Category: Batam

Auto Added by WPeMatico

  • Sekda Batam Dorong Generasi Muda Kuasai Ekonomi Digital

    Sekda Batam Dorong Generasi Muda Kuasai Ekonomi Digital

    Sekda Batam, Firmansyah, menyampaikan sambutan saat menghadiri DFL di Politeknik Negeri Batam, Senin (31/8/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / ADE RAHMATULLAH

    Diskominfo Batam – Generasi muda Batam didorong tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga berani menciptakan inovasi dan mengambil peran sebagai pelaku utama ekonomi digital. Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, saat mewakili Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, dalam kegiatan Digital Financial Literacy (DFL) bertema “Ekosistem ITSK, Pengenalan Kripto, RWA, dan Stablecoin” di Politeknik Negeri Batam, Senin (31/8/2026).

    Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai perkembangan teknologi di sektor keuangan. Selain itu, mahasiswa didorong melihat perkembangan ekonomi digital sebagai peluang yang perlu dipahami dan dimanfaatkan secara bijak.

    Dalam sambutan yang disampaikan Sekda, ia mengatakan bahwa masyarakat kini berada di tengah perubahan besar dalam ekosistem keuangan. Teknologi tidak lagi sekadar menjadi alat bantu, tetapi telah mengubah cara masyarakat bertransaksi, berinvestasi, mengelola aset, hingga menciptakan nilai ekonomi baru.

    Karena itu, perkembangan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK), aset kripto, tokenisasi Real-World Assets (RWA), dan stablecoin perlu dipahami secara menyeluruh. Pemahaman tersebut tidak hanya mencakup peluang dan manfaat, tetapi juga risiko investasi, keamanan platform, fundamental aset, serta aspek legalitas.

    “Jangan sampai karena fomo, kita mengambil keputusan finansial tanpa memahami fundamental aset, risiko investasi, keamanan platform, maupun legalitasnya,” pesan Firmansyah.

    Ia juga menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan seiring semakin luasnya akses masyarakat terhadap berbagai produk dan layanan keuangan.

    Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026, indeks inklusi keuangan nasional mencapai 93,61 persen, sedangkan literasi keuangan berada pada angka 69,57 persen.

    Pada kelompok usia 18-25 tahun, tingkat inklusi keuangan mencapai 95,69 persen dengan tingkat literasi sebesar 73,32 persen. Sementara itu, pada kelompok pelajar dan mahasiswa, inklusi keuangan mencapai 92,76 persen, sedangkan tingkat literasinya baru 62,72 persen.

    “Artinya, anak muda kita sudah semakin dekat dengan produk dan layanan keuangan, tetapi belum semuanya punya pemahaman yang memadai tentang bagaimana menggunakannya secara bijak,” ujarnya.

    Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian bersama. Kemudahan mengakses berbagai produk dan layanan keuangan harus diikuti kemampuan mengambil keputusan secara cerdas dan bertanggung jawab.

    Sekda berharap, mahasiswa di Batam tidak berhenti sebagai pengguna teknologi. Mereka harus mampu berkembang menjadi pencipta inovasi sekaligus pelaku ekonomi digital.

    Batam memiliki posisi strategis sebagai pusat industri, perdagangan, jasa, dan investasi. Potensi tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperkuat daya saing daerah serta membuka ruang lebih luas bagi generasi muda dalam menciptakan peluang dan nilai ekonomi baru.

    “Saya berharap mahasiswa Batam tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menjadi pencipta inovasi dan pelaku ekonomi digital,” katanya.

    Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perguruan tinggi, industri, dan generasi muda. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membangun ekosistem keuangan digital yang inovatif, aman, inklusif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.

    Kepada para mahasiswa, Sekda juga mengingatkan agar tidak mudah mengikuti sesuatu hanya karena sedang menjadi tren. “Jangan hanya bertanya, apa yang sedang tren. Tetapi bertanyalah, apa yang fundamental, apa risikonya, dan bagaimana teknologi ini bisa menciptakan nilai,” kata Firmansyah.

    Menurutnya, literasi tidak sekadar kemampuan memahami istilah atau produk keuangan. Lebih dari itu, literasi merupakan kemampuan untuk berpikir kritis dan mengambil keputusan secara bijak di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat.

    Di akhir sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada OJK atas terselenggaranya kegiatan Digital Financial Literacy. Ia berharap forum tersebut tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi dapat melahirkan generasi muda Batam yang cakap secara digital, matang secara finansial, dan mampu mengambil bagian dalam ekonomi masa depan.

    “Batam tidak cukup hanya menjadi kota yang cepat mengikuti perkembangan teknologi. Batam harus mampu melahirkan generasi muda yang menciptakan inovasi, membuka peluang, dan mengambil peran dalam menentukan arah ekonomi digital,” ujarnya. (Humas Diskominfo Batam / Robin F)

  • Batas Akhir 31 Agustus, Sebanyak 97.997 KK di Batam Sudah Terdaftar Perlinsos

    Batas Akhir 31 Agustus, Sebanyak 97.997 KK di Batam Sudah Terdaftar Perlinsos

    Kepala Diskominfo Batam, Rudi Panjaitan. Dok HUMAS DISKOMINFO BATAM

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengingatkan masyarakat bahwa pendaftaran Perlindungan Sosial (Perlinsos) akan berakhir pada 31 Agustus 2026. Hingga pemutakhiran data per Sabtu (29/8/2026) pukul 09.30 WIB, sebanyak 97.997 kepala keluarga (KK) di Kota Batam telah terdaftar dalam program tersebut.

