Category: Batam

Auto Added by WPeMatico

  • Amsakar Buka Peluang UMKM Batam Tembus Pasar Lebih Luas

    Amsakar Buka Peluang UMKM Batam Tembus Pasar Lebih Luas

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama pelaku UMKM saat menghadiri Puncak Penetapan Produk Unggulan Tahun 2026 di Lapangan Mal Top 100 Tembesi, Sagulung, Selasa (15/9/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya di berbagai lokasi strategis. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Batam mendorong UMKM naik kelas dan memiliki daya saing lebih kuat.

    Hal itu disampaikan Amsakar saat menghadiri Puncak Penetapan Produk Unggulan Tahun 2026 di Lapangan Mal Top 100 Tembesi, Sagulung, Selasa (15/9/2026).

    Dalam kegiatan tersebut, Amsakar bersama Ketua TP-PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, menyerahkan penghargaan kepada para pemenang dan pelaku UMKM terbaik, mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat Kota Batam.

    Amsakar mengatakan, UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus membuka lapangan kerja. Karena itu, pemerintah daerah perlu menghadirkan kebijakan yang dapat mendorong UMKM tumbuh secara berkelanjutan.

    “Kami dan Ibu Li Claudia (Wakil Wali Kota Batam) sangat senang jika UMKM kita terus tumbuh dan omzetnya naik. Bagi pemerintah, memberdayakan UMKM adalah solusi nyata untuk memperkecil angka pengangguran dan kemiskinan,” ujar Amsakar.

    Menurutnya, peluang pasar bagi produk lokal semakin terbuka seiring meningkatnya aktivitas pariwisata di Batam. Ia mencontohkan penerimaan pajak hotel dan restoran pada semester pertama tahun ini yang menunjukkan tingginya aktivitas sektor pariwisata.

    Kondisi tersebut, lanjut Amsakar, harus dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk memperkenalkan sekaligus memperluas pemasaran produk mereka.

    Pemko Batam juga terus menyiapkan ruang promosi bagi produk UMKM. Setelah menghadirkan Pojok UMKM di Pelabuhan Sekupang, pemerintah berencana memperluas fasilitas serupa ke Gedung DPRD Kota Batam dan mengupayakan titik pemasaran di Bandara Internasional Hang Nadim.

    Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang dinilainya dikemas secara profesional. Namun, Amsakar memberikan masukan agar kegiatan serupa pada tahun mendatang dapat digelar di tempat tertutup sehingga peserta lebih nyaman mengikuti seluruh rangkaian acara.

    Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim, mengatakan, proses pemilihan produk unggulan telah berlangsung sejak April 2026. Pada tahap awal, panitia menginventarisasi 180 jenis produk yang meliputi makanan, minuman, kerajinan, dan desain dari 12 kecamatan.

    Produk-produk tersebut kemudian melalui proses kurasi yang melibatkan tim independen dan profesional dari berbagai latar belakang, termasuk Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), asosiasi industri, serta pelaku industri kreatif.

    Penilaian dilakukan berdasarkan 10 kriteria, antara lain kualitas, keunikan, inovasi, kemasan, legalitas, kontinuitas produksi, dan daya saing di pasar.

    “Tujuan utama kegiatan ini adalah menggali potensi produk di tingkat kelurahan dan kecamatan, sekaligus memberikan masukan perbaikan kualitas. Produk unggulan terpilih nantinya dipromosikan di berbagai event dan lokasi strategis Kota Batam,” jelas Salim.

    Ia menambahkan, Pojok UMKM di Pelabuhan Sekupang menunjukkan perkembangan positif dan terus mencatat penjualan sejak diresmikan bulan lalu. Pemerintah juga tengah mematangkan penyiapan titik pemasaran baru di sejumlah lokasi strategis.

    Melalui penetapan produk unggulan tersebut, Pemko Batam berharap semakin banyak produk lokal yang memiliki kualitas dan daya saing sehingga mampu berkembang serta menembus pasar yang lebih luas. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Amsakar Dorong Percepatan Pembangunan Batam, Air Bersih hingga Infrastruktur Jadi Prioritas

    Amsakar Dorong Percepatan Pembangunan Batam, Air Bersih hingga Infrastruktur Jadi Prioritas

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menjadi narasumber di Podcast Marathon, Selasa (15/9/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah program strategis pembangunan Kota Batam, mulai dari penguatan infrastruktur, pemerataan akses air bersih, penanganan banjir, hingga pengembangan sektor kesehatan.

    Hal itu disampaikan Amsakar saat menghadiri bincang santai dalam Podcast Marathon di Kompleks MCP Industrial Park, Batu Ampar, Selasa (15/9/2026). Dalam pertemuan tersebut, Amsakar menjelaskan arah pembangunan yang terus didorong Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam. Menurutnya, pembangunan tidak hanya diarahkan pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga menjawab kebutuhan dasar masyarakat serta memperkuat daya dukung Batam sebagai daerah tujuan investasi dan aktivitas ekonomi.

