Category: Batam

Auto Added by WPeMatico

  • RSUD Embung Fatimah Sukses Operasi Clipping Aneurisma Otak, Menkes Apresiasi Layanan Kesehatan Batam

    RSUD Embung Fatimah Sukses Operasi Clipping Aneurisma Otak, Menkes Apresiasi Layanan Kesehatan Batam

    Sekda Batam, Firmansyah, berbincang dengan Menkes RI, Budi Gunadi Sadikin, saat meninjau operasi clipping aneurisma otak perdana di RSUD EF, Jumat (28/8/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / ADE RAHMATULLAH

    Diskominfo Batam – Layanan kesehatan di Kota Batam terus berkembang. RSUD Embung Fatimah kini mampu menangani tindakan bedah saraf berisiko tinggi, ditandai dengan pelaksanaan operasi clipping aneurisma otak perdana di rumah sakit tersebut.

    Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, meninjau langsung pelaksanaan operasi tersebut, Jumat (28/8/2026). Dalam kunjungan itu, Budi didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah.

    Operasi clipping aneurisma otak tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam penguatan layanan kesehatan di Batam. Tindakan ini menunjukkan kemampuan RSUD Embung Fatimah dalam menangani prosedur medis tingkat lanjut di bidang bedah saraf.

    Budi mengatakan, penguatan fasilitas kesehatan di daerah menjadi bagian penting dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan medis berkualitas. Dengan fasilitas dan tenaga medis yang memadai, masyarakat diharapkan tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah, terutama untuk menangani penyakit kritis seperti stroke dan gangguan pembuluh darah otak.

    “Sesuai arahan Presiden Prabowo, kita menargetkan kenaikan rata-rata angka harapan hidup masyarakat Indonesia dari 72 menjadi 76 tahun. Stroke merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi. Karena itu, penanganan yang cepat dan fasilitas medis yang mumpuni di tingkat kabupaten dan kota seperti di Batam sangat krusial agar 80 hingga 90 persen pasien dapat ditangani secara lokal,” ujar Budi.

    Ia menambahkan, Kementerian Kesehatan berkomitmen mendukung pemenuhan peralatan medis prioritas di RSUD Embung Fatimah. Dukungan tersebut antara lain berupa instrumen bedah, CT scan, C-Arm, mikroskop bedah (neuromicroscope), dan endoscopic power.

    Selain layanan bedah saraf, Kementerian Kesehatan juga mendorong penguatan layanan prioritas KJSU, yakni kanker, jantung, stroke, serta uronefro.

    Menurut Budi, peningkatan layanan kesehatan tidak hanya berfokus pada penanganan pasien setelah mengalami sakit. Upaya pencegahan juga harus diperkuat melalui peran Dinas Kesehatan dan puskesmas.

    Ia mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, terutama untuk mengetahui tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol.

    Direktur RSUD Embung Fatimah, dr. Raden Roro Sri Widjayanti, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Kesehatan dalam meningkatkan kapasitas sarana, prasarana, dan sumber daya manusia di rumah sakit tersebut.

    Roro mengatakan, dalam dua bulan terakhir RSUD Embung Fatimah telah mengoperasikan fasilitas CT scan secara mandiri. Keberadaan fasilitas tersebut membuat rumah sakit dapat menangani berbagai diagnosis kompleks tanpa harus merujuk pasien ke rumah sakit lain.

    “RSUD Embung Fatimah juga menerima dukungan enam dokter fellowship dari Kementerian Kesehatan, termasuk di bidang onkologi. Kami juga menyambut kedatangan dokter spesialis baru yang telah menyelesaikan pendidikan dokter spesialis dan subspesialis, di antaranya spesialis bedah vaskular serta spesialis kepala dan leher,” ujar Roro.

    Sebagai rumah sakit pemerintah tipe B di Kota Batam, RSUD Embung Fatimah mencatat tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) rata-rata 88 persen dan mencapai 96 persen pada Juni 2026.

    Roro menegaskan, tingginya tingkat keterisian tersebut tidak mengurangi komitmen RSUD Embung Fatimah dalam memberikan pelayanan yang berorientasi pada keselamatan dan kenyamanan pasien.

    “RSUD Embung Fatimah masuk dalam jajaran rumah sakit daerah dengan pengajuan proposal jaringan sarana dan prasarana terbaik melalui program SIHREN untuk pemenuhan kelengkapan alat kesehatan canggih dari Kementerian Kesehatan RI,” katanya.

     

    Sekda Kota Batam Firmansyah mengapresiasi Kementerian Kesehatan dan seluruh jajaran RSUD Embung Fatimah atas keberhasilan pelaksanaan operasi tersebut.

    Ia menegaskan, Pemerintah Kota Batam siap memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah.