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengimbau warga yang belum mendaftar agar segera memanfaatkan waktu yang tersisa sebelum pendaftaran ditutup.

    “Batas akhir pendaftaran Perlinsos adalah 31 Agustus 2026. Kami mengingatkan dan mengimbau seluruh warga Kota Batam bahwa masyarakat yang tidak terdaftar di basis data Perlinsos hingga batas waktu tersebut tidak dapat difasilitasi dalam program bantuan sosial (bansos) dari pemerintah,” tegas Rudi di Kantor Diskominfo Batam, Minggu (30/8/2026).

    Berdasarkan pemutakhiran data tersebut, jumlah KK yang telah terdaftar Perlinsos bertambah 2.680 KK dibandingkan data sebelumnya. Dari total 97.997 KK tersebut, sebanyak 84.273 KK difasilitasi melalui 3.210 Agen Perlinsos, sedangkan 13.724 KK melakukan pendaftaran secara mandiri.

    Rudi menjelaskan, pemutakhiran data kependudukan dan pendaftaran Perlinsos berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Identitas Kependudukan Digital (IKD) menjadi bagian penting dalam mendukung penyaluran program perlindungan sosial.

    Menurutnya, data yang akurat diperlukan agar berbagai program jaminan dan bantuan sosial yang diberikan pemerintah dapat disalurkan secara transparan, tepat sasaran, dan akuntabel.

    Dari 12 kecamatan di Kota Batam, Sagulung mencatat jumlah pendaftar Perlinsos tertinggi dengan 18.336 KK. Jumlah tersebut terdiri atas 2.033 KK yang mendaftar secara mandiri dan 16.303 KK melalui 490 agen.

    Selanjutnya, Sekupang mencatat 12.553 KK, terdiri atas 2.562 pendaftar mandiri dan 9.991 KK melalui 420 agen. Kemudian Bengkong sebanyak 12.210 KK, dengan 1.216 pendaftar mandiri dan 10.994 KK melalui 394 agen.

    Kecamatan Batam Kota mencatat 10.521 KK, terdiri atas 2.173 pendaftar mandiri dan 8.348 KK melalui 288 agen. Berikutnya, Sei Beduk sebanyak 9.544 KK, terdiri atas 1.034 pendaftar mandiri dan 8.510 KK melalui 379 agen.

    Sementara itu, Nongsa mencatat 8.855 KK, terdiri atas 740 pendaftar mandiri dan 8.115 KK melalui 343 agen. Nongsa juga mencatat kenaikan jumlah pendaftar tertinggi pada pemutakhiran terbaru, yakni bertambah 656 KK.

    Adapun jumlah pendaftar di kecamatan lainnya meliputi Batu Aji 6.251 KK, Batu Ampar 5.413 KK, Lubuk Baja 4.513 KK, Galang 4.012 KK, Belakang Padang 3.378 KK, dan Bulang 2.411 KK.

    Selain perkembangan pendaftaran Perlinsos, Pemko Batam juga mencatat capaian aktivasi IKD. Dari 999.357 warga yang telah melakukan perekaman KTP-el, sebanyak 102.569 jiwa telah melakukan aktivasi IKD atau mencapai 10,26 persen.

    Sekupang menjadi kecamatan dengan persentase aktivasi IKD tertinggi, yakni 12,82 persen atau 18.272 aktivasi dari 142.572 rekam KTP-el. Berikutnya Belakang Padang sebesar 12,66 persen atau 2.004 aktivasi dari 15.829 rekam KTP-el, Bulang 12,20 persen atau 1.100 aktivasi dari 9.019 rekam KTP-el, dan Galang 10,86 persen atau 1.628 aktivasi dari 14.984 rekam KTP-el.

    Persentase aktivasi selanjutnya tercatat di Bengkong sebesar 10,54 persen, Sei Beduk 10,51 persen, Sagulung 10,41 persen, Batam Kota 9,97 persen, Lubuk Baja 9,83 persen, Batu Aji 9,04 persen, Nongsa 8,08 persen, dan Batu Ampar 7,84 persen.

    Dengan batas akhir pendaftaran yang jatuh pada 31 Agustus 2026, Pemko Batam kembali mengajak warga yang belum terdaftar agar segera melakukan pendaftaran. Warga dapat menghubungi Agen Perlinsos di kelurahan masing-masing, menggunakan layanan pendaftaran mandiri, atau mendatangi titik pelayanan kependudukan terdekat.

    Pemko Batam mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu hingga batas akhir untuk memastikan data keluarga telah masuk dalam basis data Perlinsos. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Nostalgia di Nongsa Hadirkan Kenangan Masa Lalu, Amsakar: Rawat Kekompakan

    Nostalgia di Nongsa Hadirkan Kenangan Masa Lalu, Amsakar: Rawat Kekompakan

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama peserta Nostalgia di Nongsa di Kompleks Ruko Summerland, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Minggu (30/8/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Suasana penuh keakraban mewarnai kegiatan “Nostalgia di Nongsa” di Kompleks Ruko Summerland, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Minggu (30/8/2026). Kegiatan yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut menjadi ruang bagi warga untuk mengenang suasana masa lalu sekaligus mempererat kebersamaan.

