Category: Batam

Auto Added by WPeMatico

  • PAD Batam Capai Rp2,58 Triliun, Pemko Batam Optimalkan Potensi Ekonomi Daerah

    PAD Batam Capai Rp2,58 Triliun, Pemko Batam Optimalkan Potensi Ekonomi Daerah

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra. Dok HUMAS DISKOMINFO BATAM

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Berdasarkan data APBD 2026 yang tercantum dalam dokumen Finalisasi Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027, PAD Kota Batam mencapai Rp2,58 triliun. Angka tersebut menjadi bagian dari total pendapatan dan belanja daerah sebesar Rp4,18 triliun.

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan besarnya kontribusi PAD menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi daerah memiliki peran penting dalam memperkuat kapasitas fiskal Kota Batam.

    “PAD menjadi kekuatan penting dalam menopang pendapatan daerah. Ini juga menunjukkan aktivitas ekonomi di Batam memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan,” ujar Amsakar, Selasa (8/9/2026).

    Ia menjelaskan, PAD tersebut antara lain berasal dari pajak daerah sebesar Rp2,099 triliun. Penerimaan itu bersumber dari berbagai jenis pajak, yakni pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, parkir, mineral bukan logam dan batuan, Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

    Selain pajak daerah, PAD juga bersumber dari retribusi daerah yang mencapai Rp305,19 miliar. Retribusi tersebut meliputi retribusi jasa umum, jasa usaha, dan perizinan tertentu.

    Menurut Amsakar, Pemko Batam melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) terus mengoptimalkan berbagai potensi pendapatan. Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat pengelolaan pajak dan retribusi tanpa mengabaikan iklim usaha serta kemudahan berinvestasi di Batam.

    “Yang kita dorong adalah optimalisasi potensi ekonomi daerah. Penerimaan tersebut pada akhirnya digunakan untuk membiayai pembangunan dan pelayanan yang manfaatnya kembali kepada masyarakat,” katanya.

    Untuk meningkatkan PAD, Pemko Batam mengedepankan optimalisasi penerimaan tanpa membebani masyarakat dan dunia usaha melalui kenaikan tarif sejumlah objek pajak. Strategi yang dilakukan antara lain melalui digitalisasi perpajakan, pemutakhiran data objek pajak, intensifikasi pajak secara terukur, serta optimalisasi piutang BPHTB dan potensi pajak reklame, termasuk melalui penataan reklame dengan videotron.

    Dengan karakter Batam sebagai kota jasa, pariwisata, perdagangan, dan industri, pajak daerah masih menjadi salah satu tumpuan utama PAD.

    “Karena itu, pemerintah terus memperluas basis penerimaan dan mengoptimalkan potensi pendapatan daerah serta meningkatkan kepatuhan wajib pajak dengan tetap menjaga iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi Kota Batam,” tutupnya. (Humas Diskominfo Batam / Rizka)

  • Amsakar Kobarkan Semangat 1.600 Mahasiswa Baru UIS, Dorong Generasi Unggul Berdaya Saing Global

    Amsakar Kobarkan Semangat 1.600 Mahasiswa Baru UIS, Dorong Generasi Unggul Berdaya Saing Global

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengisi kuliah umum kepada 1.600 mahasiswa baru UIS Batam di Swiss-Belhotel Harbour Bay, Minggu (6/9/2026) malam. HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengobarkan semangat 1.600 mahasiswa baru Universitas Ibnu Sina (UIS) Batam dalam Kuliah Umum Angkatan 2026 di Swiss-Belhotel Harbour Bay, Minggu (6/9/2026) malam.

    Mengusung tema “Membangun Generasi Unggul Berintegritas, Berjiwa Entrepreneur, dan Berdaya Saing Global Berbasis Nilai Madani di Kawasan Industri dan Perbatasan Indonesia”, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi Amsakar untuk mendorong mahasiswa agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil peran dalam pembangunan daerah dan bangsa.

