Blog

  • Semarakkan Hari Jadi Kepri, Pemko Batam Imbau Penggunaan Baju Kurung Melayu

    Semarakkan Hari Jadi Kepri, Pemko Batam Imbau Penggunaan Baju Kurung Melayu

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, bersama sejumlah pejabat dan pelajar menggunakan pakaian Melayu, belum lama ini. Dok HUMAS DISKOMINFO BATAM

    Diskominfo Batam – Menyambut Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengajak seluruh elemen masyarakat turut menyemarakkan peringatan tersebut. Salah satunya melalui penggunaan baju kurung Melayu serta pemasangan spanduk dan atribut ucapan Hari Jadi Ke-24 Kepri.

    Ajakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Batam Nomor 46 Tahun 2026 tentang Peringatan Hari Jadi Ke-24 Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026. SE tersebut ditandatangani langsung oleh Wali Kota Batam Amsakar Achmad.

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan, penerbitan SE tersebut merupakan tindak lanjut atas Surat Edaran Gubernur Kepulauan Riau Nomor B/100.3.4.1/57/B.ADPIM-SET/2026.

    “Melalui SE ini, Bapak Wali Kota Amsakar Achmad mengajak seluruh elemen masyarakat, instansi pemerintah, swasta, hingga institusi pendidikan untuk bersama-sama menyemarakkan Hari Jadi Ke-24 Provinsi Kepulauan Riau,” ujar Rudi di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (17/9/2026).

    Dalam SE tersebut, seluruh pegawai Pemko Batam, instansi vertikal, BUMN, BUMD, dan sektor swasta diimbau mengenakan baju kurung Melayu pada hari kerja selama 21-26 September 2026.

    Selain itu, instansi pemerintah, pihak swasta, sekolah, perguruan tinggi, serta pemilik ruko dan tempat usaha diimbau memasang baliho, spanduk, atau umbul-umbul ucapan selamat Hari Jadi Ke-24 Provinsi Kepri mulai 21 hingga 30 September 2026.

    Pemko Batam juga akan menggelar Upacara Peringatan Hari Jadi Ke-24 Provinsi Kepri pada Kamis (24/9/2026) pukul 07.30 WIB di Dataran Engku Putri, Kantor Wali Kota Batam.

    Peserta upacara diwajibkan mengenakan baju kurung Melayu lengkap. Peserta laki-laki juga diwajibkan mengenakan tanjak.

    Rudi menjelaskan, SE Wali Kota Batam tersebut memuat empat poin utama, yakni penggunaan baju Melayu, pemasangan atribut dan ornamen hiasan, pelaksanaan upacara bendera, serta penggunaan materi dan logo resmi Hari Jadi Ke-24 Provinsi Kepri.

    “Penggunaan baju Melayu, pemasangan atribut dan ornamen hiasan, pelaksanaan upacara bendera, serta materi dan logo. Empat poin tersebut terdapat dalam Surat Edaran Wali Kota Batam,” ujarnya.

    Tema dan logo resmi Peringatan Hari Jadi Ke-24 Provinsi Kepri dapat diunduh secara mandiri oleh masyarakat dan instansi melalui tautan resmi yang telah disediakan panitia, https://linktr.ee/HARIJADI24KEPRI

    Rudi berharap seluruh pihak dapat berpartisipasi dalam menyemarakkan peringatan tersebut, termasuk Forkopimda, pengelola hotel, mal, restoran, hingga ketua RT/RW se-Kota Batam.

    Ia mengajak seluruh pihak untuk turut mengimbau masyarakat di lingkungannya sehingga suasana Hari Jadi Ke-24 Provinsi Kepri dapat terasa semarak di berbagai sudut Kota Batam. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Amsakar Kawal Hak 1.025 Pekerja PT Ghim Li, Pemko Batam Bentuk Tim

    Amsakar Kawal Hak 1.025 Pekerja PT Ghim Li, Pemko Batam Bentuk Tim

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menemui pekerja di depan Kantor Wali Kota Batam, Rabu (16/9/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memastikan Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengawal persoalan ketenagakerjaan yang dihadapi 1.025 pekerja PT Ghim Li Indonesia. Ia meminta para pekerja tetap tenang dan mempercayakan proses penyelesaian persoalan tersebut kepada pemerintah. Hal itu disampaikan Amsakar saat menerima ratusan pekerja perusahaan garmen tersebut di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (16/9/2026).

    “Percaya kepada pemerintah ya, Insya Allah, kita akan cari jalan keluar terbaik,” ujar Amsakar.

