Category: Batam

Auto Added by WPeMatico

  • Semarak Kemerdekaan HUT ke-81 RI di Batam, Dimeriahkan Carly Setia Band

    Semarak Kemerdekaan HUT ke-81 RI di Batam, Dimeriahkan Carly Setia Band

    Semarak Kemerdekaan HUT ke-81 RI tingkat Kota Batam. HUMAS DISKOMINFO BATAM / M RASYID J

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan menggelar Resepsi Kenegaraan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan bertajuk “Semarak Kemerdekaan” tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan kemerdekaan di Kota Batam.

    Resepsi kenegaraan dijadwalkan berlangsung di Dataran Engku Putri, Batam Center, Jumat (21/8/2026) malam, mulai pukul 19.00 WIB. Kegiatan ini terbuka sebagai ruang kebersamaan bagi masyarakat untuk menikmati suasana perayaan kemerdekaan.

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengajak masyarakat untuk ikut memeriahkan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Menurutnya, momentum kemerdekaan tidak hanya diisi dengan berbagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan.

    Amsakar berharap semangat kemerdekaan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Perayaan HUT RI, kata dia, sekaligus menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan serta menumbuhkan semangat bersama dalam membangun Batam.

    “Semarak kemerdekaan hendaknya menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan. Kita mengenang jasa para pahlawan sekaligus melanjutkan perjuangan dengan memberikan yang terbaik bagi daerah dan bangsa,” ujar Amsakar, Rabu (19/8/2026).

    Resepsi kenegaraan tersebut akan semakin semarak dengan penampilan Carly Setia Band. Kehadiran grup musik tersebut diharapkan menambah kemeriahan suasana sekaligus memberikan hiburan bagi masyarakat yang hadir.

    Amsakar juga mengajak masyarakat menjadikan peringatan HUT ke-81 RI sebagai momentum untuk memaknai kembali arti kemerdekaan. Semangat perjuangan para pendahulu diharapkan dapat diteruskan melalui kerja nyata, persatuan, serta kontribusi sesuai peran masing-masing.

    “Dengan semangat kemerdekaan, mari kita jaga persatuan, perkuat gotong royong, dan bersama-sama membangun Batam agar semakin maju,” katanya.

    Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Batam sebelumnya telah diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari upacara, pawai obor, hingga sejumlah kegiatan yang melibatkan masyarakat.

    Rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan perayaan kemerdekaan yang tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga mengandung pesan kebangsaan dan penghargaan terhadap perjuangan para pahlawan. (Humas Diskominfo Batam)

  • Dekranasda Batam Siapkan IKM Fesyen Naik Kelas dan Perluas Pasar

    Dekranasda Batam Siapkan IKM Fesyen Naik Kelas dan Perluas Pasar

    Ketua Dekranasda Kota Batam, Erlita Amsakar, membuka pelatihan desain fesyen di Gedung Dekranasda Kota Batam, Selasa (18/8/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / NOVRI MULYADI

    Diskominfo Batam – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Batam terus mendorong pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) meningkatkan kompetensi dan kreativitas agar mampu menghasilkan produk berkualitas serta bersaing di pasar nasional.

    Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan desain fesyen yang dibuka Ketua Dekranasda Kota Batam sekaligus Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Batam, Erlita Amsakar, di Gedung Dekranasda Batam, Selasa (18/8/2026).

    Erlita mengatakan, pelatihan desain fesyen menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kemampuan pelaku IKM, sekaligus mengembangkan potensi industri kreatif di Batam.

    “Pelatihan fashion design ini tentu sangat penting bagi Batam. Tentunya kita berharap melalui pelatihan ini bisa menjadi lebih bagus lagi,” ujar Erlita.

    Ia meminta peserta mengikuti pelatihan selama lima hari dengan serius dan memanfaatkan setiap materi yang diberikan. Menurutnya, peningkatan kemampuan harus diikuti dengan keberanian untuk mengembangkan produk dan memperluas pasar.

    Erlita mengatakan, kegiatan serupa akan terus digelar setiap tahun. Ia berharap pelatihan tersebut dapat melahirkan desainer dari Batam yang mampu bersaing dengan pelaku industri fesyen dari kota-kota besar, termasuk Jakarta.

    “Manfaatkan dengan baik pelatihan ini. Impian saya besar agar IKM kita terus maju. Tahun depan kita juga ingin membuka kegiatan di bandara,” katanya.

    Selain peningkatan keterampilan, Erlita menekankan pentingnya memastikan produk IKM memiliki pasar. Menurutnya, kemajuan industri harus memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan para pelakunya.

    “Bagi saya, pelaku IKM, terutama pembatik, barangnya dapat terjual dan mereka bisa semakin sejahtera,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Januar Arif Kurniawan, mengatakan pelatihan desain fesyen ditujukan untuk meningkatkan kompetensi sekaligus kreativitas pelaku IKM.

    “Kita berupaya meningkatkan kompetensi dan kreativitas pelaku IKM sehingga dapat bersaing, baik di tingkat lokal maupun nasional,” kata Januar.