    Dalam arahannya, Amsakar menekankan pentingnya kesungguhan dalam belajar dan bekerja keras untuk membentuk generasi unggul. Menurutnya, tantangan di tengah pertumbuhan ekonomi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dan daya saing.

    “Tidak ada tempat untuk bersantai atau belajar ala kadarnya jika kita ingin menjadi manusia unggul dan dicatat oleh sejarah. Keberhasilan membutuhkan kerja keras yang melampaui batas biasa,” tegas Amsakar di hadapan ribuan mahasiswa.

    Amsakar juga memaparkan sejumlah potensi strategis Batam yang terus berkembang. Selain perdagangan dan industri manufaktur, Batam memiliki kawasan ekonomi digital seperti Nongsa Digital Park (NDP), sektor maintenance, repair, and overhaul (MRO) penerbangan, serta peluang investasi di bidang teknologi, termasuk unit pemrosesan grafis (graphics processing unit/GPU) dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

    Menurut Amsakar, penguasaan ilmu pengetahuan dan pendidikan yang relevan menjadi modal penting bagi generasi muda untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja, khususnya di kawasan industri dan wilayah perbatasan.

    Ia menilai mahasiswa memiliki kesempatan besar untuk mengambil peran dalam perkembangan Batam. Karena itu, proses pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus membentuk karakter, integritas, kemampuan beradaptasi, dan semangat kewirausahaan.

    “Pemerintah Kota Batam siap terus berkolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi seperti Universitas Ibnu Sina demi mencetak sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, dan mampu bersaing di tingkat global,” pungkasnya. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Amsakar Paparkan Capaian Batam di Mubes PKBSS Kepri, Ekonomi Tumbuh 6,76 Persen

    Amsakar Paparkan Capaian Batam di Mubes PKBSS Kepri, Ekonomi Tumbuh 6,76 Persen

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian Batam saat membuka Mubes ke-3 PKBSS Kepri di Hotel S, Batam, Minggu (6/9/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya.

    Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam.

    Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan.

    “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar.

    Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal.

    Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota.

    “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya.

    Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial.

    Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun.

    Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8.

    Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan.

    Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan.

    “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar.

    Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD.

    Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha.

    Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton.

    Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Belakang Padang Bershalawat Jilid 2, Amsakar Ajak Warga Teladani Akhlak Rasulullah

    Belakang Padang Bershalawat Jilid 2, Amsakar Ajak Warga Teladani Akhlak Rasulullah

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri Belakang Padang Bershalawat Jilid 2 di Lapangan Indra Sakti, Kecamatan Belakang Padang, Sabtu (5/9/2026) malam. HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Ribuan masyarakat memadati Lapangan Indra Sakti, Kecamatan Belakang Padang, Sabtu (5/9/2026) malam, untuk mengikuti Belakang Padang Bershalawat Jilid 2 dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, Rasulullah SAW merupakan teladan utama bagi umat Islam. Menurutnya, banyak sifat mulia Rasulullah yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

    “Ketika kita memperbincangkan Rasulullah SAW, kita memperbincangkan sosok Al Amin, penutup para rasul dan suri teladan yang baik bagi kita semua,” ujar Amsakar.

    Ia menegaskan, Rasulullah SAW diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam atau rahmatan lil ‘alamin. Karena itu, kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup hanya diwujudkan melalui peringatan Maulid Nabi, tetapi juga dengan meneladani akhlak dan perilaku beliau.

    Amsakar juga mengajak masyarakat untuk memperbanyak shalawat sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

    “Basahi lisan kita dengan senantiasa bershalawat kepada Rasulullah. Mudah-mudahan kecintaan kita kepada Rasulullah membawa keberkahan dalam kehidupan kita,” katanya.

    Menurut Amsakar, tema yang diangkat dalam Belakang Padang Bershalawat Jilid 2 “Mempererat Rasa Kasih Sayang dan Persaudaraan di Era Digitalisasi Menuju Batam Maju” relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Perkembangan teknologi dan digitalisasi, kata dia, perlu diimbangi dengan penguatan nilai-nilai kasih sayang dan persaudaraan.

