskominfo Batam / Rizka)

  • BIA 2026, Pemko Batam Pacu Inovasi Lintas Sektor

    BIA 2026, Pemko Batam Pacu Inovasi Lintas Sektor

    Sekda Kota Batam, Firmansyah, membuka Sosialisasi BIA 2026 di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (22/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / ADE RAHMATULLAH

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong budaya inovasi di lingkungan birokrasi. Hal ini ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, saat membuka Sosialisasi Batam Innovation Award (BIA) 2026 di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (22/4/2026).

    Kegiatan ini menjadi langkah awal penguatan ekosistem inovasi daerah yang lebih progresif, kolaboratif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. BIA 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah strategis untuk melahirkan berbagai solusi kreatif dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

    Berdasarkan paparan dalam sosialisasi, tren inovasi di Kota Batam terus meningkat signifikan setiap tahun. Hingga 2025, tercatat ratusan inovasi telah lahir dari berbagai sektor. Capaian tersebut menunjukkan bahwa semangat berinovasi di lingkungan pemerintah terus tumbuh dan perlu didorong menjadi gerakan bersama.

    Dalam arahannya, Firmansyah menegaskan bahwa inovasi kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar pelayanan publik tetap relevan di tengah dinamika masyarakat.

    “Kita tidak bisa lagi bekerja dengan cara biasa untuk menghasilkan hasil yang luar biasa. Inovasi menjadi kunci agar pelayanan publik tidak hanya cepat, tetapi juga cerdas dan berdampak,” ujarnya.

    Ia juga menekankan bahwa kualitas pelayanan memiliki keterkaitan erat dengan kekuatan fiskal daerah. Menurutnya, pelayanan yang baik akan meningkatkan kepercayaan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

    “Semakin berkualitas pelayanan yang kita hadirkan, semakin tinggi kepercayaan masyarakat. Ketika kepercayaan tumbuh, aktivitas ekonomi ikut bergerak, dan pada akhirnya pendapatan asli daerah akan meningkat secara berkelanjutan,” kata Firmansyah.

    Lebih lanjut, ia mengajak seluruh perangkat daerah, UPTD, kelurahan, hingga satuan pendidikan untuk tidak hanya berpartisipasi, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan.

    “BIA ini bukan semata soal siapa yang menang, melainkan bagaimana kita semua bisa naik kelas. Setiap inovasi adalah investasi untuk masa depan Batam,” tambahnya.

    BIA 2026 menghadirkan berbagai kategori inovasi, baik digital maupun non-digital, dengan melibatkan perangkat daerah, UPTD, kelurahan, hingga sekolah. Rangkaian kegiatan telah disusun secara sistematis, mulai dari tahap sosialisasi, pendaftaran, seleksi, hingga penganugerahan yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.

    Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Batam berharap lahir inovasi-inovasi unggulan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat, seperti peningkatan efisiensi layanan, kualitas hidup, dan daya saing daerah.

    Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Batam terus melangkah menuju kota yang tidak hanya berkembang, tetapi juga mampu bertransformasi secara berkelanjutan. (Humas Diskominfo Batam / Robin F)

  • Transformasi Posyandu, Kader PKK Batam Harus Beradaptasi dengan Perubahan

    Transformasi Posyandu, Kader PKK Batam Harus Beradaptasi dengan Perubahan

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Ketua TP-PKK Batam, Erlita Amsakar, menghadiri Bimtek Administrasi Manajemen PKK dan Pelaksanaan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu, di Hotel Planet Holiday, Rabu (22/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Administrasi Manajemen PKK dan Pelaksanaan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu, di Hotel Planet Holiday, Rabu (22/4/2026).

    Dalam arahannya, Amsakar menegaskan bahwa keberhasilan organisasi, termasuk PKK dan Posyandu, sangat ditentukan oleh kualitas tata kelola yang baik. Ia menekankan pentingnya administrasi yang tertata sebagai fondasi utama dalam menjalankan program secara efektif dan berkelanjutan.

    “Organisasi yang kuat berawal dari tata kelola yang baik. Itu dimulai dari administrasi yang rapi, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga pengawasan,” ujarnya.

    Amsakar menilai, bimtek ini memiliki peran penting dalam meningkatkan kapasitas kader PKK sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat. Melalui kegiatan ini, para kader diharapkan memiliki pemahaman yang sama terkait standar kerja dan regulasi yang berlaku.

    “Kader PKK memiliki peran strategis. Karena itu, pemahaman harus seragam agar pelaksanaan di lapangan berjalan sesuai ketentuan,” katanya.