    Ia menambahkan, posisi Batam yang strategis menjadi peluang bagi pelaku IKM untuk mengembangkan usaha dan memperluas pasar. Untuk itu, peningkatan kapasitas, promosi, dan kolaborasi perlu dilakukan secara berkelanjutan.

    Peserta pelatihan merupakan pelaku IKM yang telah memiliki dasar dan bergerak di bidang fesyen. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan mampu mengembangkan keterampilan yang diperoleh menjadi produk bernilai jual dan memiliki daya saing.

    “Kami berharap pelatihan ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi peserta terus berkembang, melakukan kolaborasi dengan sesama IKM, serta memperkuat promosi produknya,” pungkas Januar. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Rohmadi)

  • D’KUMI Galeri Hadir di Terminal Sekupang, Jadi Etalase Produk UMKM Batam

    D’KUMI Galeri Hadir di Terminal Sekupang, Jadi Etalase Produk UMKM Batam

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Ketua Dekranasda Kota Batam, Erlita Amsakar, dan sejumlah pejabat meresmikan Pojok UMKM D’KUMI Galeri di Terminal Feri Internasional Sekupang, Selasa (18/8/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / NOVRI MULYADI

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui peresmian Pojok UMKM D’KUMI Galeri di Terminal Feri Internasional Sekupang, Selasa (18/8/2026).

    Galeri yang menjadi ruang promosi bagi produk unggulan UMKM Batam tersebut, diresmikan langsung Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Batam, Erlita Amsakar. Lokasinya yang berada di salah satu pintu masuk wisatawan mancanegara dinilai strategis untuk memperkenalkan produk lokal kepada pasar internasional.

    Amsakar mengatakan, Terminal Feri Internasional Sekupang merupakan salah satu pintu gerbang utama Kota Batam yang ramai dilalui wisatawan mancanegara, terutama dari Singapura dan Malaysia. Karena itu, keberadaan Pojok UMKM di kawasan tersebut diharapkan dapat memperkuat promosi sekaligus membuka peluang pasar bagi produk lokal.

    “Kehadiran D’KUMI Galeri ini adalah wujud komitmen Pemko Batam untuk memberi ruang dan panggung bagi pelaku UMKM kita. Kita ingin setiap wisatawan yang berkunjung atau hendak kembali melalui terminal ini membawa oleh-oleh khas Batam yang berkualitas tinggi,” ujar Amsakar.

    Ia menegaskan, Pemko Batam akan terus memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM. Pendampingan mencakup peningkatan mutu produk, pengemasan, legalitas, hingga kemudahan perizinan sehingga produk UMKM Batam semakin siap bersaing di pasar nasional dan internasional.

    Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam, Salim, mengatakan, D’KUMI Galeri menghadirkan beragam produk unggulan hasil binaan UMKM Batam. Produk tersebut antara lain kuliner, olahan makanan dan minuman, kerajinan tangan, fesyen, serta berbagai produk kreatif lainnya.

    “Inisiatif ini diambil sebagai langkah strategis untuk memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing, serta mempromosikan produk lokal hingga ke tingkat nasional maupun internasional,” kata Salim.

    Ia menjelaskan, pada tahap awal D’KUMI Galeri memamerkan sekitar 550 jenis produk dari 27 pelaku UMKM Kota Batam. Kehadiran galeri tersebut diharapkan tidak hanya menjadi etalase produk lokal, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM untuk memperluas jejaring dan mengembangkan pasar.

    Selain di Terminal Feri Internasional Sekupang, Pemko Batam juga mengembangkan Pojok UMKM di Gedung DPRD Kota Batam. Fasilitas tersebut menyasar tamu kedinasan dan peserta kunjungan kerja dari berbagai daerah di Indonesia.

    Pemko Batam selanjutnya akan melakukan kurasi dan pembinaan secara berkelanjutan serta memperluas jaringan Pojok UMKM ke sejumlah titik strategis lainnya, termasuk bandar udara dan fasilitas publik. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Komitmen Zero Tolerance Korupsi, Pemko Batam Perketat Pengendalian Gratifikasi dan Buka Kanal Pengaduan

    Komitmen Zero Tolerance Korupsi, Pemko Batam Perketat Pengendalian Gratifikasi dan Buka Kanal Pengaduan

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menegaskan komitmennya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari korupsi, kolusi, serta nepotisme (KKN). Komitmen tersebut diperkuat melalui penerbitan Surat Edaran Wali Kota Batam tentang pencegahan korupsi dan pengendalian gratifikasi yang berlaku bagi seluruh pegawai di lingkungan Pemko Batam.

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan, kebijakan tersebut menjadi langkah konkret Pemko Batam dalam menerapkan prinsip zero tolerance terhadap segala bentuk penyalahgunaan kewenangan.

    “Seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai di lingkungan Pemko Batam diwajibkan menolak segala bentuk pemberian yang berkaitan dengan jabatan atau berpotensi memengaruhi independensi dalam menjalankan tugas,” ujar Rudi, Selasa (18/8/2026).