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi semangat masyarakat Nongsa dalam mengemas perayaan kemerdekaan melalui pertunjukan seni dan budaya, bazar UMKM, serta hiburan masyarakat.

    “Semangat kemerdekaan harus terus kita rawat melalui ruang-ruang silaturahmi seperti ini. Kemerdekaan bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat rasa kekeluargaan dan persatuan antarwarga,” ujar Amsakar.

    Menurutnya, kemajuan pembangunan Kota Batam tidak terlepas dari peran masyarakat dalam menjaga keamanan, kenyamanan, dan kondusivitas lingkungan. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan masyarakat perlu terus diperkuat.

    Ia menyebut Nongsa memiliki potensi besar yang dapat terus dikembangkan, baik di sektor pariwisata, ekonomi kreatif, maupun dari sisi sejarah dan budaya.

    “Nongsa memiliki potensi besar, baik dari sektor pariwisata, ekonomi kreatif, maupun nilai historisnya. Melalui kegiatan kebudayaan dan kemasyarakatan seperti ini, kita tidak hanya bernostalgia, tetapi juga memupuk optimisme untuk membawa Batam semakin maju,” katanya.

     

    Di sela kegiatan, Amsakar menyempatkan diri menyapa para pelaku UMKM yang ikut ambil bagian. Ia juga berinteraksi langsung dengan masyarakat yang hadir.

    Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang perlombaan khas perayaan kemerdekaan dan foto bersama masyarakat Kecamatan Nongsa. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Pelantikan Pengurus LDII Kota Batam, Pemko Dorong Kolaborasi Jaga Kerukunan Umat Beragama

    Pelantikan Pengurus LDII Kota Batam, Pemko Dorong Kolaborasi Jaga Kerukunan Umat Beragama

    Sekda Batam, Firmansyah, memberikan selamat untuk ketua dan pengurus LDII Batam usai pelantikan di Kantor Wali Kota Batam, Minggu (30/8/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / ADE RAHMATULLAH

    Diskominfo Batam – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, mewakili Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Batam masa bakti 2026-2031 sekaligus sarasehan kerukunan umat beragama di Kantor Wali Kota Batam, Minggu (30/8/2026).

    Dalam kesempatan tersebut, Firmansyah menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus DPD LDII Kota Batam yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru dapat menjalankan amanah dan tanggung jawab dengan baik serta memberikan manfaat bagi umat, masyarakat, dan Kota Batam.

    “Semoga pelantikan ini menjadi momentum bagi para pengurus LDII Kota Batam untuk teguh mengemban amanah dan tanggung jawab dalam memberikan manfaat bagi umat, masyarakat, dan Kota Batam,” ujar Firmansyah.

    Ia menilai tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut sangat relevan dengan kondisi Kota Batam saat ini, yakni “Merajut Kerukunan, Memperkuat Persatuan, Bersama Membangun Batam yang Maju dan Madani.”

    Firmansyah mengatakan, Batam dibangun di atas keberagaman. Masyarakatnya berasal dari berbagai suku, agama, budaya, dan latar belakang. Namun, seluruh perbedaan tersebut berada dalam satu rumah bersama, yakni Kota Batam dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    “Kota Batam dibangun oleh keragaman. Kita berbeda suku, agama, budaya, dan latar belakang, tetapi kita punya satu rumah yang sama, yaitu Kota Batam, bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

    Menurutnya, kerukunan tidak sekadar ditandai dengan tidak adanya perpecahan. Lebih dari itu, kerukunan merupakan kemampuan untuk hidup berdampingan, saling memahami, dan bekerja sama di tengah perbedaan.

    “Inilah yang menjadi modal sosial bagi kita dalam membangun Batam,” lanjutnya.

    Firmansyah menegaskan, Pemerintah Kota Batam tidak dapat menjalankan pembangunan seorang diri. Kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan, menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

    “Pemerintah tentu tidak mungkin membangun Batam sendirian. Pembangunan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan seperti LDII,” katanya.

    Ia menambahkan, Pemerintah Kota Batam terus mendorong pembangunan yang inklusif, partisipatif, dan berorientasi pada penguatan kapasitas masyarakat.

    Firmansyah berharap kepengurusan baru LDII Kota Batam dapat terus mengambil peran dalam menjaga persatuan sekaligus memperkuat kehidupan sosial masyarakat.

    “Mari kita jadikan rumah ibadah sebagai tempat menumbuhkan kepedulian sosial. Kita dorong generasi muda yang memiliki karakter, etika, kepedulian, dan rasa tanggung jawab terhadap bangsa. Tidak kalah penting, mari kita jaga Batam menjadi ruang yang sehat untuk berdialog,” katanya.

    Sementara itu, Ketua DPD LDII Kota Batam yang baru dilantik, Rudy Budi Suhardi, menegaskan komitmen LDII untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah serta mendukung berbagai program prioritas Pemerintah Kota Batam.

