Category: Batam

Auto Added by WPeMatico

  • Amsakar-Li Claudia Gesa OPD Percepat Realisasi 15 Program Prioritas

    Amsakar-Li Claudia Gesa OPD Percepat Realisasi 15 Program Prioritas

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, dan Sekda Batam, Firmansyah, memimpin Rapat Evaluasi Triwulan II/Semester I di Kantor Wali Kota Batam, Senin (27/7/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mempercepat realisasi 15 program prioritas Pemerintah Kota Batam pada semester II Tahun 2026. Arahan tersebut disampaikan saat memimpin Rapat Evaluasi Triwulan II/Semester I di Kantor Wali Kota Batam, Senin (27/7/2026).

    Rapat dihadiri Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, para asisten, serta seluruh kepala OPD. Evaluasi dilakukan untuk menilai capaian kinerja semester pertama, realisasi perangkat daerah penghasil pendapatan, pelaksanaan program dan kegiatan, serta menyusun strategi percepatan pelaksanaan program pada semester kedua.

    Dalam arahannya, Amsakar menegaskan seluruh perangkat daerah harus meningkatkan kinerja agar target pembangunan dapat tercapai sesuai perencanaan. Menurutnya, pemerintahan Amsakar-Li Claudia telah memasuki satu tahun lima bulan sehingga percepatan pelaksanaan program menjadi hal yang sangat penting agar manfaat pembangunan segera dirasakan masyarakat.

    “Saya minta seluruh OPD memberikan perhatian serius terhadap setiap program yang menjadi tanggung jawabnya. Jangan menunda pekerjaan, segera dipercepat agar hasilnya dapat dirasakan masyarakat,” tegas Amsakar.

    Ia menekankan bahwa 15 program prioritas Pemerintah Kota Batam harus menjadi fokus seluruh perangkat daerah. Program-program tersebut perlu dikawal secara konsisten agar terlaksana sesuai target dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pelayanan publik maupun kesejahteraan masyarakat.

    “Fokus kita sekarang adalah memastikan 15 program prioritas Amsakar-Li Claudia berjalan sesuai target. Saya minta seluruh OPD bergerak lebih cepat agar pelaksanaannya semakin optimal pada semester kedua,” ujarnya.

    Selain mengevaluasi capaian program, Amsakar juga mengingatkan kepala OPD agar responsif terhadap berbagai persoalan yang berkembang di ruang publik, terutama isu maupun pemberitaan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi masing-masing perangkat daerah.

    “Setiap persoalan yang berkembang di ruang publik, khususnya yang berkaitan dengan OPD masing-masing, harus disikapi dengan baik. Jangan dibiarkan berkembang tanpa penjelasan. Berikan respons yang cepat, tepat, dan berdasarkan fakta,” katanya.

    Untuk memperkuat koordinasi, Amsakar meminta setiap OPD teknis menyusun agenda pembahasan secara berkala guna mengidentifikasi kendala sekaligus merumuskan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.

    “Saya berharap OPD teknis memiliki agenda yang terjadwal untuk membahas setiap persoalan yang dihadapi. Dengan demikian, setiap kendala dapat segera diselesaikan dan tidak berlarut-larut,” pesannya.

    Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kota Batam terus membangun fondasi pemerintahan yang kuat melalui kinerja yang profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil.

    “Bangun fondasi yang baik. Mari menghasilkan sesuatu yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Setiap pekerjaan yang kita lakukan harus memberikan nilai tambah dan dampak positif bagi kemajuan Kota Batam,” ujar Li Claudia.

    Melalui rapat evaluasi tersebut, Pemerintah Kota Batam berharap seluruh perangkat daerah semakin memperkuat sinergi, mempercepat pelaksanaan 15 program prioritas, serta memastikan seluruh target pembangunan pada semester II Tahun 2026 dapat direalisasikan secara optimal demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Pemko Batam Perkuat Perencanaan Penanggulangan Bencana

    Pemko Batam Perkuat Perencanaan Penanggulangan Bencana

    Sekda Batam, Firmansyah, membuka Konsultasi Publik Rancangan Akhir RPBD di Kantor Wali Kota Batam, Senin (27/7/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / ADE RAHMATULLAH

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus memperkuat sistem penanggulangan bencana melalui penyusunan Rancangan Akhir Rencana Penanggulangan Bencana Daerah (RPBD) Kota Batam. Upaya tersebut ditandai dengan pelaksanaan Konsultasi Publik Rancangan Akhir RPBD yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, di Kantor Wali Kota Batam, Senin (27/7/2026).

    Kegiatan yang diselenggarakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batam itu dihadiri para camat, lurah, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta berbagai pemangku kepentingan. Konsultasi publik ini menjadi bagian dari proses penyempurnaan dokumen RPBD agar selaras dengan arah pembangunan Kota Batam yang maju, aman, tangguh, dan berkelanjutan.