    Ia menjelaskan, apabila pegawai menerima gratifikasi yang tidak sesuai dengan ketentuan, pemberian tersebut wajib dilaporkan melalui mekanisme yang berlaku, termasuk melalui Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) Pemerintah Kota Batam.

    Menurut Rudi, upaya membangun integritas tidak hanya menjadi tanggung jawab internal pemerintah. Peran aktif masyarakat juga dibutuhkan untuk mencegah terjadinya pelanggaran, konflik kepentingan, maupun penyalahgunaan wewenang dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.

    “Masyarakat yang mengetahui adanya dugaan pelanggaran, konflik kepentingan, atau penyalahgunaan wewenang diimbau tidak ragu melaporkannya melalui saluran resmi yang telah disediakan,” katanya.

    Adapun kanal pelaporan yang dapat digunakan masyarakat dan pegawai, antara lain Whistleblowing System (WBS) melalui http://wbs.inspektorat.batam.go.id,

    SP4N-LAPOR!, GOL KPK melalui http://gol.kpk.go.id serta Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) Pemerintah Kota Batam.

    Rudi menegaskan, Pemko Batam berkomitmen memberikan perlindungan kepada pelapor yang menyampaikan pengaduan dengan iktikad baik. Perlindungan tersebut mencakup kerahasiaan identitas pelapor serta tindak lanjut terhadap laporan sesuai dengan mekanisme dan ketentuan hukum yang berlaku.

    “Seluruh kepala perangkat daerah telah diinstruksikan untuk mempublikasikan mekanisme pelaporan ini dan terus mengedukasi pegawainya. Kita ingin menciptakan lingkungan kerja yang aman dan transparan demi meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik di Kota Batam,” tutup Rudi. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Wali Kota Amsakar Tekankan Pentingnya SDM Tangguh di Era Digital

    Wali Kota Amsakar Tekankan Pentingnya SDM Tangguh di Era Digital

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyalami mahasiswa baru Politeknik Negeri Batam saat PKKMB di Auditorium Gedung Utama Politeknik Negeri Batam, Selasa (18/8/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menekankan pentingnya membangun sumber daya manusia (SDM) yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Pesan tersebut disampaikan Amsakar saat membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Politeknik Negeri Batam di Auditorium Gedung Utama Politeknik Negeri Batam, Selasa (18/8/2026).

    Amsakar menyampaikan, motivasi kepada mahasiswa baru agar serius menjalani pendidikan tinggi dan mempersiapkan diri menjadi generasi tangguh, adaptif, serta mampu bersaing di tengah perubahan zaman.

    Menurut Amsakar, perguruan tinggi merupakan tempat untuk mengasah wawasan, logika, dan kemampuan analisis. Ia menyebut mahasiswa Politeknik Negeri Batam sebagai generasi terpilih yang telah melewati proses seleksi untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

    “Perguruan tinggi dapat dimaknai sebagai kawah candradimuka untuk menggembleng dan mengembangkan cakrawala berpikir. Belajarlah dengan baik, jadilah generasi yang membanggakan. Tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi Politeknik Negeri Batam, Kota Batam, dan Indonesia,” ujar Amsakar.

    Ia mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah berbagai aspek kehidupan secara cepat. Kehadiran kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI), robotika, serta pergeseran pola ekonomi dari sistem konvensional ke platform digital menuntut mahasiswa memiliki kemampuan beradaptasi dan terus belajar.

    Amsakar juga mengapresiasi Politeknik Negeri Batam yang dinilai konsisten menyiapkan lulusan sesuai kebutuhan industri di Batam. Kompetensi yang dikembangkan Politeknik Negeri Batam, kata dia, turut mendukung kebutuhan industri maintenance, repair, and overhaul (MRO) di Bandara Internasional Hang Nadim, ekosistem digital di Nongsa Digital Park (NDP), hingga sektor galangan kapal di Tanjung Uncang dan Sagulung.

    Menurutnya, perkembangan industri teknologi di Batam, termasuk investasi perusahaan teknologi global, semakin membuka peluang bagi generasi muda. Karena itu, mahasiswa perlu memanfaatkan masa kuliah untuk membangun kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

    “Anak-anak Batam harus menjadi tuan di negeri sendiri dan mampu bersaing di tingkat internasional. Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu pilar utama pembangunan Kota Batam,” katanya.

    Amsakar menyampaikan, Pemko Batam terus memperkuat sektor pendidikan melalui berbagai program. Di antaranya beasiswa strategis melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, termasuk Politeknik Negeri Batam dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, terutama untuk bidang teknis yang dibutuhkan daerah.

    Selain beasiswa, Pemko Batam menjalankan program seragam sekolah gratis yang kini memasuki tahun kedua. Pemerintah juga memperluas jaminan kesehatan dan perlindungan sosial serta memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan kepada pekerja rentan dan sejumlah kelompok masyarakat, seperti pengemudi ojek, penambang pancung, pengemudi becak, ketua RT/RW, guru TPQ, imam masjid, dan pendeta.

