Blog

  • Pemko Batam Apresiasi Goro Masyarakat Secara Masif, Dilarang Melakukan Pembakaran Terhadap Tumpukan Material

    Pemko Batam Apresiasi Goro Masyarakat Secara Masif, Dilarang Melakukan Pembakaran Terhadap Tumpukan Material

    Diskominfo Batam – Menanggapi pemberitaan terkait insiden kebakaran yang terjadi saat kegiatan gotong royong di kawasan ROW Jalan SP Glory, Marina Green, Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Pemerintah Kota Batam menyampaikan keprihatinan dan akan menggelar evaluasi atas kejadian tersebut seraya juga mengapresiasi semangat masyarakat yang berupaya menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan.

    Pelaksana harian (Plh) Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan Pemerintah Kota Batam mengapresiasi semangat gotong royong yang diinisiasi Forum Komunikasi perangkat RT dan RW Kecamatan Baru aji sebagai tindaklanjut gerakan masyarakat mewujudkan Batam Asri. Pada saat yang sama juga menyesalkan terjadinya pembakaran material bekas yang menyebabkan kebakaran, gangguan pasokan listrik, serta menimbulkan asap pekat yang berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.

    “Pemerintah Kota Batam mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat dalam menjaga lingkungan. Namun demikian, kami mengingatkan bahwa kegiatan pembersihan lingkungan harus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak dilakukan dengan cara membakar sampah maupun material bekas di area terbuka,” ujar Rudi Panjaitan.

    Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Batam telah menerbitkan Surat Edaran Wali Kota Batam Nomor 9 Tahun 2026 tentang Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang secara tegas melarang pembakaran sampah maupun pembersihan lahan dengan cara dibakar.

    Larangan tersebut diterbitkan sebagai langkah antisipasi terhadap meningkatnya potensi kebakaran serta untuk melindungi kesehatan masyarakat dari dampak polusi udara yang dapat ditimbulkan akibat pembakaran terbuka.

    Menurut Rudi, apabila di lokasi ditemukan material yang diduga mengandung limbah atau bahan yang berpotensi berbahaya, maka penanganannya harus dilakukan sesuai prosedur dan melibatkan instansi teknis yang berwenang, termasuk Dinas Lingkungan Hidup.

    “Pemerintah Kota Batam mengimbau agar setiap temuan material yang diduga merupakan limbah atau memiliki potensi membahayakan lingkungan tidak ditangani dengan cara dibakar. Penanganannya harus melalui mekanisme yang sesuai agar tidak menimbulkan dampak lanjutan terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat,” katanya.

    Terkait peristiwa yang terjadi di Tanjung Uncang tersebut, Rahmat selaku Ketua FK RTRW Kecamatan Batuaji mengatakan keterkejutannya dengan kejadian kebakaran tersebut, karena setelah pembersihan tumpukan material tersebut, semua peserta Goro menuju salah satu rumah ibadah yang berdekatan dengan lokasi untuk pembersihan lingkungannya tak berselang lama ternyata asap sudah membubung tinggi dan pekat sehingga kami langsung berkoordinasi dengan pihak kecamatan Batuaji untuk menghubungi pemasangan kebakaran untuk memadamkan kobaran api diatas material tersebut. 

    Rudi juga menyampaikan bahwa Pemko Batam akan melakukan evaluasi bersama pihak kecamatan, kelurahan, serta instansi terkait guna memastikan kegiatan gotong royong dan penataan lingkungan ke depan dapat berjalan lebih tertib, aman, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

    Pemerintah Kota Batam juga mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan dengan cara yang bertanggung jawab serta segera melaporkan apabila menemukan aktivitas pembuangan limbah, penumpukan scrap, maupun penggunaan kawasan ROW yang tidak sesuai dengan peruntukannya.

    “Penataan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat harus dibangun dengan tetap mengedepankan keselamatan, kepatuhan terhadap aturan, serta perlindungan terhadap lingkungan hidup,” tutup Rudi.