    Mewakili Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, Firmansyah menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak lagi semata-mata berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik. Menurutnya, pembangunan juga harus didukung oleh sistem ketahanan yang mampu mengantisipasi dan menghadapi berbagai potensi bencana.

    Ia menjelaskan, RPBD merupakan dokumen strategis yang akan menjadi pedoman bagi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang terpadu, mulai dari mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana.

    “Perencanaan yang baik bukan hanya mampu menjawab tantangan hari ini, tetapi juga mengantisipasi risiko di masa depan. RPBD harus menjadi dokumen yang adaptif terhadap dinamika perkembangan Kota Batam, sekaligus memberikan kepastian bahwa keselamatan masyarakat selalu menjadi prioritas utama dalam setiap arah pembangunan,” ujar Firmansyah.

    Ia menambahkan, tantangan perubahan iklim, pesatnya pertumbuhan kawasan perkotaan, serta meningkatnya aktivitas ekonomi menuntut pemerintah menghadirkan tata kelola penanggulangan bencana yang modern, berbasis data, dan diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.

    “Ketangguhan sebuah kota tidak diukur dari seberapa besar bencana yang datang, melainkan dari seberapa siap pemerintah dan masyarakat menghadapinya. Karena itu, kita harus membangun budaya kesiapsiagaan sebagai bagian dari pembangunan Kota Batam. Inilah investasi jangka panjang untuk melindungi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan daerah,” katanya.

    Firmansyah juga mengajak seluruh peserta konsultasi publik memberikan masukan yang konstruktif agar dokumen RPBD benar-benar disusun melalui proses partisipatif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

    “Tidak ada satu institusi pun yang mampu menghadapi bencana sendirian. Kolaborasi adalah kekuatan utama. Ketika pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, media, dan seluruh elemen bergerak dalam visi yang sama, kita tidak hanya membangun kota yang maju, tetapi juga kota yang tangguh, aman, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” ujarnya.

    Ia berharap konsultasi publik ini menghasilkan dokumen Rancangan Akhir RPBD yang komprehensif, implementatif, dan selaras dengan visi pembangunan Kota Batam. Dokumen tersebut diharapkan menjadi acuan bagi seluruh perangkat daerah dalam memperkuat mitigasi risiko bencana sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.

    Melalui penyusunan RPBD yang partisipatif dan berbasis kolaborasi, Pemerintah Kota Batam optimistis dapat mewujudkan tata kelola penanggulangan bencana yang semakin profesional, responsif, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat, sejalan dengan visi menjadikan Batam sebagai kota yang maju, tangguh, dan berkelanjutan. (Humas Diskominfo Batam / Robin F)

  • Di Harlah ke-9 Selingsing, Amsakar Ajak Warga Jaga Solidaritas dan Dukung Pembangunan Batam

    Di Harlah ke-9 Selingsing, Amsakar Ajak Warga Jaga Solidaritas dan Dukung Pembangunan Batam

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan sambutan saat memperingati Harlah ke-9 Perkumpulan Selingsing Kota Batam di Nagoya Mansion, Kecamatan Lubukbaja, Sabtu (25/7/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam sekaligus Pembina Perkumpulan Selingsing Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri Halaqah Pengajian Akbar yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-9 Perkumpulan Selingsing Kota Batam di Nagoya Mansion, Kecamatan Lubukbaja, Sabtu (26/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat semangat persatuan warga Selingsing yang bermukim di Kota Batam.

    Turut hadir Ketua TP-PKK Kota Batam yang juga Ketua Umum Perkumpulan Kuantan Singingi (Kuansing) Batam, Erlita Amsakar, Sekretaris Daerah Kota Batam yang juga Pembina Perkumpulan Selingsing, Firmansyah, para tokoh masyarakat, serta ratusan warga Selingsing.

    Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan apresiasi atas perkembangan Perkumpulan Selingsing yang dinilai semakin solid dan mampu menjaga kebersamaan. Menurutnya, pengajian yang semula dilaksanakan dalam skala kecil kini berkembang menjadi pengajian akbar yang diikuti lebih banyak masyarakat.

    Ia berharap Harlah ke-9 menjadi momentum untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat komitmen membangun organisasi yang semakin baik.

    “Momentum Harlah ke-9 ini hendaknya kita jadikan sebagai sarana melihat masa lalu sebagai pelajaran, masa kini sebagai pijakan, dan masa depan sebagai arah perbaikan yang berkelanjutan. Saya mengapresiasi warga Selingsing yang semakin kompak, solid, dan terus menjaga kebersamaan,” ujar Amsakar.

    Pada kesempatan itu, Amsakar juga mengajak masyarakat untuk menjaga kondusivitas serta memperkuat budaya saling menghargai di tengah dinamika kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, energi masyarakat sebaiknya diarahkan untuk mendukung karya dan prestasi sesama, bukan memperbesar perbedaan yang berpotensi memecah persatuan.