    Di bidang infrastruktur, pemerintah terus menggesa pembangunan sejumlah ruas jalan baru yang menghubungkan koridor-koridor strategis di wilayah selatan, utara, dan kawasan penyangga. Penguatan konektivitas tersebut dinilai penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung distribusi dan kegiatan logistik.

    Persoalan air bersih juga menjadi perhatian. Amsakar menyampaikan bahwa peremajaan pipa dan pembangunan jaringan perpipaan baru terus didorong untuk memperluas serta memeratakan akses air bersih bagi masyarakat.

    Selain langkah tersebut, Pemko Batam dan BP Batam mulai mengkaji alternatif penyediaan air melalui teknologi pengolahan air laut atau desalination. Gagasan itu menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan sebagai solusi jangka panjang untuk menjaga ketersediaan air di tengah kebutuhan Batam yang terus berkembang.

    Sementara itu, penanganan banjir dilakukan secara terpadu melalui pembenahan sistem drainase dan normalisasi alur sungai. Upaya tersebut menjadi bagian dari agenda pembangunan yang terus dikerjakan untuk mengurangi persoalan genangan di sejumlah wilayah Batam.

    Pada sektor kesehatan, Amsakar menegaskan keterbukaan Batam terhadap kehadiran tenaga kedokteran dan tenaga medis profesional. Menurutnya, keberadaan sumber daya manusia yang berkualitas diperlukan untuk memperkuat mutu pelayanan kesehatan sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus bertambah.

    Selain membahas pembangunan daerah, Amsakar turut menyoroti peran media lokal di tengah perubahan pola konsumsi informasi masyarakat. Ia berharap di acara yang disejalanak dengan HUT ke-22 Tribun Batam tersebut, media Tribun Batam tetap menjaga independensi, kredibilitas, objektivitas, dan daya kritis dalam menjalankan fungsi jurnalistik.

    Menurut Amsakar, media yang kritis dan independen dibutuhkan pemerintah sebagai sumber informasi pembanding sekaligus penyeimbang dalam melihat berbagai persoalan di daerah.

    “Kita juga ingin dapat informasi penyeimbang. Dan sejauh ini, Tribun sudah memainkan peran yang luar biasa untuk itu,” ujar Amsakar.

    Ia menilai momentum HUT ke-22 Tribun Batam juga menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi atas perjalanan yang telah dilalui sekaligus menyusun proyeksi agar kontribusi media lokal semakin kuat di masa mendatang.

    “Tentu saja kita semua mendoakan semoga apa yang sudah diraih oleh Tribun saat ini mudah-mudahan semakin meningkat di masa yang akan datang. Idealnya grafiknya harus meningkat terus. Sejauh ini Tribun sudah cukup berkontribusi mewarnai kehidupan lokal dan diharapkan ke depan jauh lebih baik lagi. Selamat ulang tahun Tribun Batam, tetaplah menjadi media yang terpercaya, kredibel, dan objektif,” katanya.

    Memasuki era digital, Amsakar juga mendorong media lokal untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Menurutnya, media perlu memperkuat konten digital, mengembangkan kreator konten, menghadirkan podcast, serta menyajikan informasi secara cepat dan tetap akurat.

    Namun, ia mengingatkan bahwa kecepatan distribusi informasi harus diimbangi dengan objektivitas dan kemampuan melakukan verifikasi. Perkembangan algoritma media sosial, menurutnya, turut membawa tantangan karena masyarakat dapat menerima informasi berdasarkan preferensi masing-masing.

    “Media lokal menurut saya juga harus masuk ke ranah digitalisasi ini. Artinya, juga harus punya konten-konten kreator, harus mengembangkan itu, juga harus ada podcast, juga harus ada yang sifatnya update,” kata Amsakar.

    Ia pun mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak mudah meneruskan informasi yang diterima melalui media sosial tanpa terlebih dahulu memastikan kebenarannya.

    “Ayo kepada anak-anak muda kita, setiap informasi yang masuk jangan gampang-gampang mem-forward. Pelajarilah informasi itu. Tetapi kalau keseharian ada informasi-informasi yang memang dilihat oleh mata, didengar langsung oleh telinga, silakan di-forward. Artinya di era seperti sekarang, kita juga jangan menjadi korban informasi, tetapi kita harus menjadi orang yang selektif terhadap informasi,” imbaunya.

    Di akhir kegiatan, Amsakar menyampaikan apresiasi atas perjalanan Tribun Batam selama 22 tahun yang dinilainya telah ikut mewarnai dinamika kehidupan dan pembangunan di Kota Batam. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Seminar DWP Batam, Dorong Perempuan Perkuat Keluarga dan Dukung Program Pemerintah

    Seminar DWP Batam, Dorong Perempuan Perkuat Keluarga dan Dukung Program Pemerintah

    Sekda Batam, Firmansyah, bersama Ketua TP-PKK Batam, Erlita Amsakar, dan Ketua DWP Batam, Erawati Firmansyah, menghadiri Seminar DWP Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (15/9/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / ADE RAHMATULLAH

    Diskominfo Batam – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, mendorong perempuan yang tergabung dalam berbagai organisasi di Kota Batam untuk terus memperkuat peran dalam membangun keluarga yang harmonis dan sejahtera sekaligus mendukung program pembangunan pemerintah daerah Kota Batam.