    “LDII sebagai ormas keagamaan di Kota Batam bersama Pemerintah Kota Batam, ormas Islam lainnya, serta umat beragama lainnya akan bekerja sama untuk kebaikan Kota Batam ke depan,” ujar Rudy.

    Ia mengatakan, meskipun LDII bergerak di bidang dakwah, organisasi tersebut juga memiliki komitmen kuat dalam bidang kebangsaan. Menurutnya, menjaga persatuan dan keutuhan bangsa merupakan bagian penting agar kehidupan keagamaan dapat berjalan dengan baik.

    “LDII berkomitmen di bidang kebangsaan dan bertanggung jawab untuk menjaga kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Jika bangsa terpecah-belah, kegiatan keagamaan juga tidak dapat dilaksanakan dengan baik. Bukan hanya sesama umat Islam, dengan umat beragama lain pun kita harus bekerja sama,” katanya.

    Rudy juga menegaskan perhatian LDII Kota Batam terhadap pembinaan generasi muda. Hal itu tercermin dari komposisi kepengurusan periode 2026-2031 yang sekitar 60 persen diisi oleh generasi muda.

    “Kami sangat konsen terhadap pembinaan generasi muda. Dalam kepengurusan LDII Kota Batam periode ini, sekitar 60 persen diisi oleh generasi muda,” ujarnya.

    Pada kesempatan yang sama, digelar deklarasi bersama kerukunan umat beragama yang diikuti pimpinan majelis umat beragama, pimpinan organisasi keagamaan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Kota Batam.

    Deklarasi tersebut mengusung tema “Berbeda Keyakinan, Bersatu dalam Kerukunan, Bersama Membangun Batam.” Melalui deklarasi itu, seluruh pihak menyatakan komitmen untuk menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, dan bersama-sama membangun Kota Batam. (Humas Diskominfo Batam / Muhardi)

  • Popda X Kepri 2026, Pemko Batam Beri Apresiasi dan Bonus Rp823 Juta untuk Atlet Berprestasi

    Popda X Kepri 2026, Pemko Batam Beri Apresiasi dan Bonus Rp823 Juta untuk Atlet Berprestasi

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama sejumlah atlet Batam saat Malam Apresiasi Olahragawan, Pelatih, dan Manajer Olahraga Berprestasi Kota Batam di Hotel Harmoni One, Batam Centre, Sabtu (29/8/2026) malam. HUMAS DISKOMINFO BATAM / ADE RAHMATULLAH

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam memberikan apresiasi dan bonus kepada atlet, pelatih, serta manajer olahraga berprestasi yang memperkuat Kontingen Kota Batam pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) X Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Tahun 2026.

    Apresiasi tersebut disampaikan dalam Malam Apresiasi Olahragawan, Pelatih, dan Manajer Olahraga Berprestasi Kota Batam yang digelar di Hotel Harmoni One, Batam Centre, Sabtu (29/8/2026) malam. Kegiatan itu dihadiri sekitar 850 tamu undangan.

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, hadir bersama Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

    Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan apresiasi kepada seluruh kontingen yang telah berjuang membawa nama Batam dalam Popda X Kepri. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bagian penting dalam pembinaan olahraga pelajar di Batam.

    “Kota Batam menempati posisi runner-up pada Popda X Kepri kali ini. Meski kita unggul dari segi jumlah sekolah, kelengkapan fasilitas, hingga kuantitas atlet, kita harus tetap sportif menerima hasil ini,” ujar Amsakar.

    Meski belum kembali menjadi juara umum, Amsakar menilai hasil tersebut harus menjadi bahan evaluasi. Ia menginstruksikan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Dinas Pendidikan (Disdik), dan Sekretaris Daerah Kota Batam untuk segera melakukan evaluasi taktis serta memperkuat pembinaan pada cabang olahraga yang dinilai masih perlu ditingkatkan.

    Menurut Amsakar, langkah tersebut penting agar Batam dapat kembali merebut predikat juara umum pada Popda berikutnya. Sebelumnya, Batam tercatat sebagai juara umum selama delapan tahun berturut-turut.

    Amsakar juga menilai prestasi olahraga tidak dapat dipisahkan dari pembangunan sumber daya manusia secara keseluruhan. Ia menyebut capaian Batam di bidang olahraga berjalan seiring dengan kemajuan di sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

    Ia juga menyinggung prestasi Batam yang berhasil meraih juara secara berturut-turut dalam tiga tahun terakhir pada ajang Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) dan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam pada 2025 disebut mencapai 83,8 atau menjadi yang tertinggi di Provinsi Kepri.

    Menurutnya, berbagai capaian tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan Batam terus bergerak melalui penguatan kualitas sumber daya manusia dan kolaborasi berbagai pihak.

    Kemajuan Batam, lanjut Amsakar, juga mendapat pengakuan melalui dua penghargaan yang diterima dalam dua hari terakhir, yakni penghargaan Pemimpin Daerah Terpuji kategori Pengembangan Ekonomi dari iNews TV dan Anugerah Ekonomi Terpuji dari Detik.

    “Mari kita hentikan narasi kontraproduktif, rasa saling curiga, dan komentar spekulatif tanpa pemahaman komprehensif. Mari bergandengan tangan demi menjaga iklim pembangunan Batam yang makin kondusif,” imbaunya.

    Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Batam, Heriman, melaporkan bahwa Kontingen Kota Batam pada Popda X Kepri diperkuat 231 orang. Kontingen tersebut terdiri atas 171 atlet, 18 pelatih, 10 manajer atau ofisial cabang olahraga, serta 14 ofisial kota.

    Kontingen Batam berlaga pada 10 cabang olahraga dalam Popda X Kepri yang berlangsung pada 2–18 Juli 2026 di Tanjung Balai Karimun. Dari ajang tersebut, Batam berhasil mengoleksi 94 medali, terdiri atas 23 medali emas, 34 medali perak, dan 37 medali perunggu.

    Atas prestasi tersebut, Pemko Batam mengalokasikan total dana pembinaan dan bonus sebesar Rp823 juta. Bonus bagi peraih medali emas ditetapkan sebesar Rp5 juta untuk kategori perorangan, Rp2,5 juta untuk ganda, dan Rp1,5 juta untuk beregu.

    Sementara itu, peraih medali perak menerima bonus Rp3 juta untuk kategori perorangan, Rp1,5 juta untuk ganda, dan Rp1 juta untuk beregu. Adapun peraih medali perunggu mendapatkan Rp2 juta untuk perorangan, Rp1 juta untuk ganda, dan Rp750 ribu untuk beregu.

    Dari total 23 medali emas yang diraih, cabang olahraga pencak silat menyumbangkan enam medali, renang lima medali, bulu tangkis empat medali, atletik tiga medali, tenis lapangan dua medali, serta bola basket dan bola voli masing-masing satu medali emas.

    Untuk medali perak, renang menyumbangkan 11 medali, pencak silat tujuh medali, atletik enam medali, bulu tangkis empat medali, tenis lapangan tiga medali, serta sepak takraw, bola voli, dan tenis meja masing-masing satu medali.

    Adapun 37 medali perunggu diraih dari cabang olahraga renang sebanyak 13 medali, atletik sembilan medali, pencak silat tujuh medali, tenis lapangan empat medali, tenis meja tiga medali, serta sepak takraw satu medali. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Lubukbaja Carnival 2026 Semarakkan HUT ke-81 RI, Amsakar Ajak Warga Jaga Persatuan

    Lubukbaja Carnival 2026 Semarakkan HUT ke-81 RI, Amsakar Ajak Warga Jaga Persatuan

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, membuka Lubukbaja Carnival 2026 di kawasan Nagoya Thamrin City, Lubukbaja, Sabtu (29/8/2026) sore. HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, membuka Lubukbaja Carnival 2026 yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kecamatan Lubukbaja. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Nagoya Thamrin City, Lubukbaja, Sabtu (29/8/2026) sore, diikuti ribuan warga.

    Pesta rakyat tersebut digelar secara gratis. Lebih dari 100 komunitas dan organisasi kemasyarakatan turut ambil bagian dengan menampilkan beragam kegiatan, mulai dari parade budaya, pertunjukan musik, hingga pembagian hadiah dan doorprize.

    Amsakar hadir bersama Sekretaris Daerah Kota Batam, jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Lubukbaja, serta masyarakat yang memadati lokasi acara.

     

    Dalam sambutannya, Amsakar mengapresiasi antusiasme masyarakat Lubukbaja dalam menyemarakkan peringatan HUT ke-81 RI. Menurutnya, momentum kemerdekaan tidak hanya menjadi ruang untuk merayakan, tetapi juga memperkuat persatuan dan silaturahmi.

    Ia sekaligus mengingatkan masyarakat agar bijak menggunakan media sosial serta tidak mudah mempercayai dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

    “Mari kita jadikan peringatan HUT RI ini sebagai sarana memperkuat tali silaturahmi dan menghentikan narasi yang kontraproduktif. Saya mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh, apalagi menyebarkan informasi di media sosial yang belum pasti kebenarannya hanya demi mengejar viral, like, atau subscriber,” ujar Amsakar.

    Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga menyampaikan penjelasan terkait tata kelola aset daerah dan pembangunan infrastruktur di Kota Batam.

    Terkait revitalisasi Pasar Induk, ia memastikan pengelolaan aset dilakukan secara transparan sesuai ketentuan yang berlaku. Proses tersebut, kata dia, melibatkan penilaian resmi dari Kementerian Keuangan melalui Badan Penilaian Aset Negara dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), serta mendapat pendampingan dari Kejaksaan Negeri Batam.

    “Proses lelang telah dilaksanakan dua kali sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku hingga menetapkan pemenang resmi secara transparan,” tegasnya.

    Amsakar juga menjelaskan langkah pemerintah dalam menangani kendala pasokan air bersih yang sempat berdampak pada sejumlah wilayah. Kebocoran pipa utama di kawasan Muka Kuning sebelumnya turut memengaruhi distribusi air ke Batu Aji, Sagulung, Tanjung Riau, hingga Sekupang.

    Menurutnya, usia pipa distribusi yang telah mencapai sekitar 30 tahun menjadi salah satu tantangan dalam menjaga keandalan jaringan. Karena itu, pemerintah bersama pihak terkait terus melakukan penanganan dan perbaikan.

    “Pemerintah daerah bersama pihak terkait terus bekerja maraton. Untuk proyek penambahan pipa distribusi air bersih ke kawasan Lubukbaja, Bengkong, dan Batu Ampar, kami targetkan tuntas pada pertengahan September mendatang,” ungkapnya.