    “Mari kita kurangi energi untuk mencari kelemahan atau kesalahan orang lain. Sebaliknya, mari saling mendukung, menghindari perdebatan yang tidak produktif, serta membentengi diri dari polarisasi yang kerap dipicu media sosial,” katanya.

    Sebagai bentuk akuntabilitas kepada masyarakat, Amsakar turut memaparkan sejumlah capaian pembangunan selama satu tahun lima bulan kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra. Ia menyebut berbagai indikator makro menunjukkan tren positif, mulai dari pertumbuhan ekonomi, peningkatan realisasi investasi, penurunan angka kemiskinan, hingga meningkatnya kunjungan wisatawan.

    Di sektor pariwisata olahraga, Batam juga terus mencatatkan prestasi. Salah satunya dengan sukses menjadi tuan rumah kejuaraan bola basket internasional FIBA 3×3 Challenger, yang diikuti sejumlah tim elite dunia.

    Amsakar juga menyoroti besarnya dukungan Pemerintah Pusat terhadap percepatan pembangunan Batam. Menurutnya, dalam kurun satu tahun lima bulan terakhir telah diterbitkan sejumlah peraturan pemerintah yang semakin memperkuat tata kelola dan pengembangan kawasan Batam.

    “Perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam sangat besar. Hal itu terlihat dari berbagai kebijakan strategis yang diterbitkan, termasuk koordinasi langsung bersama Bapak Presiden yang telah berlangsung tiga kali dalam kurun waktu satu tahun lima bulan,” ujarnya.

    Menutup sambutannya, Amsakar menyampaikan salam dan permohonan maaf dari Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, yang tidak dapat menghadiri kegiatan tersebut karena sedang mendampingi putrinya yang kurang sehat.

    Suasana penuh keakraban menutup rangkaian acara. Sebelum meninggalkan lokasi, Amsakar melantunkan pantun yang mengajak seluruh warga terus menjaga persatuan, mempererat silaturahmi, dan bersama-sama mendukung kemajuan Kota Batam. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Sukses Gelar FIBA 3×3 Challenger, Amsakar Tegaskan Batam Siap Jadi Pusat Sport Tourism

    Sukses Gelar FIBA 3×3 Challenger, Amsakar Tegaskan Batam Siap Jadi Pusat Sport Tourism

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan sambutan saat menutup FIBA 3×3 Challenger 2026 di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Sabtu (25/7/2026) malam. HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Keberhasilan Kota Batam menjadi tuan rumah FIBA 3×3 Challenger 2026 mempertegas posisinya sebagai destinasi penyelenggara ajang olahraga internasional. Menutup rangkaian turnamen yang berlangsung di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Sabtu (25/7/2026) malam, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat Batam sebagai pusat sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai event olahraga berskala dunia.

    Prosesi penutupan ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional kompang oleh Amsakar bersama Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi), Nirmala Dewi, serta jajaran pengurus FIBA dan Perbasi.

    FIBA 3×3 Challenger merupakan salah satu rangkaian kompetisi internasional yang menjadi jalur kualifikasi bagi tim-tim profesional menuju FIBA 3×3 World Tour Masters, level tertinggi dalam kompetisi basket 3×3 dunia.

    Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan apresiasi kepada FIBA, Perbasi, panitia pelaksana, serta seluruh atlet yang telah berpartisipasi dan menyukseskan penyelenggaraan turnamen tersebut.

    “Atas nama Pemerintah Kota Batam dan BP Batam, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh atlet. Terima kasih kepada FIBA dan Perbasi yang telah mempercayai Batam sebagai tuan rumah penyelenggaraan kejuaraan internasional ini,” ujar Amsakar.

    Menurutnya, kepercayaan menjadi tuan rumah event internasional merupakan momentum penting untuk memperkuat citra Batam sebagai kota tujuan olahraga dan pariwisata di tingkat regional maupun internasional.

    “Kami sangat bangga Batam dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan basket internasional ini. Hal tersebut semakin menegaskan posisi Batam sebagai salah satu destinasi sport tourism. Selamat bertanding dan terus junjung tinggi sportivitas,” katanya.

    Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Perbasi, Nirmala Dewi, mengaku terkesan dengan kesiapan Batam dalam menyelenggarakan FIBA 3×3 Challenger 2026. Menurutnya, kualitas fasilitas maupun penyelenggaraan di Batam mampu memenuhi standar internasional.

    “Saya bangga sekali dengan Batam. Awalnya memang ada kekhawatiran karena Batam belum pernah menjadi tuan rumah FIBA 3×3 Challenger maupun Women’s Series. Namun, setelah melihat seluruh persiapannya, kualitas venue dan penyelenggaraannya tidak kalah dengan event internasional di negara lain,” ujarnya.

     

    Tingginya antusiasme masyarakat serta dukungan infrastruktur yang memadai, lanjut Nirmala, menjadi modal penting bagi Batam untuk kembali dipercaya menggelar ajang serupa pada masa mendatang.