    “Tentu, Pemko Batam sangat mengapresiasi Kementerian Kesehatan dan seluruh jajaran RSUD Embung Fatimah Kota Batam yang telah berhasil menjalankan operasi tersebut. Saya berharap layanan kesehatan di Batam ke depan terus meningkat,” ujar Firmansyah. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Amsakar Beberkan Strategi Memperkuat Fiskal Batam lewat Pertumbuhan Ekonomi dan Sinergi Pembangunan

    Amsakar Beberkan Strategi Memperkuat Fiskal Batam lewat Pertumbuhan Ekonomi dan Sinergi Pembangunan

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan sambutan saat Seminar Rembug Fiskal Komwil I APEKSI 2026 di Harris Hotel & Suites Nagoya Batam, Kamis (27/8/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / ADE RAHMATULLAH

    Diskominfo Batam – Penguatan kapasitas fiskal menjadi salah satu kunci bagi pemerintah daerah untuk memastikan pembangunan dan pelayanan publik berjalan berkelanjutan. Hal tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam Seminar Rembug Fiskal Komisariat Wilayah (Komwil) I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Harris Hotel & Suites Nagoya Batam, Kamis (27/8/2026).

    Forum tersebut mempertemukan sekitar 24 wali kota anggota APEKSI Komwil I Sumatera untuk berbagi pengalaman sekaligus membahas strategi menghadapi tantangan pembiayaan pembangunan daerah.

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, kemampuan fiskal daerah tidak semata-mata diukur dari besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurutnya, yang lebih penting adalah kemampuan keuangan daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan.

    “Fiskal daerah itu harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, baik infrastruktur, pendidikan, kesehatan, persampahan maupun persoalan banjir,” ujar Amsakar.

    Ia mengatakan, Batam memiliki fondasi ekonomi yang cukup kuat. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sekitar Rp253,64 triliun. Industri pengolahan masih menjadi sektor dominan dengan kontribusi sekitar 57 persen.

    Kinerja investasi juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan pendekatan bottom-up BP Batam, realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp69,3 triliun. Sementara itu, hingga semester pertama 2026, nilai investasi telah mencapai Rp38,97 triliun.

    Pertumbuhan ekonomi tersebut turut tercermin pada sejumlah indikator pembangunan manusia. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam pada 2025 mencapai 83,80, sedangkan tingkat kemiskinan turun menjadi 3,81 persen.

    Namun, pemerintah masih menghadapi tantangan di sektor ketenagakerjaan. Tingkat pengangguran terbuka tercatat 7,57 persen. Amsakar menilai kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi tingginya arus migrasi ke Batam yang membuat sebagian pencari kerja belum memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri.

    “Kita perlu memastikan pertumbuhan industri diikuti kesiapan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia usaha,” katanya.

    Karena itu, pemerintah mendorong peningkatan keterampilan tenaga kerja agar pertumbuhan investasi dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat lokal.

    Di sisi fiskal, perkembangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Batam juga menunjukkan peningkatan signifikan. Realisasi PAD yang pada 2020 berada di kisaran Rp975 miliar meningkat menjadi Rp2,253 triliun pada 2025 atau tumbuh sekitar 131 persen.

    Kontribusi PAD terhadap total pendapatan daerah mencapai 54,36 persen pada 2025. Hingga Juli 2026, realisasi PAD telah mencapai sekitar Rp1,482 triliun.

    Menurut Amsakar, capaian tersebut menunjukkan eratnya hubungan antara aktivitas ekonomi dan kekuatan fiskal daerah. Semakin berkembang kegiatan ekonomi, semakin besar pula potensi penerimaan yang dapat digunakan untuk membiayai pembangunan.

    Penguatan fiskal, lanjutnya, juga membutuhkan kolaborasi erat antara Pemerintah Kota Batam dan BP Batam. Ia menilai perbedaan kewenangan tidak seharusnya menjadi penghalang bagi pembangunan.

    “Yang paling penting adalah bagaimana kita melakukan integrasi kebijakan dan pembiayaan. Mana yang harus dilakukan pemerintah kota dan mana yang lebih tepat dilakukan BP Batam,” ujarnya.

    Menurutnya, integrasi perencanaan dapat mencegah tumpang tindih program sekaligus membuat pemanfaatan sumber daya lebih efektif.

    Selain penguatan fiskal, kepastian investasi menjadi perhatian pemerintah. Pemko Batam terus mendorong penyederhanaan regulasi dan percepatan pelayanan perizinan agar investor memperoleh kepastian dalam menjalankan usahanya.

    “Yang kita dorong adalah bagaimana proses investasi di Batam bisa lebih cepat, sederhana, dan memberikan kepastian bagi para pelaku usaha,” kata Amsakar.

    Ia juga menekankan pentingnya diversifikasi ekonomi. Batam tidak hanya mengandalkan industri, perdagangan, pelabuhan, dan galangan kapal, tetapi mulai mengembangkan sektor bernilai tambah, salah satunya pusat data (data center).

    Pertumbuhan ekonomi, peningkatan PAD, investasi, dan penguatan kompetensi tenaga kerja diharapkan berjalan dalam satu ekosistem. Dengan demikian, kekuatan fiskal yang terbentuk dapat kembali dirasakan masyarakat melalui berbagai program pembangunan.

    Sejumlah program telah diarahkan untuk tujuan tersebut, di antaranya penyediaan 105.670 set seragam gratis bagi siswa SD dan SMP, perluasan cakupan Universal Health Coverage (UHC) hingga 98 persen, bantuan tunai bagi 4.000 lansia, serta peningkatan kompetensi 4.433 tenaga kerja melalui 108 jenis pelatihan.

