Blog

  • Batam Masuk 10 Besar Pelabuhan dengan Pertumbuhan Konektivitas Tertinggi Dunia

    Batam Masuk 10 Besar Pelabuhan dengan Pertumbuhan Konektivitas Tertinggi Dunia

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, berbincang dengan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, belum lama ini. Dok HUMAS DISKOMINFO BATAM

    Diskominfo Batam – Batam semakin memperkuat posisinya dalam jaringan perdagangan dan pelayaran internasional. Letaknya yang berada di jalur strategis perdagangan dunia turut mendorong peningkatan konektivitas pelabuhan sekaligus membuka peluang pengembangan konektivitas digital.

    Perkembangan tersebut tercermin dalam catatan UN Trade and Development (UNCTAD) yang menempatkan Batam dalam jajaran 10 pelabuhan dengan pertumbuhan Port Liner Shipping Connectivity Index (PLSCI) tertinggi di dunia dalam periode Kuartal II 2016 hingga Kuartal II 2026.

    Batam berada di posisi keenam dalam daftar tersebut. Secara keseluruhan, pelabuhan yang masuk dalam daftar mencatat pertumbuhan konektivitas yang signifikan selama satu dekade, dengan peningkatan antara 274 persen hingga 697 persen.

    Dalam daftar UNCTAD tersebut, Malaga, Spanyol, mencatat pertumbuhan tertinggi. Selanjutnya Puerto Bolivar di Ekuador, Aliaga (Nemrut) di Turki, Batam di Indonesia, Zhapu di Tiongkok, Chabahar di Iran, Arkhangelsk di Rusia, Port Hueneme di Amerika Serikat, Haugesund di Norwegia, dan Derince di Turki.

    Wali Kota Batam Ex-Officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, capaian tersebut menunjukkan semakin terbukanya akses Batam terhadap jaringan pelayaran dan perdagangan internasional.

    Menurutnya, letak geografis Batam merupakan salah satu modal penting dalam memperkuat konektivitas kawasan. Namun, keunggulan tersebut perlu diiringi dengan kesiapan infrastruktur untuk mendukung kebutuhan investasi dan aktivitas industri.

    “Keunggulan geografis saja tidak cukup. Kita harus memastikan pelabuhan dan infrastruktur pendukung terbangun maksimal sehingga aktivitas investasi dan industri dapat tumbuh dan memberikan manfaat kepada ekonomi daerah dan masyarakat,” ujar Amsakar, Rabu (30/9/2026).

    Penguatan konektivitas juga terlihat dari peningkatan aktivitas layanan direct call internasional di Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar.

    Pada Januari-Mei 2026, tercatat 106 kunjungan kapal melalui layanan direct call internasional. Jumlah tersebut meningkat 212 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencatat 34 kunjungan kapal.

    Peningkatan serupa terjadi pada volume peti kemas. Selama Januari-Mei 2026, volume peti kemas melalui layanan direct call mencapai 58.237 TEUs, naik 125 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebanyak 25.904 TEUs.

    Amsakar mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan semakin luasnya akses Batam terhadap jalur perdagangan internasional.

    “Ini menunjukkan bahwa konektivitas Batam terus berkembang. Akses yang semakin terbuka akan memberikan ruang yang lebih besar bagi dunia usaha dan industri untuk terhubung dengan pasar internasional,” katanya.

    Selain konektivitas melalui jalur laut, Batam juga memperkuat infrastruktur digital. Salah satunya melalui pendaratan Nongsa-Changi Cable (NCC) di Batam pada 20 Juli 2026.

    Kabel bawah laut tersebut menghubungkan Nongsa Digital Park di Batam dengan Changi, Singapura, melalui 24 pasang serat optik. Infrastruktur ini menjadi bagian dari penguatan konektivitas digital Indonesia-Singapura sekaligus mendukung kebutuhan industri berbasis teknologi, termasuk pusat data, komputasi awan, kecerdasan artifisial (AI), dan interkoneksi antarpusat data.

    Dengan perkembangan tersebut, konektivitas Batam tidak lagi hanya bertumpu pada jalur pelayaran dan perdagangan melalui laut. Infrastruktur digital turut menjadi bagian penting dalam memperluas hubungan Batam dengan pusat ekonomi dan teknologi di kawasan.

    Amsakar menegaskan penguatan konektivitas pelabuhan dan digital perlu berjalan beriringan untuk membangun ekosistem yang mendukung investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.

    “Konektivitas ini menjadi modal penting bagi Batam untuk terus memperluas jaringan perdagangan dan investasi. Karena itu, penguatan infrastruktur pelabuhan harus berjalan beriringan dengan pembangunan konektivitas digital agar Batam semakin siap menjawab kebutuhan dunia usaha dan perkembangan industri ke depan,” ungkap Amsakar.