    Ia mengatakan, Pemko Batam akan mendalami kondisi perusahaan secara menyeluruh, termasuk memastikan hak-hak pekerja menjadi perhatian dalam proses penyelesaian.

    Aktivitas produksi PT Ghim Li Indonesia di Kawasan Industri Tunas, Batam Kota, dilaporkan terhenti sepenuhnya sejak 7 September 2026. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap 1.025 pekerja, baik karyawan tetap maupun pekerja dengan status Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

    Berdasarkan pendataan Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, para pekerja menghadapi ketidakpastian, terutama terkait gaji periode Agustus 2026 dan hak ketenagakerjaan lainnya yang belum dibayarkan manajemen.

    Amsakar menyampaikan, proses negosiasi terkait persoalan PT Ghim Li juga sedang berlangsung di Singapura. Pemko Batam, kata dia, tidak ingin persoalan tersebut berujung pada terabaikannya hak para pekerja.

    “Kita tidak ingin perusahaan lepas tangan. Hak-hak bapak dan ibu harus kita perjuangkan,” katanya.

    Untuk menelusuri persoalan secara menyeluruh, Pemko Batam akan membentuk tim yang bertugas melakukan pendalaman dan investigasi. Tim tersebut akan berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.

    Pendalaman dilakukan antara lain menyusul informasi mengenai perubahan status PT Ghim Li Indonesia. Berdasarkan informasi dari serikat pekerja, perusahaan yang sebelumnya berstatus Penanaman Modal Asing (PMA) asal Singapura berubah menjadi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada 5 Agustus 2026.

    Perubahan tersebut juga disebut diikuti perpindahan alamat hukum perusahaan dari Batam ke Bekasi, Jawa Barat. Pemko Batam bersama instansi terkait akan menelusuri perubahan tersebut, termasuk kaitannya dengan kewajiban perusahaan terhadap para pekerja.

    Amsakar menegaskan, pemerintah akan terus mengikuti perkembangan persoalan tersebut hingga ditemukan titik terang.

    “Insya Allah saya tidak akan lepas dari problem yang bapak dan ibu hadapi ini. Saya akan terus dalami dan telusuri,” tegasnya.

    Terkait kepesertaan BPJS, Amsakar memastikan Pemko Batam tetap menanggung pembiayaan BPJS bagi para pekerja sebagai bentuk perhatian pemerintah di tengah kondisi yang mereka hadapi.

    Ia juga mengapresiasi para pekerja yang selama ini turut menjaga situasi Batam tetap kondusif.

    “Terima kasih sudah menjadikan Batam tetap kondusif,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua PC SPAI FSPMI Kota Batam, Hartono, mengatakan kondisi PT Ghim Li Indonesia hingga kini belum memperoleh kejelasan setelah aktivitas produksi perusahaan berhenti sejak 7 September 2026.

    Menurutnya, para pekerja membutuhkan kepastian mengenai keberlangsungan perusahaan serta hak-hak yang belum mereka terima.

    “Intinya kami mengadukan nasib. Kalau bisa, manajemen dipanggil untuk hadir dan memperjelas sebenarnya apa yang terjadi di PT Ghim Li,” kata Hartono.

    Hartono berharap pemerintah dapat memfasilitasi pertemuan antara pekerja dan manajemen perusahaan agar persoalan yang dihadapi dapat dibahas secara terbuka dan dicarikan penyelesaian.

    Pertemuan di Kantor Wali Kota Batam tersebut menjadi ruang bagi para pekerja menyampaikan langsung kondisi yang mereka alami. Pemko Batam selanjutnya akan melakukan pendalaman bersama instansi terkait untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi perusahaan sekaligus memastikan penyelesaian persoalan ketenagakerjaan tetap memperhatikan hak-hak para pekerja. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Kabut Asap Melanda Batam, Berikut Imbauan Pemerintah

    Kabut Asap Melanda Batam, Berikut Imbauan Pemerintah

    Kabut asap menyelimuti Batam. Pemko Batam mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan jika kondisi udara memburuk.

    Gunakan masker saat beraktivitas di luar, perbanyak minum air putih, dan segera periksa jika mengalami gangguan pernapasan. Hindari pula pembakaran sampah maupun lahan yang dapat memperburuk kualitas udara.

    Dalam kondisi darurat, hubungi NTPD 112 bebas pulsa.

    Jaga diri, jaga lingkungan, bersama kita jaga udara Batam.