  • Sukses Tata Honorer Jadi PPPK, Pemko Batam Usul Relaksasi Belanja Pegawai ke Pusat

    Sukses Tata Honorer Jadi PPPK, Pemko Batam Usul Relaksasi Belanja Pegawai ke Pusat

    Diskominfo Batam– Pemerintah Kota (Pemko) Batam berkomitmen penuh menyelaraskan administrasi kepegawaian demi pelayanan publik yang profesional, sekaligus menjaga stabilitas kesehatan fiskal daerah. Keberhasilan Pemko Batam dalam menuntaskan penataan tenaga honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) kini membawa tantangan baru pada postur anggaran daerah.

    Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja (Raker), Rapat Dengar Pendapat (RDP), dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi II DPR RI, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menpan RB Rini Widyantini yang diikuti Pemko Batam secara virtual dari Ruang Rapat Sekda, Kantor Wali Kota Batam, Senin (8/6/2026).

    Kepala Dinas Kominfo Kota Batam, Rudi Panjaitan, menyampaikan bahwa dalam agenda nasional tersebut, Pemko Batam memaparkan capaian krusial sekaligus mengusulkan sejumlah strategi regulasi terkait belanja pegawai kepada pemerintah pusat.

    Rudi menjelaskan bahwa berdasarkan data BKPSDM Kota Batam, jumlah PNS dari kurun waktu 2019–2026 bergerak stabil di angka 5.400 hingga 5.700 pegawai. Sebaliknya, kurva tenaga Non-ASN berhasil ditekan secara drastis melalui skema pengangkatan CASN berkala.

    Secara akumulatif dari tahun 2021 hingga 2025, Pemko Batam telah sukses mengangkat sebanyak 5.934 tenaga PPPK yang terdiri dari formasi Guru, Tenaga Kesehatan (Nakes), dan Tenaga Teknis.

    “Perjalanan penataan ini dilakukan secara agresif dan terukur. Pada tahun 2025, tenaga Non-ASN yang tersisa hanya 432 orang, dan seluruhnya telah terakomodir lewat pengadaan 583 formasi PPPK Paruh Waktu. Memasuki tahun 2026 ini, Pemko Batam tidak ada pengadaan baru karena penataan tenaga honorer telah rampung total,” ujar Rudi.

    Keberhasilan mengamankan status kerja ribuan mantan honorer menjadi PPPK berdampak langsung pada struktur anggaran. Sesuai amanat UU No. 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD) Pasal 146, daerah wajib mengalokasikan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD setelah masa transisi 5 tahun.

    Rudi memaparkan tren kenaikan persentase belanja pegawai terhadap APBD Kota Batam akibat pengangkatan masif, yakni Tahun 2022 sebesar 34,14 persen dari APBD Rp3,34 Triliun,tahun 2024 sebesar 37,10 persen dari APBD Rp3,54 Triliun, dan di tahun 2026 sebesar 39,22 persen dari APBD Rp4,30 Triliun.

    “Kenaikan ini murni dipicu oleh lonjakan anggaran belanja PPPK yang merangkak dari 3,95 persen pada 2022 menjadi 15,49 persen pada 2026. Sementara itu, komponen belanja non-PPPK justru konsisten mengalami penurunan dari 30,19 persen ke 23,73 persen,” jelas Rudi.

    Pada rencana anggaran TA 2027, dengan estimasi APBD sebesar Rp4,7 Triliun, total belanja pegawai diproyeksikan mencapai Rp1,85 Triliun. Setelah dikurangi total tunjangan guru sebesar Rp163,8 Miliar, maka belanja pegawai di luar Tunjangan Guru adalah Rp1,68 Triliun atau setara dengan 35,88 persen. Angka ini diakui masih berada di atas batas maksimal nasional 30 persen.

    Guna menyiasati regulasi batas maksimal 30 persen tanpa mengorbankan kesejahteraan pegawai yang telah diangkat, Rudi Panjaitan mengungkapkan bahwa Pemko Batam telah merumuskan empat langkah strategis untuk disuarakan ke Pemerintah Pusat dan DPR RI.

    Pertama memacu optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara agresif, kedua meminta kelonggaran/relaksasi implementasi kewajiban belanja pegawai maksimal 30 persen selama 4 hingga 5 tahun ke depan, dibarengi penyusunan peta jalan (road map) yang terukur, ketiga mengusulkan kepada Pemerintah Pusat agar mengembalikan alokasi Dana Alokasi Umum (DAU) Spesifik (Earmarked) khusus untuk menopang pembiayaan gaji PPPK di daerah.