    Di bidang kesejahteraan sosial, Pemko Batam juga meningkatkan dukungan bagi lanjut usia (lansia) melalui penambahan kuota penerima dan kenaikan nominal insentif menjadi Rp400.000 per orang.

    Menutup arahannya, Amsakar meminta mahasiswa baru menjadikan PKKMB sebagai momentum untuk beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi. Ia mendorong mahasiswa meninggalkan pola belajar yang hanya berorientasi pada hafalan dan mulai membangun kemampuan berpikir kritis serta analitis.

    Amsakar juga mengingatkan mahasiswa senior agar meninggalkan tradisi perpeloncoan dan menggantinya dengan kegiatan yang membangun karakter, nilai akademik, serta hubungan yang harmonis antarmahasiswa.

    “Sejarah hanya mencatat hal-hal yang luar biasa. Kalau hanya belajar ala kadar, hasilnya akan biasa saja. Belajarlah dengan serius, raih prestasi akademis terbaik, dan jadilah pribadi yang dicari oleh dunia industri,” tutupnya. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • HUT ke-81 RI, 1.357 Warga Binaan di Batam Terima Remisi

    HUT ke-81 RI, 1.357 Warga Binaan di Batam Terima Remisi

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, berbincang dengan salah seorang penerima remisi di Aula Lapas Kelas IIA Batam, Senin (17/8/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Sebanyak 1.357 warga binaan di Kota Batam menerima remisi dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Dari jumlah tersebut, 19 orang dinyatakan bebas.

    Remisi tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, di Aula Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam, Senin (17/8/2026). Penyerahan remisi juga menjadi momentum bagi warga binaan untuk menjadikan masa pembinaan sebagai titik balik dalam memperbaiki diri.

     

    Kepala Lapas Kelas IIA Batam, Yosafat Rianto, menyampaikan, di Lapas Kelas IIA Batam (Utama), sebanyak 918 warga binaan menerima remisi dari 1.170 orang yang diusulkan. Sebanyak 15 orang bebas, terdiri atas enam orang yang langsung bebas dan sembilan orang yang masih menjalani pidana kurungan pengganti denda (subsider).

    Sementara itu, di Lapas Perempuan Batam, 186 dari 268 warga binaan menerima remisi, dengan satu orang di antaranya langsung bebas. Adapun di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam, sebanyak 253 warga binaan menerima remisi, dengan tiga orang di antaranya langsung bebas.

    Secara keseluruhan, penerima remisi di tiga satuan pemasyarakatan tersebut mencapai 1.357 orang. Angka itu terdiri atas 918 penerima remisi di Lapas Kelas IIA Batam, 186 penerima di Lapas Perempuan Batam, dan 253 penerima di Rutan Kelas IIA Batam.

    Saat membacakan sambutan tertulis Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) RI Agus Andrianto, Amsakar mengatakan, pemberian remisi merupakan bentuk penghargaan kepada warga binaan yang telah mengikuti pembinaan dan memenuhi persyaratan sesuai ketentuan.

    Ia menyampaikan, peringatan HUT ke-81 RI mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Tema tersebut, kata dia, menjadi pengingat bahwa setiap warga negara memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan mengambil bagian dalam pembangunan.

    “Melalui tema ini, sistem pemasyarakatan berkomitmen menghadirkan penegakan hukum yang konsisten dan berintegritas, kepastian hukum yang adil melalui pemberian remisi bagi yang berkelakuan baik, serta memberikan kesempatan bagi alumni binaan untuk berkontribusi kembali di masyarakat,” ujar Amsakar.

    Amsakar juga menekankan pentingnya prinsip zero tolerance di lingkungan pemasyarakatan terhadap peredaran narkotika, penyalahgunaan wewenang, pungutan liar, dan pelanggaran etik.

    Ia kemudian menyampaikan ucapan selamat kepada warga binaan yang memperoleh remisi, terutama mereka yang mendapatkan kebebasan. Amsakar berharap pengalaman selama menjalani pembinaan dapat menjadi bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.

    “Saya bersama warga Kota Batam menyambut kalian untuk kembali berkontribusi bagi Kota Batam, bangsa, dan negara yang kita cintai ini,” kata Amsakar. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Kado HUT ke-81 RI: Investasi Batam Tumbuh, Amsakar-Li Claudia Pastikan Lapangan Kerja Terus Bertambah

    Kado HUT ke-81 RI: Investasi Batam Tumbuh, Amsakar-Li Claudia Pastikan Lapangan Kerja Terus Bertambah

    Diskominfo Batam – Hingga Semester I 2026, realisasi investasi Batam terus tumbuh dan mendorong penyerapan tenaga kerja hingga 40.943 orang, atau bertambah 9.964 orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian tersebut menjadi kado istimewa bagi Batam dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

    Bagi Batam, kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui upacara setiap 17 Agustus. Sebagai daerah perbatasan yang berhadapan langsung dengan Singapura dan Malaysia, sekaligus kawasan industri, perdagangan, dan investasi, kemerdekaan diterjemahkan melalui pembangunan yang mampu menghadirkan kesejahteraan dan membuka kesempatan bagi masyarakat.