    Hal tersebut ditegaskan Firmansyah saat membuka Seminar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Batam yang bertajuk “Peningkatan Peran Dharma Wanita dalam Mendukung Keluarga yang Harmonis dan Sejahtera Hebat” di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (15/9/2026). Hadir dalam acara tersebut, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteran Keluarga (TP-PKK) Kota Batam, Erlita Amsakar, Ketua DWP Kota Batam, Erdawati Firmansyah, dan diikuti perwakilan seluruh unit DWP di lingkungan Pemerintah Kota Batam, Tim Penggerak PKK Kota Batam, serta istri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam.

    Kegiatan ini menjadi agenda perdana DWP Kota Batam dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 DWP yang akan diperingati pada Desember 2026.

    Dalam sambutannya, Firmansyah mengapresiasi pelaksanaan seminar tersebut. Menurutnya, kegiatan ini dapat menjadi ruang untuk menambah wawasan sekaligus memperkuat kapasitas perempuan dalam menjalankan peran di keluarga, organisasi, maupun lingkungan sosial.

    “Atas nama Pemerintah Kota Batam, kami mengapresiasi DWP Kota Batam yang telah menyelenggarakan seminar ini. Kegiatan ini sangat positif dan bermanfaat untuk memberikan pencerahan serta menambah wawasan bagi seluruh peserta,” ujar Firmansyah.

    Ia menilai, forum seperti seminar dapat menjadi ruang untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi perempuan sekaligus mencari solusi bersama. Dengan demikian, keberadaan organisasi perempuan dapat semakin memberikan kontribusi terhadap pembangunan Kota Batam.

    Firmansyah juga menekankan pentingnya sinergi di antara berbagai organisasi perempuan yang ada di Kota Batam. Menurutnya, kolaborasi tersebut diperlukan agar berbagai program pemerintah dapat berjalan secara optimal.

    “Organisasi perempuan sangat banyak. Karena itu, diperlukan sinergi yang baik. Apa yang diprogramkan Pemerintah Kota Batam untuk memajukan kota yang kita cintai ini dapat terwujud, terutama dalam menyukseskan 15 program unggulan Amsakar dan Li Claudia,” katanya.

    Selain membahas peran organisasi perempuan, Firmansyah turut mengajak para ibu berperan aktif dalam menghadapi kondisi udara yang kurang baik di Kota Batam.

    Ia mengatakan, Pemerintah Kota Batam terus melakukan kajian dan telaah terkait kondisi tersebut, termasuk terhadap pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Dalam situasi seperti ini, menurutnya, peran keluarga sangat penting untuk memberikan edukasi kepada anak-anak agar menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara tidak sehat.

    “Peran ibu-ibu sangat penting dalam memberikan edukasi kepada keluarga, terutama anak-anak, agar kita bersama-sama dapat menghadapi kondisi udara yang kurang baik dengan mengurangi kegiatan di luar rumah,” ujarnya.

    Ia mengatakan, perempuan tidak hanya berperan sebagai pendamping suami. Perempuan juga memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan keluarga, mendidik anak, menjaga keharmonisan rumah tangga, serta memberikan kontribusi positif bagi pemerintah dan masyarakat.

    “Menjadi seorang perempuan sekaligus ibu dan anggota organisasi memiliki tantangan tersendiri. Kita dituntut mampu membagi waktu antara keluarga, pekerjaan, organisasi, dan kehidupan sosial,” katanya.

    Ia berharap, seminar tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, setiap materi dan wawasan yang diperoleh peserta harus dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    “Melalui seminar ini, mari kita jadikan momentum untuk memberikan kontribusi, pengetahuan, dan inspirasi dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

    Firmansyah juga mengajak seluruh anggota DWP untuk terus memperkuat organisasi agar semakin solid, aktif, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat.

    “Mari kita jadikan Dharma Wanita Persatuan sebagai organisasi yang solid, aktif, mandiri, dan bermanfaat. DWP harus menjadi bagian penting dalam mewujudkan keluarga ASN yang harmonis dan sejahtera serta mendukung program-program Pemerintah Kota Batam,” tutupnya. (Humas Diskominfo Batam / Muhardi)

  • Kabut Asap Melanda Batam, Warga Diminta Waspada dan Kurangi Aktivitas di Luar

    Kabut Asap Melanda Batam, Warga Diminta Waspada dan Kurangi Aktivitas di Luar

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Dok HUMAS DISKOMINFO BATAM

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kualitas udara dan munculnya kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan serta kenyamanan masyarakat.

    Pada Selasa 15 September 2026, pantauan Pemko Batam melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, kondisi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kota Batam pukul 06.00 WIB, tercatat 79 atau berstatus sedang.