    Ia menilai, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas hubungan sosial di tengah masyarakat.

    “Tema yang diangkat ini adalah tema yang paling relevan. Di tengah era digitalisasi, bagaimana kita tetap mempererat kasih sayang dan persaudaraan. Batam harus maju, tetapi kemajuan itu harus tetap dibangun dengan kebersamaan,” ujar Amsakar.

    Amsakar berharap semangat persaudaraan dan kebersamaan yang tumbuh melalui kegiatan tersebut dapat terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

    Ia juga berharap seluruh ikhtiar masyarakat dan pemerintah dalam membangun Batam senantiasa mendapat keberkahan.

    “Semoga Batam selalu menjadi negeri yang dirahmati,” tutupnya.

    Suasana semakin semarak dengan lantunan shalawat yang menggema di kawasan Belakang Padang. Masyarakat mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias, termasuk tausiah yang disampaikan penceramah Muhammad Aldiansyah atau Gus Aldi.

    Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pemberian hadiah kepada Masjid Nurul Huda sebagai juara pertama Pawai Belakang Padang Bershalawat Jilid 2. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas partisipasi masyarakat dalam menyemarakkan kegiatan keagamaan tersebut. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Batam Jadi Rujukan Pengembangan Ekonomi, DPRD Tangerang Selatan Temui Amsakar-Li Claudia

    Batam Jadi Rujukan Pengembangan Ekonomi, DPRD Tangerang Selatan Temui Amsakar-Li Claudia

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menerima kunjungan kerja pimpinan dan anggota DPRD Kota Tangerang Selatan di Ruang Kerja Wali Kota Batam. HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Strategi Batam dalam memperkuat daya saing ekonomi melalui pembangunan infrastruktur dan pengembangan iklim investasi mendapat perhatian DPRD Kota Tangerang Selatan. Hal tersebut dibahas saat Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menerima kunjungan kerja pimpinan dan anggota DPRD Kota Tangerang Selatan di Ruang Kerja Wali Kota Batam.

    Rombongan DPRD Kota Tangerang Selatan dipimpin Wakil Ketua III DPRD Kota Tangerang Selatan, Maria Teresa Suhardja. Dalam pertemuan tersebut, Amsakar memaparkan sejumlah langkah strategis Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung perekonomian.

    Amsakar menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, penguatan iklim investasi perlu didukung dengan kemudahan perizinan, konektivitas yang memadai, dan ketersediaan infrastruktur yang mampu menunjang aktivitas ekonomi.

    “Kami sangat mengapresiasi kehadiran rekan-rekan dari DPRD Tangerang Selatan. Batam terus berbenah untuk menjaga iklim investasi tetap kondusif melalui integrasi perizinan, pembenahan akses konektivitas, serta penyediaan infrastruktur yang ramah investasi,” ujar Amsakar.

    Di lokasi sama, Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra menambahkan, pembangunan Batam tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, optimalisasi potensi daerah juga menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

    Sementara itu, Wakil Ketua III DPRD Kota Tangerang Selatan Maria Teresa Suhardja menjelaskan, Batam dipilih sebagai lokasi studi komparatif karena dinilai memiliki perkembangan infrastruktur dan pertumbuhan investasi yang dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain.

    Menurut Maria, pengalaman Batam dalam mengembangkan infrastruktur dan menarik investasi menjadi salah satu referensi yang dapat dipelajari untuk mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan di Tangerang Selatan.

    Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan diskusi mengenai tata kelola ruang, kemudahan investasi, dan berbagai strategi pengembangan ekonomi daerah. Kegiatan ditutup dengan pertukaran cendera mata sebagai simbol penguatan sinergi antarlembaga pemerintah daerah. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Batam-Singapura Terus Perkuat Kemitraan, Dorong Peluang Investasi hingga Pariwisata

    Batam-Singapura Terus Perkuat Kemitraan, Dorong Peluang Investasi hingga Pariwisata

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menghadiri Singapore National Day Reception di Grand Ballroom Hotel Radisson, Sukajadi, Kecamatan Batam Kota, Kamis (3/9/2026) malam. HUMAS DISKOMINFO BATAM / RICKY WIHENDAR

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menghadiri Singapore National Day Reception di Grand Ballroom Hotel Radisson, Sukajadi, Kecamatan Batam Kota, Kamis (3/9/2026) malam.