    Di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam sekaligus ex-officio Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam sekaligus ex-officio Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, penguatan ekonomi menjadi salah satu bagian penting dalam mengisi kemerdekaan.

    Kemerdekaan, bagi Batam, tercermin dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi, kehidupan sosial yang harmonis, serta pelayanan publik yang terbuka dan setara. Dari sisi ekonomi, Batam terus diarahkan menjadi kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas (Free Trade Zone/FTZ) sekaligus salah satu pusat investasi di wilayah Sumatera. Pertumbuhan investasi diharapkan membuka semakin banyak lapangan kerja, tidak hanya bagi masyarakat Kepulauan Riau, tetapi juga bagi masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia yang memilih Batam sebagai tempat untuk bekerja dan membangun kehidupan.

    Kemerdekaan juga tercermin dalam kehidupan sosial masyarakat Batam yang majemuk. Berbagai suku dan latar belakang, mulai dari Melayu, Batak, Jawa, Tionghoa, Minang, Aceh hingga masyarakat Indonesia Timur, dan suku lainnya, hidup berdampingan dalam semangat Harmony in Diversity.

    Keragaman tersebut menjadi kekuatan Batam dalam membangun kota yang inklusif. Pemerintah juga terus mendorong agar seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh kesempatan dan perlakuan yang setara dalam berbagai bidang kehidupan.

    Sementara dari sisi pelayanan, kemerdekaan dimaknai sebagai hak setiap warga untuk memperoleh pelayanan publik yang cepat, transparan, dan adil. Dengan jumlah penduduk lebih dari 1,3 juta jiwa, Pemko Batam terus berupaya memastikan pelayanan diberikan tanpa membedakan latar belakang, suku, maupun asal-usul masyarakat.

    Semangat tersebut selaras dengan tema HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.” Tema tersebut sejalan dengan visi pembangunan Batam di bawah kepemimpinan Amsakar-Li Claudia, yakni mewujudkan Batam Kota Madani yang Inovatif, Berbudaya, dan Berkelanjutan sebagai Pusat Investasi dan Pariwisata.

    Dengan demikian, semangat kemerdekaan di Batam tidak berhenti pada seremoni tahunan. Kemerdekaan diterjemahkan melalui kerja nyata untuk memperkuat perekonomian, menjaga kerukunan masyarakat, membuka kesempatan yang setara, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin dekat dengan kebutuhan warga.

    Amsakar mengatakan, pertumbuhan investasi menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus menguat. Namun, menurutnya, keberhasilan investasi tidak cukup diukur dari besarnya nilai penanaman modal.

    “Kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus menguat. Tugas kita adalah memastikan kepercayaan tersebut dijawab dengan pelayanan yang semakin baik, kepastian berusaha, dan pembangunan infrastruktur yang mendukung kebutuhan investor,” ujar Amsakar, Minggu (16/8/2026).

    Menurutnya, investasi yang masuk harus memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan masyarakat. Karena itu, pihaknya terus mendorong percepatan realisasi investasi, pengembangan industri, serta pembukaan lapangan kerja.

    “Kita tidak boleh berhenti pada angka. Yang paling penting adalah bagaimana investasi ini terus bergerak, proyeknya terealisasi, lapangan kerja tercipta, industri berkembang, dan memberikan multiplier effect bagi ekonomi Batam,” katanya.

    *Ciptakan Lapangan Kerja*

    Pertumbuhan investasi tersebut sejalan dengan meningkatnya penyerapan tenaga kerja. Jumlah tenaga kerja yang tercatat naik dari 30.979 orang pada Semester I 2025 menjadi 40.943 orang pada Semester I 2026.

    Dengan demikian, terdapat tambahan 9.964 tenaga kerja atau tumbuh 32,16 persen dalam setahun. Angka tersebut menunjukkan aktivitas investasi di Batam semakin memberikan dampak terhadap kegiatan ekonomi dan kesempatan kerja.

    Bagi Amsakar, bertambahnya lapangan kerja merupakan bagian penting dari tujuan pembangunan. Investasi, kata dia, harus memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

    “Batam harus terus tumbuh sebagai kota investasi yang kompetitif, produktif, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Kita jaga kepercayaan investor, kita percepat realisasi investasi, dan kita pastikan pertumbuhan ekonomi Batam semakin kuat,” ujarnya.

    *Pelayanan Investasi Harus Terus Diperkuat*

    Sementara itu, Li Claudia Chandra mengatakan pertumbuhan investasi harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada dunia usaha. Menurutnya, investor membutuhkan kepastian sejak proses awal penanaman modal hingga proyek beroperasi.

    “Pelayanan publik harus cepat, kolaborasi lintas instansi juga semakin kuat, serta berbagai hambatan investasi diselesaikan secara cepat dan terukur. Ini menjadi faktor penting untuk memberikan kepastian dan kenyamanan bagi investor,” kata Li Claudia.