    #Batam #KabutAsap #KualitasUdara #ISPU #PemkoBatam #AmsakarAchmad #MediaCenterBatam

  • Puncak Penetapan Produk Unggulan Tahun 2026

    Puncak Penetapan Produk Unggulan Tahun 2026

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong pelaku UMKM terus meningkatkan kualitas dan daya saing produk agar mampu menembus pasar yang lebih luas.

    Melalui Penetapan Produk Unggulan 2026, Pemko Batam memperkuat promosi dan membuka lebih banyak ruang pemasaran bagi produk lokal, termasuk di sejumlah lokasi strategis.

    Produk lokal, ekonomi tumbuh, Batam semakin maju!

    Video: HUMAS DISKOMINFO BATAM / IIN ARIYANTI

    #AmsakarAchmad #PemkoBatam #UMKMBatam #ProdukUnggulan2026 #UMKMNaikKelas #MediaCenterBatam

  • Amsakar Buka Peluang UMKM Batam Tembus Pasar Lebih Luas

    Amsakar Buka Peluang UMKM Batam Tembus Pasar Lebih Luas

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama pelaku UMKM saat menghadiri Puncak Penetapan Produk Unggulan Tahun 2026 di Lapangan Mal Top 100 Tembesi, Sagulung, Selasa (15/9/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya di berbagai lokasi strategis. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Batam mendorong UMKM naik kelas dan memiliki daya saing lebih kuat.

    Hal itu disampaikan Amsakar saat menghadiri Puncak Penetapan Produk Unggulan Tahun 2026 di Lapangan Mal Top 100 Tembesi, Sagulung, Selasa (15/9/2026).

    Dalam kegiatan tersebut, Amsakar bersama Ketua TP-PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, menyerahkan penghargaan kepada para pemenang dan pelaku UMKM terbaik, mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat Kota Batam.

    Amsakar mengatakan, UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus membuka lapangan kerja. Karena itu, pemerintah daerah perlu menghadirkan kebijakan yang dapat mendorong UMKM tumbuh secara berkelanjutan.

    “Kami dan Ibu Li Claudia (Wakil Wali Kota Batam) sangat senang jika UMKM kita terus tumbuh dan omzetnya naik. Bagi pemerintah, memberdayakan UMKM adalah solusi nyata untuk memperkecil angka pengangguran dan kemiskinan,” ujar Amsakar.

    Menurutnya, peluang pasar bagi produk lokal semakin terbuka seiring meningkatnya aktivitas pariwisata di Batam. Ia mencontohkan penerimaan pajak hotel dan restoran pada semester pertama tahun ini yang menunjukkan tingginya aktivitas sektor pariwisata.

    Kondisi tersebut, lanjut Amsakar, harus dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk memperkenalkan sekaligus memperluas pemasaran produk mereka.

    Pemko Batam juga terus menyiapkan ruang promosi bagi produk UMKM. Setelah menghadirkan Pojok UMKM di Pelabuhan Sekupang, pemerintah berencana memperluas fasilitas serupa ke Gedung DPRD Kota Batam dan mengupayakan titik pemasaran di Bandara Internasional Hang Nadim.

    Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang dinilainya dikemas secara profesional. Namun, Amsakar memberikan masukan agar kegiatan serupa pada tahun mendatang dapat digelar di tempat tertutup sehingga peserta lebih nyaman mengikuti seluruh rangkaian acara.

    Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim, mengatakan, proses pemilihan produk unggulan telah berlangsung sejak April 2026. Pada tahap awal, panitia menginventarisasi 180 jenis produk yang meliputi makanan, minuman, kerajinan, dan desain dari 12 kecamatan.

    Produk-produk tersebut kemudian melalui proses kurasi yang melibatkan tim independen dan profesional dari berbagai latar belakang, termasuk Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), asosiasi industri, serta pelaku industri kreatif.

    Penilaian dilakukan berdasarkan 10 kriteria, antara lain kualitas, keunikan, inovasi, kemasan, legalitas, kontinuitas produksi, dan daya saing di pasar.

    “Tujuan utama kegiatan ini adalah menggali potensi produk di tingkat kelurahan dan kecamatan, sekaligus memberikan masukan perbaikan kualitas. Produk unggulan terpilih nantinya dipromosikan di berbagai event dan lokasi strategis Kota Batam,” jelas Salim.

    Ia menambahkan, Pojok UMKM di Pelabuhan Sekupang menunjukkan perkembangan positif dan terus mencatat penjualan sejak diresmikan bulan lalu. Pemerintah juga tengah mematangkan penyiapan titik pemasaran baru di sejumlah lokasi strategis.