    Sedangkan keempat mengusulkan revisi komponen belanja pegawai, di mana Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) diharapkan keluar dari komponen Belanja Pegawai dan dialihkan ke Belanja Barang dan Jasa.

    Berdasarkan hitungan simulasi finansial Pemko Batam, jika total belanja pegawai di luar tunjangan guru bertahan di angka Rp1,68 Triliun, maka nilai total APBD Kota Batam harus menyentuh angka Rp5,7 Triliun agar persentase belanja pegawai otomatis turun menjadi 29,59 persen untuk memenuhi batas aman di bawah 30 persen.

    Melihat tren rata-rata pertumbuhan pendapatan daerah Kota Batam yang berada di kisaran 6,8 persen atau naik sekitar Rp300 Miliar per tahun, Rudi optimis target tersebut dapat dicapai.

    “Pemko Batam mengestimasikan target APBD Rp5,7 Triliun tersebut dapat dicapai dalam waktu tiga sampai empat tahun ke depan. Target ini sangat realistis untuk dipenuhi, dengan catatan tidak ada penambahan jumlah pegawai baru yang masif atau kenaikan regulasi gaji yang signifikan dari pusat selama masa transisi,” tutup Rudi.

    Rapat krusial ini diikuti langsung dari Batam oleh Kepala BPKAD Kota Batam Malik, Kepala BKPSDM Kota Batam Hasnah, serta sejumlah Kepala Bagian di lingkungan Pemko Batam.

  • Dari Keterbatasan ke Harapan: Kisah Daniel dan Wujud Kepedulian Amsakar-Li Claudia

    Dari Keterbatasan ke Harapan: Kisah Daniel dan Wujud Kepedulian Amsakar-Li Claudia

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, berbincang dengan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, belum lama ini. Dok HUMAS DISKOMINFO BATAM

    Diskominfo Batam – Dari sebuah rumah sederhana di kawasan Sagulung, kisah Daniel Perangin Angin menggambarkan keteguhan seorang anak muda yang telah bertahun-tahun hidup dengan keterbatasan akibat kelumpuhan. Namun di balik perjalanan panjang itu, secercah harapan kini mulai tumbuh seiring hadirnya perhatian Pemerintah Kota Batam di bawah kepemimpinan Wali Kota Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, yang bergerak cepat memastikan Daniel mendapatkan akses layanan dan bantuan yang dibutuhkan.

    Pada Jumat (5/6/2026), jajaran Pemko Batam yang terdiri dari Kecamatan Sagulung, Kelurahan Sungai Pelunggut, serta Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batam turun langsung ke kediaman Daniel Perangin Angin di Kaveling Sagulung Mandiri (Kaveling Melati), RT 01/RW 10, Kelurahan Sungai Pelunggut.

    Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi Daniel, melakukan asesmen sosial, serta menindaklanjuti kebutuhan bantuan yang diperlukan, termasuk jaminan sosial dan layanan kesehatan.

    Daniel diketahui telah mengalami kelumpuhan sejak sekitar 10 tahun terakhir dan membutuhkan pendampingan serta alat bantu untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan warga, terutama kelompok rentan dan penyandang disabilitas, terabaikan dalam pelayanan publik.

    “Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat. Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, Pemko Batam berkomitmen memastikan hak-hak warga terpenuhi, termasuk hak atas kesehatan dan kesejahteraan. Saya sudah meminta seluruh camat, lurah, dan Dinas Sosial untuk lebih proaktif menjangkau warga yang membutuhkan bantuan,” ujar Amsakar.

    Senada dengan itu, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra menegaskan bahwa akses layanan kesehatan dan rehabilitasi bagi penyandang disabilitas menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

    “Kami ingin memastikan tidak ada lagi warga yang terkendala biaya untuk mendapatkan layanan kesehatan, terapi, maupun alat bantu. Sinergi antara BPJS, jaminan kesehatan daerah, dan program bantuan sosial akan terus kami optimalkan agar tepat sasaran,” kata Li Claudia.

    Kepala Dinas Sosial Kota Batam melalui Sekretaris Dinsos, Chitra Widyia, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari informasi yang berkembang di masyarakat dan media, sehingga tim langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan verifikasi lapangan.