    Di bidang infrastruktur, normalisasi drainase sepanjang 33 kilometer juga dilakukan sebagai bagian dari upaya mengurangi persoalan banjir di Batam.

    Amsakar menegaskan, keberhasilan fiskal tidak cukup hanya diukur dari angka PAD atau tingginya pertumbuhan ekonomi. Ukuran akhirnya adalah seberapa besar manfaat pembangunan yang dirasakan masyarakat.

    “Kami berharap, forum APEKSI dapat menghasilkan gagasan yang tidak berhenti pada diskusi, tetapi diterjemahkan menjadi kebijakan konkret di masing-masing daerah,” katanya. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Batam-Medan Jajaki Kerja Sama Investasi dan UMKM hingga Penyerapan Tenaga Kerja

    Batam-Medan Jajaki Kerja Sama Investasi dan UMKM hingga Penyerapan Tenaga Kerja

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, saat pertemuan di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (26/8/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Pemko Medan membuka peluang kerja sama di berbagai sektor strategis, mulai dari investasi, pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga penyerapan tenaga kerja. Penjajakan tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, bersama rombongan ke Batam dan diterima langsung Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (26/8/2026).

    Pertemuan turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Batam. Pembahasan diarahkan pada pertukaran gagasan, penguatan tata kelola pemerintahan, serta peluang kerja sama antardaerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

    Amsakar mengapresiasi kunjungan Pemko Medan. Menurutnya, studi komparatif menjadi ruang bagi kedua daerah untuk saling belajar dan memperkuat keunggulan masing-masing.

    “Setiap daerah memiliki keunggulan dan tantangannya sendiri. Melalui studi komparatif ini, kita bisa saling memperkuat, berbagi keunggulan, serta memperluas cakrawala berpikir demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat di masing-masing kota,” ujar Amsakar.

    Dalam pertemuan tersebut, Amsakar memaparkan posisi strategis Batam yang sejak era 1970-an telah diarahkan sebagai kawasan industri, perdagangan, alih kapal, hingga pariwisata. Pengembangan tersebut diperkuat dengan status kawasan perdagangan bebas atau Free Trade Zone (FTZ), konektivitas udara, serta sejumlah pelabuhan domestik maupun internasional.

    Amsakar juga memaparkan perkembangan investasi Batam. Hingga Semester I 2026, realisasi investasi di Batam telah mendekati Rp30 triliun.

    Menurutnya, Pemko Batam terus mendorong kemudahan berusaha melalui inovasi tata kelola investasi. Salah satunya melalui penerapan Dashboard Investasi Real Time untuk membantu memantau dan mengurai hambatan dalam proses birokrasi.

    Pemko Batam juga membentuk tim yang terdiri atas 30 Duta Investasi. Tim tersebut bertugas mendampingi dan memfasilitasi investor secara proaktif, termasuk membantu mengurai berbagai persoalan yang muncul dalam proses investasi.

    “Investasi Batam kini semakin meluas ke sektor digital, seperti data center dan artificial intelligence (AI) di Nongsa Digital Park yang melibatkan kolaborasi pemain global,” papar Amsakar.

    Di sisi lain, Pemko Batam terus memperkuat pemberdayaan UMKM. Di bawah kepemimpinan Amsakar bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, pemerintah daerah menyediakan program pinjaman tanpa bunga bagi usaha mikro.

    Selain itu, pengelolaan dana bergulir melalui BLUD PPD menerapkan bunga tetap 4 persen per tahun. Skema tersebut disebut mampu menjaga rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) pada angka 2 persen.

    “Pemko fokus menangani lima masalah utama UMKM, yakni manajemen, permodalan, pemasaran, pengemasan, dan pendampingan,” jelas Amsakar.

    Sementara itu, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengatakan, kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi kedua kota untuk bertukar pengalaman, khususnya dalam kerangka kerja sama Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).

    Rico menyebut sejumlah persoalan menjadi perhatian Pemko Medan, antara lain tantangan fiskal dan optimalisasi tata kelola pemerintahan.

    “Kota Medan dengan populasi 2,5 juta jiwa dan realisasi investasi Semester I sebesar Rp6,44 triliun terus berbenah melalui pembangunan 12 ruas Bus Rapid Transit (BRT), penyiapan 280 armada bus listrik, pembangunan fasilitas Waste-to-Energy (PSEL), serta penguatan 50.000–150.000 pelaku UMKM, salah satunya melalui Galeri Mustika Deli,” ungkap Rico.

    Ia mengatakan, Pemko Medan tertarik mempelajari strategi kemudahan perizinan yang diterapkan di Batam. Selain itu, Medan membuka peluang kerja sama konkret dengan Batam, mulai dari promosi silang produk UMKM, penyerapan tenaga kerja, hingga studi komparatif terkait iklim investasi.

    Rico juga berharap, kerja sama dapat dikembangkan melalui cross-display produk UMKM unggulan antara Galeri Mustika Deli Medan dan Dekranasda Kota Batam. Peluang penyaluran tenaga kerja terampil dari Medan untuk memenuhi kebutuhan sektor industri dan investasi di Batam juga dinilai terbuka.

    “Skema penjemputan bola melalui Duta Investasi dan pembiayaan bunga rendah untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat juga bisa kita pelajari dan terapkan di Medan,” ujar Rico.