    Melalui penetapan produk unggulan tersebut, Pemko Batam berharap semakin banyak produk lokal yang memiliki kualitas dan daya saing sehingga mampu berkembang serta menembus pasar yang lebih luas. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Amsakar Dorong Percepatan Pembangunan Batam, Air Bersih hingga Infrastruktur Jadi Prioritas

    Amsakar Dorong Percepatan Pembangunan Batam, Air Bersih hingga Infrastruktur Jadi Prioritas

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menjadi narasumber di Podcast Marathon, Selasa (15/9/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah program strategis pembangunan Kota Batam, mulai dari penguatan infrastruktur, pemerataan akses air bersih, penanganan banjir, hingga pengembangan sektor kesehatan.

    Hal itu disampaikan Amsakar saat menghadiri bincang santai dalam Podcast Marathon di Kompleks MCP Industrial Park, Batu Ampar, Selasa (15/9/2026). Dalam pertemuan tersebut, Amsakar menjelaskan arah pembangunan yang terus didorong Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam. Menurutnya, pembangunan tidak hanya diarahkan pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga menjawab kebutuhan dasar masyarakat serta memperkuat daya dukung Batam sebagai daerah tujuan investasi dan aktivitas ekonomi.

    Di bidang infrastruktur, pemerintah terus menggesa pembangunan sejumlah ruas jalan baru yang menghubungkan koridor-koridor strategis di wilayah selatan, utara, dan kawasan penyangga. Penguatan konektivitas tersebut dinilai penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung distribusi dan kegiatan logistik.

    Persoalan air bersih juga menjadi perhatian. Amsakar menyampaikan bahwa peremajaan pipa dan pembangunan jaringan perpipaan baru terus didorong untuk memperluas serta memeratakan akses air bersih bagi masyarakat.

    Selain langkah tersebut, Pemko Batam dan BP Batam mulai mengkaji alternatif penyediaan air melalui teknologi pengolahan air laut atau desalination. Gagasan itu menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan sebagai solusi jangka panjang untuk menjaga ketersediaan air di tengah kebutuhan Batam yang terus berkembang.

    Sementara itu, penanganan banjir dilakukan secara terpadu melalui pembenahan sistem drainase dan normalisasi alur sungai. Upaya tersebut menjadi bagian dari agenda pembangunan yang terus dikerjakan untuk mengurangi persoalan genangan di sejumlah wilayah Batam.

    Pada sektor kesehatan, Amsakar menegaskan keterbukaan Batam terhadap kehadiran tenaga kedokteran dan tenaga medis profesional. Menurutnya, keberadaan sumber daya manusia yang berkualitas diperlukan untuk memperkuat mutu pelayanan kesehatan sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus bertambah.

    Selain membahas pembangunan daerah, Amsakar turut menyoroti peran media lokal di tengah perubahan pola konsumsi informasi masyarakat. Ia berharap di acara yang disejalanak dengan HUT ke-22 Tribun Batam tersebut, media Tribun Batam tetap menjaga independensi, kredibilitas, objektivitas, dan daya kritis dalam menjalankan fungsi jurnalistik.

    Menurut Amsakar, media yang kritis dan independen dibutuhkan pemerintah sebagai sumber informasi pembanding sekaligus penyeimbang dalam melihat berbagai persoalan di daerah.

    “Kita juga ingin dapat informasi penyeimbang. Dan sejauh ini, Tribun sudah memainkan peran yang luar biasa untuk itu,” ujar Amsakar.

    Ia menilai momentum HUT ke-22 Tribun Batam juga menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi atas perjalanan yang telah dilalui sekaligus menyusun proyeksi agar kontribusi media lokal semakin kuat di masa mendatang.

    “Tentu saja kita semua mendoakan semoga apa yang sudah diraih oleh Tribun saat ini mudah-mudahan semakin meningkat di masa yang akan datang. Idealnya grafiknya harus meningkat terus. Sejauh ini Tribun sudah cukup berkontribusi mewarnai kehidupan lokal dan diharapkan ke depan jauh lebih baik lagi. Selamat ulang tahun Tribun Batam, tetaplah menjadi media yang terpercaya, kredibel, dan objektif,” katanya.

    Memasuki era digital, Amsakar juga mendorong media lokal untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Menurutnya, media perlu memperkuat konten digital, mengembangkan kreator konten, menghadirkan podcast, serta menyajikan informasi secara cepat dan tetap akurat.