    Kehadiran Amsakar-Li Claudia menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan dan kerja sama antara Batam dan Singapura, khususnya di bidang ekonomi, investasi, pariwisata, serta kemitraan strategis yang telah terjalin selama ini.

    Minister of State, Ministry of Foreign Affairs and Ministry of Home Affairs Singapura, Zhulkarnain Abdul Rahim, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap hubungan harmonis dan kolaborasi yang terus terjaga antara Indonesia dan Singapura.

    “Kami berharap kerja sama antara Indonesia, khususnya Provinsi Kepulauan Riau dan Kota Batam, dengan Singapura terus berjalan dengan sangat baik. Semoga kedua negara senantiasa maju, sejahtera, dan terus bertumbuh bersama dalam semangat kemitraan yang solid,” ujarnya.

    Usai mengikuti rangkaian acara, Amsakar menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Nasional Singapura.

    “Atas nama Pemerintah Kota Batam dan seluruh masyarakat Kota Batam, saya mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-61 untuk Republik Singapura,” ucap Amsakar.

    Menurut Amsakar, hubungan baik yang telah terbangun antara Batam dan Singapura perlu terus dipelihara dan diperkuat. Kedekatan geografis kedua wilayah menjadi modal penting untuk membuka lebih banyak peluang kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

    Ia menilai Singapura juga memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Batam, baik melalui investasi maupun kunjungan wisatawan.

    “Hubungan baik yang sudah terjalin sangat erat selama ini harus terus kita jaga dan tingkatkan. Kedekatan geografis ini merupakan modal besar untuk terus membuka berbagai peluang kerja sama baru, baik di sektor ekonomi, investasi, pariwisata, hingga pengembangan sumber daya manusia yang saling menguntungkan kedua pihak,” tambahnya.

    Amsakar berharap hubungan yang semakin erat antara Batam dan Singapura dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi kedua wilayah, sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai salah satu kawasan strategis dalam hubungan ekonomi Indonesia-Singapura. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Amsakar Perkuat Sinergi dengan FKDM, Antisipasi Kerawanan Sosial di Batam

    Amsakar Perkuat Sinergi dengan FKDM, Antisipasi Kerawanan Sosial di Batam

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama pengurus FKDM Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (2/9/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong penguatan deteksi dini terhadap potensi kerawanan sosial melalui sinergi Pemerintah Kota Batam dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).

    Hal itu disampaikan Amsakar saat menerima audiensi pengurus FKDM Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (2/9/2026). Pertemuan tersebut membahas upaya menjaga kondusivitas dan ketenteraman sekaligus mengantisipasi berbagai potensi kerawanan di tengah masyarakat.

    Dalam pertemuan itu, Amsakar didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Batam, Riama Manurung. Amsakar menyambut baik audiensi tersebut. Ia menilai keberadaan FKDM memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah mendeteksi berbagai potensi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG) sejak dini.

    “Keberadaan FKDM sangat strategis untuk membantu pemerintah memetakan dinamika di tengah masyarakat. Dengan deteksi dini yang akurat, kita bisa mengambil langkah pencegahan lebih cepat sehingga keamanan dan kondusivitas Kota Batam tetap terjaga,” ujar Amsakar.

    Menurutnya, informasi mengenai dinamika masyarakat perlu disampaikan secara cepat dan tepat agar pemerintah dapat menentukan langkah yang sesuai. Karena itu, FKDM diharapkan tidak hanya berperan dalam menyampaikan laporan, tetapi juga memberikan masukan sebagai bahan pertimbangan pemerintah dalam mengambil kebijakan.

    Amsakar menegaskan, stabilitas keamanan menjadi salah satu fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan dan iklim investasi di Batam. Untuk itu, sinergi antara Pemko Batam, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan berbagai elemen masyarakat perlu terus diperkuat.

