Blog

  • Pemko Batam Perkuat Standar Pelayanan, Firmansyah: SOP Harus Permudah Masyarakat

    Pemko Batam Perkuat Standar Pelayanan, Firmansyah: SOP Harus Permudah Masyarakat

    Sekda Kota Batam, Firmansyah. HUMAS DISKOMINFO BATAM / ADE RAHMATULLAH

    Diskominfo Batam – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, menegaskan bahwa reformasi birokrasi harus diwujudkan melalui pelayanan publik yang semakin cepat, sederhana, dan memberikan kemudahan kepada masyarakat. Standar pelayanan dan standar operasional prosedur (SOP) pun diminta tidak berhenti sebagai dokumen administratif, melainkan menjadi instrumen nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

    Hal tersebut ditegaskan Firmansyah saat membuka Bimbingan Teknis Penyusunan Standar Pelayanan dan SOP melalui Best Practice Pemerintah Kota Surabaya, di Kantor Wali Kota Batam, Batam Centre, Selasa (4/8/2026).

    Menurutnya, sebagai kota yang terus berkembang sebagai pusat investasi, industri, perdagangan, dan jasa, Batam membutuhkan birokrasi yang mampu bergerak secepat dinamika pembangunan.

    “Batam bergerak cepat, maka birokrasi juga harus bergerak dengan kecepatan yang sama. SOP harus mampu menyederhanakan proses, memangkas tahapan yang tidak diperlukan, serta memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang cepat, jelas, dan pasti,” tegas Firmansyah.

    Ia mengatakan, pelaksanaan bimbingan teknis yang menghadirkan praktik terbaik dari Pemerintah Kota Surabaya menjadi momentum bagi perangkat daerah untuk memperkaya wawasan sekaligus mengevaluasi sistem pelayanan yang selama ini diterapkan di lingkungan Pemerintah Kota Batam.

    Namun demikian, ia mengingatkan bahwa setiap praktik baik tidak dapat diterapkan secara utuh tanpa penyesuaian. Menurutnya, setiap daerah memiliki karakteristik, tantangan, dan kebutuhan yang berbeda sehingga inovasi harus disesuaikan dengan kondisi Batam.

    “Kita belajar dari praktik terbaik, kemudian mengadaptasikannya sesuai kebutuhan Batam. Targetnya bukan hanya menghasilkan SOP yang baik di atas kertas, tetapi membangun sistem pelayanan yang benar-benar berjalan efektif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

    Firmansyah menambahkan, transformasi birokrasi di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, terus diarahkan pada terwujudnya pemerintahan yang responsif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.

    Ia juga menekankan bahwa digitalisasi harus berjalan beriringan dengan penyederhanaan proses kerja. Pemanfaatan teknologi, kata dia, harus mampu memangkas waktu pelayanan dan menghilangkan tahapan yang tidak efisien, bukan sekadar memindahkan proses manual ke platform digital.

    “Ukuran keberhasilan kita sederhana. Masyarakat semakin mudah mengakses pelayanan, alurnya jelas, waktunya pasti, dan penyelesaiannya semakin cepat. Itulah wajah birokrasi modern yang terus kita bangun di Kota Batam,” pungkasnya. (Humas Diskominfo Batam / Robin F)

  • Ekonomi Batam Diproyeksikan Tumbuh hingga 7,4 Persen, Pemko Naikkan Target Pendapatan Daerah

    Ekonomi Batam Diproyeksikan Tumbuh hingga 7,4 Persen, Pemko Naikkan Target Pendapatan Daerah

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyerahkan Rancangan Perubahan KUA-PPAS kepada pimpinan DPRD Batam saat Sidang Paripurna di Kantor DPRD Batam, Senin (3/8/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengajukan Rancangan Perubahan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026 sebagai langkah menyesuaikan arah pembangunan dengan perkembangan kondisi ekonomi daerah. Dalam rancangan tersebut, pendapatan daerah diproyeksikan meningkat menjadi Rp4,25 triliun, seiring target pertumbuhan ekonomi Batam yang diperkirakan berada pada kisaran 6,4 hingga 7,4 persen.