    “Melihat kesiapan dan semangat masyarakat Batam, saya optimistis kerja sama ini dapat terus berlanjut. Bahkan, Batam sangat layak menjadi tuan rumah untuk beberapa tahun ke depan,” tutupnya. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Kemeriahan Menyambut HUT ke-81 RI, Mantan Pegawai Pemko Batam Gelar Lomba Bernuansa Kemerdekaan

    Kemeriahan Menyambut HUT ke-81 RI, Mantan Pegawai Pemko Batam Gelar Lomba Bernuansa Kemerdekaan

    Sekda Batam, Firmansyah, bersama sejumlah pensiunan pegawai Pemko Batam saat silaturahmi di Sekupang, Sabtu (25/7/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / ADE RAHMATULLAH

    Diskominfo Batam – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa semarak dalam silaturahmi Persatuan Mantan Pegawai Pemko Batam (PMPPB) di Taman Kolam, Sekupang, Sabtu (25/7/2026). Berbagai lomba bernuansa kemerdekaan, seperti makan kerupuk, estafet kelereng, dan memasukkan paku ke dalam botol, menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus membangkitkan nostalgia para mantan aparatur sipil negara yang pernah mengabdi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

    Inisiator kegiatan, Agussahiman, mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, mengatakan, silaturahmi menjadi wadah untuk menjaga hubungan baik antarsesama mantan aparatur sipil negara yang pernah mengabdi di lingkungan Pemko Batam.

    “Kegiatan ini bertujuan mendekatkan yang jauh dan merapatkan yang dekat. Harapannya, tali silaturahmi di antara seluruh anggota tetap terjaga meskipun sudah tidak lagi bertugas di pemerintahan,” ujarnya.

    Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi terselenggaranya agenda silaturahmi yang dinilainya mampu memperkuat hubungan antargenerasi aparatur.

    Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi ruang bagi generasi penerus untuk belajar dari pengalaman para senior yang telah berperan dalam membangun Pemerintah Kota Batam sejak awal.

    “Silaturahmi ini menjadi wadah bagi kami yang lebih muda untuk mendapatkan tunjuk ajar dan pengalaman dari para senior yang telah menjadi perintis pembangunan birokrasi di Kota Batam,” kata Firmansyah.

    Memasuki penyelenggaraan yang keempat, kegiatan tahun ini dikemas lebih semarak dengan menggelar berbagai perlombaan tradisional dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Lomba makan kerupuk, estafet membawa kelereng menggunakan sendok, hingga lomba memasukkan paku ke dalam botol secara beregu berhasil menciptakan suasana penuh kegembiraan.

    Seluruh peserta tampak antusias mengikuti setiap perlombaan. Gelak tawa dan semangat kebersamaan mewarnai jalannya acara, sekaligus menghadirkan nuansa nostalgia bagi para mantan pegawai yang pernah bersama-sama mengabdi di lingkungan Pemko Batam.

    Selain perlombaan, panitia juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, seperti pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, serta pemeriksaan kesehatan dasar lainnya.

     

    Sejumlah mantan pejabat Pemerintah Kota Batam turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Akmam Adipoetra, Martioes Tanjung, Zulkifli, Puardi Djarius, Maaz Ismail, R. Muksin, Sadri Khairuddin, Hasyimah, serta istri almarhum Azwin Yakub. Hadir pula Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, beserta para undangan dan mantan pegawai yang pernah mengabdikan diri di lingkungan Pemerintah Kota Batam.

    Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan saling bersalaman sebagai simbol eratnya persaudaraan. PMPPB berencana kembali menggelar kegiatan serupa pada Desember mendatang dalam rangka memperingati Hari Jadi Batam ke-198. (Humas Diskominfo Batam / Rizka)

  • Pemko Batam Perluas Program Pinjaman 0 Persen, Bank Sumut Resmi Jadi Mitra Pembiayaan UMKM

    Pemko Batam Perluas Program Pinjaman 0 Persen, Bank Sumut Resmi Jadi Mitra Pembiayaan UMKM

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, didampingi Sekda Batam, Firmansyah, menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Pemko Batam dan PT Bank Sumut di Kantor Wali Kota Batam, Jumat (24/7/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus memperkuat ekonomi kerakyatan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menggandeng PT Bank Sumut untuk menghadirkan Program Subsidi Bunga/Margin 0 Persen bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus memberikan apresiasi kepada koperasi sehat di Kota Batam.

    Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemko Batam dan PT Bank Sumut serta penyerahan penghargaan hasil Penilaian Kesehatan Koperasi Tahun 2025 yang berlangsung di Aula Engku Hamidah, Kantor Wali Kota Batam, Jumat (24/7/2026).

    Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batamc Salim, jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Pemimpin Divisi Kredit Konsumen PT Bank Sumut, Faisal Panggabean, serta pengurus koperasi se-Kota Batam.

    Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa arah pembangunan Kota Batam kini tidak lagi hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

    Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan harus mampu menghadirkan sesuatu yang baru, meningkatkan kualitas yang telah ada, sekaligus memberdayakan masyarakat agar mampu mandiri secara ekonomi.

    “Pembangunan tidak hanya soal fisik semata, tetapi harus menghadirkan pemberdayaan. Penguatan kapasitas SDM dan ekonomi masyarakat harus mulai dipersiapkan dari sekarang. Jika tidak, kita akan tertinggal,” ujar Amsakar.

    Ia juga mengapresiasi capaian 43 koperasi di Batam yang memperoleh predikat sehat dan cukup sehat. Menurutnya, koperasi memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah.

    Selain menghadirkan program subsidi bunga atau margin 0 persen melalui kerja sama dengan perbankan, Pemko Batam juga terus mendukung pembiayaan usaha melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Pengelolaan Dana Bergulir (PDB) dengan bunga rendah. Amsakar menyebutkan, tingkat kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) program tersebut berada di angka 2,1 persen, jauh di bawah ambang batas 5 persen.

    Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim, menjelaskan bahwa kerja sama dengan Bank Sumut merupakan upaya memperluas akses pembiayaan bagi UMKM tanpa dikenakan bunga maupun margin.

    Program tersebut ditujukan bagi pelaku usaha, seperti pedagang kecil dan pelaku usaha kuliner, dengan plafon pinjaman awal hingga Rp20 juta tanpa agunan.

    Menurut Salim, Bank Sumut menjadi mitra perbankan ketiga dalam program pinjaman margin 0 persen setelah Bank BTN dan Bank Riau Kepri (BRK) Syariah. Saat ini, Pemko Batam juga tengah menjajaki kerja sama dengan Bank Jatim.

    “Alokasi anggaran yang disiapkan saat ini mencapai Rp3 miliar. Atas arahan Bapak Wali Kota dan dukungan Bapelitbangda, ke depan diusulkan peningkatan plafon pinjaman dari Rp20 juta menjadi Rp50 juta hingga Rp100 juta agar manfaat program semakin besar bagi pelaku UMKM,” kata Salim.

    Ia menambahkan, berdasarkan data Online Data System (ODS) per Juni 2026, terdapat 1.132 koperasi yang terdaftar di Kota Batam, dengan 375 koperasi di antaranya berstatus aktif.

    Dari hasil pemeriksaan terhadap 43 koperasi pada 2025, sebanyak 16 koperasi memperoleh predikat Sehat dan 27 koperasi memperoleh predikat Cukup Sehat.

    Pada kesempatan yang sama, Pemimpin Divisi Kredit Konsumen PT Bank Sumut, Faisal Panggabean, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Pemko Batam kepada Bank Sumut sebagai mitra penyalur pembiayaan.

    Ia menegaskan, Bank Sumut siap mendukung pembangunan daerah melalui layanan pembiayaan yang inklusif, cepat, dan terjangkau bagi pelaku UMKM.

    “Program Subsidi Bunga yang kita tandatangani hari ini menjadi jembatan bagi pelaku usaha mikro untuk memperoleh pembiayaan yang lebih ringan. Kolaborasi yang kuat akan melahirkan ekonomi yang tangguh dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Batam,” ujarnya.

    Program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan Pemko Batam juga diperkuat melalui berbagai sektor lainnya, antara lain pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu dan wilayah hinterland, peningkatan layanan kesehatan, serta berbagai program perlindungan sosial.

    Pada akhir kegiatan, Amsakar menyerahkan penghargaan secara simbolis kepada koperasi penerima predikat terbaik. Ia juga mengajak seluruh pengurus koperasi di Batam untuk terus menjaga tata kelola organisasi yang sehat, transparan, dan akuntabel melalui pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) secara rutin. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Pemko Batam Perkuat Pencegahan Korupsi, Firmansyah Pimpin Rakor Pariwara Antikorupsi 2026

    Pemko Batam Perkuat Pencegahan Korupsi, Firmansyah Pimpin Rakor Pariwara Antikorupsi 2026

    Sekda Batam, Firmansyah, memimpin Rapat Koordinasi Ajakan Kampanye Antikorupsi Serentak dalam Program Pariwara Antikorupsi Tahun 2026 di Kantor Wali Kota Batam, Jumat (24/7/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / ADE RAHMATULLAH

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menggelar Rapat Koordinasi Ajakan Kampanye Antikorupsi Serentak dalam Program Pariwara Antikorupsi Tahun 2026. Rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, tersebut diikuti seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat di lingkungan Pemko Batam di Wali Kota Batam, Jumat (24/7/2026).

    Dalam arahannya, Firmansyah menjelaskan bahwa Program Pariwara Antikorupsi 2026 merupakan program nasional yang diinisiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memperkuat budaya antikorupsi di daerah melalui kampanye yang melibatkan pemerintah dan masyarakat.