    Dengan dukungan infrastruktur yang terus dikembangkan, Batam diarahkan tidak hanya menjadi kawasan yang strategis secara geografis, tetapi juga semakin terhubung dengan jaringan perdagangan, investasi, dan teknologi regional maupun internasional. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Penanganan Kemiskinan Berkinerja Positif, Pemko Batam Terus Perkuat Perlindungan Sosial dan Pemberdayaan Ekonomi

    Penanganan Kemiskinan Berkinerja Positif, Pemko Batam Terus Perkuat Perlindungan Sosial dan Pemberdayaan Ekonomi

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus memperkuat penanganan kemiskinan melalui perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, serta penajaman intervensi berbasis wilayah. Upaya tersebut diperkuat dengan pemutakhiran data dan peningkatan anggaran penanggulangan kemiskinan pada 2026.

    Sesuai Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang diperbarui pada Juli 2026, terdapat 19.220 keluarga atau 58.139 jiwa yang masuk Desil 1. Pada tahun sebelumnya, berdasarkan data BPS Kota Batam hingga September 2025, jumlah penduduk miskin di Batam tercatat 68,04 ribu jiwa dengan tingkat kemiskinan sebesar 3,81 persen.

    “Dari data ini, penanganan kemiskinan di Batam menunjukkan kinerja positif. Kurang lebih 10 ribu warga keluar dari kemiskinan,” ujar Kepala Diskominfo Batam, Rudi Panjaitan, Selasa (29/9/2026).

    Ia mengungkapkan, penanganan kemiskinan di Batam diarahkan melalui tiga strategi utama. Pertama, mengurangi beban pengeluaran masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan dasar dan perluasan perlindungan sosial, seperti jaminan kesehatan, pendidikan, perumahan layak huni, dan bantuan kebutuhan dasar.

    Kedua, meningkatkan kapasitas pendapatan masyarakat melalui pelatihan berbasis industri, penguatan UMKM, penciptaan lapangan kerja, pengembangan ekonomi lokal, dan kemitraan dengan industri.

    Ketiga, mengurangi kantong-kantong kemiskinan melalui intervensi berbasis wilayah, khususnya kawasan kumuh dan hinterland, serta penguatan program terpadu lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

    Data DTSEN juga digunakan untuk memperjelas sasaran intervensi. Dari 19.220 keluarga Desil 1, jumlah terbesar berada di Kecamatan Sagulung sebanyak 2.740 keluarga, disusul Galang 2.412 keluarga dan Batu Aji 1.918 keluarga.

    Dari sisi jumlah penduduk, Sagulung tercatat sebanyak 8.441 jiwa dan Galang 8.223 jiwa. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan kemiskinan di Batam memiliki karakter berbeda antara kawasan perkotaan dan hinterland.

    “Selain kemiskinan secara umum, Pemko Batam juga telah melakukan verifikasi dan validasi warga miskin ekstrem. Pada 2026, tercatat 72 keluarga atau 450 jiwa masuk kategori miskin ekstrem,” kayanya.

    Untuk itu, Rudi mengatakan, intervensi perlindungan sosial juga terus dipertajam. Di sisi pemberdayaan, terdapat 10.310 jiwa usia produktif yang tidak bekerja. Pemerintah juga mencatat 3.389 keluarga telah memiliki usaha dan 10.396 keluarga belum memiliki aset produktif. Data tersebut menjadi dasar untuk mendorong pelatihan kerja, bantuan modal, pembinaan usaha, serta penyediaan sarana produksi.

    “Penguatan penanganan kemiskinan juga terlihat dari dukungan anggaran. Anggaran penanggulangan kemiskinan Kota Batam meningkat dari Rp88,54 miliar pada 2023 menjadi Rp519,24 miliar pada 2024, Rp565,56 miliar pada 2025, dan Rp864,95 miliar pada 2026 yang tersebar di berbagai OPD,” katanya.

    Pada 2026, anggaran tersebut diarahkan untuk tiga strategi utama, yakni Rp466,35 miliar untuk penurunan beban pengeluaran, Rp14,15 miliar untuk peningkatan pendapatan masyarakat, dan Rp384,45 miliar untuk pengurangan kantong-kantong kemiskinan.

    Pemko Batam menekankan, penanganan kemiskinan ke depan perlu diperkuat melalui konvergensi program, pemanfaatan data yang akurat, serta penajaman intervensi di wilayah prioritas.

    Upaya tersebut diharapkan tidak hanya memberikan perlindungan kepada masyarakat miskin dan rentan, tetapi juga meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat agar lebih mandiri dan mampu keluar dari kerentanan kemiskinan secara berkelanjutan. (Humas Diskominfo Batam)

  • Mooncake Festival Batam, Keberagaman Jadi Kekuatan Pariwisata dan Ekonomi

    Mooncake Festival Batam, Keberagaman Jadi Kekuatan Pariwisata dan Ekonomi

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, bersama sejumlah komunitas saat menghadiri Mooncake Festival Kota Batam di Kompleks Bumi Indah, Lubukbaja, Minggu (27/9/2026) malam. HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menghadiri malam puncak Mooncake Festival (Festival Kue Bulan) Kota Batam di Kompleks Bumi Indah, Lubukbaja, Minggu (27/9/2026) malam.

    Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan dihadiri ribuan masyarakat. Rangkaian acara juga dimeriahkan penampilan sejumlah artis serta Pawai Khitong dan Budaya Nusantara sejak siang hari.

    Festival tersebut menjadi ruang kebersamaan masyarakat dengan melibatkan 60 lembaga keagamaan dan kemasyarakatan serta menampilkan 10 kekayaan budaya Nusantara. Perhelatan ini sekaligus memperkuat semangat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Batam.

    Masyarakat dari berbagai latar belakang berkumpul dalam suasana kebersamaan dengan menjadikan budaya sebagai bagian dari identitas bangsa dan agama sebagai landasan untuk membangun toleransi. Semangat gotong royong dan persaudaraan tersebut menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Batam yang menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika.

    Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan sejak pagi hingga malam, mulai dari Pawai Khitong, Pawai Budaya Nusantara, hingga Mooncake Festival.

    “Keberagaman di Batam harus kita rawat bersama. Kebudayaan menjadi bagian dari diplomasi untuk merawat hubungan, mempererat persaudaraan, sekaligus menunjukkan jati diri bangsa,” ujar Amsakar.

    Menurut Amsakar, Batam merupakan miniatur Indonesia karena dihuni masyarakat dari berbagai suku, agama, dan komunitas. Keragaman tersebut, kata dia, merupakan kekuatan yang dapat terus dikembangkan untuk mendukung kemajuan daerah.

    “Kota Batam merupakan miniatur Indonesia, tempat berpadunya berbagai suku, agama, dan komunitas, seperti Melayu, Jawa, Batak, Minang, Tionghoa, Bugis, hingga saudara-saudara kita dari Timur,” katanya.

    Amsakar menegaskan, keberagaman tidak hanya menjadi kekayaan sosial dan budaya, tetapi juga memiliki peran dalam menggerakkan perekonomian dan pariwisata Batam. Berbagai kegiatan budaya dan kemasyarakatan dapat menjadi daya tarik yang mendukung aktivitas pariwisata serta sektor usaha lainnya.

    Karena itu, Pemko Batam bersama instansi terkait berkomitmen mendorong pemajuan kebudayaan daerah. Salah satunya melalui rencana penyusunan kalender kegiatan pariwisata secara berkelanjutan serta pembangunan Gedung Budaya di kawasan Sukajadi.

    “Langkah strategis ini dilakukan agar Batam tidak hanya dikenal sebagai kota industri, pusat data, dan pusat logistik, tetapi juga tumbuh sebagai kota budaya yang inklusif, rukun, dan maju,” kata Amsakar. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Puskesmas Sei Pelunggut Beroperasi, Layanan Kesehatan Sudah Berjalan Meski Belum 24 Jam

    Puskesmas Sei Pelunggut Beroperasi, Layanan Kesehatan Sudah Berjalan Meski Belum 24 Jam

    Kepala Diskominfo Batam, Rudi Panjaitan. Dok HUMAS DISKOMINFO BATAM

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam memastikan pelayanan kesehatan di Puskesmas Sungai Pelunggut, Kecamatan Sagulung, tetap berjalan. Saat ini, puskesmas tersebut telah memiliki Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas dan melayani masyarakat, terutama untuk penanganan kasus kegawatdaruratan.

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, menjelaskan bahwa pelayanan di Puskesmas Sungai Pelunggut belum berlangsung selama 24 jam karena masih terdapat keterbatasan sumber daya manusia kesehatan.

    “Puskesmas sudah ada Plt Kepala Puskesmas dan pelayanan sudah berjalan, terutama untuk kasus emergency. Namun, memang belum 24 jam karena petugas atau sumber daya kesehatannya sesuai dengan objek layanan kesehatan masih belum tersedia sepenuhnya,” ujar Rudi, Senin (28/9/2026).

    Menurut Rudi, ketersediaan tenaga kesehatan berkaitan dengan proses penyesuaian penugasan pegawai, termasuk mutasi dan rotasi. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat pelayanan di Puskesmas Sungai Pelunggut belum dapat diterapkan secara penuh.

    Selain persoalan sumber daya manusia, terdapat perubahan ketentuan dan petunjuk teknis (juknis) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait penataan dan penugasan sumber daya manusia kesehatan. Perubahan tersebut terjadi setelah pembangunan Puskesmas Sungai Pelunggut selesai.