    Menutup sambutannya, Amsakar menegaskan komitmennya bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, untuk terus memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Ia juga meminta dukungan dan doa masyarakat agar berbagai program serta percepatan pembangunan infrastruktur di Batam dapat berjalan dengan baik.

    “Doakan kami diberikan kesehatan agar saya bersama Ibu Wakil Wali Kota dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” tutup Amsakar. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Pembangunan Terintegrasi Batam Raih Penghargaan di Detik Sumatera Awards 2026

    Pembangunan Terintegrasi Batam Raih Penghargaan di Detik Sumatera Awards 2026

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Chairman dan Pendiri CT Corp, perusahaan induk yang menaungi detik.com melalui Trans Corp, Chairul Tanjung, saat menerima penghargaan Detik Sumatera Awards 2026 di Jakarta, Jumat (28/8/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali mendapat apresiasi atas komitmennya mendorong pembangunan yang terintegrasi dan berdaya saing global. Kali ini, Batam meraih Anugerah Program Ekonomi Terpuji Kategori Pembangunan Terintegrasi Berdaya Saing Global dalam ajang Detik Sumatera Awards 2026.

    Penghargaan tersebut diserahkan Regional Manager detikcom, Triono Wahyu Sudibyo, kepada Wali Kota Batam Amsakar Achmad di Trans Hotel Jakarta Cibubur, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026).

    Penghargaan itu menjadi apresiasi atas berbagai upaya Batam dalam membangun ekosistem yang mengintegrasikan investasi, industri, infrastruktur, konektivitas, transformasi digital, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat.

    Amsakar menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Menurutnya, apresiasi yang diterima Pemko Batam harus menjadi motivasi untuk terus memperkuat pembangunan dan memastikan manfaatnya dirasakan masyarakat.

    “Penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita semua, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus bekerja dan menghadirkan pembangunan yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Amsakar.

    Ia mengatakan, posisi strategis Batam sebagai kawasan perdagangan dan industri harus diiringi dengan pengelolaan potensi daerah secara optimal. Pembangunan diarahkan untuk membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat infrastruktur dan konektivitas, serta mendorong investasi, kawasan industri, digitalisasi, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

    “Batam memiliki posisi yang strategis dan potensi yang besar. Tugas kita adalah mengelola seluruh potensi itu menjadi kekuatan pembangunan,” katanya.

    Menurut Amsakar, penguatan pembangunan juga membutuhkan sinergi antara Pemerintah Kota Batam dan BP Batam. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang kompetitif sekaligus mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan dunia usaha.

    Ia menegaskan, penghargaan yang diterima Batam bukan alasan untuk berpuas diri. Sebaliknya, apresiasi tersebut harus menjadi dorongan untuk terus melakukan pembenahan dan menjaga konsistensi pembangunan.

    “Ini bukan akhir dari perjalanan. Justru penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus melakukan pembenahan. Batam terus bergerak, pembangunan terintegrasi harus diperkuat, daya saing ditingkatkan, dan manfaat pembangunan terus diarahkan agar semakin dekat dengan masyarakat,” tegasnya.

    Penghargaan dalam Detik Sumatera Awards 2026 menjadi apresiasi terhadap arah pembangunan Batam. Penghargaan tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi Pemerintah Kota Batam untuk menjaga konsistensi pembangunan dan memastikan kemajuan daerah semakin memberikan manfaat bagi masyarakat. (Humas Diskominfo Batam / Rizka)

  • Sekupang Sehat dan Pesta Anak Pantai, Amsakar Tekankan Kebersamaan dan Pembangunan Batam

    Sekupang Sehat dan Pesta Anak Pantai, Amsakar Tekankan Kebersamaan dan Pembangunan Batam

    Sejumlah warga menyalami Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat menghadiri Sekupang Sehat dan Pesta Anak Pantai di Halaman Masjid Jami’ Nurul Huda, Tanjung Riau, Sekupang, Sabtu (29/8/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RICKY WIHENDAR

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengajak masyarakat Kecamatan Sekupang memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikan Amsakar saat membuka kegiatan Sekupang Sehat dan Pesta Anak Pantai dalam rangka Semarak Kemerdekaan RI di Halaman Masjid Jami’ Nurul Huda, Tanjung Riau, Sekupang, Sabtu (29/8/2026).

    Amsakar mengapresiasi antusiasme dan semangat kebersamaan masyarakat dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, berbagai capaian pembangunan yang diraih Kota Batam meriah penghargaan dan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat.

    “Penghargaan ini bukan milik Wali Kota semata, melainkan kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Kota Batam atas sinergi yang solid antara pemerintah, DPRD, Forkopimda, hingga tingkat kecamatan, kelurahan, serta RT/RW,” ujar Amsakar.

    Di hadapan warga, Amsakar juga menyampaikan kabar atas dua penghargaan yang baru diterima Pemerintah Kota Batam secara berturut-turut. Penghargaan tersebut yakni Pemimpin Daerah Awards 2026 kategori Pembangunan Ekonomi Daerah dari iNews TV dan Anugerah Pembangunan Ekonomi dari detikcom.

    Ia menegaskan, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan Batam tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi berbagai pihak.