    Pertemuan tersebut ditutup dengan kesepakatan untuk menindaklanjuti pembahasan secara teknis melalui OPD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) masing-masing. Kegiatan kemudian diakhiri dengan pertukaran cenderamata dan foto bersama. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • GSIH Perkuat Ekosistem Digital Batam, Firmansyah Ajak Anak Muda Jadi Inovator

    GSIH Perkuat Ekosistem Digital Batam, Firmansyah Ajak Anak Muda Jadi Inovator

    Sekda Batam, Firmansyah, memberi keterangan kepada pers usai peluncuran GSIH di Nongsa Digital Park, Rabu (26/8/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / ADE RAHMATULLAH

    Diskominfo Batam – Peluncuran nasional Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) di Nongsa Digital Park (NDP), Batam, menjadi momentum untuk mendorong generasi muda mengambil peran lebih besar dalam perkembangan teknologi dan ekonomi digital.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, menyampaikan pesan tersebut saat membuka sambutan dalam peluncuran nasional GSIH di Nongsa Digital Park, Rabu (26/8/2026).

    Menurut Firmansyah, perkembangan teknologi tidak cukup hanya diikuti sebagai pengguna. Generasi muda Batam harus mampu memanfaatkannya untuk menciptakan inovasi, membuka peluang usaha, dan menghasilkan karya yang memiliki nilai tambah.

    “Kita jangan menjadi penonton di negeri sendiri. Anak-anak muda kita harus menjadi pelaku, pencipta, dan inovator. Jangan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus mampu menciptakan teknologi dan karya yang bisa bersaing, bahkan sampai ke tingkat global,” ujar Firmansyah.

    Ia mengapresiasi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama seluruh pihak yang mendorong hadirnya GSIH di Batam. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus membangun ekosistem digital di daerah.

    Firmansyah mengatakan, pengembangan talenta digital membutuhkan proses panjang dan tidak dapat dilakukan secara instan. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, industri, komunitas, dan pelaku teknologi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan.

    “Pembangunan sumber daya manusia tidak bisa dilakukan dengan cepat. Karena itu, diperlukan gerakan dan inisiatif seperti yang dilakukan Nongsa Digital Park. Semoga ke depan semakin memajukan ekonomi digital dan ekosistem digital di Kota Batam agar terus bertambah dan tumbuh,” katanya.

    Firmansyah menilai, Batam memiliki modal yang kuat untuk berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital. Posisi strategis Batam, keberadaan kawasan industri, serta hadirnya Nongsa Digital Park menjadi kekuatan yang dapat dioptimalkan untuk mengembangkan talenta dan inovasi.

    Ia berharap keberadaan GSIH semakin membuka ruang bagi anak-anak muda Batam untuk belajar, berkolaborasi, mengembangkan gagasan, hingga menghasilkan produk dan layanan berbasis teknologi.

    “Jangan sampai teknologi berkembang pesat, tetapi kita hanya menjadi konsumennya. Kita harus hadir sebagai pencipta, sebagai inovator, dan sebagai bagian penting dari pertumbuhan ekonomi digital,” tegasnya.

    Peluncuran nasional GSIH juga menjadi ruang pertemuan bagi berbagai elemen ekosistem digital, mulai dari komunitas gim, animasi, wirausaha digital, akademisi, hingga pelaku teknologi. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk bertukar gagasan, mengidentifikasi tantangan, dan mencari solusi melalui inovasi.

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama sejumlah pihak yang terlibat dalam pengembangan ekosistem digital dan inovasi di Batam.

    Direktur Corporate Affairs Nongsa Digital Park, Peters Vincen, menyampaikan pentingnya pengembangan talenta lokal. Menurutnya, NDP terus membangun kolaborasi dengan kalangan akademisi dan pemerintah melalui berbagai program pendidikan dan teknologi.

    Sementara itu, Program Director Infinite Learning Ari Nugrahanto menyampaikan bahwa program pengembangan talenta di NDP telah menghasilkan lebih dari 10 ribu lulusan sejak 2019. Sekitar 57 persen di antaranya telah terserap di perusahaan asing, multinasional, maupun perusahaan lokal di Indonesia.

    Pemko Batam menyambut baik peluncuran GSIH tersebut. Kehadirannya diharapkan semakin memperkuat ekosistem digital di Batam, meningkatkan kualitas talenta muda, serta membuka lebih banyak peluang kerja dan usaha berbasis teknologi.

    Peluncuran nasional GSIH di Batam sekaligus memperkuat peran Nongsa Digital Park sebagai salah satu pusat pengembangan talenta dan ekonomi digital. Ke depan, Batam diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkembangnya teknologi, tetapi juga menjadi ruang lahirnya inovator dan karya digital yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga global. (Humas Diskominfo Batam / Robin F)

  • Li Claudia Tinjau Drainase dan PJU, Penanganan Banjir hingga Penerangan Jalan Digesa

    Li Claudia Tinjau Drainase dan PJU, Penanganan Banjir hingga Penerangan Jalan Digesa

    Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, meninjau sejumlah titik pembangunan drainase di Sei Beduk, Selasa (25/8/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RICKY WIHENDAR

    Diskominfo Batam – Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, turun langsung meninjau sejumlah titik penanganan banjir dan infrastruktur jalan di Kota Batam. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pekerjaan di lapangan berjalan sesuai rencana sekaligus menjawab persoalan yang selama ini dirasakan masyarakat.