    Rombongan dari Kecamatan Sagulung dan Kelurahan Sungai Pelunggut dipimpin oleh Sekretaris Camat Sagulung Yanuar Pribadi dan Lurah Sungai Pelunggut Rasman Afandi. Sementara dari Dinsos Batam turut hadir jajaran fungsional, tenaga pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta tim pendata.

    Di lokasi, tim melakukan pendataan ulang, asesmen kondisi kesehatan, serta verifikasi data administrasi untuk memastikan Daniel dapat segera masuk dalam program bantuan yang sesuai.

    “Verifikasi dilakukan langsung di lapangan, mulai dari kondisi kesehatan hingga kondisi keluarga, agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran,” ujar perwakilan Dinsos, Ahmad Yani.

    Dari hasil asesmen awal, Daniel yang mulai mengalami gangguan kekakuan otot sejak duduk di bangku SMA pada 2016 dinilai membutuhkan perhatian khusus, termasuk kursi roda khusus, alat bantu mobilitas, serta dukungan kebutuhan dasar lainnya.

    Dinsos Batam juga akan mengusulkan bantuan ke Kementerian Sosial RI sebagai langkah lanjutan agar Daniel segera mendapatkan akses bantuan yang lebih komprehensif.

    “Proses tetap harus mengikuti mekanisme yang berlaku, termasuk verifikasi data di Kementerian Sosial. Setelah itu, bantuan akan segera kami tindaklanjuti,” tambahnya.

    Sementara itu, pihak keluarga mengaku terharu atas perhatian yang diberikan pemerintah setelah 10 tahun merawat Daniel secara mandiri di rumah.

    “Selama ini kami berjuang sendiri. Hari ini kami sangat bersyukur karena pemerintah datang langsung melihat kondisi anak kami. Kami berharap Daniel bisa segera mendapat bantuan untuk pengobatan dan terapi,” ujar ibu Daniel, Vivi Wati br Sidabutar.

    Langkah cepat ini menjadi bagian dari komitmen Pemko Batam dalam memperkuat layanan sosial yang inklusif dan responsif, sekaligus memastikan setiap warga mendapatkan hak yang sama dalam akses pelayanan publik. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Li Claudia Sambut Delegasi Pertahanan 19 Negara, Batam Tunjukkan Posisi Strategis di Kawasan

    Li Claudia Sambut Delegasi Pertahanan 19 Negara, Batam Tunjukkan Posisi Strategis di Kawasan

    Plh Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, saat menerima kunjungan 22 atase pertahanan dari 19 negara sahabat dalam rangkaian Defence Attache Tour 2026 di Batam, Rabu (3/6/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RICKY WIHENDAR

    Diskominfo Batam – Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menyambut kunjungan 22 atase pertahanan dari 19 negara sahabat dalam rangkaian Defence Attache Tour 2026 di Kantor BP Batam, Rabu (3/6/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan posisi strategis Batam sebagai kawasan perdagangan bebas, pusat investasi, serta wilayah perbatasan yang berperan penting dalam mendukung stabilitas dan kerja sama di kawasan.

    Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia tersebut juga merupakan agenda tahunan untuk memperkenalkan perkembangan industri pertahanan nasional, khususnya sektor galangan kapal.

    Kepala Delegasi Kementerian Pertahanan RI, Kolonel Infanteri Troy Hutagalung, mengatakan pihaknya mendampingi 22 atase pertahanan dari 19 negara sahabat yang mengikuti program tersebut. Negara yang berpartisipasi antara lain Rusia, Brunei Darussalam, Prancis, Selandia Baru, Inggris, Kenya, Laos, Pakistan, Jepang, Myanmar, Jerman, Polandia, Uni Emirat Arab, Serbia, Tiongkok, Yordania, Australia, dan Maroko.

    “Program ini merupakan agenda rutin Kementerian Pertahanan RI. Kami mengundang para atase pertahanan untuk melihat secara langsung perkembangan industri pertahanan Indonesia,” ujar Troy.

    Menurut dia, para atase pertahanan memiliki peran penting sebagai mitra bilateral dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan. Karena itu, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memperkenalkan kemampuan industri pertahanan nasional, tetapi juga mempererat hubungan persahabatan dan kerja sama antarnegara.

    “Kami juga ingin mempromosikan industri pertahanan Indonesia melalui kunjungan ke berbagai sektor strategis, termasuk industri maritim dan galangan kapal yang memiliki potensi kerja sama di bidang pertahanan maupun ekonomi,” katanya.