    Ia mengatakan, Pemko Batam bersama BP Batam dan seluruh pemangku kepentingan akan terus memperkuat koordinasi agar kebutuhan investor dapat direspons secara cepat dan tepat.

    “Kita ingin investor tidak hanya datang ke Batam, tetapi juga merasa nyaman untuk berkembang dan melakukan ekspansi di Batam,” ujarnya.

    Menurut Li Claudia, keberhasilan investasi pada akhirnya harus dirasakan masyarakat. Selain menciptakan lapangan kerja, investasi diharapkan mampu memperkuat industri lokal, meningkatkan aktivitas ekonomi, dan memperkuat daya saing Batam.

    *Pertumbuhan Investasi*

    Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi Batam pada Semester I 2026 mencapai Rp29,89 triliun. Nilai tersebut terdiri atas penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp17,80 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp12,09 triliun.

    Capaian tersebut tumbuh 27,31 persen secara tahunan dibandingkan Semester I 2025.

    Sementara berdasarkan metode bottom-up BP Batam, realisasi investasi mencapai Rp38,97 triliun. Nilai tersebut terdiri atas Rp36,58 triliun modal tetap dan Rp2,39 triliun modal lancar.

    Dengan target investasi Batam sebesar Rp70 triliun pada 2026, capaian Rp38,97 triliun tersebut telah mencapai 55,67 persen dari target tahunan.

    Capaian investasi dan penyerapan tenaga kerja tersebut menjadi bagian dari upaya Batam mengisi kemerdekaan melalui pembangunan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi diharapkan terus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    Bagi Amsakar dan Li Claudia, investasi bukan sekadar angka. Lebih dari itu, investasi harus menjadi pintu masuk bagi terciptanya lapangan kerja, tumbuhnya dunia usaha, dan semakin kuatnya daya saing Batam.

    Semangat kemerdekaan pun diterjemahkan melalui kerja bersama pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk menjadikan Batam semakin maju, produktif, kompetitif, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Humas Diskominfo Batam)

  • Jadi Inspektur Upacara HUT ke-81 RI, Amsakar Pimpin Pengibaran dan Li Claudia Penurunan Bendera

    Jadi Inspektur Upacara HUT ke-81 RI, Amsakar Pimpin Pengibaran dan Li Claudia Penurunan Bendera

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menghadiri gladi bersih upacara HUT ke-81 RI di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Minggu (16/8/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mematangkan persiapan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kota Batam. Kesiapan tersebut dipastikan melalui gladi bersih upacara pengibaran dan penurunan bendera Merah Putih di Dataran Engku Putri, Batam Center, Minggu (16/8/2026) pagi.

    Gladi bersih dihadiri langsung Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra. Keduanya turun langsung memastikan setiap tahapan upacara berjalan sesuai susunan dan tata upacara yang telah ditetapkan.

    Pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Amsakar akan bertindak sebagai inspektur upacara pada prosesi pengibaran bendera Merah Putih. Sementara itu, Li Claudia akan menjadi inspektur upacara pada prosesi penurunan bendera.

    Kehadiran Amsakar dan Li Claudia dalam gladi bersih sekaligus menjadi bagian dari pengecekan kesiapan seluruh unsur yang terlibat. Pengecekan mencakup ketepatan setiap tahapan prosesi, kekompakan pasukan, koordinasi antarpersonel, hingga kesiapan petugas menjalankan tugas pada upacara puncak peringatan kemerdekaan.

    Pasukan upacara melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, aparatur sipil negara (ASN), instansi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, hingga pelajar. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi gambaran semangat kebersamaan dalam memperingati kemerdekaan sekaligus memperkuat persatuan di tengah masyarakat.

    Dalam gladi bersih, seluruh rangkaian upacara disimulasikan secara lengkap. Prosesi dimulai dari kedatangan Bendera Merah Putih, pengaturan dan penempatan formasi pasukan, hingga rangkaian inti upacara.

    Sejumlah agenda turut diperagakan, di antaranya pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan, mengheningkan cipta, pembacaan doa, pengibaran bendera, persembahan lagu-lagu perjuangan, hingga penutupan upacara.

    Simulasi secara menyeluruh dilakukan untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai rencana sekaligus meminimalkan potensi kendala saat upacara berlangsung.

    Amsakar menegaskan, peringatan kemerdekaan harus dipersiapkan dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, upacara tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi juga menjadi momentum untuk menghormati perjuangan para pahlawan dan memperkuat semangat kebangsaan.

    “Saya minta semua pihak menjaga fokus, kekompakan, dan semangat kebangsaan. Upacara ini adalah wajah Batam di momen penting bangsa, sehingga harus kita tampilkan dengan maksimal,” tegas Amsakar.

    Ia juga mengingatkan seluruh petugas untuk menjalankan tugas masing-masing dengan disiplin dan penuh tanggung jawab. Ketepatan gerakan, waktu, serta koordinasi antarpersonel menjadi hal penting agar upacara berlangsung tertib dan khidmat.