    Ia juga mendorong koordinasi FKDM berjalan hingga tingkat kecamatan dan kelurahan sehingga potensi persoalan di masyarakat dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.

    Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kota Batam, Riama Manurung, menyampaikan kesiapan pihaknya untuk terus memfasilitasi dan mengoptimalkan program kerja FKDM.

    Menurutnya, penguatan koordinasi diperlukan agar informasi yang diterima dari lapangan dapat ditindaklanjuti secara responsif dan terukur.

    Melalui audiensi tersebut, FKDM Kota Batam menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam memberikan laporan mengenai kondisi kewaspadaan dini daerah serta menyampaikan saran dan pertimbangan kepada Pemerintah Kota Batam. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Amsakar Buka Ruang Dialog dengan Mahasiswa, Bahas Pembangunan hingga Tata Kelola Batam

    Amsakar Buka Ruang Dialog dengan Mahasiswa, Bahas Pembangunan hingga Tata Kelola Batam

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, berdialog dengan mahasiswa dan pemuda saat menerima audiensi Koalisi Angkatan Muda Bersatu Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (2/9/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, membuka ruang dialog dengan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Koalisi Angkatan Muda Bersatu Kota Batam untuk membahas berbagai persoalan pembangunan serta tata kelola pemerintahan di Kota Batam. Ruang dialog tersebut berlangsung di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (2/9/2026).

    Pertemuan berlangsung terbuka dan interaktif. Para mahasiswa dan pemuda menyampaikan sejumlah aspirasi, mulai dari evaluasi kerja sama pembangunan Pasar Induk Jodoh, perizinan perusahaan yang dikaitkan dengan perkara hukum, aktivitas reklamasi di kawasan Teluk Tering, hingga prioritas tenaga kerja lokal, dan berbagai isu lainnya.

    Amsakar menyambut baik penyampaian aspirasi tersebut. Menurutnya, mahasiswa dan pemuda memiliki peran penting sebagai bagian dari kontrol sosial dalam mengawal jalannya pemerintahan dan pembangunan daerah.

    “Bantu abang untuk mengimplementasikan kebijakan memajukan dan mensejahterakan warga Kota Batam,” ujar Amsakar di hadapan para mahasiswa dan perwakilan kepemudaan.

    Ia menegaskan, pemerintah tidak menutup ruang bagi masyarakat, termasuk mahasiswa dan pemuda, untuk menyampaikan kritik maupun masukan. Menurutnya, dialog menjadi salah satu cara untuk menyamakan persepsi sekaligus memastikan berbagai kebijakan pemerintah berjalan sesuai aturan.

    Dalam audiensi tersebut, Amsakar juga menjelaskan sejumlah isu yang menjadi perhatian mahasiswa. Salah satunya terkait revitalisasi Pasar Induk Jodoh.

    Ia menjelaskan, tata kelola aset dan mekanisme lelang proyek tersebut telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Prosesnya juga melalui tahapan penataan dan pembersihan legalitas lahan.

    Pemko Batam, lanjutnya, terus berkonsultasi dengan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) Kementerian Keuangan dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur.

    “Pembukaan lelang dilakukan secara transparan sebanyak dua kali sesuai Peraturan Presiden tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Perlu dicatat juga bahwa hingga hari ini tidak ada dana APBD serupiah pun yang keluar atau kerugian negara yang ditimbulkan,” jelasnya.

    Menanggapi sorotan mengenai pihak pengembang yang dikaitkan dengan perkara pidana, Amsakar mengatakan pemerintah tetap harus menghormati asas praduga tak bersalah. Menurutnya, langkah pemerintah harus memiliki dasar hukum yang jelas agar tidak menimbulkan persoalan baru.

    Ia juga menjelaskan bahwa persoalan hukum yang menyangkut individu harus dibedakan dengan kedudukan badan usaha sebagai entitas hukum. Adapun persoalan internal perusahaan dapat diselesaikan melalui mekanisme yang berlaku, termasuk melalui rapat umum pemegang saham (RUPS).