    Troy turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Batam dan BP Batam atas dukungan yang diberikan sehingga rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar.

    Sementara itu, Li Claudia Chandra menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Batam sebagai salah satu tujuan kunjungan para atase pertahanan negara sahabat.

    “Merupakan kehormatan bagi kami dapat menerima kunjungan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia bersama para atase pertahanan negara sahabat di Kota Batam,” ujarnya.

    Li Claudia menjelaskan, Batam memiliki posisi strategis sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga. Kondisi tersebut menjadikan aspek keamanan sebagai faktor penting dalam mendukung pertumbuhan investasi dan pembangunan daerah.

    “Keamanan menjadi faktor utama yang mendukung iklim investasi di Batam terus berkembang. Kehadiran para atase pertahanan hari ini merupakan simbol kepercayaan internasional terhadap stabilitas Indonesia, khususnya di Batam,” katanya.

    Ia berharap kunjungan tersebut dapat semakin mempererat hubungan Indonesia dengan negara-negara sahabat sekaligus membuka peluang sinergi dan kerja sama yang lebih luas pada masa mendatang.

    “Terima kasih kepada Kementerian Pertahanan Republik Indonesia yang telah memilih Batam sebagai bagian dari rangkaian kegiatan ini. Semoga pertemuan ini semakin mempererat persaudaraan, memperkuat sinergi strategis, dan memberikan kesan positif selama berada di Batam,” tutupnya. (Humas Diskominfo Batam / Rizka)

  • Selamat & Sukses, Kelulusan SD dan SMP Kota Batam Sangat Tinggi

    Selamat & Sukses, Kelulusan SD dan SMP Kota Batam Sangat Tinggi

    Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Kota Batam. Tingkat kelulusan peserta didik Tahun Ajaran 2025/2026 mencapai 99,96% untuk SD dan 99,94% untuk SMP.

    Dari 22.012 murid SD, sebanyak 22.003 dinyatakan lulus. Sementara itu, dari 20.570 siswa SMP, 20.557 berhasil menyelesaikan pendidikan dengan baik.

    Capaian ini menjadi bukti kerja sama yang kuat antara sekolah, guru, orang tua, dan pemerintah dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas.

    Teruslah belajar, berkarakter, dan berprestasi. Masa depan Batam ada di tangan generasi muda yang unggul!

    #BatamMaju #PendidikanBatam #GenerasiHebatBatam #PemkoBatam #BatamBandarDuniaMadani #SPMB2026

  • SPMB 2026 Batam Dimulai 8 Juni: Belum Memiliki KIA, Siswa Tetap Bisa Mendaftar

    SPMB 2026 Batam Dimulai 8 Juni: Belum Memiliki KIA, Siswa Tetap Bisa Mendaftar

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, bersama siswa saat penyerahan KIA belum lama ini. Dok HUMAS DISKOMINFO BATAM

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam memastikan calon peserta didik yang belum memiliki Kartu Identitas Anak (KIA) tetap dapat mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Kebijakan ini diambil agar seluruh anak usia sekolah memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan.

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir apabila anaknya belum memiliki KIA saat proses pendaftaran berlangsung.

    “Yang sudah punya KIA diupload, dan yang belum diabaikan saja. Pemerintah memastikan tidak ada anak yang kehilangan hak untuk memperoleh pendidikan hanya karena belum memiliki KIA. Calon peserta didik tetap dapat mengikuti proses pendaftaran sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Rudi, Rabu (3/6/2026).

    Meski KIA tercantum dalam daftar dokumen persyaratan, Disdik memberikan kelonggaran bagi calon peserta didik yang hingga saat ini belum memilikinya. Kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin layanan pendidikan yang inklusif dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat.

    Selain itu, untuk membantu masyarakat selama proses pendaftaran, Pemko Batam juga menyiapkan posko pelayanan di setiap sekolah. Posko tersebut akan memberikan pendampingan kepada orang tua atau wali murid yang mengalami kendala saat mengakses sistem maupun mengunggah dokumen persyaratan.