    Melalui gladi bersih tersebut, Pemko Batam memastikan seluruh unsur yang terlibat memiliki kesiapan yang sama untuk menjalankan tugas pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

    Upacara diharapkan berlangsung lancar dan khidmat serta mampu menghadirkan semangat kebangsaan yang kuat bagi masyarakat Batam. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Amsakar Kukuhkan 50 Paskibraka Batam, Tekankan Disiplin dan Nilai Pancasila

    Amsakar Kukuhkan 50 Paskibraka Batam, Tekankan Disiplin dan Nilai Pancasila

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Paskibraka Kota Batam 2026 usai dikukuhkan di Golden Prawn 933, Bengkong, Sabtu (15/8/2026) malam. HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengukuhkan 50 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Batam Tahun 2026 di Golden Prawn 933, Bengkong, Sabtu (15/8/2026) malam. Pengukuhan ini menjadi tahapan penting sebelum para Paskibraka menjalankan tugas pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Sebanyak 50 anggota Paskibraka yang dikukuhkan terdiri atas 30 putra dan 20 putri.

    Prosesi pengukuhan ditandai dengan penyematan secara simbolis Lencana Latihan Kepemimpinan Perintis Pemuda kepada pemimpin upacara. Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Batam, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam.

    Dalam amanatnya, Amsakar menegaskan bahwa pengukuhan Paskibraka bukan sekadar seremoni. Lebih dari itu, proses tersebut merupakan bagian dari pembentukan generasi muda yang memiliki karakter, kedisiplinan, jiwa nasionalisme, dan berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila.

    “Hari ini kita telah sampai pada tahap pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Kota Batam Tahun 2026. Pembentukan Paskibraka merupakan salah satu program pengaderan calon pemimpin bangsa yang berkarakter Pancasila,” ujar Amsakar.

    Ia menjelaskan, sebelum dikukuhkan, para calon Paskibraka telah mengikuti pendidikan dan pelatihan secara intensif selama 20 hari. Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis pengibaran dan penurunan bendera, tetapi juga diarahkan untuk membentuk mental, fisik, kedisiplinan, dan karakter peserta.

    “Selama 20 hari calon Paskibraka telah menjalani rangkaian pendidikan dan pelatihan, belajar hidup mandiri, terpisah dari orang tua, menempa mental dan fisik sehingga terbentuk calon pemimpin bangsa yang memiliki jiwa nasionalis dan berjiwa Pancasila,” katanya.

    Menurut Amsakar, pengalaman selama mengikuti pendidikan dan pelatihan harus menjadi bekal bagi para Paskibraka dalam menjalani kehidupan setelah tugas pengibaran bendera selesai. Nilai kedisiplinan, kebersamaan, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan diharapkan tidak berhenti selama masa pelatihan, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    “Adik-adik pengibar bendera pusaka yang saya banggakan, ingatlah selalu ikrar yang kalian ucapkan. Tanamkan dalam jiwa kalian dan terapkan dalam kehidupan kalian. Jadikan apa yang telah kalian jalani selama pendidikan sebagai bekal untuk menjadi generasi yang tangguh dan bertanggung jawab,” pesannya.

    Amsakar juga menyampaikan apresiasi atas keseriusan dan dedikasi seluruh anggota Paskibraka selama mengikuti rangkaian latihan hingga tahap pengukuhan.

    Ia berharap seluruh anggota Paskibraka mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan memberikan penampilan terbaik saat bertugas dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

    “Semoga adik-adik dapat melaksanakan tugas dengan baik dan tampil dengan sempurna pada Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-81. Selamat atas keseriusan dan dedikasi yang telah ditunjukkan. Jaga kekompakan, disiplin, dan nama baik Kota Batam,” ujarnya.

    Rangkaian pengukuhan ditutup dengan menyanyikan lagu “Syukur” dan pemberian ucapan selamat kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah resmi dikukuhkan.

    Pengukuhan tersebut sekaligus menegaskan bahwa Paskibraka tidak hanya dipersiapkan untuk menjalankan tugas mengibarkan Sang Merah Putih. Mereka juga ditempa menjadi generasi muda yang memiliki semangat nasionalisme, menjunjung persatuan, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai bekal menuju masa depan dan kepemimpinan bangsa. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Batam Siapkan Tiga Ranperda Strategis, dari Kampung Tua hingga Optimalisasi PAD

    Batam Siapkan Tiga Ranperda Strategis, dari Kampung Tua hingga Optimalisasi PAD

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyerahkan Ranperda kepada pimpinan DPRD Batam saat Sidang Paripurna di Kantor DPRD Batam, Sabtu (15/8/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyampaikan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) strategis dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Batam di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Batam, Sabtu (15/8/2026). Tiga Ranperda yang disampaikan Pemko Batam yakni Ranperda tentang Penataan Kampung Tua, Ranperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah, serta Ranperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, ketiga Ranperda tersebut memiliki arti strategis karena berkaitan dengan kepastian hukum, pengelolaan aset daerah, pelayanan publik, hingga penguatan kemandirian keuangan daerah.