    Salah satu lokasi yang ditinjau berada di Drainase Jalan S. Parman, Tanjung Piayu, Kecamatan Sungai Beduk, Selasa (25/8/2026). Pekerjaan drainase di kawasan tersebut memiliki panjang sekitar 800 meter. Jika dihitung pada sisi kiri dan kanan dinding penahan tanah (DPT), total penanganannya mencapai sekitar 1.600 meter.

    Saat peninjauan, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 63 persen. Li Claudia meminta pelaksanaan pekerjaan memperhatikan kondisi utilitas yang berada di bawah permukaan tanah agar tidak menimbulkan persoalan baru.

    “Kita juga harus tahu di bawahnya ada apa, seperti kabel dan sebagainya. Jangan menggali dengan meraba-raba. Datanya juga harus jelas, alirannya ke mana. Ini perlu koordinasi dengan BP Batam,” tegasnya.

    Dari Tanjung Piayu, Li Claudia melanjutkan peninjauan ke Drainase Jalan Letjend Suprapto, tepatnya di depan Rumah Sakit Graha Hermain, Batuaji. Di lokasi ini, ia meminta pelebaran saluran dan jembatan disesuaikan dengan ruang milik jalan (row) yang tersedia.

    Menurutnya, penataan saluran perlu dilakukan secara menyeluruh agar aliran air dari hulu menuju hilir dapat berjalan lebih baik. Pada titik yang membutuhkan penanganan, ia juga meminta dilakukan normalisasi dengan menggunakan alat berat.

    “Pekerjaan harus berjalan, tetapi lalu lintas dan aktivitas warga jangan sampai terganggu,” katanya.

    Peninjauan kemudian berlanjut ke kawasan spillway di Jalan Letjend Suprapto, Muka Kuning, tepatnya di belakang Rusun Pemko. Kawasan tersebut menjadi salah satu bagian yang diperhatikan dalam upaya membenahi sistem drainase secara menyeluruh.

    Tak hanya persoalan banjir, Li Claudia juga menyoroti aspek keselamatan pengguna jalan. Ia meminta perencanaan penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang Jalan Laksamana Bintan, dari Simpang Pollux hingga Simpang Telkom, Kecamatan Batam Kota, segera dipercepat.

    Ruas jalan tersebut dinilai membutuhkan penerangan yang memadai, terutama pada malam hari. Keberadaan PJU diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang melintas.

    Li Claudia menegaskan, pembangunan infrastruktur tidak cukup hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan secara fisik. Setiap pekerjaan harus direncanakan dengan matang, dikoordinasikan dengan pihak terkait, serta mempertimbangkan manfaat dan dampaknya bagi masyarakat.

    “Kita ingin Batam lebih baik. Karena itu, setiap pekerjaan harus benar-benar dipikirkan manfaat dan dampaknya,” ujarnya. (Humas Diskominfo Batam / Rizka)

  • Amsakar: KSP Pasar Induk Jodoh Berjalan Sesuai Kontrak

    Amsakar: KSP Pasar Induk Jodoh Berjalan Sesuai Kontrak

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memberi keterangan kepada awak media, Senin (24/8/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan kerja sama pemanfaatan (KSP) aset Pasar Induk Jodoh dengan PT Usaha Jaya Karya Makmur (UJKM) tetap berjalan selama perusahaan memenuhi seluruh kewajiban sebagaimana tertuang dalam perjanjian.

    Menurut Amsakar, kerja sama tersebut dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Batam dengan badan hukum PT UJKM, bukan dengan individu yang berada di dalam perusahaan. Karena itu, persoalan hukum yang berkaitan dengan seseorang tidak serta-merta memengaruhi keberlanjutan perjanjian.

    “Proses ini berlanjut karena kami berpedoman pada aturan dan perjanjian antara Pemko Batam dan PT UJKM. Bahkan, dalam prosesnya kami didampingi LMAN Kemenkeu RI dan melibatkan Kejari Batam,” ujar Amsakar, Senin (24/8/2026).

    Ia memastikan pelaksanaan KSP tetap mengacu pada kewajiban masing-masing pihak yang telah disepakati dalam kontrak. “Alhamdulillah, semua yang dikerjakan UJKM masih sesuai dengan aturan-aturan yang disepakati dalam kontrak,” katanya.

    Adapun, skema kerja sama dilakukan dengan berpedoman pada ketentuan pengelolaan BMD dan berbagai perhitungan dalam perjanjian telah dilaksanakan kajian oleh pihak-pihak yg independen seperti KPKNL Batam dan LMAN Kemenkeu RI.

    Selain itu, Amsakar menegaskan pembangunan Pasar Induk Jodoh melalui skema KSP tidak menggunakan anggaran Pemerintah Kota Batam. Pemko menyediakan aset tanah, sementara pembangunan dan pengoperasian pasar menjadi kewajiban mitra.