    Ia menjelaskan, pendaftaran SPMB untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan dibuka mulai 8-13 Juni untuk jalur afirmasi dan prestasi dan akan diumumkan 16 Juni. Setelah itu, pendaftaran jalur domisili dan mutasi berlangsung pada 17–23 Juni 2026 dengan pengumuman hasil pada 25 Juni 2026. Sebagai catatan, seluruh proses dilakukan secara daring melalui sistem yang telah disiapkan Disdik Kota Batam.

    Rudi menambahkan, sistem pendaftaran akan dibuka selama 24 jam sehingga dapat diakses kapan saja sesuai kebutuhan masyarakat.

    Karena seluruh tahapan dilakukan secara online, orang tua diimbau mempersiapkan dokumen persyaratan sejak dini. Berkas yang diperlukan nantinya harus dipindai dan diunggah ke dalam sistem saat proses pendaftaran berlangsung.

    “Dengan sistem yang lebih mudah dan fleksibel, kami berharap seluruh calon peserta didik dapat mengikuti proses SPMB dengan lancar serta memperoleh akses pendidikan yang merata,” katanya. (Humas Diskominfo Batam)

  • Batam Raih Opini WTP ke-14 Berturut-turut, Li Claudia: Bukti Komitmen Pengelolaan Keuangan yang Akuntabel

    Batam Raih Opini WTP ke-14 Berturut-turut, Li Claudia: Bukti Komitmen Pengelolaan Keuangan yang Akuntabel

    Plh Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menerima LKPD Tahun Anggaran 2025 di Kantor BPK Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (2/6/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RICKY WIHENDAR

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Capaian ini sekaligus menandai keberhasilan Kota Batam meraih opini WTP selama 14 kali berturut-turut.

    Opini WTP tersebut diterima langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, bersama Wakil Ketua II DPRD Kota Batam, Budi Mardianto, dalam acara Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK atas LKPD Tahun 2025 pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Kepulauan Riau di Kantor BPK Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (2/6/2026).

    LHP diserahkan oleh Kepala BPK Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau, Emmy Mutiarini. Dalam sambutannya, Emmy menjelaskan bahwa pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah daerah merupakan bagian akhir dari proses audit pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Pemeriksaan tersebut bertujuan memberikan opini atas kewajaran penyajian laporan keuangan berdasarkan empat kriteria utama, yakni kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), kecukupan pengungkapan, efektivitas sistem pengendalian intern, serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

    “Atas nama BPK, kami mengucapkan selamat kepada seluruh pemerintah daerah yang telah berhasil menyusun dan menyampaikan laporan keuangan secara tepat waktu. Kami berharap rekomendasi yang diberikan dapat ditindaklanjuti guna semakin memperkuat akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah,” ujar Emmy.

    Sementara itu, Li Claudia Chandra menyampaikan apresiasi atas opini WTP yang kembali diraih Pemerintah Kota Batam. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah dalam menjaga tata kelola keuangan yang baik dan bertanggung jawab.

    “Opini WTP ini bukan sekadar penghargaan, tetapi menjadi cerminan komitmen Pemerintah Kota Batam dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.

    Li Claudia menegaskan, raihan WTP ke-14 secara berturut-turut menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Batam untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah. Hasil pemeriksaan BPK juga akan dijadikan bahan evaluasi guna memperkuat sistem pengawasan internal serta memastikan seluruh rekomendasi dapat ditindaklanjuti secara optimal.

    “Kepercayaan yang diberikan melalui opini WTP ini harus kami jaga dengan kerja nyata. Pemerintah Kota Batam berkomitmen terus meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah demi mendukung pembangunan dan pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat,” ujarnya.

    Menurut Li Claudia, keberhasilan mempertahankan opini WTP selama 14 tahun berturut-turut merupakan bukti konsistensi Pemerintah Kota Batam dalam menerapkan prinsip-prinsip akuntabilitas, transparansi, dan efektivitas pengelolaan keuangan daerah sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan. (Humas Diskominfo Batam / Rizka)

  • Kunjungan DPRD DKI Jakarta ke Batam, Li Claudia Soroti Investasi hingga Waste to Energy

    Kunjungan DPRD DKI Jakarta ke Batam, Li Claudia Soroti Investasi hingga Waste to Energy

    Plh Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra. HUMAS DISKOMINFO BATAM / RICKY WIHENDAR

    Diskominfo Batam – Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menyoroti pesatnya pertumbuhan investasi serta langkah transformasi pengelolaan sampah menuju teknologi Waste to Energy (WTE) saat menerima kunjungan kerja Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (2/6/2026).