    Ia mengatakan, kampanye tersebut berfokus pada upaya pencegahan korupsi melalui penyebarluasan konten kreatif yang mendorong peningkatan integritas pelayanan publik, khususnya dalam menolak praktik pungutan liar, suap, gratifikasi, nepotisme, konflik kepentingan, dan penyalahgunaan fasilitas dinas.

    “Atas arahan Wali Kota Batam, Bapak Amsakar Achmad, seluruh perangkat daerah dan camat diminta menindaklanjuti surat KPK dan Kementerian Dalam Negeri terkait pelaksanaan Ajakan Kampanye Antikorupsi Serentak dalam Program Pariwara Antikorupsi Tahun 2026. Program ini merupakan gerakan kampanye nasional yang harus dilaksanakan secara serentak di daerah,” ujar Firmansyah.

    Ia menjelaskan, pelaksanaan Kampanye Antikorupsi Serentak di pemerintah daerah berlangsung mulai 1 April hingga 30 September 2026. Sementara itu, penyampaian laporan pelaksanaan kampanye dijadwalkan pada 1 Agustus hingga 30 September 2026.

    Karena itu, Firmansyah meminta seluruh perangkat daerah dan camat segera menyusun serta melaksanakan kampanye antikorupsi melalui berbagai media, baik konvensional maupun digital.

    Menurutnya, materi kampanye harus mengangkat tema “Mendorong Kesadaran dan Partisipasi Publik dalam Menolak Pungutan Liar, Suap, Gratifikasi, Nepotisme, Konflik Kepentingan, dan Penyalahgunaan Fasilitas Dinas.”

    “Kampanye harus berbasis fakta, mudah dipahami masyarakat, akurat, dan menyampaikan pesan yang jelas. Bentuknya dapat berupa spanduk, baliho, banner, maupun konten digital yang kreatif,” kata Firmansyah.

    Ia juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah dan camat untuk berkoordinasi dengan Inspektorat Daerah Kota Batam serta Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam dalam penyusunan materi kampanye.

    Firmansyah menambahkan, setiap perangkat daerah diberikan ruang untuk memodifikasi materi kampanye dengan mengangkat kearifan lokal agar pesan yang disampaikan lebih relevan dan mudah diterima masyarakat. Namun demikian, substansi kampanye tetap harus memuat ajakan menolak suap dan gratifikasi, nepotisme, konflik kepentingan, serta penyalahgunaan fasilitas dinas sebagai bagian dari upaya membangun pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas. (Humas Diskominfo Batam / Muhardi)

  • Program Prioritas Amsakar-Li Claudia Jadi Rujukan, Pemko Binjai Pelajari Program Perlindungan Pekerja Rentan

    Program Prioritas Amsakar-Li Claudia Jadi Rujukan, Pemko Binjai Pelajari Program Perlindungan Pekerja Rentan

    Sekda Batam, Firmansyah, berbincang dengan Sekda Binjai, Chairin F. Simanjuntak, saat kunjungan kerja di Kantor Wali Kota Batam, Jumat (24/7/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / ADE RAHMATULLAH

    Diskominfo Batam – Program perlindungan pekerja rentan yang menjadi salah satu prioritas Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menarik perhatian pemerintah daerah lain. Pemerintah Kota (Pemko) Binjai, Sumatera Utara, melakukan studi banding ke Pemko Batam untuk mempelajari strategi, mekanisme perencanaan, serta penganggaran program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan yang dinilai berhasil diimplementasikan di Kota Batam.

    Rombongan yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Binjai, Chairin F. Simanjuntak tersebut, disambut Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, di Kantor Wali Kota Batam, Jumat (24/7/2026).

    Dalam sambutannya, Firmansyah mengatakan bahwa sinergi antara Pemerintah Kota Batam dan BPJS Ketenagakerjaan telah terjalin dengan baik. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan berbagai program perlindungan sosial ketenagakerjaan di Kota Batam.

    “Hubungan kemitraan antara Pemerintah Kota Batam dan BPJS Ketenagakerjaan selama ini berjalan sangat baik. Setiap program yang dicanangkan pemerintah selalu mendapat dukungan dari BPJS Ketenagakerjaan, begitu pula sebaliknya. Sinergi ini menjadi fondasi dalam memberikan perlindungan kepada para pekerja,” ujar Firmansyah.

    Ia menjelaskan, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan merupakan salah satu program prioritas Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra. Pada tahun ini, Pemerintah Kota Batam mengalokasikan pembiayaan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 24.348 pekerja rentan, yang meliputi nelayan, petani, pengemudi ojek daring, pengayuh becak, hingga pekerja sosial kemasyarakatan.

    “Program ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat yang bekerja di sektor informal. Ke depan, program perlindungan pekerja rentan akan terus kami lanjutkan dan tingkatkan,” kata Firmansyah.

    Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Binjai, Chairin F. Simanjuntak, mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan mempelajari kebijakan dan strategi Pemerintah Kota Batam dalam memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan.

    Menurutnya, Batam dinilai berhasil mengimplementasikan program tersebut sehingga layak dijadikan referensi dalam penyusunan kebijakan di Kota Binjai.

    “Kami ingin memperoleh masukan mengenai langkah-langkah percepatan pelaksanaan program, mulai dari mekanisme perencanaan, penganggaran melalui APBD, hingga strategi implementasinya. Harapannya, hasil studi banding ini dapat menjadi bahan rekomendasi kepada pimpinan untuk pengembangan program pada tahun 2027,” ujar Chairin.

    Dalam kunjungan tersebut, Sekda Kota Binjai didampingi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan OPD terkait, serta Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kota Binjai. Pertemuan berlangsung dalam suasana diskusi dan berbagi pengalaman mengenai praktik terbaik pelaksanaan program perlindungan pekerja rentan di daerah. (Humas Diskominfo Batam / Muhardi)

  • Amsakar Dorong Pemberdayaan Masyarakat sebagai Pilar Pembangunan Batam

    Amsakar Dorong Pemberdayaan Masyarakat sebagai Pilar Pembangunan Batam

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Ketua TP-PKK Batam, Erlita Amsakar, menghadiri Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan se-Kecamatan Sungai Beduk di halaman Kantor Camat Sungai Beduk, Jumat (24/7/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menegaskan komitmennya mengarahkan pembangunan yang tidak lagi semata berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong kesejahteraan warga secara berkelanjutan.

    Komitmen itu disampaikan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat membuka Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan se-Kecamatan Sungai Beduk di halaman Kantor Camat Sungai Beduk, Jumat (24/7/2026).

    Turut hadir Ketua TP-PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, Kepala Dinas Sosial Kota Batam, Zulkifli Aman, Camat Sungai Beduk, Rifandi Malik, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta tokoh masyarakat.

    Dalam sambutannya, Amsakar menjelaskan bahwa pembangunan memiliki tiga aspek utama, yakni menghadirkan sesuatu yang belum tersedia, meningkatkan yang sudah ada, serta memberdayakan masyarakat agar memiliki kapasitas yang lebih baik.

    Menurutnya, bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, pihaknya kini memberi perhatian lebih besar terhadap program-program pemberdayaan yang menyentuh sektor ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

    “Pemberdayaan itu penekanannya pada peningkatan kapasitas. Dari yang sebelumnya pendapatannya kecil, kita buka ruang agar meningkat. UMKM yang masih terbatas kita dorong supaya berkembang. Begitu juga di bidang pendidikan dan kesehatan,” ujar Amsakar.

    Ia menjelaskan, arah pembangunan tersebut diwujudkan melalui berbagai program kerakyatan, di antaranya pemberian seragam sekolah gratis bagi peserta didik baru, bantuan sosial bagi lanjut usia, program beasiswa pendidikan, hingga perluasan perlindungan kesehatan masyarakat.

    Pada tahun ini, kata Amsakar, sebanyak 34 anak berprestasi dari keluarga kurang mampu berhasil memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, seperti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Politeknik Negeri Batam. Sementara itu, cakupan perlindungan kesehatan masyarakat Batam kini telah mendekati 98 persen.

    Amsakar juga mengajak para orang tua untuk terus berjuang memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka. Menurutnya, pendidikan merupakan jalan tercepat untuk meningkatkan kualitas hidup dan mobilitas sosial keluarga.

    “Jangan ragu dan jangan cemas menyekolahkan anak. Kalau ingin melihat Batam semakin hebat, tingkatkan daya saing anak-anak kita mulai sekarang. Pendidikan adalah jawabannya. Sebagaimana perintah pertama dalam Al-Qur’an adalah Iqra atau bacalah. Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu,” katanya.

    Pada kesempatan itu, Amsakar turut memaparkan sejumlah capaian pembangunan selama satu tahun lima bulan kepemimpinannya bersama Li Claudia Chandra.

    Ia menyebut realisasi investasi Batam telah mencapai Rp69,3 triliun atau 125,5 persen dari target sebesar Rp60 triliun. Bahkan, pada triwulan I 2026, nilai investasi telah melampaui Rp15 triliun.

    Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan investor sekaligus mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

    “Keberhasilan ini bukan karena Amsakar atau Li Claudia semata, melainkan hasil kerja keras seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, RT/RW, lurah, camat, hingga seluruh pihak yang bersama-sama membangun Batam. Kami di Pemko Batam hanya mengorkestrasi,” ujarnya.

    Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak seluruh masyarakat Sungai Beduk untuk terus memperkuat persatuan dan menghilangkan sikap saling curiga demi menjaga keberlanjutan pembangunan Kota Batam.