    Dorong Tenaga Kerja Lokal

    Dalam dialog tersebut, isu ketenagakerjaan dan pengembangan SDM lokal turut menjadi perhatian. Amsakar menyampaikan sejumlah langkah yang sedang disiapkan Pemko Batam untuk memperkuat penyerapan tenaga kerja lokal.

    Salah satunya melalui rencana nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah perusahaan di Batam. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memberikan ruang lebih besar bagi tenaga kerja lokal, termasuk melalui pengaturan kuota untuk kategori pekerjaan tertentu.

    “Kita akan buat MoU dengan perusahaan di Batam untuk keberpihakan pada pekerja lokal, salah satunya mengunci kuota 20 persen tenaga kerja lokal khusus kategori unskilled,” tegas Amsakar.

    Pemko Batam juga mengoptimalkan alokasi dana Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) sebesar Rp28 miliar untuk meningkatkan kompetensi pekerja lokal.

    Program beasiswa daerah, kata Amsakar, juga diarahkan agar lebih sesuai dengan kebutuhan industri. Konsep tersebut diwujudkan melalui kerja sama pelatihan dan pengembangan kompetensi di sejumlah bidang, seperti maintenance penerbangan dan industri digital bersama Politeknik Negeri Batam.

    Pemko Batam juga menjajaki pemenuhan kebutuhan SDM industri galangan kapal di Tanjung Uncang dan Kabil melalui kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

    Pastikan Pembangunan Tetap Berkelanjutan

    Terkait kekhawatiran mengenai reklamasi di kawasan Teluk Tering dan Tanjung Uma, Amsakar memastikan setiap pembahasan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPPRL) dilakukan melalui kajian dan pembahasan bersama tim terpadu.

    Tim tersebut melibatkan BP Batam, Pemko Batam, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta pakar lingkungan dan akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB).

    Menurut Amsakar, pelibatan berbagai pihak diperlukan untuk memastikan pemanfaatan ruang laut tetap memperhatikan keberlanjutan ekosistem serta ruang hidup masyarakat, khususnya nelayan.

    Di hadapan mahasiswa dan pemuda, Amsakar turut memaparkan sejumlah indikator pembangunan Batam. Pertumbuhan ekonomi Batam tercatat meningkat dari 6,69 persen pada 2024 menjadi 6,76 persen pada 2025.

    Realisasi investasi juga mencapai Rp69,3 triliun atau 115,5 persen dari target. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam mencapai 83,8 dan angka kemiskinan turun dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen.

    Amsakar menegaskan, capaian tersebut harus menjadi pijakan untuk terus memperbaiki pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

    Audiensi ditutup dengan kesepahaman untuk menjaga komunikasi antara Pemko Batam dan mahasiswa serta pemuda. Ruang dialog diharapkan terus terbuka sehingga kritik, aspirasi, dan gagasan masyarakat dapat menjadi bagian dari proses pembangunan Batam.

    Bagi Amsakar, keterbukaan terhadap aspirasi merupakan bagian penting dalam mewujudkan pemerintahan yang berjalan sesuai aturan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Selamat Hari Lahir ke-81 Kejaksaan Republik Indonesia

    Selamat Hari Lahir ke-81 Kejaksaan Republik Indonesia

    Mari terus mengembalikan kepercayaan publik melalui penegakan hukum berintegritas, adil dan humanis

    Selamat HUT ke-81 Kejaksaan RI. Kejaksaan Hebat, Hukum Bermartabat, Indonesia Makin Kuat.

    HUMAS DISKOMINFO BATAM / M RASYID J

    #HariLahirKejaksaan #KejaksaanRI #KejaksaanKe81 #IndonesiaAdilMakmur #BatamBergerak

  • Tegas Perangi Narkoba, Amsakar Apresiasi Pengungkapan 800 Kg Ketamine

    Tegas Perangi Narkoba, Amsakar Apresiasi Pengungkapan 800 Kg Ketamine

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memberi keterangan kepada awak media usai menghadiri konferensi pers di Gedung Lancang Kuning Polda Kepri, Selasa (1/9/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Upaya aparat memutus mata rantai peredaran narkotika melalui jalur laut kembali membuahkan hasil. Sebanyak 800 kilogram Ketamine HCl berhasil diungkap melalui operasi gabungan yang melibatkan Bareskrim Polri, BNN RI, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Polda Kepri.