    Proyeksi tersebut lebih tinggi dibandingkan perkiraan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di kisaran 5,4 persen. Hal itu disampaikan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat memaparkan Rancangan Perubahan KUA dan PPAS APBD Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Batam, Senin (3/8/2026).

    Amsakar menjelaskan, perubahan dokumen anggaran diperlukan sebagai respons terhadap dinamika perekonomian, penyesuaian target pendapatan, belanja, pembiayaan daerah, serta perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026.

    “Perubahan APBD ini merupakan bentuk adaptasi pemerintah terhadap dinamika ekonomi yang terus berkembang. Tujuannya agar setiap kebijakan dan program pembangunan tetap relevan, tepat sasaran, dan mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.

    Menurut Amsakar, optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Batam didukung oleh meningkatnya investasi, percepatan pembangunan infrastruktur, serta ekspansi sektor industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan.

    Selain itu, sektor pariwisata diperkirakan terus memberikan kontribusi positif melalui meningkatnya kunjungan wisatawan yang berdampak pada industri perhotelan, restoran, dan transportasi. Pengembangan kawasan strategis, seperti Free Trade Zone (FTZ), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park, dan Batam Aero Technic juga diyakini semakin memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat investasi nasional.

    “Dengan berbagai potensi yang kita miliki, mulai dari investasi, kawasan ekonomi, hingga sektor pariwisata, kami optimistis pertumbuhan ekonomi Batam mampu mencapai kisaran 6,4 sampai 7,4 persen,” katanya.

    Di tengah proyeksi pertumbuhan tersebut, inflasi Kota Batam diperkirakan tetap terkendali pada kisaran 1,5 hingga 3,5 persen. Kondisi itu diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. Pemerintah juga memproyeksikan konsumsi riil per kapita meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebagai indikator membaiknya aktivitas ekonomi.

    Untuk mendukung target tersebut, Pemko Batam terus memperkuat strategi peningkatan pendapatan daerah melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan sinergi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, serta berbagai inovasi dalam pengelolaan perpajakan daerah.

    Dalam rancangan perubahan APBD, pendapatan daerah diusulkan meningkat dari Rp4,18 triliun menjadi Rp4,25 triliun atau naik sekitar 1,7 persen. Kontribusi terbesar berasal dari PAD yang diproyeksikan mencapai Rp2,706 triliun atau meningkat sekitar 4,82 persen.

    Peningkatan PAD didorong oleh bertambahnya objek pajak, optimalisasi penerimaan pajak reklame melalui penambahan titik videotron, potensi penerimaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta penyesuaian target opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

    Sementara itu, pendapatan transfer diperkirakan menurun sekitar 3,4 persen akibat penyesuaian Dana Bagi Hasil (DBH) dan transfer antardaerah. Namun, pemerintah memperkirakan tambahan penerimaan dari pos lain-lain pendapatan daerah yang sah melalui hibah pemerintah pusat serta pengembalian hibah.

    Pada sisi belanja, Pemko Batam mengusulkan kenaikan anggaran dari Rp4,29 triliun menjadi Rp4,51 triliun atau meningkat sekitar 4,84 persen. Tambahan anggaran tersebut akan diprioritaskan untuk memperkuat pelayanan dasar sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah.

    Belanja daerah difokuskan pada pembangunan sarana pendidikan, pengadaan bus sekolah, peningkatan layanan kesehatan, penanganan banjir, pembangunan penerangan jalan umum, pengelolaan persampahan, penyediaan utilitas kawasan permukiman, hingga pembangunan marka jalan.

    Amsakar menegaskan, seluruh alokasi anggaran dalam perubahan APBD diarahkan untuk mempercepat realisasi program yang berdampak langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing Batam sebagai kota investasi.