    Sementara itu, Camat Sungai Beduk, Rifandi Malik, mengatakan kegiatan pemberdayaan masyarakat tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Ketua TP PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan warga.

    Ia menjelaskan, kegiatan diikuti 155 peserta dari empat kelurahan dengan materi pelatihan yang berbeda-beda. Peserta dari Kelurahan Tanjung Piayu berjumlah 40 orang dan mengikuti pelatihan tentang peningkatan kesadaran keluarga dalam mewujudkan rumah sehat dan layak huni.

    Sementara itu, peserta dari Kelurahan Mangsang dan Mukakuning mendapatkan materi mengenai rumah sehat serta peningkatan kesadaran hukum. Adapun peserta dari Kelurahan Duriangkang mengikuti pelatihan tata rias.

    Rifandi berharap program pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kualitas hidup dan kemandirian warga tersebut dapat terus dilaksanakan serta diperluas pada tahun-tahun mendatang. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Batam Masuk Nominasi ADLGA 2026, Sekda Firmansyah Paparkan Transformasi Digital Berbasis Data

    Batam Masuk Nominasi ADLGA 2026, Sekda Firmansyah Paparkan Transformasi Digital Berbasis Data

    Sekda Batam, Firmansyah, memaparkan sejumlah program digital kepada tim penilai ADLGA 2026 di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (23/7/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / ADE RAHMATULLAH

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kota Batam masuk dalam lima besar nominasi Askompsi Digital Leadership Government Awards (ADLGA) 2026 pada kategori Sekretaris Daerah Kota. Prestasi tersebut menjadi pengakuan atas komitmen Pemko Batam dalam membangun tata kelola pemerintahan berbasis data dan memperkuat digitalisasi pelayanan publik.

    Tahapan penilaian dilanjutkan melalui visitasi tim penilai ADLGA 2026 yang diterima langsung Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Lantai II Kantor Wali Kota Batam, Kamis (23/7/2026).

    Pada kategori Sekretaris Daerah, terdapat 15 nominator terbaik dari seluruh Indonesia yang mengikuti penilaian akhir. Mereka terdiri atas lima Sekretaris Daerah Provinsi, lima Sekretaris Daerah Kota, dan lima Sekretaris Daerah Kabupaten.

    Dalam paparannya, Firmansyah menjelaskan bahwa transformasi digital di Kota Batam tidak sekadar berfokus pada pemanfaatan teknologi informasi. Menurutnya, digitalisasi telah menjadi fondasi dalam penyusunan kebijakan, perencanaan pembangunan, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

    Ia mengatakan, setiap kebijakan yang diambil Pemerintah Kota Batam disusun berdasarkan data yang akurat, tervalidasi, dan terintegrasi. Data tersebut dihimpun tidak hanya dari perangkat daerah, tetapi juga melalui aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) mulai dari tingkat RT dan RW, kelurahan, kecamatan, hingga perangkat daerah.

    “Kami meyakini pembangunan yang baik harus dimulai dari data yang baik. Karena itu, setiap kebijakan yang diambil Pemerintah Kota Batam harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata. Data yang kami gunakan bukan hanya data administrasi, tetapi juga data yang berasal dari aspirasi masyarakat dan telah melalui proses validasi secara berjenjang,” ujar Firmansyah.

    Ia menambahkan, pendekatan data-driven government memungkinkan program pembangunan disusun secara lebih presisi, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

    Selain mendukung perencanaan pembangunan, digitalisasi juga diterapkan dalam pengelolaan pendapatan daerah untuk mewujudkan tata kelola keuangan yang lebih transparan, akuntabel, dan efisien.

    Salah satu implementasinya ialah penerapan pembayaran parkir menggunakan QRIS yang dinilai mampu meningkatkan kemudahan layanan sekaligus memperkuat transparansi penerimaan daerah.

    “Digitalisasi juga kami dorong untuk meningkatkan PAD. Pembayaran parkir melalui QRIS memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan transparansi dan akurasi penerimaan daerah sehingga potensi kebocoran dapat diminimalkan,” katanya.

    Firmansyah menegaskan, digitalisasi akan terus diperluas ke berbagai sektor pelayanan publik sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemerintahan yang modern, adaptif, dan berdaya saing.

    Di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, Pemerintah Kota Batam terus memperkuat integrasi data lintas sektor serta mempercepat digitalisasi pelayanan publik guna mendukung pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

    Masuknya Batam dalam lima besar nominasi ADLGA 2026 menjadi indikator bahwa transformasi digital yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada penggunaan teknologi, tetapi juga pada pemanfaatan data dan inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta mengoptimalkan pendapatan daerah.

    Melalui penguatan kepemimpinan digital dan tata kelola pemerintahan berbasis data, Batam terus mempertegas posisinya sebagai salah satu daerah yang konsisten menghadirkan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik di Indonesia. (Humas Diskominfo Batam / Robin F)