    Sebagai langkah antisipasi, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menerbitkan Surat Edaran Nomor 47 Tahun 2026 tentang Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan terhadap Kabut Asap di Wilayah Kota Batam. Surat edaran tersebut ditujukan kepada unsur pemerintah, instansi vertikal, BUMN/BUMD, perusahaan swasta, lembaga pendidikan, fasilitas kesehatan, pusat perbelanjaan, hotel, kawasan usaha, camat, lurah, Ketua RT/RW, hingga seluruh masyarakat Kota Batam.

    Melalui surat edaran ini, seluruh pihak diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kabut asap dan kualitas udara di lingkungan masing-masing. Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi kabut asap semakin pekat.

    “Kami mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah, lahan, semak, maupun material lainnya yang dapat menghasilkan asap dan memperburuk kualitas udara,” imbau Amsakar.

    Bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan saat kondisi udara kurang sehat, penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan yang dianjurkan. Masyarakat juga diminta menjaga kondisi tubuh, memperbanyak konsumsi air putih, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan kesehatan.

    “Keluhan yang perlu diwaspadai antara lain sesak napas, batuk berkepanjangan, nyeri dada, iritasi mata berat, sakit tenggorokan, maupun gangguan kesehatan lainnya,” katanya.

    Selain meningkatkan kewaspadaan, pihaknya akan terus menginformasikan kepada masyarakat informasi mengenai kualitas udara melalui ISPU.

    Untuk diketahui, surat edaran tersebut juga mengatur langkah bagi berbagai unsur di Kota Batam. Instansi pemerintah, instansi vertikal, BUMN/BUMD, dan pihak swasta diminta memastikan lingkungan kerja tetap sehat dan aman, termasuk menjaga sirkulasi udara serta menyesuaikan kegiatan apabila kualitas udara memburuk.

    Lembaga pendidikan dan perguruan tinggi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kesehatan peserta didik, mahasiswa, guru, dosen, dan tenaga kependidikan. Kegiatan pembelajaran maupun olahraga di luar ruangan dapat dikurangi atau disesuaikan apabila kondisi udara tidak memungkinkan.

    Sementara itu, pusat perbelanjaan, hotel, kawasan usaha, dan tempat umum diminta memastikan sistem ventilasi dan pendingin udara berfungsi dengan baik serta mengurangi potensi masuknya asap ke dalam bangunan.

    Fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit, puskesmas, dan klinik, diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bertambahnya kasus gangguan pernapasan akibat paparan asap. Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok rentan, antara lain bayi dan anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan atau penyakit kronis.

    Di tingkat kecamatan dan kelurahan, koordinasi dengan perangkat daerah, TNI/Polri, pemadam kebakaran, fasilitas kesehatan, serta masyarakat diminta terus diperkuat. Camat dan lurah juga diminta meningkatkan pengawasan terhadap potensi pembakaran lahan, sampah, atau aktivitas lain yang dapat menimbulkan asap.

    Ketua RT/RW memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi dan imbauan kepada masyarakat. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api, kebakaran lahan, atau sumber asap yang berpotensi membahayakan.

    “Kami mengingatkan seluruh pihak untuk memperkuat komunikasi dan pertukaran informasi guna mencegah serta meminimalkan dampak kabut asap,” katanya.

    Masyarakat dapat menghubungi Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112 yang bebas pulsa apabila membutuhkan bantuan dalam kondisi darurat.

    Pemko Batam juga mengimbau masyarakat mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan instansi berwenang serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

    “Kewaspadaan dan kepedulian bersama dinilai penting untuk menjaga kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat Batam selama kondisi kualitas udara perlu mendapat perhatian,” ujarnya. (Humas Diskominfo Batam)

  • Amsakar: Mahasiswa UNIBA Harus Kritis dan Adaptif serta Unggul di Era Digital

    Amsakar: Mahasiswa UNIBA Harus Kritis dan Adaptif serta Unggul di Era Digital

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menjadi narasumber saat PKKMB UNIBA Tahun 2026 di Gedung Graha Bintang UNIBA, Senin (14/9/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong mahasiswa baru Universitas Batam (UNIBA) menjadi generasi yang kritis, adaptif, dan unggul di tengah pesatnya perkembangan teknologi serta derasnya arus informasi digital. Hal tersebut disampaikan Amsakar saat membuka sekaligus menjadi narasumber dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UNIBA Tahun 2026 di Gedung Graha Bintang UNIBA, Senin (14/9/2026).

    Kegiatan tersebut mengusung tema “Membangun Generasi Adaptif, Berintegritas, Inovatif dan Berdampak Menuju Indonesia Emas 2045”. Di hadapan mahasiswa baru, Amsakar memberikan motivasi sekaligus mengingatkan pentingnya memanfaatkan masa perkuliahan untuk membangun kompetensi dan karakter.

    Menurut Amsakar, PKKMB menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk beradaptasi dengan lingkungan akademik sekaligus memahami tanggung jawab baru yang melekat setelah beralih dari status siswa menjadi mahasiswa.

    Ia menekankan, kehidupan kampus tidak hanya menuntut kemampuan memahami teori, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, objektif, dan analitis dalam melihat berbagai persoalan.