    “Setiap rupiah yang kita anggarkan harus mampu menghasilkan manfaat nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

    Ia menambahkan, seluruh kebijakan tersebut selaras dengan tema pembangunan Kota Batam Tahun 2026, yaitu “Transformasi Ekonomi Berbasis Inovasi dan Investasi”, yang diwujudkan melalui lima prioritas pembangunan, yakni penguatan sektor unggulan berbasis investasi dan pariwisata, percepatan pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, reformasi birokrasi, serta penguatan ketangguhan daerah dalam menghadapi bencana.

    Mengakhiri pemaparannya, Amsakar berharap pembahasan Rancangan Perubahan KUA dan PPAS APBD Tahun Anggaran 2026 dapat berlangsung secara konstruktif sehingga seluruh program prioritas pemerintah dapat segera direalisasikan demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Batam. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Amsakar: Sekolah Harus Menjadi Ruang Aman bagi Anak untuk Tumbuh dan Berprestasi

    Amsakar: Sekolah Harus Menjadi Ruang Aman bagi Anak untuk Tumbuh dan Berprestasi

    Sejumlah siswa menyalami Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, di Kantor Wali Kota Batam, Senin (3/8/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa upaya mencegah kekerasan terhadap anak harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, sekolah, keluarga, tokoh agama, dan masyarakat. Menurutnya, menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak merupakan fondasi penting dalam membangun generasi yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing.

    Penegasan tersebut disampaikan Amsakar menyikapi pelaksanaan Pelatihan Penyuluhan dan Penanganan Kekerasan terhadap Anak yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Batam, di Kantor Wali Kota Batam, Senin (3/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP-PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, serta diikuti siswa dan guru SMP se-Kota Batam.

    “Pemerintah, sekolah, orang tua, tokoh agama, dan masyarakat harus bergerak bersama mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak. Korban kekerasan akan mengalami trauma yang dapat berdampak pada kondisi psikologisnya hingga dewasa. Karena itu, pencegahan harus menjadi prioritas,” tegas Amsakar.

    Ia menilai sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga harus menjadi ruang yang aman bagi setiap anak untuk belajar, berkembang, dan membangun karakter tanpa rasa takut.

    Dalam kesempatan yang sama, Ketua TP-PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, mengajak seluruh peserta untuk berani menjadi pelapor sekaligus pelopor apabila mengetahui atau menyaksikan tindak kekerasan terhadap anak, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.

    Menurut Erlita, anak merupakan amanah yang harus dijaga bersama. Perlindungan terhadap anak tidak dapat dibebankan kepada satu pihak, melainkan membutuhkan kepedulian dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

    “Anak-anak adalah titipan yang harus kita jaga bersama. Mereka merupakan generasi penerus bangsa yang akan menentukan masa depan Indonesia. Karena itu, menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

    Erlita juga menyampaikan bahwa TP-PKK Kota Batam terus memperkuat pembentukan karakter generasi muda melalui Program Pembinaan Budi Pekerti yang telah dilaksanakan di seluruh 12 kecamatan di Kota Batam.

    Melalui program tersebut, TP-PKK mengedukasi pelajar mengenai pentingnya saling menghormati, menjauhi perundungan, serta membangun budaya sekolah yang ramah dan inklusif.

    “Kami ingin tidak ada lagi perundungan di sekolah. Mari kita ciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang agar anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang berprestasi sekaligus berakhlak mulia,” kata Erlita.

    Pemko Batam berharap pelatihan ini mampu meningkatkan kesadaran seluruh warga sekolah untuk mengenali, mencegah, dan menangani kekerasan terhadap anak sejak dini, sehingga tercipta ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Rohmadi)

  • Apel Gabungan: ASN Batam Diminta Lebih Responsif, Program Prioritas Dipercepat

    Apel Gabungan: ASN Batam Diminta Lebih Responsif, Program Prioritas Dipercepat

    Percepatan program, pelayanan makin optimal! Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengajak seluruh ASN bekerja lebih disiplin, responsif, dan berorientasi pada hasil agar program prioritas segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hal itu ditegaskan dalam apel gabungan di Dataran Engku Putri, Batamcentre, Senin (3/8/2026).