    “Ketika Puskesmas sudah selesai, ada beberapa perubahan peraturan dan juknis dari Kementerian Kesehatan terkait Puskesmas. Karena itu, perlu dilakukan penyesuaian di daerah agar pelaksanaannya sesuai dengan aturan yang baru,” jelasnya.

    Rudi menegaskan, Pemko Batam terus memenuhi kebutuhan operasional dan sumber daya manusia agar pelayanan kesehatan di Puskesmas Sungai Pelunggut maupun puskesmas lainnya dapat berjalan secara optimal sesuai ketentuan.

    Ia menambahkan, pelayanan yang belum beroperasi selama 24 jam tidak berarti Puskesmas Sungai Pelunggut tidak beroperasi. “Pelayanan kesehatan telah berjalan, khususnya untuk penanganan kasus kegawatdaruratan, sembari pemerintah menyelesaikan pemenuhan sumber daya manusia dan penyesuaian terhadap regulasi terbaru,” ujarnya. (Humas Diskominfo Batam / Rizka)

  • Puncak HUT ke-81 RI, Amsakar Apresiasi Kekompakan Warga Batu Aji dan Batam Kota

    Puncak HUT ke-81 RI, Amsakar Apresiasi Kekompakan Warga Batu Aji dan Batam Kota

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Batu Aji dan Batam Kota berlangsung meriah, Minggu (27/9/2026). Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memanfaatkan momentum tersebut untuk mengajak masyarakat memperkuat kebersamaan sekaligus menyampaikan perkembangan pembangunan Kota Batam.

    Di Batu Aji, Amsakar menghadiri kegiatan Bergerak Sehat, Senam Sehat, dan Jalan Santai yang dipusatkan di Aviari Plaza, Kelurahan Buliang. Ribuan warga memadati lokasi sejak pagi untuk mengikuti rangkaian kegiatan.

    Amsakar mengapresiasi antusiasme dan kekompakan masyarakat Batu Aji. Menurutnya, partisipasi warga dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran semangat kebersamaan yang perlu terus dijaga.

    “Saya sangat bangga dan bahagia melihat kekompakan masyarakat Batu Aji hari ini. Antusiasme yang luar biasa ini membuktikan betapa kuatnya rasa persatuan warga dalam menyemarakkan puncak peringatan HUT ke-81 RI,” ujar Amsakar.

    Hal serupa disampaikan Amsakar saat menghadiri puncak peringatan HUT RI tingkat Kecamatan Batam Kota di One Batam Mall, Batam Center. Kegiatan tersebut dimeriahkan perlombaan paduan suara lagu Batamku dan tari kreatif yang diikuti kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) serta masyarakat se-Kecamatan Batam Kota.

    Amsakar mengapresiasi soliditas tokoh masyarakat, aparatur kecamatan dan kelurahan, serta kader PKK yang dinilainya turut menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah.

    “Istimewanya, ibu-ibu PKK sangat kompak. Saya harapkan kekompakan yang telah dibangun ini dapat terus ditularkan hingga ke tingkat kelurahan bersama para tokoh masyarakat,” katanya.

    Ia mengajak masyarakat menjadikan momentum kemerdekaan sebagai ruang untuk memperkuat persatuan dan mengesampingkan berbagai hal yang dapat memecah kebersamaan.

    “Mari kita saling memperkuat dan saling mendukung. Gunakan energi kolektif kita untuk memberikan kebajikan bagi negeri yang kita cintai ini. Berhenti memperbincangkan hal-hal yang tidak penting. Jika ada narasi yang sifatnya saling melemahkan, kita yang hadir di sini harus menjadi bagian yang meluruskan,” ujar Amsakar.

    Dalam dua kesempatan tersebut, Amsakar juga menyampaikan perkembangan pembangunan Batam selama masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra. Ia memaparkan sejumlah indikator pembangunan, mulai dari pertumbuhan ekonomi, investasi, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), hingga penurunan angka kemiskinan.

    Menurut Amsakar, perekonomian Batam terus tumbuh seiring masuknya investasi dari sejumlah negara, termasuk Singapura, Amerika Serikat, dan Australia. Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), nilai investasi Batam telah mendekati Rp30 triliun. Sementara berdasarkan perhitungan bottom-up, nilainya mendekati Rp40 triliun.

    “Ini menunjukkan Batam menjadi salah satu penopang utama ekonomi nasional,” katanya.

    Amsakar juga menyampaikan perkembangan pelaksanaan 15 program prioritas Pemko Batam. Ia menyebut 13 program di antaranya telah terealisasi dengan baik. Beberapa program tersebut antara lain pemberian seragam sekolah, peningkatan insentif atau bantuan bagi lansia secara bertahap, serta pinjaman modal usaha tanpa bunga bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang kini bekerja sama dengan lima perbankan.

    Di bidang ketenagakerjaan, Pemko Batam juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan 30 perusahaan di Batam untuk mengalokasikan kuota minimal 20 persen tenaga kerja lokal. Kebijakan tersebut diarahkan untuk memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.