    Pengungkapan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Gedung Lancang Kuning Polda Kepri, Selasa (1/9/2026). Wali Kota Batam ex-officio Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, turut hadir bersama jajaran aparat penegak hukum.

    Penindakan bermula saat petugas melakukan pemeriksaan terhadap kapal MV Fuchangxing I. Dari hasil penggeledahan di bagian buritan kapal, petugas menemukan 40 karung berisi zat yang berdasarkan hasil uji awal terindikasi kuat mengandung Ketamine HCl.

    Total barang yang diamankan mencapai 800 kilogram. Barang tersebut diduga akan diedarkan melalui jaringan narkotika lintas negara dengan memanfaatkan jalur laut.

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengapresiasi langkah cepat aparat. Ia mengatakan, posisi Batam dan Kepulauan Riau sebagai wilayah perbatasan membuat daerah ini menghadapi tantangan dalam mencegah kejahatan transnasional.

    “Daerah perbatasan seperti Batam dan Kepri ini rawan terhadap kejahatan transnasional. Karena itu, komitmen dan kolaborasi yang terbangun seperti ini menjadi langkah penting untuk bersama-sama mencegah dan memberantas peredaran narkoba,” ujar Amsakar.

    Menurut Amsakar, pemberantasan narkoba tidak cukup hanya melalui penindakan. Pengawasan juga harus diperkuat melalui komitmen bersama berbagai pihak, mulai dari hulu hingga hilir.

    Ia menilai, penandatanganan pakta integritas dan deklarasi antinarkoba oleh pengelola tempat hiburan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat komitmen tersebut.

    “Kalau semua pihak sudah berkomitmen dan menandatangani kesepakatan bersama serta pakta integritas, berarti kita membangun komitmen dari hulu sampai ke hilir,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Edison, mengatakan bahwa pemberantasan narkoba menjadi salah satu prioritas dalam penegakan hukum. Menurutnya, jaringan narkotika yang semakin kompleks membutuhkan kekuatan dan kerja sama antarlembaga.

    “Untuk berperang melawan sindikat narkoba, dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi. Pengungkapan ini merupakan salah satu wujud nyata dari sinergi tersebut,” ujarnya.

    Direktur Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso menjelaskan, pengungkapan 800 kilogram Ketamine HCl merupakan hasil pengembangan penyidikan dari kasus sebelumnya.

    Petugas sebelumnya mendeteksi pergerakan mencurigakan kapal MV Fuchangxing, kapal kargo berbendera Komoro. Kapal tersebut diduga melakukan aktivitas ship to ship dengan MT Ashley yang berbendera Mongolia.

    Pergerakan kapal yang dinilai tidak lazim kemudian ditelusuri lebih lanjut hingga mengarah pada dugaan pengiriman narkotika melalui jalur laut.

    “Penyelidikan ini merupakan pengembangan dari pengungkapan sebelumnya dari kapal King Sun,” kata Eko.

    Dalam operasi tersebut, petugas turut mengamankan 10 awak kapal. Mereka terdiri atas sembilan warga negara Myanmar dan satu warga negara Taiwan.

    Nilai ekonomis barang bukti yang disita diperkirakan mencapai Rp1,208 triliun. Aparat juga memperkirakan pengungkapan 800 kilogram Ketamine HCl tersebut dapat menyelamatkan sekitar empat juta jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

    Pada akhir kegiatan, para pengelola tempat hiburan menandatangani pakta integritas dan deklarasi antinarkoba. Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat pengawasan dan mencegah tempat hiburan dimanfaatkan sebagai ruang peredaran maupun penyalahgunaan narkotika. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)