    Bersama, wujudkan pelayanan publik yang cepat, profesional, dan berdampak nyata untuk Batam yang semakin maju.

    Video: HUMAS DISKOMINFO BATAM / MUHAMZANI / TAUFIK JF PUTRA

    #Batam #BatamMaju #PelayananPrima #ASNBerAKHLAK #MediaCenterBatam #MelayaniDenganHati

  • Amsakar Dorong Percepatan Program Prioritas, Minta ASN Batam Lebih Responsif Layani Masyarakat

    Amsakar Dorong Percepatan Program Prioritas, Minta ASN Batam Lebih Responsif Layani Masyarakat

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memimpin apel gabungan Pemko Batam di Dataran Engku Putri, Batamcentre, Senin (3/8/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mempercepat realisasi program prioritas Pemerintah Kota (Pemko) Batam serta meningkatkan kedisiplinan dan responsivitas aparatur sipil negara (ASN) dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hal itu disampaikan Amsakar saat memimpin Apel Gabungan Pegawai Pemko Batam di Dataran Engku Putri, Batamcentre, Senin (3/8/2026).

    Turut mengikuti apel, Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, Sekda Batam, Firmansyah, dan sejumlah Kepala OPD dan pegawai di lingkungan Pemko Batam.

    Memasuki bulan kedelapan tahun anggaran 2026, Amsakar menegaskan seluruh OPD harus segera mengevaluasi capaian program dan memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai target. Menurutnya, percepatan realisasi program menjadi kunci agar manfaat pembangunan dapat segera dirasakan masyarakat.

    “Ini sudah memasuki bulan kedelapan. Saya berharap seluruh pimpinan OPD benar-benar mengevaluasi kegiatan di lingkungan masing-masing. Idealnya, capaian realisasi program sudah berada di atas 50 persen sehingga seluruh target pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu,” ujarnya.

    Ia menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja Pemko Batam pada Semester I Tahun 2026 yang menunjukkan hasil positif, termasuk kontribusi perangkat daerah penghasil terhadap pendapatan daerah. Namun demikian, Amsakar meminta OPD tidak berpuas diri karena masih terdapat potensi pendapatan yang perlu dioptimalkan, terutama dari sektor retribusi parkir dan retribusi persampahan.

    “Ini harus menjadi atensi bersama agar potensi pendapatan daerah dapat dimaksimalkan,” katanya.

    Selain percepatan program, Amsakar menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang profesional dan berorientasi pada hasil. Menurutnya, keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh kedisiplinan, etos kerja, dan keteladanan para pimpinan.

    “Tak akan pernah kita bisa menghasilkan sesuatu yang hebat kalau cara kerja kita masih alakadarnya. Kalau ingin menghasilkan capaian yang hebat, maka budaya kerja kita juga harus hebat,” tegasnya.

    Ia juga mengingatkan ASN agar senantiasa menjaga integritas dan citra pemerintah, terlebih di tengah perkembangan media sosial yang membuat setiap aktivitas aparatur mudah menjadi perhatian publik.

    “Sekarang ini era media sosial. Jangan sampai kerja baik yang sudah dibangun rusak hanya karena informasi-informasi negatif yang sebenarnya bisa kita cegah,” ujarnya.

    Amsakar menegaskan bahwa seluruh ASN harus hadir sebagai pelayan masyarakat yang responsif, cepat, dan mampu memberikan solusi atas setiap kebutuhan warga. Menurutnya, keberhasilan program prioritas pemerintah tidak hanya diukur dari tingkat realisasi anggaran, tetapi juga dari kualitas pelayanan yang diterima masyarakat.