    “Ketiga Ranperda ini kita dorong untuk memperkuat landasan hukum penyelenggaraan pemerintahan, memberikan kepastian hukum kepada masyarakat dan pelaku usaha, serta mendukung pembangunan Batam yang berdaya saing dan berkelanjutan,” ujar Amsakar.

    Salah satu Ranperda yang mendapat perhatian adalah penataan Kampung Tua. Pemko Batam menilai kawasan tersebut tidak hanya memiliki nilai historis, sosial, dan budaya, tetapi juga menjadi bagian dari identitas masyarakat Melayu di Kota Batam.

    Di sisi lain, perkembangan Batam sebagai kawasan perdagangan bebas, pelabuhan bebas, industri, investasi, dan pariwisata menghadirkan dinamika dalam pemanfaatan ruang, kepastian hukum, pembangunan infrastruktur, hingga perlindungan masyarakat yang telah lama bermukim di kawasan Kampung Tua.

    Karena itu, Ranperda Penataan Kampung Tua diarahkan menjadi landasan hukum untuk menata kawasan tersebut secara terpadu. Regulasi ini juga diharapkan memberikan kepastian hukum atas legalitas hak atas tanah, melindungi keberadaan masyarakat asli beserta nilai sejarah dan kearifan lokal, serta membuka ruang bagi pengembangan ekonomi masyarakat.

    Amsakar menegaskan, penataan Kampung Tua harus berjalan selaras dengan rencana tata ruang dan arah pembangunan Kota Batam secara berkelanjutan.

    Ranperda kedua, berkaitan dengan Pengelolaan Barang Milik Daerah. Regulasi ini disusun untuk menyesuaikan ketentuan daerah dengan perkembangan peraturan perundang-undangan, khususnya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2024 yang mengubah Permendagri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah.

    Pengaturan tersebut mencakup seluruh siklus pengelolaan aset daerah, mulai dari perencanaan kebutuhan dan penganggaran, pengadaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penilaian, pemindahtanganan, pemusnahan, penghapusan, penatausahaan, hingga pembinaan, pengawasan, dan pengendalian.

    Melalui regulasi tersebut, aset daerah diharapkan dapat dikelola secara tertib administrasi dan hukum, efektif, efisien, transparan, serta akuntabel. Pengelolaan yang baik juga diharapkan meningkatkan nilai manfaat barang milik daerah untuk mendukung pemerintahan, pelayanan publik, dan pembangunan Batam.

    Selain itu, Ranperda ketiga, mengatur perubahan atas Perda Kota Batam Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Amsakar mengatakan, perubahan regulasi tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum tergarap secara maksimal. Namun, peningkatan pendapatan tetap dilakukan secara rasional dan akuntabel dengan mempertimbangkan kemudahan berusaha serta iklim investasi di Batam.

    Pemko Batam juga telah memperhatikan masukan dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Keuangan dalam penyusunan perubahan regulasi tersebut.

    “Pemko Batam tetap berkomitmen untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah secara rasional dan akuntabel, sekaligus menciptakan kemudahan berusaha, menjaga iklim investasi yang kondusif, meningkatkan daya saing daerah, serta menghadirkan pelayanan publik yang responsif, berkeadilan, dan berpihak kepada masyarakat,” kata Amsakar.

    Sejumlah penyempurnaan turut diusulkan pada sektor retribusi. Di sektor ketahanan pangan dan pertanian, khususnya pelayanan pemotongan dan pemeriksaan kesehatan hewan, komponen biaya pemeriksaan kesehatan hewan akan disatukan dalam tarif pemotongan sehingga tidak lagi dipungut secara terpisah.

    Pemko Batam juga mengusulkan sejumlah objek layanan baru, antara lain pengkarkasan, pemotongan unggas modern, penggunaan freezer atau cold storage, serta sewa kandang penampungan.

    Di sektor perhubungan, Pemko Batam memberikan relaksasi terhadap tarif stiker parkir berlangganan. Kebijakan ini merupakan respons atas aspirasi dan keluhan masyarakat sekaligus tindak lanjut rekomendasi Badan Anggaran DPRD Kota Batam.

    Relaksasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterjangkauan tarif sekaligus mendorong kepatuhan masyarakat.

    Sementara itu, pada BLUD UPTD Jasa Transportasi atau Trans Batam, Pemko mengusulkan penambahan objek retribusi berupa sewa iklan pada cover-seat bus dan sewa pool bus. Kebijakan ini diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi daerah.

    Amsakar menilai ketiga Ranperda tersebut memiliki posisi penting dalam membangun sistem pemerintahan yang lebih baik, memberikan kepastian hukum, memperkuat pelayanan publik, menjaga keberlanjutan pembangunan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Ia berharap ketiga Ranperda tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui pembahasan bersama antara tim Pemko Batam dan Panitia Khusus DPRD Kota Batam sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

    “Sinergi antara eksekutif dan legislatif merupakan fondasi utama dalam menghasilkan kebijakan daerah yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah,” ujar Amsakar. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)