    Namun, ia mengingatkan bahwa kecepatan distribusi informasi harus diimbangi dengan objektivitas dan kemampuan melakukan verifikasi. Perkembangan algoritma media sosial, menurutnya, turut membawa tantangan karena masyarakat dapat menerima informasi berdasarkan preferensi masing-masing.

    “Media lokal menurut saya juga harus masuk ke ranah digitalisasi ini. Artinya, juga harus punya konten-konten kreator, harus mengembangkan itu, juga harus ada podcast, juga harus ada yang sifatnya update,” kata Amsakar.

    Ia pun mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak mudah meneruskan informasi yang diterima melalui media sosial tanpa terlebih dahulu memastikan kebenarannya.

    “Ayo kepada anak-anak muda kita, setiap informasi yang masuk jangan gampang-gampang mem-forward. Pelajarilah informasi itu. Tetapi kalau keseharian ada informasi-informasi yang memang dilihat oleh mata, didengar langsung oleh telinga, silakan di-forward. Artinya di era seperti sekarang, kita juga jangan menjadi korban informasi, tetapi kita harus menjadi orang yang selektif terhadap informasi,” imbaunya.

    Di akhir kegiatan, Amsakar menyampaikan apresiasi atas perjalanan Tribun Batam selama 22 tahun yang dinilainya telah ikut mewarnai dinamika kehidupan dan pembangunan di Kota Batam. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Seminar DWP Batam, Dorong Perempuan Perkuat Keluarga dan Dukung Program Pemerintah

    Seminar DWP Batam, Dorong Perempuan Perkuat Keluarga dan Dukung Program Pemerintah

    Sekda Batam, Firmansyah, bersama Ketua TP-PKK Batam, Erlita Amsakar, dan Ketua DWP Batam, Erawati Firmansyah, menghadiri Seminar DWP Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (15/9/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / ADE RAHMATULLAH

    Diskominfo Batam – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, mendorong perempuan yang tergabung dalam berbagai organisasi di Kota Batam untuk terus memperkuat peran dalam membangun keluarga yang harmonis dan sejahtera sekaligus mendukung program pembangunan pemerintah daerah Kota Batam.

    Hal tersebut ditegaskan Firmansyah saat membuka Seminar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Batam yang bertajuk “Peningkatan Peran Dharma Wanita dalam Mendukung Keluarga yang Harmonis dan Sejahtera Hebat” di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (15/9/2026). Hadir dalam acara tersebut, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteran Keluarga (TP-PKK) Kota Batam, Erlita Amsakar, Ketua DWP Kota Batam, Erdawati Firmansyah, dan diikuti perwakilan seluruh unit DWP di lingkungan Pemerintah Kota Batam, Tim Penggerak PKK Kota Batam, serta istri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam.

    Kegiatan ini menjadi agenda perdana DWP Kota Batam dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 DWP yang akan diperingati pada Desember 2026.

    Dalam sambutannya, Firmansyah mengapresiasi pelaksanaan seminar tersebut. Menurutnya, kegiatan ini dapat menjadi ruang untuk menambah wawasan sekaligus memperkuat kapasitas perempuan dalam menjalankan peran di keluarga, organisasi, maupun lingkungan sosial.

    “Atas nama Pemerintah Kota Batam, kami mengapresiasi DWP Kota Batam yang telah menyelenggarakan seminar ini. Kegiatan ini sangat positif dan bermanfaat untuk memberikan pencerahan serta menambah wawasan bagi seluruh peserta,” ujar Firmansyah.

    Ia menilai, forum seperti seminar dapat menjadi ruang untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi perempuan sekaligus mencari solusi bersama. Dengan demikian, keberadaan organisasi perempuan dapat semakin memberikan kontribusi terhadap pembangunan Kota Batam.

    Firmansyah juga menekankan pentingnya sinergi di antara berbagai organisasi perempuan yang ada di Kota Batam. Menurutnya, kolaborasi tersebut diperlukan agar berbagai program pemerintah dapat berjalan secara optimal.

    “Organisasi perempuan sangat banyak. Karena itu, diperlukan sinergi yang baik. Apa yang diprogramkan Pemerintah Kota Batam untuk memajukan kota yang kita cintai ini dapat terwujud, terutama dalam menyukseskan 15 program unggulan Amsakar dan Li Claudia,” katanya.

    Selain membahas peran organisasi perempuan, Firmansyah turut mengajak para ibu berperan aktif dalam menghadapi kondisi udara yang kurang baik di Kota Batam.

    Ia mengatakan, Pemerintah Kota Batam terus melakukan kajian dan telaah terkait kondisi tersebut, termasuk terhadap pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Dalam situasi seperti ini, menurutnya, peran keluarga sangat penting untuk memberikan edukasi kepada anak-anak agar menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara tidak sehat.