    Dalam pertemuan tersebut, Li Claudia memaparkan berbagai strategi pembangunan yang dijalankan Pemko Batam bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pelayanan publik, dan mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

    Kunjungan tersebut menjadi forum pertukaran informasi dan pengalaman terkait pembangunan infrastruktur, pengelolaan persampahan, serta tata kelola pembangunan daerah. Ketua Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan bahwa kunjungan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus mempelajari berbagai kebijakan pembangunan yang diterapkan Pemerintah Kota Batam.

    “Kami ingin bersilaturahmi sekaligus belajar dari Batam. Banyak hal yang ingin kami pelajari, terutama terkait pembangunan infrastruktur dan pengelolaan sampah,” ujarnya.

    Menanggapi hal itu, Li Claudia yang juga sebagai Plh Kepala BP Batam, menjelaskan bahwa capaian pembangunan Batam tidak terlepas dari sinergi yang terbangun antara Pemerintah Kota Batam dan BP Batam. Menurutnya, koordinasi yang baik antara kedua institusi tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong investasi dan percepatan pembangunan daerah.

    “Pemko Batam dan BP Batam terus bersinergi dalam mendukung pembangunan. Tidak ada lagi ego sektoral maupun tumpang tindih kewenangan. Semua berjalan sesuai tugas dan fungsi masing-masing dengan tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pembangunan daerah,” kata Li Claudia.

    Ia menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Batam saat ini mencapai 6,8 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Kondisi tersebut ditopang oleh tingginya realisasi investasi serta meningkatnya aktivitas sektor pariwisata.

    Selain itu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam telah menembus lebih dari Rp4 triliun. Lebih dari separuh pendapatan daerah berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan salah satu kontribusi terbesar berasal dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

    Meski demikian, Li Claudia menilai pertumbuhan penduduk yang pesat menjadi tantangan yang harus diantisipasi pemerintah daerah. Tingginya arus migrasi ke Batam berdampak pada meningkatnya kebutuhan layanan pendidikan, kesehatan, dan penyediaan lapangan kerja.

    “Pertumbuhan penduduk Batam sangat tinggi. Banyak masyarakat datang untuk mencari pekerjaan. Karena itu, pemerintah harus terus meningkatkan kualitas pelayanan dasar sekaligus memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan seluruh masyarakat,” ujarnya.

    Dalam pertemuan tersebut, pengelolaan sampah juga menjadi salah satu topik yang dibahas. Li Claudia menjelaskan, Pemko Batam tengah memperkuat sistem persampahan melalui sejumlah langkah strategis, termasuk pembangunan blok sel baru di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

    Blok sel baru tersebut diproyeksikan mampu menampung volume sampah Kota Batam yang berkisar antara 1.000 hingga 1.300 ton per hari untuk empat tahun mendatang.

    Selain itu, Pemko Batam juga menyiapkan solusi jangka panjang melalui pengembangan teknologi Waste to Energy (WTE) atau pengolahan sampah menjadi energi.

    “Kami sedang mempersiapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern. Ke depan, arah kebijakan kami adalah menjadikan sampah sebagai sumber energi. Saat ini Batam masih memiliki ketersediaan lahan yang memadai untuk mendukung proses transisi menuju sistem tersebut,” kata Li Claudia.

    Menurutnya, pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan menjadi salah satu fokus pemerintah dalam mendukung pertumbuhan kota sekaligus menjaga kualitas lingkungan di tengah pesatnya pembangunan Batam. (Humas Diskominfo Batam / Rizka)

  • Jemaah Haji Kloter 1 Debarkasi Batam Tiba di Tanah Air

    Jemaah Haji Kloter 1 Debarkasi Batam Tiba di Tanah Air

    Sejumlah jemaah haji Kloter 1 Debarkasi Batam tiba di Asrama Haji Batam, Senin (1/6/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / ADE RAHMATULLAH

    Diskominfo Batam – Sebanyak 442 jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 1 Debarkasi Batam tiba di Tanah Air setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Kedatangan mereka disambut oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, yang mewakili Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, di Aula Arafah 1 Asrama Haji Batam Centre, Senin (1/6/2026).