    Sementara itu, pembangunan infrastruktur terus didorong. Amsakar menyebut penanganan persoalan banjir dan pemenuhan kebutuhan air bersih masih menjadi perhatian pemerintah daerah dan terus dimatangkan melalui berbagai langkah untuk menghasilkan solusi jangka panjang.

    “Kita terus berproses mematangkan solusi jangka panjang, terutama untuk isu strategis seperti penanganan banjir dan optimalisasi pasokan air bersih demi kenyamanan seluruh masyarakat,” ujarnya.

    Amsakar juga mengingatkan jajaran aparatur kewilayahan, mulai dari camat, sekretaris camat, hingga lurah, untuk menjaga kedisiplinan dan keselarasan dalam mengawal kebijakan pemerintah. Menurutnya, kekompakan aparatur di tingkat kewilayahan penting untuk memastikan pelayanan publik berjalan optimal.

    Rangkaian peringatan HUT RI ke-81 di Batu Aji berlangsung semakin meriah saat Amsakar turut membagikan hadiah kepada peserta jalan santai. Sebanyak tujuh nomor kupon beruntung diundi langsung dengan hadiah uang tunai masing-masing Rp200 ribu.

    Suasana serupa juga terasa di Batam Kota. Amsakar menyampaikan apresiasi kepada TP-PKK dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam menyemarakkan peringatan kemerdekaan.

    Ia berharap semangat kebersamaan yang tumbuh dalam rangkaian peringatan HUT RI tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus menjadi energi bersama dalam mendukung pembangunan Batam.

    “Dirgahayu Republik Indonesia. Selamat untuk warga Batam Kota, Pak Camat, Pak Sekcam, dan seluruh Pak Lurah. Jayalah selalu negeri yang kita cintai ini,” pungkasnya. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Kriyanusa 2026 Jadi Inspirasi, Erlita Amsakar Dorong Promosi Produk UMKM Batam

    Kriyanusa 2026 Jadi Inspirasi, Erlita Amsakar Dorong Promosi Produk UMKM Batam

    Ketua Dekranasda Kota Batam, Erlita Amsakar, bersama rombongan, melihat sejumlah produk saat menghadiri Pameran Kriyanusa 2026 di JCC, Jakarta, Sabtu (26/9/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / AHMAD ROHMADI

    Diskominfo Batam – Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Batam, Erlita Amsakar, menjadikan Pameran Kriyanusa 2026 sebagai momentum untuk melihat langsung strategi promosi produk kerajinan dari berbagai daerah. Ia mendorong agar pengalaman tersebut menjadi inspirasi dalam memperkuat promosi produk UMKM Batam sehingga semakin dikenal dan memiliki peluang menjangkau pasar yang lebih luas.

    Hal itu ia tegaskan usai menghadiri pembukaan Pameran Kriyanusa 2026 yang digelar Dekranas di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu (26/9/2026).

    Kriyanusa 2026 berlangsung pada 26-30 September 2026 dengan mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”. Pameran tersebut menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan produk kerajinan sekaligus mendorong pengembangan industri kriya dan ekonomi kreatif di Indonesia.

    Erlita mengatakan, kehadirannya dalam Kriyanusa 2026 menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung beragam produk kerajinan sekaligus strategi promosi yang diterapkan para perajin dari berbagai daerah.

    Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi bahan inspirasi bagi Dekranasda Kota Batam dalam mengembangkan dan mempromosikan produk kriya serta UMKM lokal agar memiliki jangkauan pasar yang lebih luas.

    “Saya hadir tentu ingin melihat secara langsung. Promosi-promosi yang dilakukan oleh pusat seperti ini juga dapat kita terapkan di Batam,” ujar Erlita.

    Ia menilai penguatan promosi dan pemasaran menjadi bagian penting dalam memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat yang lebih luas. Dengan promosi yang tepat, produk kriya dan UMKM Batam diharapkan tidak hanya dikenal di daerah, tetapi juga mampu menjangkau pasar di luar Batam.

    “Dengan begitu, kita berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi UMKM di Batam,” katanya.

    Kriyanusa 2026 tidak hanya menghadirkan pameran produk kerajinan dari berbagai daerah, tetapi juga sejumlah kegiatan pendukung, di antaranya Lomba Kriya Potensial dan Lomba Stand Terbaik.

    Kompetisi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kreativitas, kualitas, dan inovasi para pelaku kriya. Selain itu, peserta juga ditantang untuk mampu menampilkan produk secara menarik sekaligus memperkuat kemampuan dalam memasarkan hasil kerajinan.

    Bagi Erlita, berbagai kegiatan dalam Kriyanusa dapat menjadi ruang pembelajaran dan pertukaran pengalaman bagi pelaku UMKM. Pameran juga membuka kesempatan untuk membangun jejaring serta melihat peluang pasar yang dapat dikembangkan.