    Skema tersebut sekaligus diarahkan untuk mengoptimalkan aset daerah agar lebih produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Sejak awal, Amsakar menyebut Pasar Induk Jodoh diharapkan menjadi pusat distribusi sekaligus penggerak ekonomi baru, termasuk membuka ruang bagi pedagang kecil dan pelaku UMKM.

    Untuk diketahui, pembangunan Pasar Induk Jodoh diperlukan untuk mendukung distribusi dan stabilitas harga komoditas di Kota Batam. Upaya pembangunan sebelumnya telah direncanakan sebanyak dua kali, namun dukungan pembiayaan melalui DAK belum terealisasi, sementara aset daerah pada lokasi tersebut belum termanfaatkan secara optimal. Atas kondisi tersebut, kerja sama pemanfaatan dengan mitra dipandang sebagai alternatif yang memungkinkan untuk mewujudkan pembangunan dan pengoperasian Pasar Induk Jodoh.

    Amsakar menegaskan, apabila di kemudian hari terdapat kewajiban yang tidak dipenuhi, pemerintah memiliki mekanisme untuk mengambil langkah sesuai ketentuan dalam perjanjian.

    “Kalau terjadi wanprestasi, tentu ada konsekuensi sesuai dengan perjanjian kerja sama,” ujarnya.

    Dengan demikian, Amsakar memastikan keberlanjutan KSP Pasar Induk Jodoh tidak ditentukan oleh persoalan pribadi seseorang, melainkan oleh status badan hukum mitra, pemenuhan kewajiban dalam perjanjian, serta ketentuan peraturan perundang-undangan.

    Pemko Batam juga tetap menghormati proses penegakan hukum yang sedang berlangsung. Setiap perkembangan terkait kerja sama akan ditindaklanjuti berdasarkan fakta, ketentuan hukum, dan isi perjanjian yang mengikat para pihak. (Humas Diskominfo Batam)

  • Amsakar Sambut Timnas Indonesia Legend, Dorong Lahirnya Talenta Sepak Bola dari Batam

    Amsakar Sambut Timnas Indonesia Legend, Dorong Lahirnya Talenta Sepak Bola dari Batam

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, berbincang dengan mantan pemain timnas Indonesia, Oktovianus Maniani saat pertemuan di Kantor Wali Kota Batam, Senin (24/8/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyambut kedatangan sejumlah legenda sepak bola nasional yang tergabung dalam Timnas Indonesia Legend di Kantor Wali Kota Batam, Senin (24/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan sepak bola usia dini sekaligus mendorong lahirnya talenta-talenta baru dari Batam.

    Sejumlah mantan pemain Timnas Indonesia hadir dalam kunjungan tersebut, di antaranya Rully Nere, Oktovianus Maniani, Rocky Putiray, Azhari Rangkuti, dan Patar Tambunan.

    Amsakar mengapresiasi kehadiran para legenda sepak bola tersebut. Menurutnya, pengalaman dan kiprah mereka dapat memberikan dorongan sekaligus energi baru bagi pengembangan sepak bola di Batam.

    “Terima kasih atas kehadirannya. Ini menjadi sentuhan awal sebagai bentuk atensi pemerintah dalam pengembangan sepak bola di Batam,” ujar Amsakar.

    Sebagai Ketua PS Batam, Amsakar menilai pembinaan usia dini harus menjadi fondasi dalam membangun prestasi sepak bola. Menurutnya, Batam memiliki modal yang cukup dengan keberadaan sejumlah Sekolah Sepak Bola (SSB) dan komunitas yang selama ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk belajar dan mengembangkan kemampuan.

    Karena itu, Amsakar berharap berbagai kompetisi sepak bola di Batam tidak sekadar menjadi ajang pertandingan. Kompetisi harus menjadi bagian dari pembinaan sekaligus ruang bagi pemain muda untuk menambah pengalaman dan menunjukkan kemampuan.

    Ia bahkan memasang target agar Batam mampu melahirkan pemain yang dapat mengikuti jejak pesepak bola nasional asal daerah tersebut, termasuk Ramadhan Sananta.

    “Kita harus melahirkan Ramadhan Sananta berikutnya dari Batam. Karena itu, pembinaan usia dini harus menjadi perhatian bersama,” katanya.

    Menurut Amsakar, mencetak pemain berkualitas membutuhkan proses panjang dan tidak dapat dilakukan secara instan. Selain kompetisi yang rutin, diperlukan pelatih yang kompeten, dukungan orang tua, serta ekosistem yang memberikan ruang bagi pemain muda untuk berkembang.

    Ia mendorong agar kompetisi usia dini dapat digelar secara berkala, baik setiap tiga maupun enam bulan. Agenda yang berkesinambungan dinilai penting agar pemain mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus dapat memperlihatkan perkembangan kemampuan dari waktu ke waktu.

     

    “Kita ingin membuat event-event yang bisa menjadi ruang bagi anak-anak untuk bertanding, belajar, dan menunjukkan potensinya. Kalau dilakukan secara rutin, saya kira ini akan semakin meningkatkan potensi sport tourism Batam,” ungkapnya.

    Kehadiran para legenda Timnas Indonesia juga diharapkan dapat memberikan motivasi kepada generasi muda. Pengalaman para mantan pemain nasional menjadi contoh bahwa perjalanan menuju level profesional membutuhkan disiplin, proses panjang, dan kesempatan untuk terus berkompetisi.