    Selain menyampaikan capaian, Amsakar memaparkan langkah Pemko Batam dalam merespons berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat. Salah satunya terkait gangguan distribusi air di kawasan Batuaji dan Sagulung akibat kebocoran pipa di wilayah Muka Kuning.

    Amsakar mengatakan, pihaknya telah meninjau langsung kondisi di lapangan untuk memastikan proses perbaikan berjalan cepat. Perbaikan teknis ditargetkan selesai dalam waktu sekitar dua jam, sedangkan pemulihan layanan secara penuh diperkirakan membutuhkan waktu enam hingga tujuh jam.

    Terkait program prioritas, Amsakar menyebut sebagian besar dari 15 program kerja Pemko Batam telah direalisasikan. Program tersebut antara lain seragam sekolah gratis, beasiswa, kredit usaha tanpa bunga, bantuan bagi lansia, bursa kerja, serta kemudahan mendapatkan layanan pengobatan hanya dengan menggunakan KTP.

    Menurut Amsakar, Pemko Batam saat ini masih memberikan perhatian khusus terhadap dua persoalan utama yang membutuhkan penanganan secara bertahap, yakni pengendalian banjir dan optimalisasi pasokan air bersih.

    “Doakan kami agar selalu diberikan kesehatan dan kelancaran sehingga seluruh program prioritas dapat direalisasikan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” kata Amsakar.

    Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Sekupang Eko dalam laporannya mengatakan, Sekupang Sehat dan Pesta Anak Pantai tidak hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan bagi masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, menjunjung sportivitas, serta menumbuhkan semangat nasionalisme.

    Eko menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk para donatur, yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama penyelenggaraan acara.

    Usai memberikan sambutan, Amsakar melepas secara langsung perlombaan khas masyarakat pesisir, yakni sampan layar.

    Suasana kegiatan semakin meriah dengan pembagian puluhan doorprize. Amsakar juga memberikan kejutan berupa hadiah uang tunai dari pribadi kepada lima warga yang beruntung mendapatkan doorprize.

    Dalam kegiatan itu, ribuan warga Kecamatan Sekupang memadati lokasi yang turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Kendalikan Inflasi, Pemko Batam Pastikan Harga Kebutuhan Pokok Tetap Terkendali

    Kendalikan Inflasi, Pemko Batam Pastikan Harga Kebutuhan Pokok Tetap Terkendali

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus memperkuat berbagai langkah untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah. Meski angka inflasi tahunan Kota Batam masih berada di atas sasaran nasional, perkembangan harga kebutuhan pokok pada pekan keempat Agustus 2026 menunjukkan kondisi yang relatif stabil.

    Berdasarkan Laporan Hasil Monitoring Pengendalian Inflasi Daerah Kota Batam Minggu IV Agustus 2026 yang dilakukan Inspektorat Daerah Kota Batam, inflasi Kota Batam pada Juli 2026 tercatat sebesar 4,33 persen secara year-on-year (yoy). Angka tersebut masih berada di atas batas atas sasaran inflasi nasional sebesar 3,5 persen.

    Namun, secara bulanan, Batam justru mengalami deflasi sebesar 0,26 persen pada Juli 2026. Kondisi ini menunjukkan adanya penurunan harga dibandingkan bulan sebelumnya.

    Sejumlah kelompok pengeluaran menjadi penyumbang inflasi tahunan, antara lain transportasi sebesar 6,99 persen, makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,92 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 5,77 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 9,17 persen.

    Meski demikian, kondisi harga kebutuhan pokok pada 24 hingga 28 Agustus 2026 terpantau cukup baik. Hasil monitoring mencatat tidak terdapat kenaikan harga kebutuhan barang pokok pada pekan tersebut. Bahkan, harga cabai rawit hijau dan udang mengalami penurunan.

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa pengendalian inflasi harus dilakukan secara konsisten dengan memastikan pasokan kebutuhan masyarakat tetap tersedia dan harga tetap terjangkau.

    “Kita terus memastikan pasokan kebutuhan pokok aman, distribusi berjalan lancar, dan berbagai intervensi pemerintah dilakukan ketika ada komoditas yang mengalami kenaikan harga. Yang paling penting adalah menjaga daya beli masyarakat dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia dengan harga yang wajar,” ujar Amsakar.

    Berbagai langkah telah dilakukan Pemerintah Kota Batam melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama perangkat daerah. Upaya tersebut meliputi inspeksi ke pasar dan distributor, operasi pasar murah, pemantauan harga dan stok, koordinasi dengan daerah penghasil komoditas, hingga penguatan pasokan bahan kebutuhan pokok.

    Pemko Batam juga menjalankan program Gerakan Menanam sebagai salah satu strategi menjaga ketersediaan komoditas pangan. Pemerintah menyiapkan pengembangan kawasan hortikultura cabai seluas 30 hektare untuk cabai merah keriting dan 20 hektare untuk cabai rawit hijau. Selain itu, ribuan bibit cabai telah didistribusikan ke sejumlah wilayah di Kota Batam.

    Pada sisi distribusi, pemerintah juga memberikan dukungan transportasi melalui bantuan BBM untuk angkutan laut antarpulau serta operasional Bus Trans Batam dan bus sekolah gratis. Dukungan tersebut turut menyasar wilayah hinterland seperti Bulang, Galang dan Belakang Padang.