    “Gelar mahasiswa itu membawa tanggung jawab besar. Mulai hari ini, saudara sekalian dituntut untuk berpikir kritis, objektif, berlandaskan data, serta bertanggung jawab penuh atas setiap argumen maupun tindakan yang disampaikan,” tegas Amsakar.

    Amsakar juga mengingatkan mahasiswa untuk memiliki kemampuan menyaring informasi di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, kemudahan memperoleh informasi harus diimbangi dengan kemampuan memeriksa dan menganalisis informasi secara cermat.

    Ia meminta mahasiswa tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang berkembang di media sosial, terlebih ketika informasi tersebut berpotensi mengganggu objektivitas dan produktivitas generasi muda.

    “Gen Z hari ini dihadapkan pada derasnya arus informasi yang serba cepat. Penting bagi mahasiswa untuk mampu menyaring informasi dengan analisis cermat, tidak mudah terombang-ambing oleh narasi kontraproduktif di media sosial, serta terus memperkuat kesalehan sosial,” ujar Amsakar.

    Selain penguatan karakter, Amsakar mengajak mahasiswa melihat berbagai peluang yang berkembang di Kota Batam. Menurutnya, posisi Batam yang berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka menjadi salah satu keunggulan strategis yang harus diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia.

    Ia menyebut Batam memiliki berbagai kawasan industri, galangan kapal, hingga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park yang berkembang sebagai kawasan ekonomi berbasis digital dan teknologi.

    Perkembangan tersebut, lanjutnya, membuka peluang bagi generasi muda, tetapi sekaligus menuntut kesiapan kompetensi agar tenaga kerja lokal mampu mengambil peran dalam pertumbuhan industri.

    “Batam memiliki puluhan kawasan industri, shipyard, hingga KEK digital kelas dunia. Semua potensi strategis ini membutuhkan kesiapan SDM. Saya berharap mahasiswa Universitas Batam belajar secara serius agar menjadi SDM unggul, kompetitif, dan siap mengisi berbagai peluang strategis di Batam maupun Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Amsakar. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Bersama TP-PKK Batam, Amsakar Serahkan Bantuan Sarana Perikanan dan Tekankan Pemberdayaan Masyarakat

    Bersama TP-PKK Batam, Amsakar Serahkan Bantuan Sarana Perikanan dan Tekankan Pemberdayaan Masyarakat

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, didampingi Ketua TP-PKK Batam, Erlita Amsakar, dan Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Atmajianto, menyampaikan sambutan saat penyerahan bantuan sarana dan prasarana kepada kelompok pengolah dan pemasaran hasil perikanan di Sagulung, Senin (14/9/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / NOVRI MULYADI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong kelompok pelaku usaha perikanan memanfaatkan bantuan sarana dan prasarana yang diberikan Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

    Pesan itu disampaikan Amsakar saat menghadiri penyerahan bantuan sarana dan prasarana kepada kelompok pengolah dan pemasaran hasil perikanan di Sagulung, Senin (14/9/2026).

    Menurut Amsakar, bantuan pemerintah tidak boleh berhenti pada penyerahan secara simbolis. Sarana yang diberikan harus benar-benar digunakan untuk mendukung aktivitas usaha sehingga memberikan manfaat langsung bagi penerima.

    “Substansi pembangunan adalah mengadakan yang belum ada, meningkatkan yang sudah ada, dan memberdayakan masyarakat. Hubungannya dengan kegiatan hari ini adalah bagaimana kita memberdayakan masyarakat,” ujar Amsakar.

    Ia mengatakan, bantuan tersebut diberikan kepada 15 kelompok pelaku usaha perikanan yang berasal dari wilayah hinterland dan mainland Kota Batam.

    Amsakar meminta seluruh penerima memanfaatkan peralatan yang diberikan secara maksimal. Ia berharap dukungan tersebut dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus membantu mengembangkan usaha yang selama ini dijalankan masyarakat.

    “Saya harapkan kebijakan kita ini tidak terhenti pada seremoni saja, tetapi bagaimana bantuan ini dapat difungsikan dengan baik untuk mendukung kegiatan usaha,” katanya.

    Amsakar menilai, keberhasilan sebuah program pemerintah tidak hanya diukur dari tersalurkannya bantuan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Karena itu, ia mendorong penerima untuk menjaga dan menggunakan bantuan sesuai kebutuhan usaha.

    Dengan pemanfaatan yang optimal, sarana tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi dan pada akhirnya berdampak terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.

    Di lokasi sama, Ketua TP-PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, turut mengapresiasi penyaluran bantuan tersebut. Ia menilai dukungan sarana usaha penting bagi keluarga nelayan, terutama bagi perempuan yang ikut menopang perekonomian keluarga melalui usaha pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.

    “Pelaku usaha perikanan ini sebagian adalah istri-istri dari nelayan. Karena itu, bantuan ini mudah-mudahan dapat dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan usahanya,” kata Erlita.

    Erlita berharap, bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga usaha yang dijalankan kelompok penerima semakin berkembang. Menurutnya, pemberdayaan perempuan dalam keluarga nelayan turut memperkuat perekonomian keluarga.

    Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Atmajianto, menjelaskan, terdapat tiga kelompok bidang usaha yang selama ini mendapatkan dukungan bantuan dari Pemerintah Kota Batam, yakni usaha bersama, pembudidayaan ikan, serta kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan.

    Untuk penyaluran kali ini, bantuan diberikan kepada kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan. Sebanyak 15 kelompok menerima bantuan dengan total nilai anggaran sekitar Rp150 juta.

    “Untuk hari ini, bantuan diberikan kepada kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan. Ada 15 kelompok yang mendapatkan bantuan dengan total nilai anggaran sekitar Rp150 juta,” jelas Yudi.

    Adapun sarana usaha yang disalurkan meliputi chest freezer, blender, kotak pendingin (cool box), kompor gas, kuali penggorengan, kukusan susun tiga tingkat, mixer, panci, dan timbangan.

    Melalui bantuan tersebut, Pemerintah Kota Batam berharap kelompok pelaku usaha perikanan dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperluas usaha, serta memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian keluarga dan masyarakat. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Rohmadi)

  • Kendalikan Inflasi, Pemko Batam Gelar Operasi Pasar Murah di Enam Lokasi

    Kendalikan Inflasi, Pemko Batam Gelar Operasi Pasar Murah di Enam Lokasi

    Pemko Batam menggelar operasi pasar murah 15-17 September 2026.

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus memperkuat langkah pengendalian inflasi dengan menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok bagi masyarakat. Salah satunya melalui pelaksanaan Operasi Pasar Murah yang digelar di enam lokasi pada 15-17 September 2026.

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, pengendalian inflasi harus dilakukan secara bersama-sama dengan memastikan masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.

     

     

    “Operasi pasar murah ini merupakan bagian dari upaya kita menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kita ingin daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujar Amsakar, Senin (14/9/2026).

    Pelaksanaan Operasi Pasar Murah menjadi salah satu langkah Pemko Batam menyikapi kondisi inflasi daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, inflasi Batam pada Agustus 2026 tercatat 4,03 persen secara tahunan (year on year/yoy). Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi salah satu penyumbang inflasi terbesar.

    Amsakar menekankan, stabilitas harga kebutuhan pokok tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Kolaborasi dengan distributor, pelaku usaha, dan berbagai pihak diperlukan agar pasokan tetap tersedia serta harga dapat dikendalikan.

    “Kita perlu memastikan pasokan tersedia dan harga tetap terkendali. Karena itu, kolaborasi dengan distributor, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan sangat penting,” katanya.

    Operasi Pasar Murah dilaksanakan Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama Asosiasi Distributor Kota Batam (ADKB), Perum Bulog Batam, Pertamina SAM Kepri beserta agen dan pangkalan LPG, serta mitra binaan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dan Dinas Perikanan Kota Batam. Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 50 pelaku usaha.

    Pelaksanaan hari pertama, Selasa (15/9/2026), berlangsung di Lapangan Bola Kampung Tua Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, dan depan Kantor Camat Bengkong.

    Selanjutnya, Rabu (16/9/2026), kegiatan digelar di Lapangan Bola Baloi Permai, Kecamatan Batam Kota, dan Fasum RW 12 Kavling Senjulung, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa.

     

     

    Pada hari ketiga, Kamis (17/9/2026), Operasi Pasar Murah berlangsung di Flamboyan Community Centre, Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung, serta pelataran Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji. Seluruh kegiatan berlangsung pukul 08.30-12.00 WIB.

    Berbagai kebutuhan pokok disediakan dalam kegiatan tersebut, antara lain beras, minyak goreng dan Minyakita, gula, telur, cabai, bawang merah, bawang putih, daging ayam, daging sapi, ikan segar, sayuran, buah-buahan, tepung, mi, biskuit, kopi, susu, kacang-kacangan, serta LPG 3 kilogram.

    Pemko Batam memastikan stok komoditas yang disediakan mencukupi. Harga yang ditawarkan merupakan harga distributor dan lebih rendah dibandingkan harga pasar.

    Amsakar berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

    “Yang paling penting adalah masyarakat merasakan manfaatnya. Pemerintah akan terus berupaya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok melalui langkah-langkah yang terukur dan kolaboratif,” kata Amsakar. (Humas Diskominfo Batam)

  • Amsakar: Budaya Melayu Perkuat Identitas dan Pariwisata Batam

    Amsakar: Budaya Melayu Perkuat Identitas dan Pariwisata Batam

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri penutupan Sembang Budaye LAM enam kecamatan wilayah timur di Lapangan Bola Legenda Malaka, Batam Kota, Minggu (13/9/2026) malam. HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan budaya Melayu merupakan bagian penting dari identitas Batam yang perlu terus dijaga dan dikembangkan. Menurutnya, kekayaan budaya juga dapat menjadi kekuatan untuk memperkuat daya tarik pariwisata daerah.