    Mantan pemain Timnas Indonesia asal Papua, Oktovianus Maniani, menilai Batam memiliki potensi besar untuk melahirkan pemain berkualitas. Namun, potensi tersebut perlu didukung kompetisi dan wadah pembinaan yang konsisten.

    “Potensi pemain di Batam cukup besar. Yang dibutuhkan adalah wadah untuk pengembangan pemain. Ini penting agar semakin banyak talenta dari Batam mendapatkan panggung,” kata Oktovianus. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • HUT ke-81 RI di Bulang Meriah, Tradisi Pesisir dan Lomba Rakyat Jadi Daya Tarik

    HUT ke-81 RI di Bulang Meriah, Tradisi Pesisir dan Lomba Rakyat Jadi Daya Tarik

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad bersama penyanyi Poey Stings saat menghadiri HUT ke-81 RI di Bulang, Minggu (23/8/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Riuh suara warga dan semarak berbagai perlombaan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Bulang. Berlangsung di Pulau Buluh, Kota Batam, Minggu (23/8/2026), perayaan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, bergembira, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan.

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, hadir langsung menyaksikan kemeriahan kegiatan yang melibatkan masyarakat tersebut. Kehadirannya menjadi bentuk apresiasi atas antusiasme warga Bulang dalam menyemarakkan peringatan kemerdekaan.

    Nuansa khas masyarakat pesisir terasa kuat dalam rangkaian kegiatan. Berbagai permainan rakyat, seperti lomba sampan layar, perahu cepat, dan ketinting, menjadi daya tarik utama. Warga juga mengikuti gerak jalan santai yang semakin menambah semarak suasana, disusul pembagian doorprize bagi peserta.

    Bagi masyarakat, perlombaan tersebut bukan sekadar ajang untuk mencari pemenang. Sorak-sorai penonton, semangat peserta, dan kebersamaan warga membuat perayaan kemerdekaan terasa semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Bulang.

    Dalam sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat tidak hanya menikmati kemeriahan perayaan, tetapi juga menjadikan momentum HUT RI sebagai kesempatan untuk memperkuat persatuan dan semangat kebangsaan.

    “Ayo kita jadikan momentum HUT ke-81 RI ini sebagai ajang untuk menumbuhkan rasa ber-kita, spirit bersama, dan memperkuat semangat kebangsaan,” ujar Amsakar.

    Ia menilai antusiasme masyarakat Bulang merupakan modal sosial yang penting bagi pembangunan daerah. Kekompakan warga yang terlihat dalam berbagai kegiatan, menurutnya, dapat menjadi energi positif untuk mendorong kemajuan kawasan hinterland Batam.

    “Alhamdulillah, Kecamatan Bulang warganya hebat semua, kompak semua, selalu ramai. Ini menjadi energi positif untuk membuat lompatan-lompatan,” katanya.

    Amsakar juga mengapresiasi konsep perayaan yang mengangkat permainan rakyat. Menurutnya, lomba sampan layar, perahu cepat, dan ketinting tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mencerminkan karakter masyarakat Bulang yang lekat dengan kehidupan maritim.

    “Saya apresiasi dan menyambut baik sejumlah rangkaian HUT ke-81 RI di Kecamatan Bulang. Menurut saya, permainan rakyat yang dihadirkan mulai dari sampan layar, perahu cepat, ketinting betul-betul melibatkan masyarakat,” ucapnya.

    Menurut Amsakar, keterlibatan masyarakat secara langsung membuat perayaan kemerdekaan memiliki makna tersendiri. Warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut mengambil bagian dalam memeriahkan peringatan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia.

    “Masyarakat dibawa beramai-ramai untuk ambil bagian mewarnai perjalanan Republik yang kita cintai ini,” ujar Amsakar.

    Kemera­han perayaan semakin terasa dengan kehadiran Poey Sting, vokalis band legendaris asal Malaysia, sebagai bintang tamu. Penampilannya menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat sekaligus menutup rangkaian kegiatan dengan suasana yang penuh kegembiraan.

    Amsakar berharap semangat kebersamaan yang tumbuh dalam perayaan HUT RI dapat terus dibawa ke dalam kehidupan masyarakat dan pembangunan daerah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan Kota Batam, termasuk kawasan hinterland.

    Perayaan HUT ke-81 RI di Kecamatan Bulang yang dihadiri penyanyi asal Malaysia Poey Stings itu pun tidak sekadar menghadirkan perlombaan dan hiburan. Di tengah riuhnya sorakan warga dan semangat peserta berlomba, Pulau Buluh menjadi ruang bersama untuk merawat tradisi, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan kembali semangat kebangsaan. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Firmansyah Pimpin IPHI Batam, Amsakar Minta Program Lebih Dekat dengan Masyarakat

    Firmansyah Pimpin IPHI Batam, Amsakar Minta Program Lebih Dekat dengan Masyarakat

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyaksikan penandatangan SK Pelantikan Ketua dan Pengurus IPHI Kota Batam di Golden Prawn, Bengkong, Minggu (23/8/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / ADE RAHMATULLAH

    Diskominfo Batam – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, resmi memimpin Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Batam periode 2026-2031 setelah dilantik Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Golden Prawn 933, Bengkong Laut, Minggu (23/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Amsakar meminta kepengurusan baru IPHI menghadirkan program yang membumi dan bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

    Amsakar menyampaikan selamat kepada jajaran pengurus yang menerima amanah untuk memimpin IPHI Kota Batam selama lima tahun ke depan. Ia berharap, kepengurusan di bawah Ketua IPHI Kota Batam, Firmansyah, dapat membawa organisasi semakin aktif dan memberikan manfaat yang lebih luas.