    Intervensi harga juga dilakukan melalui program pasar murah bersubsidi dan Mobil Jaga Inflasi Keliling (GASING). Pada Agustus 2026, kegiatan GASING dilaksanakan di sejumlah wilayah Kecamatan Bengkong untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan dengan harga yang lebih terjangkau.

    Dari sisi stok, kondisi kebutuhan pangan juga terpantau aman. Data per 26 Agustus 2026 mencatat persediaan beras mencapai 3.393.503 kilogram, minyak goreng 204.704 kilogram dan gula 134 kilogram. Dalam laporan tersebut juga tidak ditemukan potensi kekurangan stok beras.

    Hingga pekan keempat Agustus 2026, Pemko Batam telah melaksanakan delapan dari sembilan upaya pengendalian inflasi daerah. Satu upaya yang belum terlaksana yakni realisasi Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk pengendalian inflasi. Sementara sejumlah program lainnya masih berjalan secara bertahap sesuai jadwal dan tahapan administrasi masing-masing perangkat daerah.

    Inspektorat Daerah Kota Batam juga merekomendasikan TPID untuk terus memperbarui data harga dan stok, memastikan pasokan komoditas secara rutin, mendalami penyebab kenaikan harga, serta menyiapkan intervensi konkret. Langkah antisipasi juga perlu diperkuat menjelang hari besar keagamaan guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

    Dengan berbagai strategi tersebut, Pemerintah Kota Batam terus berupaya menjaga inflasi tetap terkendali. Stabilnya harga kebutuhan pokok pada pekan IV Agustus menjadi salah satu indikator bahwa intervensi pemerintah dalam menjaga pasokan dan keterjangkauan harga terus berjalan. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Pemutihan Pajak Kendaraan Berakhir 30 September, Warga Batam Dapat Keringanan hingga 100 Persen

    Pemutihan Pajak Kendaraan Berakhir 30 September, Warga Batam Dapat Keringanan hingga 100 Persen

    Diskominfo Batam – Warga Batam memiliki kesempatan untuk menyelesaikan tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dengan beban pembayaran yang lebih ringan. Pemerintah memberikan sejumlah keringanan melalui Program Pembebasan Sanksi Administrasi dan Pengurangan Pokok Pajak Kendaraan Bermotor Tahun 2026.

    Program tersebut berlangsung mulai 10 Agustus hingga 30 September 2026. Kebijakan ini menjadi salah satu upaya pemerintah meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak sekaligus mendorong tertib administrasi kendaraan bermotor di wilayah Kepri.

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengajak masyarakat memanfaatkan program tersebut sebelum masa berlaku berakhir.

    “Ini kesempatan yang sangat baik bagi masyarakat untuk menyelesaikan kewajiban pajak kendaraannya. Kami mengimbau agar jangan menunggu sampai batas akhir karena berbagai keringanan telah diberikan pemerintah,” ujar Rudi, Jumat (28/8/2026).

    Dalam program tersebut, terdapat sejumlah bentuk keringanan yang dapat dimanfaatkan wajib pajak.

    Pertama, pembebasan sanksi administrasi PKB sebesar 100 persen. Artinya, wajib pajak yang dikenai sanksi akibat keterlambatan pembayaran PKB dapat memperoleh penghapusan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    Kedua, pengurangan pokok PKB sebesar 50 persen. Keringanan ini tidak berlaku untuk pajak kendaraan tahun berjalan.

    Selanjutnya, masyarakat yang melakukan proses balik nama kendaraan memperoleh pembebasan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) II sebesar 100 persen.

    Pemerintah juga memberikan pembebasan denda Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) sebesar 100 persen. Keringanan tersebut tidak berlaku untuk tahun berjalan.

    Selain program pemutihan, Pemerintah memberikan tambahan potongan pokok PKB berdasarkan metode pembayaran. Pembayaran melalui e-Samsat mendapatkan potongan pokok PKB sebesar 5 persen, sedangkan pembayaran langsung melalui loket Samsat memperoleh potongan sebesar 3 persen.

    Khusus kendaraan yang masuk atau dimutasi dari luar Provinsi Kepri, tersedia potongan pokok PKB untuk mutasi masuk sebesar 50 persen dan berlaku untuk tahun 2026.

    Rudi menilai berbagai insentif tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk segera menyelesaikan kewajiban pajak kendaraan.

    “Kami berharap masyarakat tidak melewatkan program ini. Selain mendapatkan keringanan, pembayaran pajak tepat waktu juga membantu pemerintah meningkatkan kepatuhan dan tertib administrasi kendaraan bermotor,” katanya.

    Masyarakat yang masih memiliki tunggakan PKB atau hendak melakukan proses balik nama kendaraan diimbau segera memanfaatkan layanan Samsat dan kanal pembayaran yang tersedia.

    Program Pembebasan Sanksi Administrasi dan Pengurangan Pokok Pajak Kendaraan Bermotor Tahun 2026 berlaku hingga 30 September 2026. Masyarakat diharapkan tidak menunggu hingga mendekati batas akhir untuk memanfaatkan berbagai keringanan yang tersedia. (Humas Diskominfo Batam / Rizka)