    Kriyanusa 2026 dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming. Pembukaan turut dihadiri Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian, jajaran Pengurus Pusat Dekranas, serta pengurus Dekranasda dari berbagai daerah di Indonesia. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Rohmadi)

  • Premier Law Firm Hadir di Batam, Amsakar Tekankan Pentingnya Kesadaran Hukum Masyarakat

    Premier Law Firm Hadir di Batam, Amsakar Tekankan Pentingnya Kesadaran Hukum Masyarakat

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri grand opening Premier Law Firm di Lubuk Baja, Sabtu (26/9/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menekankan pentingnya peningkatan kesadaran dan literasi hukum masyarakat di tengah kompleksitas persoalan yang berkembang di Kota Batam. Menurutnya, pemahaman hukum yang baik dapat membantu masyarakat menyelesaikan berbagai persoalan secara tepat serta mendukung terciptanya tata kelola dan pembangunan yang lebih baik.

    Hal itu disampaikan Amsakar saat menghadiri grand opening Premier Law Firm di Kompleks Nagoya Gateway, Jalan Raden Patah Blok A No. 08, Kampung Pelita, Kecamatan Lubuk Baja, Sabtu (26/9/2026). 

    Dalam sambutannya, Amsakar menyoroti persoalan pertanahan yang masih menjadi salah satu tantangan dalam pembangunan di Batam. Menurutnya, persoalan lahan tidak hanya terjadi di tengah masyarakat, tetapi juga dapat muncul ketika pemerintah membangun fasilitas untuk kepentingan publik.

     

    “Rata-rata dari masalah yang ada itu tematiknya adalah soal lahan. Bahkan untuk membangun fasilitas pemerintah, seperti kantor camat, masalahnya luar biasa rumit. Mudah-mudahan hadirnya Premier Law Firm ini bisa memberikan pemahaman baru kepada warga, sehingga problem yang kita hadapi dari waktu ke waktu dapat diminimalisasi secara baik,” ujar Amsakar.

    Selain persoalan pertanahan, Amsakar menyoroti perkembangan pendekatan dalam penegakan hukum. Ia menilai pendekatan keadilan restoratif atau restorative justice penting untuk dikedepankan dalam penyelesaian perkara sesuai ketentuan yang berlaku.

    “Sekarang ada perubahan paradigma dalam penegakan hukum, dari semula yang bersifat represif bergeser ke arah restoratif. Dari semula tangkap dan penjarakan, berubah menjadi bagaimana menegosiasikan, mencari jalan tengah, serta solusi terbaik di antara para pihak agar tidak berujung pada penuhan lembaga pemasyarakatan (LP),” jelasnya.

     

    Menurut Amsakar, meningkatnya literasi dan kesadaran hukum di tengah masyarakat Batam yang majemuk diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap tata kelola daerah, pembangunan, serta penyelesaian berbagai persoalan hukum.

    Ia juga mendorong pendampingan hukum yang diberikan kepada masyarakat tidak hanya berorientasi pada penyelesaian perkara, tetapi turut membangun pemahaman mengenai pentingnya kepatuhan terhadap hukum.

     

    “Selamat atas grand opening Premier Law Firm di Kota Batam. Harapan saya Premier Law Firm dapat membantu masyarakat Batam dalam menyelesaikan berbagai persoalan hukum secara tepat dan adil,” tutupnya. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

     

  • Tingkatkan Kompetensi Guru Al-Qur’an, Amsakar Dorong Metode Mengajar Lebih Kreatif

    Tingkatkan Kompetensi Guru Al-Qur’an, Amsakar Dorong Metode Mengajar Lebih Kreatif

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, membuka Pelatihan Guru Al-Qur’an Kota Batam Tahun 2026 di Kantor Wali Kota Batam, Sabtu (26/9/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong guru Al-Qur’an terus meningkatkan kompetensi dan kreativitas dalam mengajar agar mampu mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, penguasaan kelas, pemahaman psikologi peserta didik, serta kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran yang menarik dan inklusif.

    Hal itu ditegaskan Amsakar saat membuka Pelatihan Guru Al-Qur’an Kota Batam Tahun 2026 di Aula Engku Hamidah, Lantai IV Kantor Wali Kota Batam, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan yang digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Batam tersebut diikuti lebih dari 200 perwakilan guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) se-Kota Batam. Pelatihan menghadirkan dua narasumber yang memiliki kompetensi di bidang psikologi dan pendidikan.

    Dalam sambutannya, Amsakar mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi guru Al-Qur’an agar mampu menjawab tantangan pembelajaran yang terus berkembang.