    “Atas nama Pemerintah Kota Batam, saya mengucapkan tahniah atas amanah yang dipercayakan kepada IPHI. Kepemimpinan IPHI ke depan berada di pundak Pak Firman dan kawan-kawan semua,” ujar Amsakar.

    Menurutnya, IPHI memiliki posisi strategis dalam mempererat hubungan antarsesama anggota sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial. Karena itu, kegiatan organisasi perlu diarahkan pada program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

    Amsakar mengingatkan agar program kerja IPHI tidak hanya berorientasi pada pemenuhan ketentuan organisasi dan pelaksanaan agenda rutin. Setiap program, kata dia, harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta ikut memperkuat kehidupan sosial di Kota Batam.

    “Semoga IPHI Kota Batam semakin menggeliat, semakin berkontribusi, baik dalam mempererat hubungan dengan pemerintah daerah maupun untuk masyarakat,” katanya.

    Ia secara khusus mendorong pengurus menyusun program yang membumi dan bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Menurutnya, semangat persaudaraan yang menjadi landasan IPHI harus diwujudkan melalui aksi nyata.

    “Jangan hanya sekadar menjalankan anggaran rumah tangganya saja, tetapi bagaimana dapat menyusun program-program yang membumi, yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” tegasnya.

    Siap Jalankan Amanah

    Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Batam yang dipercaya menjadi Ketua IPHI Kota Batam periode 2026-2031, Firmansyah, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya bersama jajaran pengurus.

    “Saya mengucapkan ribuan terima kasih atas amanah dan kepercayaan yang diberikan kepada kami untuk menjadi Ketua IPHI periode 2026-2031. Ini adalah amanah besar sekaligus kehormatan bagi kami,” ujar Firmansyah.

    Ia menilai kepercayaan tersebut harus dijawab dengan kerja nyata dan tanggung jawab dalam menjalankan organisasi. Kepengurusan baru juga berkomitmen menjaga kebersamaan serta meningkatkan kiprah IPHI di tengah masyarakat.

    Ketua DPW IPHI Kepulauan Riau, Arif Fadilah, turut mengingatkan jajaran pengurus agar menjalankan amanah organisasi dengan sungguh-sungguh.

    “Kepercayaan yang diberikan bukan sekadar penghargaan, tetapi sebuah amanah yang harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada organisasi dan anggota IPHI, tetapi juga kepada Allah SWT,” kata Arif.

    Pelantikan ini menandai dimulainya kepengurusan IPHI Kota Batam periode 2026-2031. Kepengurusan baru diharapkan semakin solid dalam memperkuat persaudaraan para haji sekaligus memperluas kontribusi sosial bagi masyarakat.

    Sinergi antara IPHI dan Pemerintah Kota Batam juga diharapkan semakin kuat, terutama dalam menghadirkan kegiatan yang mendukung pembangunan daerah dan memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Maulid Nabi 1448 H, Pemko Batam Hadirkan Ustaz Wijayanto

    Maulid Nabi 1448 H, Pemko Batam Hadirkan Ustaz Wijayanto

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tingkat Kota Batam. HUMAS DISKOMINFO BATAM / M RASYID J

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengajak masyarakat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang akan digelar di Lapangan Sepak Bola Usman Harun, Tanjung Piayu, Sei Beduk, Senin (24/8/2026).

    Peringatan tersebut dijadwalkan dimulai pukul 19.00 WIB. Pemko Batam menghadirkan Ustaz Wijayanto sebagai penceramah dan dimeriahkan penampilan Adzando Davema.

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengajak masyarakat untuk hadir dan bersama-sama mengisi momentum Maulid Nabi dengan memperkuat kecintaan kepada Rasulullah Muhammad SAW.

    “Mari kita hadir bersama dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Ini menjadi momentum bagi kita untuk kembali meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, memperkuat silaturahmi, dan menjaga kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Amsakar, Minggu (23/8/2026).

    Menurutnya, peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi kesempatan untuk mengambil nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang penuh kepedulian, persaudaraan, dan akhlak yang baik.

    Amsakar juga mengajak masyarakat dari berbagai wilayah di Batam untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai ruang berkumpul dan bersilaturahmi.

    “Saya mengajak seluruh masyarakat Batam untuk hadir. Mari kita ramaikan bersama, dengarkan tausiah, berselawat, dan mengambil hikmah dari keteladanan Nabi Muhammad SAW. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita semua dan Kota Batam,” katanya.

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. 1448 H tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat nilai keagamaan sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

    Dengan menghadirkan tausiah serta hiburan religi, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat Batam dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. sekaligus menumbuhkan semangat untuk menerapkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. (Humas Diskominfo Batam)