    “Peran ibu-ibu sangat penting dalam memberikan edukasi kepada keluarga, terutama anak-anak, agar kita bersama-sama dapat menghadapi kondisi udara yang kurang baik dengan mengurangi kegiatan di luar rumah,” ujarnya.

    Ia mengatakan, perempuan tidak hanya berperan sebagai pendamping suami. Perempuan juga memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan keluarga, mendidik anak, menjaga keharmonisan rumah tangga, serta memberikan kontribusi positif bagi pemerintah dan masyarakat.

    “Menjadi seorang perempuan sekaligus ibu dan anggota organisasi memiliki tantangan tersendiri. Kita dituntut mampu membagi waktu antara keluarga, pekerjaan, organisasi, dan kehidupan sosial,” katanya.

    Ia berharap, seminar tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, setiap materi dan wawasan yang diperoleh peserta harus dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    “Melalui seminar ini, mari kita jadikan momentum untuk memberikan kontribusi, pengetahuan, dan inspirasi dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

    Firmansyah juga mengajak seluruh anggota DWP untuk terus memperkuat organisasi agar semakin solid, aktif, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat.

    “Mari kita jadikan Dharma Wanita Persatuan sebagai organisasi yang solid, aktif, mandiri, dan bermanfaat. DWP harus menjadi bagian penting dalam mewujudkan keluarga ASN yang harmonis dan sejahtera serta mendukung program-program Pemerintah Kota Batam,” tutupnya. (Humas Diskominfo Batam / Muhardi)

  • Kabut Asap Melanda Batam, Warga Diminta Waspada dan Kurangi Aktivitas di Luar

    Kabut Asap Melanda Batam, Warga Diminta Waspada dan Kurangi Aktivitas di Luar

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Dok HUMAS DISKOMINFO BATAM

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kualitas udara dan munculnya kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan serta kenyamanan masyarakat.

    Pada Selasa 15 September 2026, pantauan Pemko Batam melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, kondisi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kota Batam pukul 06.00 WIB, tercatat 79 atau berstatus sedang.

    Sebagai langkah antisipasi, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menerbitkan Surat Edaran Nomor 47 Tahun 2026 tentang Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan terhadap Kabut Asap di Wilayah Kota Batam. Surat edaran tersebut ditujukan kepada unsur pemerintah, instansi vertikal, BUMN/BUMD, perusahaan swasta, lembaga pendidikan, fasilitas kesehatan, pusat perbelanjaan, hotel, kawasan usaha, camat, lurah, Ketua RT/RW, hingga seluruh masyarakat Kota Batam.

    Melalui surat edaran ini, seluruh pihak diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kabut asap dan kualitas udara di lingkungan masing-masing. Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi kabut asap semakin pekat.

    “Kami mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah, lahan, semak, maupun material lainnya yang dapat menghasilkan asap dan memperburuk kualitas udara,” imbau Amsakar.

    Bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan saat kondisi udara kurang sehat, penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan yang dianjurkan. Masyarakat juga diminta menjaga kondisi tubuh, memperbanyak konsumsi air putih, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan kesehatan.

    “Keluhan yang perlu diwaspadai antara lain sesak napas, batuk berkepanjangan, nyeri dada, iritasi mata berat, sakit tenggorokan, maupun gangguan kesehatan lainnya,” katanya.

    Selain meningkatkan kewaspadaan, pihaknya akan terus menginformasikan kepada masyarakat informasi mengenai kualitas udara melalui ISPU.

    Untuk diketahui, surat edaran tersebut juga mengatur langkah bagi berbagai unsur di Kota Batam. Instansi pemerintah, instansi vertikal, BUMN/BUMD, dan pihak swasta diminta memastikan lingkungan kerja tetap sehat dan aman, termasuk menjaga sirkulasi udara serta menyesuaikan kegiatan apabila kualitas udara memburuk.

    Lembaga pendidikan dan perguruan tinggi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kesehatan peserta didik, mahasiswa, guru, dosen, dan tenaga kependidikan. Kegiatan pembelajaran maupun olahraga di luar ruangan dapat dikurangi atau disesuaikan apabila kondisi udara tidak memungkinkan.

    Sementara itu, pusat perbelanjaan, hotel, kawasan usaha, dan tempat umum diminta memastikan sistem ventilasi dan pendingin udara berfungsi dengan baik serta mengurangi potensi masuknya asap ke dalam bangunan.

    Fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit, puskesmas, dan klinik, diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bertambahnya kasus gangguan pernapasan akibat paparan asap. Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok rentan, antara lain bayi dan anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan atau penyakit kronis.

    Di tingkat kecamatan dan kelurahan, koordinasi dengan perangkat daerah, TNI/Polri, pemadam kebakaran, fasilitas kesehatan, serta masyarakat diminta terus diperkuat. Camat dan lurah juga diminta meningkatkan pengawasan terhadap potensi pembakaran lahan, sampah, atau aktivitas lain yang dapat menimbulkan asap.

    Ketua RT/RW memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi dan imbauan kepada masyarakat. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api, kebakaran lahan, atau sumber asap yang berpotensi membahayakan.

    “Kami mengingatkan seluruh pihak untuk memperkuat komunikasi dan pertukaran informasi guna mencegah serta meminimalkan dampak kabut asap,” katanya.

    Masyarakat dapat menghubungi Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112 yang bebas pulsa apabila membutuhkan bantuan dalam kondisi darurat.

    Pemko Batam juga mengimbau masyarakat mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan instansi berwenang serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

    “Kewaspadaan dan kepedulian bersama dinilai penting untuk menjaga kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat Batam selama kondisi kualitas udara perlu mendapat perhatian,” ujarnya. (Humas Diskominfo Batam)

  • Amsakar: Mahasiswa UNIBA Harus Kritis dan Adaptif serta Unggul di Era Digital

    Amsakar: Mahasiswa UNIBA Harus Kritis dan Adaptif serta Unggul di Era Digital

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menjadi narasumber saat PKKMB UNIBA Tahun 2026 di Gedung Graha Bintang UNIBA, Senin (14/9/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong mahasiswa baru Universitas Batam (UNIBA) menjadi generasi yang kritis, adaptif, dan unggul di tengah pesatnya perkembangan teknologi serta derasnya arus informasi digital. Hal tersebut disampaikan Amsakar saat membuka sekaligus menjadi narasumber dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UNIBA Tahun 2026 di Gedung Graha Bintang UNIBA, Senin (14/9/2026).

    Kegiatan tersebut mengusung tema “Membangun Generasi Adaptif, Berintegritas, Inovatif dan Berdampak Menuju Indonesia Emas 2045”. Di hadapan mahasiswa baru, Amsakar memberikan motivasi sekaligus mengingatkan pentingnya memanfaatkan masa perkuliahan untuk membangun kompetensi dan karakter.

    Menurut Amsakar, PKKMB menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk beradaptasi dengan lingkungan akademik sekaligus memahami tanggung jawab baru yang melekat setelah beralih dari status siswa menjadi mahasiswa.

    Ia menekankan, kehidupan kampus tidak hanya menuntut kemampuan memahami teori, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, objektif, dan analitis dalam melihat berbagai persoalan.

    “Gelar mahasiswa itu membawa tanggung jawab besar. Mulai hari ini, saudara sekalian dituntut untuk berpikir kritis, objektif, berlandaskan data, serta bertanggung jawab penuh atas setiap argumen maupun tindakan yang disampaikan,” tegas Amsakar.

    Amsakar juga mengingatkan mahasiswa untuk memiliki kemampuan menyaring informasi di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, kemudahan memperoleh informasi harus diimbangi dengan kemampuan memeriksa dan menganalisis informasi secara cermat.

    Ia meminta mahasiswa tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang berkembang di media sosial, terlebih ketika informasi tersebut berpotensi mengganggu objektivitas dan produktivitas generasi muda.

    “Gen Z hari ini dihadapkan pada derasnya arus informasi yang serba cepat. Penting bagi mahasiswa untuk mampu menyaring informasi dengan analisis cermat, tidak mudah terombang-ambing oleh narasi kontraproduktif di media sosial, serta terus memperkuat kesalehan sosial,” ujar Amsakar.

    Selain penguatan karakter, Amsakar mengajak mahasiswa melihat berbagai peluang yang berkembang di Kota Batam. Menurutnya, posisi Batam yang berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka menjadi salah satu keunggulan strategis yang harus diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia.

    Ia menyebut Batam memiliki berbagai kawasan industri, galangan kapal, hingga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park yang berkembang sebagai kawasan ekonomi berbasis digital dan teknologi.

    Perkembangan tersebut, lanjutnya, membuka peluang bagi generasi muda, tetapi sekaligus menuntut kesiapan kompetensi agar tenaga kerja lokal mampu mengambil peran dalam pertumbuhan industri.