    “Ilmu tidak akan bertumbuh jika kita hanya berpuas diri dengan pola mengajar yang lama. Harus ada terobosan, peningkatan kapasitas, dan sentuhan baru. Pelatihan ini adalah ikhtiar kita bersama agar para guru memiliki kompetensi, karisma, dan daya pikat dalam mengajar,” ujar Amsakar.

    Menurutnya, keberhasilan seorang pendidik tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi, tetapi juga kemampuan mengelola kelas dan membangun keterikatan dengan peserta didik. Guru dituntut menciptakan suasana belajar yang kondusif, nyaman, dan inklusif tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi peserta didik.

    “Penguasaan kelas adalah kunci. Guru yang berhasil adalah guru yang memiliki pesona dan daya pikat, sehingga saat ia berdiri di depan, anak-anak fokus dan menyimak,” katanya.

    Amsakar juga menyoroti pentingnya penerapan pembelajaran inklusif. Menurutnya, setiap peserta didik perlu mendapatkan kesempatan dan perlakuan yang setara dalam proses belajar, termasuk anak berkebutuhan khusus.

    “Materi pelatihan kali ini mengusung tema besar menciptakan kelas inklusif, kelas yang tidak ada polarisasi dan memberikan perlakuan yang sama, baik untuk anak-anak umum maupun anak berkebutuhan khusus,” tegasnya.

    Selain penguasaan kelas dan pemahaman psikologi anak, Amsakar mengingatkan para guru Al-Qur’an agar mampu mengikuti perkembangan teknologi digital. Perkembangan kecerdasan artifisial (AI), seperti ChatGPT, serta berbagai platform digital seperti YouTube, menurutnya perlu disikapi dengan kreativitas dan penyesuaian metode pembelajaran.

    “Jika metode pengajaran kita usang, anak-anak bisa jadi lebih memilih belajar ke platform digital. Kemajuan teknologi informasi ini harus disikapi dengan kepiawaian dan penyesuaian metode belajar agar para guru tidak tertinggal,” tambahnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Amsakar turut mengapresiasi peran pengurus TPQ, BMGKS, IPIM, dan para pendidik keagamaan yang konsisten membina kehidupan spiritual masyarakat Batam.

    Ia menilai keberadaan guru Al-Qur’an memiliki peran penting dalam mendukung terwujudnya visi Batam sebagai Bandar Dunia Madani.

    “Batam boleh saja dikenal sebagai kota industri dan metropolitan yang sibuk, tetapi kehidupan spiritualitas masyarakatnya sangat luar biasa dan religius. Visi Bandar Dunia Madani bukan sekadar di atas kertas, melainkan hidup dan terlaksana di tingkat akar rumput berkat kontribusi Bapak dan Ibu sekalian,” ungkap Amsakar.

    Pelatihan Guru Al-Qur’an tersebut merupakan agenda tahunan Pemerintah Kota Batam sebagai bentuk perhatian terhadap pengembangan pendidikan keagamaan. Selain meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat penguasaan metode pembelajaran yang efektif, pemahaman terhadap psikologi anak, serta manajemen TPQ.

    Melalui pelatihan tersebut, Pemerintah Kota Batam berharap kualitas pembelajaran di TPQ semakin baik sehingga dapat mendukung lahirnya generasi Qurani yang memiliki pengetahuan, karakter, dan nilai-nilai keagamaan.

    “Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Kegiatan Pelatihan Guru Al-Qur’an Kota Batam secara resmi saya nyatakan dibuka. Semoga pelatihan ini melahirkan guru-guru yang hebat demi masa depan generasi penerus kita,” tutup Amsakar. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Jaga Air Waduk untuk Masyarakat, Batam Siapkan Solusi Kebutuhan Air Data Center lewat SWRO

    Jaga Air Waduk untuk Masyarakat, Batam Siapkan Solusi Kebutuhan Air Data Center lewat SWRO

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, memberikan keterangan kepada wartawan belum lama ini. Dok HUMAS DISKOMINFO BATAM

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam menyiapkan solusi pemenuhan kebutuhan air bagi industri data center melalui teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO). Langkah ini dilakukan untuk memastikan pertumbuhan investasi tetap berjalan tanpa mengurangi pasokan air waduk yang diperuntukkan bagi kebutuhan masyarakat.

    Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa kebutuhan air untuk operasional data center harus dipenuhi dari sumber yang tidak mengurangi pasokan air waduk yang selama ini diperuntukkan bagi masyarakat.

    Karena itu, setiap investasi data center yang membutuhkan air dalam jumlah besar didorong memiliki sumber air mandiri melalui teknologi desalinasi air laut atau SWRO.

    “Investasi tentu kita dorong terus tumbuh di Batam. Namun, kebutuhan pendukungnya juga harus disiapkan secara baik. Untuk industri yang membutuhkan air dalam jumlah besar, kita mendorong agar dapat memenuhi kebutuhannya melalui sumber air mandiri dengan teknologi SWRO,” kata Amsakar, Jumat (25/9/2026).