     

    “Berikan layanan publik yang terbaik kepada warga. Program-program strategis Pemerintah Kota Batam juga harus menjadi perhatian serius seluruh OPD teknis agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pesannya.

    Usai memimpin apel, Amsakar menyerahkan penghargaan kepada sejumlah ASN Pemerintah Kota Batam yang memasuki masa purna bakti dengan Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Agustus 2026. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian mereka dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan serta pembangunan Kota Batam. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Habib Syech Pimpin Kepri Bersalawat 3, Amsakar Apresiasi Antusiasme Masyarakat Batam

    Habib Syech Pimpin Kepri Bersalawat 3, Amsakar Apresiasi Antusiasme Masyarakat Batam

    Ribuan jemaah menghadiri Kepri Bersalawat 3 di Masjid Agung Raja Hamidah, Batam Centre, Minggu (2/8/2026) malam. HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Ribuan jemaah memadati Masjid Agung Raja Hamidah, Batam Centre, pada Minggu (2/8/2026) malam untuk mengikuti Kepri Bersalawat 3. Kegiatan bertema “Malam Cinta Rasul dan Cinta Negeri” tersebut dihadiri Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama tokoh agama, masyarakat, dan ulama nasional, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.

    Sejak sore hari, masyarakat telah berdatangan memenuhi area masjid. Antusiasme jemaah mencerminkan tingginya semangat masyarakat Batam dalam mengikuti syiar Islam dan mempererat ukhuwah melalui kegiatan keagamaan.

    Amsakar mengapresiasi partisipasi masyarakat yang begitu besar dalam Kepri Bersalawat 3. Menurutnya, kehadiran ribuan jemaah menjadi cerminan kuatnya nilai-nilai religius yang tumbuh dan terpelihara di tengah kehidupan masyarakat Batam.

    “Semangat kebersamaan dan kecintaan warga Batam terhadap syiar Islam sangat luar biasa. Kehadiran ribuan jemaah malam ini menjadi bukti betapa kuatnya nilai-nilai religius di kota yang kita cintai ini,” ujar Amsakar.

    Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan keagamaan seperti ini terus menjadi energi positif dalam menjaga kerukunan, persatuan, dan keharmonisan masyarakat Kota Batam.

    Sementara itu, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf mengaku terkesan melihat lautan jemaah yang memadati Masjid Agung Raja Hamidah hingga ke halaman luar. Ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Kepri Bersalawat 3 yang berlangsung dengan tertib dan penuh kekhidmatan.

    Dalam tausiyahnya, Habib Syech mengajak seluruh jemaah memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai wujud kecintaan kepada Rasulullah sekaligus mempererat persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat.

    Ia juga memanjatkan doa agar Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, dan Indonesia senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, diberikan keberkahan, kedamaian, serta kemajuan. Selain itu, ia mendoakan para pemimpin agar diberi kekuatan, kebijaksanaan, dan keistiqamahan dalam menjalankan amanah untuk melayani masyarakat.

    Melalui Kepri Bersalawat 3, Pemerintah Kota Batam berharap semangat religius yang tumbuh di tengah masyarakat terus menjadi fondasi dalam mewujudkan kehidupan yang harmonis, kondusif, dan penuh keberkahan, sekaligus mendukung pembangunan Kota Batam yang maju dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • 58 Tahun Amsakar: Merangkai Syukur, Menguatkan Ikhtiar untuk Batam

    58 Tahun Amsakar: Merangkai Syukur, Menguatkan Ikhtiar untuk Batam

    Senyum, doa, dan kebersamaan mengiringi langkah baru Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, yang genap berusia 58 tahun. Kejutan sederhana dari keluarga besar Pemko Batam, BP Batam, dan Forkopimda menjadi momen penuh makna yang mempererat silaturahmi sekaligus meneguhkan semangat untuk terus mengabdi bagi Batam.