    “Batam memiliki puluhan kawasan industri, shipyard, hingga KEK digital kelas dunia. Semua potensi strategis ini membutuhkan kesiapan SDM. Saya berharap mahasiswa Universitas Batam belajar secara serius agar menjadi SDM unggul, kompetitif, dan siap mengisi berbagai peluang strategis di Batam maupun Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Amsakar. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Bersama TP-PKK Batam, Amsakar Serahkan Bantuan Sarana Perikanan dan Tekankan Pemberdayaan Masyarakat

    Bersama TP-PKK Batam, Amsakar Serahkan Bantuan Sarana Perikanan dan Tekankan Pemberdayaan Masyarakat

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, didampingi Ketua TP-PKK Batam, Erlita Amsakar, dan Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Atmajianto, menyampaikan sambutan saat penyerahan bantuan sarana dan prasarana kepada kelompok pengolah dan pemasaran hasil perikanan di Sagulung, Senin (14/9/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / NOVRI MULYADI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong kelompok pelaku usaha perikanan memanfaatkan bantuan sarana dan prasarana yang diberikan Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

    Pesan itu disampaikan Amsakar saat menghadiri penyerahan bantuan sarana dan prasarana kepada kelompok pengolah dan pemasaran hasil perikanan di Sagulung, Senin (14/9/2026).

    Menurut Amsakar, bantuan pemerintah tidak boleh berhenti pada penyerahan secara simbolis. Sarana yang diberikan harus benar-benar digunakan untuk mendukung aktivitas usaha sehingga memberikan manfaat langsung bagi penerima.

    “Substansi pembangunan adalah mengadakan yang belum ada, meningkatkan yang sudah ada, dan memberdayakan masyarakat. Hubungannya dengan kegiatan hari ini adalah bagaimana kita memberdayakan masyarakat,” ujar Amsakar.

    Ia mengatakan, bantuan tersebut diberikan kepada 15 kelompok pelaku usaha perikanan yang berasal dari wilayah hinterland dan mainland Kota Batam.

    Amsakar meminta seluruh penerima memanfaatkan peralatan yang diberikan secara maksimal. Ia berharap dukungan tersebut dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus membantu mengembangkan usaha yang selama ini dijalankan masyarakat.

    “Saya harapkan kebijakan kita ini tidak terhenti pada seremoni saja, tetapi bagaimana bantuan ini dapat difungsikan dengan baik untuk mendukung kegiatan usaha,” katanya.

    Amsakar menilai, keberhasilan sebuah program pemerintah tidak hanya diukur dari tersalurkannya bantuan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Karena itu, ia mendorong penerima untuk menjaga dan menggunakan bantuan sesuai kebutuhan usaha.

    Dengan pemanfaatan yang optimal, sarana tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi dan pada akhirnya berdampak terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.

    Di lokasi sama, Ketua TP-PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, turut mengapresiasi penyaluran bantuan tersebut. Ia menilai dukungan sarana usaha penting bagi keluarga nelayan, terutama bagi perempuan yang ikut menopang perekonomian keluarga melalui usaha pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.

    “Pelaku usaha perikanan ini sebagian adalah istri-istri dari nelayan. Karena itu, bantuan ini mudah-mudahan dapat dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan usahanya,” kata Erlita.

    Erlita berharap, bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga usaha yang dijalankan kelompok penerima semakin berkembang. Menurutnya, pemberdayaan perempuan dalam keluarga nelayan turut memperkuat perekonomian keluarga.

    Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Atmajianto, menjelaskan, terdapat tiga kelompok bidang usaha yang selama ini mendapatkan dukungan bantuan dari Pemerintah Kota Batam, yakni usaha bersama, pembudidayaan ikan, serta kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan.

    Untuk penyaluran kali ini, bantuan diberikan kepada kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan. Sebanyak 15 kelompok menerima bantuan dengan total nilai anggaran sekitar Rp150 juta.

    “Untuk hari ini, bantuan diberikan kepada kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan. Ada 15 kelompok yang mendapatkan bantuan dengan total nilai anggaran sekitar Rp150 juta,” jelas Yudi.

    Adapun sarana usaha yang disalurkan meliputi chest freezer, blender, kotak pendingin (cool box), kompor gas, kuali penggorengan, kukusan susun tiga tingkat, mixer, panci, dan timbangan.

    Melalui bantuan tersebut, Pemerintah Kota Batam berharap kelompok pelaku usaha perikanan dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperluas usaha, serta memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian keluarga dan masyarakat. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Rohmadi)