    Hal tersebut disampaikan Amsakar saat menghadiri penutupan Sembang Budaye Lembaga Adat Melayu (LAM) enam kecamatan wilayah timur di Lapangan Bola Legenda Malaka, Kelurahan Baloi Permai, Kecamatan Batam Kota, Minggu (13/9/2026) malam.

    Kegiatan yang mengusung tema “Menjulang Adat dan Marwah dengan Merangkai Seni Budaya Melayu” itu melibatkan enam kecamatan, yakni Bulang, Galang, Nongsa, Batam Kota, Sungai Beduk, dan Bengkong.

    Beragam seni budaya Melayu ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari Joget Lambak, Joget 60-an, Tarung Pantun, hingga lantunan Gurindam 12. Masyarakat juga dihibur penampilan artis Malaysia Roger Kajol dan Grup Malaykustik.

    Amsakar mengatakan Sembang Budaye menjadi salah satu upaya untuk mempertegas identitas Batam sebagai daerah yang memiliki akar budaya Melayu yang kuat.

    “Ini adalah ikhtiar kita untuk meletakkan secara jelas identitas negeri,” ujar Amsakar.

    Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial. Pemerintah juga perlu menghadirkannya melalui kebijakan yang memberikan kepastian terhadap keberlangsungan adat dan budaya.

    Amsakar menyebut Batam telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Lembaga Adat Melayu Provinsi Kepulauan Riau di Kota Batam. Selain itu, Pemerintah Kota Batam bersama pihak terkait tengah memfinalisasi Perda tentang Kampung Tua.

    Ia menilai kedua regulasi tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga identitas, adat, sejarah, dan budaya Melayu di Batam.

    “Dua Perda ini semakin menegaskan bahwa keberpihakan terhadap negeri ini melalui budaya harus betul-betul nyata,” katanya.

    Amsakar berharap kegiatan seni dan budaya seperti Sembang Budaye dapat terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Selain menjaga warisan budaya, kegiatan tersebut dinilai dapat mendukung pengembangan pariwisata Batam.

    “Melalui suguhan budaya ini dapat memberikan nilai tambah bagi Batam untuk menegaskan Batam sebagai destinasi wisata budaya,” ujar Amsakar.

    Ketua Umum LAM Kepri Kota Batam, Raja Muhammad Amin, mengatakan Sembang Budaye digelar dalam rangka sempena Hari Jadi LAM Batam ke-26. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk bertemu sekaligus mengenalkan dan menghidupkan kembali berbagai seni budaya Melayu.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Batam, khususnya Wali Kota Amsakar Achmad, atas dukungan terhadap keberadaan dan penguatan kelembagaan adat Melayu.

    “Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Wali Kota Batam karena di era beliaulah LAM memiliki Perda,” katanya.

    Rangkaian Sembang Budaye juga akan dilanjutkan di wilayah barat. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 3 Oktober 2026 di Kecamatan Sekupang.

    Penutupan Sembang Budaye berlangsung dalam suasana akrab. Alunan musik Melayu, pantun, gurindam, dan tarian menyatu dengan antusiasme masyarakat yang memenuhi kawasan kegiatan.

    Amsakar turut berjoget bersama masyarakat. Momen tersebut menambah keakraban sekaligus memperlihatkan bahwa seni dan budaya dapat menjadi ruang perjumpaan antara pemerintah dan masyarakat. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Amsakar Dorong Bass Cup Jadi Ajang Pembinaan Atlet Basket Batam

    Amsakar Dorong Bass Cup Jadi Ajang Pembinaan Atlet Basket Batam

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menutup Kejuaraan Bola Basket Bass Cup III 2026 di GOR TM Arena, Minggu (13/9/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong Kejuaraan Bola Basket Bass Cup III 2026 tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan dan pencarian atlet-atlet muda potensial di Kota Batam. Hal itu disampaikan Amsakar saat menghadiri sekaligus menutup Kejuaraan Bola Basket Bass Cup III 2026 di GOR TM Arena, Minggu (13/9/2026).

    Amsakar mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan turnamen tersebut. Menurutnya, kompetisi olahraga yang digelar secara berkelanjutan dapat memberikan ruang bagi atlet muda untuk mengasah kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding.

    “Saya mengapresiasi kegiatan ini. Mudah-mudahan melalui kegiatan seperti ini akan lahir bibit-bibit atlet yang nantinya bisa kita rekrut untuk memperkuat tim Kota Batam dan membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi,” ujar Amsakar.

    Ia berharap Bass Cup dan kompetisi basket lainnya dapat terus digelar secara konsisten. Dengan semakin banyak pertandingan, para pemain dinilai memiliki lebih banyak kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dan menunjukkan potensi terbaik mereka.

    Amsakar juga mengingatkan klub dan peserta agar menjadikan setiap pertandingan sebagai bagian dari proses pembelajaran. Menurutnya, kemenangan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan dalam sebuah kompetisi.

    Sportivitas dan kemampuan menerima hasil pertandingan dengan sikap dewasa, kata dia, juga menjadi bagian penting yang harus dimiliki setiap atlet.