    Ia juga menyoroti Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 yang memperluas peran Posyandu melalui enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), meliputi sektor kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, lingkungan hidup, perumahan rakyat, serta ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat.

    Menurutnya, perluasan tersebut menuntut kesiapan kader PKK untuk lebih adaptif dan memahami batas kewenangan dalam menjalankan perannya.

    “Kader harus memahami peran ini secara tepat. Posyandu bukan bekerja sendiri, tetapi menjadi mitra OPD teknis, camat, dan lurah. Di sinilah pentingnya kapasitas kader,” tegasnya.

    Amsakar menambahkan, Posyandu merupakan garda terdepan dalam pelayanan dasar masyarakat. Oleh karena itu, peran aktif dan kualitas kader PKK sangat menentukan keberhasilan program di tingkat akar rumput.

    “Posyandu berada di lini terdepan. Peran kader PKK sangat menentukan kualitas pelayanan yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, menegaskan bahwa transformasi Posyandu menuntut kader untuk terus meningkatkan kapasitas dan beradaptasi dengan perubahan.

    Menurutnya, Posyandu kini berkembang menjadi pusat pelayanan masyarakat berbasis komunitas, tidak hanya terbatas pada layanan kesehatan ibu dan anak.

    “Peran Posyandu terus berkembang. Kader PKK harus siap dengan pemahaman yang lebih luas agar mampu menjalankan berbagai fungsi pelayanan,” katanya.

    Ia berharap, melalui bimtek ini, kader PKK semakin siap dalam mengelola dan menjalankan program Posyandu secara efektif, terintegrasi, dan sesuai ketentuan.

    “Ini menjadi ruang belajar bagi kader PKK untuk memperkuat kapasitas, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” pungkasnya. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Firmansyah: Pelayanan Publik Berkualitas Jadi Kunci Kenaikan PAD Batam

    Firmansyah: Pelayanan Publik Berkualitas Jadi Kunci Kenaikan PAD Batam

    Sekda Batam, Firmansyah. HUMAS DISKOMINFO BATAM / ADE RAHMATULLAH

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik melalui penguatan kapasitas aparatur. Hal itu ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggara Pelayanan Publik, Rabu (22/4/2026), di Kantor Wali Kota Batam.

    Kegiatan ini menjadi upaya strategis untuk memperkuat tata kelola pelayanan publik yang lebih adaptif, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui bimtek tersebut, aparatur diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan yang cepat, tepat, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

    Dalam sambutannya, Firmansyah menegaskan bahwa pelayanan publik merupakan cerminan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah menjaga konsistensi dalam menerapkan standar pelayanan yang berkualitas dan berkelanjutan.

    “Ketika kualitas pelayanan meningkat, kepercayaan publik juga akan tumbuh. Dampaknya berantai, mulai dari meningkatnya aktivitas ekonomi hingga optimalisasi potensi daerah yang bermuara pada kenaikan PAD (Pendapatan Asli Daerah),” ujarnya.

    Ia menambahkan, peningkatan kualitas pelayanan harus diikuti dengan perubahan pola pikir aparatur, dari sekadar memberikan layanan menjadi menghadirkan pengalaman yang memberi nilai bagi masyarakat.

    “Pelayanan publik tidak hanya selesai secara administrasi, tetapi juga harus memberikan kesan. Setiap interaksi adalah kesempatan membangun kepercayaan, yang menjadi fondasi kemajuan daerah,” kata Firmansyah.

    Lebih lanjut, ia mengajak seluruh perangkat daerah menjadikan evaluasi sebagai bagian dari budaya kerja. Menurutnya, data dan indikator kinerja harus menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan agar program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

    Bimtek ini juga menjadi ruang kolaborasi antarperangkat daerah untuk menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi lintas sektor. Dengan pemantauan dan evaluasi yang terstruktur, setiap unit layanan diharapkan mampu melakukan perbaikan berkelanjutan serta menghadirkan inovasi yang relevan.

    Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Batam menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang profesional, transparan, dan berdaya saing, sejalan dengan visi Batam sebagai kota modern dan maju. (Humas Diskominfo Batam / Robin F)

  • Amsakar: Guru Agama Punya Peran Kunci Membangun Generasi Berkarakter

    Amsakar: Guru Agama Punya Peran Kunci Membangun Generasi Berkarakter

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, berbincang dengan AA Gym saat menghadiri Tabligh Akbar dan Halalbihalal DPD AGPAII Kota Batam di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Sabtu (18/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri Tabligh Akbar dan Halalbihalal yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kota Batam di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym.