    Semoga senantiasa diberi kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam memimpin Batam menuju kota yang semakin maju dan sejahtera.

    Video: HUMAS DISKOMINFO BATAM / IIN ARIYANTI

    #AmsakarAchmad #UlangTahun58 #Batam #PemkoBatam #MediaCenterBatam

  • Di Balik Kesibukan Memimpin Batam, Amsakar Dapat Kejutan Hangat di Ulang Tahun ke-58

    Di Balik Kesibukan Memimpin Batam, Amsakar Dapat Kejutan Hangat di Ulang Tahun ke-58

    Sejumlah pejabat Forkopimda Batam bersama Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, usai memberi kejutan di HUT ke-58 di Wisma Batam, Sekupang, Sabtu (1/8/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Sabtu pagi (1/8/2026) di Wisma BP Batam, Sekupang, diawali dengan suasana yang berbeda. Di balik deretan kue ulang tahun yang tersusun rapi dan senyum para tamu yang memenuhi ruangan, tersimpan sebuah kejutan sederhana namun sarat makna untuk Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, yang genap berusia 58 tahun.

    Nuansa kekeluargaan terasa begitu kental. Gelak tawa, ucapan selamat, dan doa mengalir silih berganti ketika Amsakar memasuki ruangan. Kehadiran sang istri, Ketua TP-PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, turut menambah hangat suasana. Momen tersebut juga dihadiri Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan BP Batam, Sekretaris Daerah Kota Batam, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Batam dan BP Batam.

    Di tengah suasana penuh keakraban itu, Amsakar menyampaikan rasa syukur atas perhatian dan doa yang diberikan seluruh tamu yang hadir. Menurutnya, kejutan tersebut bukan sekadar perayaan ulang tahun, melainkan menjadi pengingat akan arti kebersamaan dan dukungan yang selama ini mengiringi perjalanan pengabdiannya.

    “Pertama, terima kasih yang tak terhingga kepada Ibu Wakil, rekan-rekan Forkopimda, rekan-rekan OPD, Pak Sekda, dan seluruh hadirin. Alhamdulillah, sejauh ini Allah SWT selalu memberikan keberkahan atas perjalanan hidup yang saya lalui. Karena itu, sudah sepatutnya saya menyampaikan rasa terima kasih,” ujar Amsakar.

    Ia mengatakan, bertambahnya usia menjadi momentum untuk terus bersyukur sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalankan amanah bagi masyarakat Batam. Baginya, setiap fase kehidupan harus diisi dengan ikhtiar dan pengabdian yang membawa manfaat bagi banyak orang.

    “Seraya memohon doa dari teman-teman sekalian, mudah-mudahan usia yang telah dilalui, usia yang sedang dijalani, dan usia yang akan datang senantiasa membawa keberkahan,” tuturnya.

    Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun. Satu per satu tamu memberikan ucapan selamat sambil berjabat tangan dan berfoto bersama. Sesekali terdengar canda yang mencairkan suasana, memperlihatkan kedekatan di antara para pimpinan daerah dan jajaran pemerintahan.

    Di balik kesederhanaannya, perayaan tersebut menjadi potret kebersamaan yang memperlihatkan eratnya sinergi antara Pemerintah Kota Batam dan BP Batam. Lebih dari sekadar memperingati pertambahan usia, momen itu menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, memperkuat semangat kebersamaan, serta menumbuhkan optimisme dalam melanjutkan pembangunan Kota Batam. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Wali Kota Batam Open Karate Championship II, Amsakar Dorong Pembinaan Atlet melalui Kompetisi Berkelanjutan

    Wali Kota Batam Open Karate Championship II, Amsakar Dorong Pembinaan Atlet melalui Kompetisi Berkelanjutan

    Sejumlah atlet menyalami Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat pembukaan Wali Kota Batam Open Karate Championship II Tahun 2026 di Nagoya Citywalk, Lubukbaja, Sabtu (1/8/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, membuka secara resmi Wali Kota Batam Open Karate Championship II Tahun 2026 di Nagoya Citywalk, Lubukbaja, Sabtu (1/8/2026). Pada kesempatan itu, Amsakar menegaskan pentingnya penyelenggaraan kompetisi secara berkelanjutan sebagai salah satu kunci mencetak atlet karate yang mampu berprestasi di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.

    Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan apresiasi kepada Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Provinsi Kepulauan Riau dan FORKI Kota Batam yang dinilai konsisten membina sekaligus mengembangkan potensi atlet karate di daerah.

    “Atas nama Pemerintah Kota Batam dan BP Batam, saya menyampaikan apresiasi kepada FORKI Kepri dan FORKI Kota Batam. Kejuaraan ini mampu diselenggarakan secara konsisten hingga tahun kedua, dan itu merupakan langkah positif bagi pembinaan atlet,” ujar Amsakar.

    Menurut Amsakar, prestasi olahraga tidak lahir secara instan. Dibutuhkan kolaborasi seluruh unsur dalam ekosistem olahraga agar pembinaan atlet berjalan optimal. Ia menyebut terdapat empat pilar utama yang harus diperkuat, yakni penyelenggaraan kompetisi secara berkelanjutan, program latihan yang terukur, tata kelola organisasi yang profesional, serta peran pelatih dalam membangun lingkungan latihan yang kondusif.

    Keempat aspek tersebut, lanjutnya, saling berkaitan dalam membentuk kemampuan teknis, mental bertanding, serta karakter atlet. Karena itu, pembinaan tidak cukup hanya mengandalkan latihan, tetapi juga harus didukung kompetisi yang rutin dan organisasi yang dikelola dengan baik.

    “Jangan berharap prestasi jika tidak ada kompetisi untuk mengasah kemampuan atlet, latihan tidak berjalan dengan baik, organisasi tidak dikelola secara profesional, dan pelatih tidak mampu menciptakan iklim pembinaan yang kondusif. Semua elemen harus bekerja bersama. Jika kompetisi terus dilaksanakan secara berkesinambungan, insyaallah akan lahir atlet-atlet yang siap bersaing di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional,” tegasnya.

    Amsakar juga memberikan pesan kepada panitia, wasit, juri, dan seluruh atlet agar menjaga integritas selama kejuaraan berlangsung. Wasit dan juri diminta menjalankan tugas secara objektif dan adil, sedangkan para atlet diharapkan menampilkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas.

    “Menjadi juara memang penting, tetapi yang lebih penting adalah membangun karakter dan kebersamaan. Nilai-nilai sportivitas dalam karate harus terus dijaga sebagai bagian dari upaya membangun Kota Batam yang kita cintai,” katanya.

    Pembukaan Wali Kota Batam Open Karate Championship II ditandai pemukulan gong oleh Wali Kota Amsakar. Melalui kejuaraan ini, Pemerintah Kota Batam berharap pembinaan olahraga karate dapat berlangsung secara berkesinambungan sehingga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi sekaligus memperkuat karakter generasi muda melalui nilai disiplin, sportivitas, dan semangat kompetisi yang sehat. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Wali Kota Batam Menjadi Narasumber Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2026

    Wali Kota Batam Menjadi Narasumber Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2026

    Di Forum Nasional Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2026, Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan pentingnya kolaborasi untuk menjadikan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan.

    Amsakar juga membagikan pengalaman Batam dalam membangun sinergi pemerintah pusat dan daerah, termasuk pengembangan kawasan Tanjung Banun serta penguatan pelayanan investasi yang terintegrasi demi mendukung pembangunan yang inklusif.

    Mari bersama membangun Indonesia yang maju dari seluruh penjuru negeri.

    Video: HUMAS DISKOMINFO BATAM / MUHAMZANI

    #Batam #PemkoBatam #AmsakarAchmad #Transmigrasi #EkspedisiPatriot2026 #MediaCenterBatam