    “Kepada para klub, saya ucapkan selamat kepada yang sudah sampai pada tahapan ini. Yang paling penting bagaimana kita menjunjung sportivitas dan memahami bahwa dalam setiap event pasti ada evaluasi. Dari evaluasi itulah kita bisa terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas,” katanya.

    Di sisi lain, Amsakar menegaskan Pemerintah Kota Batam terus membuka ruang bagi perkembangan olahraga di daerah. Ia menyebut Batam telah memiliki pengalaman menjadi tuan rumah FIBA 3×3 Batam Championship yang diikuti peserta dari 23 negara.

    Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan Batam memiliki potensi untuk menjadi salah satu daerah tujuan penyelenggaraan kompetisi olahraga berskala internasional.

    “Batam sudah membuat sejarah dengan menyelenggarakan FIBA 3×3 Batam Championship yang menghadirkan 23 negara. Tidak tertutup kemungkinan ke depan kita akan meningkatkan levelnya menjadi event internasional yang lebih besar,” ungkapnya.

    Amsakar optimistis semakin banyaknya kompetisi olahraga di Batam akan membuka lebih banyak kesempatan bagi talenta-talenta muda untuk berkembang dan meraih prestasi.

    Ia berharap Bass Cup dapat terus berkembang dan menjadi agenda olahraga yang konsisten dalam mendukung pembinaan serta melahirkan atlet-atlet basket terbaik dari Kota Batam.

    “Semoga kegiatan ini terus berkembang, semakin baik dari tahun ke tahun, dan menjadi bagian dari proses kita melahirkan atlet-atlet terbaik Kota Batam,” tutupnya. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Bersama Polresta Barelang dan PSSI, Amsakar Berbagi 1.000 Paket Beras

    Bersama Polresta Barelang dan PSSI, Amsakar Berbagi 1.000 Paket Beras

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan sambutan saat menghadiri pembagian 1.000 paket beras di Sekupang, Minggu (13/9/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Polresta Barelang dan Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Batam berbagi 1.000 paket beras kepada anak yatim dan masyarakat di Kecamatan Sekupang, Minggu (13/9/2026).

    Kegiatan sosial tersebut berlangsung di Perumahan Villa Sampurna 1, Kelurahan Tiban Indah, Kecamatan Sekupang. Aksi ini menjadi bentuk kepedulian bersama sekaligus upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.

    Amsakar mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kepedulian yang dibangun melalui kolaborasi dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Ini acara yang luar biasa. Ini menandakan bahwa kolaborasi dan kerja sama adalah kunci untuk membuat Batam semakin hebat,” ujar Amsakar.

    Ia mengatakan, kondisi inflasi perlu terus dikendalikan bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri sehingga diperlukan keterlibatan berbagai pihak untuk membantu masyarakat, termasuk melalui kegiatan sosial yang dapat menjaga daya beli.

    Menurut Amsakar, pembagian 1.000 paket beras menjadi salah satu bentuk kepedulian yang diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat.

    “Untuk meningkatkan daya beli masyarakat, salah satu yang kita lakukan adalah berupaya membagikan 1.000 paket beras. Mudah-mudahan semakin banyak warga yang bisa kita bantu sehingga upaya menekan dampak inflasi dapat kita lakukan bersama,” katanya.

    Di sisi lain, Amsakar menyampaikan sejumlah indikator positif terkait perkembangan ekonomi Batam. Hingga semester I 2026, pertumbuhan ekonomi Batam tercatat mencapai 7,28 persen.

    Realisasi investasi juga telah mencapai sekitar Rp29,9 triliun. Sementara itu, tingkat kemiskinan turun dari 4,86 persen menjadi 3,81 persen dan tingkat pengangguran terbuka menurun dari 7,06 persen menjadi 6,76 persen.

    “Ini menandakan bahwa ekonomi di Batam semakin bergerak,” ujarnya.

    Meski demikian, Amsakar menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus diikuti dengan pemerataan manfaat pembangunan. Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu memastikan pergerakan ekonomi memberikan dampak positif yang dapat dirasakan masyarakat.

    Sementara itu, Ketua Askot PSSI Kota Batam sekaligus Anggota DPRD Kota Batam, Rival Pribadi, mengatakan, kegiatan berbagi tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus dukungan terhadap program pemerintah.

    Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

    “Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah, khususnya bagaimana kita bersama-sama membantu masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan,” ujar Rival.

    Melalui kegiatan tersebut, Pemko Batam mendorong agar semangat gotong royong dan kolaborasi antarelemen masyarakat terus diperkuat. Kebersamaan tersebut diharapkan tidak hanya hadir dalam kegiatan sosial, tetapi juga dalam berbagai upaya membangun Batam yang semakin maju, tangguh, dan sejahtera.

    Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolresta Barelang Kombes Anggoro Wicaksono, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau, Guntur Sahat Hamonangan, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam, Zulkifli Aman, Camat Sekupang, Ersan, Kapolsek Sekupang Kompol Hippal Tua Sirait, serta Komandan Koramil 02/Sekupang, Kapten Inf. H.P. Siregar. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)