    Acara diikuti guru pendidikan agama Islam se-Kota Batam dan berlangsung khidmat. Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat peran guru agama dalam membentuk karakter generasi muda.

    Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan apresiasi atas kehadiran Aa Gym di Batam. Ia menilai, kehadiran ulama nasional tersebut memberi nilai positif bagi penguatan pendidikan keagamaan di daerah.

    “Kami menyambut baik kehadiran KH Abdullah Gymnastiar di Batam. Semoga momentum ini membawa manfaat bagi penguatan pendidikan keagamaan,” ujar Amsakar.

    Ia juga mendorong AGPAII agar terus menjadi wadah yang memperkuat solidaritas dan kolaborasi antar-guru pendidikan agama Islam. Menurutnya, peran guru sangat penting dalam melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak.

    “Guru agama memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi. Karena itu, kebersamaan dan sinergi perlu terus diperkuat,” katanya.

    Sementara itu, dalam tausiyahnya, Aa Gym menegaskan bahwa profesi guru memiliki peran besar dalam menentukan masa depan suatu daerah. Ia menyebut kualitas pembangunan sangat dipengaruhi oleh kualitas guru.

    “Keberhasilan suatu daerah tidak lepas dari peran guru. Tidak ada orang sukses tanpa peran guru,” ujarnya.

    Aa Gym juga menyampaikan tiga kunci yang perlu dimiliki seorang guru, yakni ilmu, keteladanan, dan kebersihan hati. Menurutnya, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga pembentuk karakter dan peradaban.

    Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Batam berharap sinergi antara ulama, pemerintah, dan pendidik terus terjaga guna memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Perayaan Paskah ASN Batam 2026, Amsakar: Keberagaman Harus Jadi Kekuatan

    Perayaan Paskah ASN Batam 2026, Amsakar: Keberagaman Harus Jadi Kekuatan

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri perayaan Paskah Persekutuan Oikumene Umat Kristiani ASN Pemko Batam di Kantor Wali Kota Batam, Jumat (17/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri Perayaan Paskah Persekutuan Oikumene Umat Kristiani Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Batam Tahun 2026 di Kantor Wali Kota Batam, Jumat (17/4/2026).

    “Atas nama pribadi, keluarga, serta jajaran Pemerintah Kota Batam dan BP Batam, kami mengucapkan selamat merayakan Paskah. Semoga momentum ini menumbuhkan soliditas, meningkatkan kinerja, serta menguatkan tekad untuk terus berkontribusi bagi negeri,” ucap Amsakar.

    Amsakar menegaskan bahwa Batam merupakan daerah dengan tingkat keberagaman yang tinggi. Berbagai latar belakang suku, agama, profesi, dan organisasi masyarakat hidup berdampingan di kota ini.

    “Batam adalah daerah multikultural. Seluruh elemen masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia ada di sini. Karena itu, Batam harus dimaknai sebagai rumah bersama,” katanya.

    Ia mengingatkan bahwa keberagaman perlu dikelola dengan baik agar tidak menjadi potensi konflik. Sebaliknya, jika dirawat dengan tepat, keberagaman dapat menjadi kekuatan dalam pembangunan.

    “Keberagaman ibarat orkestrasi. Jika dimainkan secara selaras, akan menghasilkan harmoni yang indah. Karena itu, perlu ditumbuhkan rasa kebersamaan yang melampaui perbedaan,” ujarnya.

    Menurutnya, harmoni sosial menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kemajuan daerah. Oleh karena itu, keberagaman harus ditempatkan sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan.

    Lebih lanjut, Amsakar mengaitkan nilai-nilai Paskah dengan visi pembangunan Batam sebagai bandar dunia yang madani, inovatif, berkelanjutan, dan berbudaya, serta menjadi pusat investasi dan pariwisata terdepan di Indonesia.

    Ia menegaskan bahwa konsep masyarakat madani tidak boleh dimaknai secara sempit. “Madani adalah kondisi ketika masyarakat mampu hidup harmonis dalam keberagaman, taat hukum, serta menjalankan ibadah sesuai agama masing-masing. Di situlah harmoni dan keberagaman saling menguatkan,” jelasnya.

    Menutup sambutannya, Amsakar mengajak seluruh ASN menjadikan Paskah sebagai momentum untuk memperkuat integritas, meningkatkan kualitas pelayanan, dan menjaga kebersamaan dalam membangun Batam.

    “Keberagaman adalah kekuatan. Dengan kasih dan pengharapan, kita dapat menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat serta mendorong kemajuan Batam,” tutupnya. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)