    Menurut Amsakar, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kepentingan investasi dan kebutuhan masyarakat. Pertumbuhan industri, khususnya data center, tidak boleh sepenuhnya bergantung pada sumber air baku yang juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

    Dari sekitar 10 rencana pengembangan data center ke depan, saat ini satu data center telah beroperasi dan menyambut baik kebijakan pembangunan SWRO secara mandiri. Skema serupa juga akan dikembangkan oleh data center lainnya.

    Dalam dua hingga tiga tahun mendatang, Batam diproyeksikan memperoleh tambahan kapasitas produksi air melalui SWRO sekitar 750 liter per detik pada tahap awal. Kapasitas tersebut ditargetkan meningkat menjadi sekitar 1.000 liter per detik melalui pembangunan SWRO di dua kawasan, yakni KEK Nongsa dan kawasan industri Kabil.

    Amsakar menyebut pembangunan sumber air mandiri tersebut sebagai langkah yang saling melengkapi antara kebutuhan dunia usaha dan kepentingan masyarakat.

    “Ini betul-betul komplementer, saling melengkapi antara kebijakan kita dengan kepentingan pelaku usaha, tanpa mengganggu kapasitas produksi waduk untuk masyarakat ke depan,” ujarnya.

    Lebih jauh, pembangunan SWRO tidak hanya dipandang sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan operasional data center. Dalam jangka panjang, keberadaan fasilitas tersebut juga berpotensi memperkuat ketahanan air bersih di Batam.

    Apabila produksi air hasil pengolahan melalui SWRO nantinya melebihi kebutuhan operasional data center, kelebihan kapasitas tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat.

    Namun, pemanfaatan air tersebut tetap perlu mempertimbangkan sejumlah faktor, antara lain kapasitas produksi SWRO, kualitas air hasil pengolahan, serta kesiapan jaringan distribusi agar pemanfaatannya dapat berjalan optimal.

    Amsakar berharap pembangunan sumber air baru tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Batam dalam mengantisipasi peningkatan kebutuhan air seiring dengan pertumbuhan kawasan perkotaan dan investasi.

    “Kita tentu tidak hanya berpikir bagaimana kebutuhan industri terpenuhi. Lebih dari itu, kalau kapasitas dan infrastrukturnya memungkinkan, hasil pengolahan air ini juga dapat membuka peluang untuk mendukung kebutuhan masyarakat,” katanya.

    Menurut Amsakar, keberadaan data center merupakan salah satu sektor strategis yang dapat memperkuat struktur ekonomi Batam pada masa mendatang. Pertumbuhan sektor tersebut diharapkan turut mendorong aktivitas di berbagai bidang, mulai dari konstruksi, kebutuhan tenaga kerja profesional, hingga perkembangan sektor pendukung lainnya.

    Dengan demikian, investasi data center tidak hanya memberikan dampak pada sektor industri itu sendiri, tetapi juga berpotensi menciptakan efek berganda bagi perekonomian lokal Batam. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Perkuat Ekosistem Inovasi, Batam dan Surabaya Teken Kerja Sama

    Perkuat Ekosistem Inovasi, Batam dan Surabaya Teken Kerja Sama

    Kepala BRIDA Kota Batam, Efrius, bersama Kepala BRIDA Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, menandatangani PKS bersama di Kantor BRIDA Kota Surabaya, Kamis (24/9/2026). Dok PEMKO BATAM

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Batam dan BRIDA Kota Surabaya memperkuat kerja sama di bidang riset, inovasi, dan transfer pengetahuan antardaerah.

    Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BRIDA Kota Batam dan BRIDA Kota Surabaya di Kantor BRIDA Kota Surabaya, Kamis (24/9/2026).

    Kepala BRIDA Kota Batam, Efrius, menandatangani PKS bersama Kepala BRIDA Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji. Kerja sama ini menjadi langkah untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi melalui pertukaran pengetahuan serta kolaborasi antarlembaga.

    Melalui kerja sama tersebut, kedua daerah akan memperluas ruang kolaborasi dan membangun hubungan kelembagaan yang berkelanjutan. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat mendukung penyelenggaraan pemerintahan serta menjawab kebutuhan masyarakat melalui pengembangan riset dan inovasi.

    “Sinergi ini diharapkan dapat membuka ruang bagi Kota Batam dan Kota Surabaya untuk saling berbagi pengalaman, gagasan, dan praktik dalam pengembangan riset dan inovasi,” ujar Efrius.

    Kerja sama antara BRIDA Batam dan BRIDA Surabaya menjadi bagian dari upaya memperkuat peran riset dan inovasi sebagai pendukung pembangunan daerah. Pertukaran pengalaman antardaerah diharapkan dapat mendorong lahirnya gagasan dan inovasi yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan masing-masing daerah. (Humas Diskominfo Batam / Rizka)