    Jemaah yang tergabung dalam Kloter 1 berasal dari Kota Batam, Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, dan Kabupaten Lingga. Berdasarkan data panitia, jumlah jemaah yang kembali ke Batam sebanyak 442 orang dari total 445 orang yang tergabung dalam kloter tersebut, termasuk petugas haji.

    Firmansyah menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh jemaah sekaligus rasa syukur atas kepulangan mereka dalam keadaan sehat dan selamat.

    “Atas nama Pemerintah Kota Batam dan Ibu Plh Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, kami mengucapkan selamat datang kembali kepada seluruh jemaah haji. Semoga seluruh ibadah yang telah dilaksanakan diterima Allah SWT dan membawa predikat haji mabrur serta keberkahan bagi keluarga dan masyarakat,” ujar Firmansyah.

    Ia berharap nilai-nilai yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji, seperti kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, dan kebersamaan, dapat terus dijaga serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Menurutnya, para jemaah haji memiliki peran penting sebagai teladan di tengah masyarakat melalui sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai keislaman serta semangat persaudaraan.

    Pada kesempatan itu, Firmansyah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji dan panitia yang telah bekerja memberikan pelayanan terbaik selama proses penyelenggaraan ibadah haji hingga pemulangan jemaah ke daerah asal.

    Suasana penyambutan berlangsung khidmat dan penuh haru. Rasa syukur tampak menyelimuti para jemaah dan keluarga yang telah menanti kepulangan mereka setelah menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci. (Humas Diskominfo Batam / Robin F)

  • Peringati Hari Lahir Pancasila, Li Claudia Serukan Penguatan Persatuan di Tengah Keberagaman

    Peringati Hari Lahir Pancasila, Li Claudia Serukan Penguatan Persatuan di Tengah Keberagaman

    Sejumlah siswa berswafoto bersama Plh Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, usai upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Dataran Engku Putri, Batamcentre, Senin (1/6/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RICKY WIHENDAR

    Diskominfo Batam – Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menyerukan pentingnya memperkuat persatuan dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman saat memimpin Upacara Bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kota Batam Tahun 2026 di Dataran Engku Putri, Batamcentre, Senin (1/6/2026). Menurut Li Claudia, nilai-nilai Pancasila harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai fondasi menjaga keutuhan bangsa di tengah berbagai tantangan yang terus berkembang.

    “Mari terus memperkuat persatuan, menjaga kerukunan dalam keberagaman, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari demi mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan bermartabat,” ajak Li Claudia.

    Li Claudia menekankan bahwa Hari Lahir Pancasila tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

    Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini menegaskan bahwa Pancasila tetap relevan dalam menjawab berbagai tantangan global sekaligus menjadi landasan dalam mewujudkan perdamaian dunia yang berkelanjutan.

    “Di tengah ketidakpastian global dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan kelompok etnis dapat dipersatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” kata Li Claudia sekaligus membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi.

    Dalam amanat itu juga ditegaskan bahwa Pancasila merupakan jangkar moral bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik dunia yang terus berkembang. Berlandaskan Pancasila, Indonesia dinilai mampu menjaga persatuan nasional sekaligus berkontribusi dalam menciptakan ketertiban dan perdamaian dunia.

    Selain berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, pembangunan nasional juga harus berpijak pada nilai kemanusiaan, keadilan, dan persatuan. Karena itu, pengamalan Pancasila perlu diwujudkan dalam setiap kebijakan maupun tindakan yang menyentuh kepentingan masyarakat.

    Li Claudia juga mengajak generasi muda untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dalam keseharian, bukan sekadar dihafalkan atau dipahami secara teoritis.

    “Jangan pernah menjadikan Pancasila hanya sebagai hafalan. Jadikan Pancasila sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak. Setiap kebijakan publik yang lahir harus mampu menghadirkan keadilan sosial dan keberpihakan kepada masyarakat,” ujarnya.

    Upacara tersebut berlangsung khidmat dan diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, serta pelajar. Kegiatan tersebut menjadi wujud penghormatan terhadap nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara dan pemersatu bangsa.

    “Selamat Hari Lahir Pancasila. Jayalah Indonesiaku,” ucap Li Claudia. (Humas Diskominfo Batam / Rizka)