Category: Batam

Auto Added by WPeMatico

  • Tingkatkan Kualitas Peserta MTQH, Batam Datangkan Pelatih Nasional

    Tingkatkan Kualitas Peserta MTQH, Batam Datangkan Pelatih Nasional

    Sekda Batam, Firmansyah, menghadiri dan membuka Pelatihan Khusus Peserta Potensial dan Berprestasi di Nagoya Mansion Hotel & Residence Batam, Selasa (12/5/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / ADE RAHMATULLAH

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus memperkuat pembinaan peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) melalui Pelatihan Khusus Peserta Potensial dan Berprestasi yang digelar Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Batam.

    Kegiatan tersebut resmi dibuka Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, mewakili Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, di Nagoya Mansion Hotel & Residence Batam, Selasa (12/5/2026).

    Dalam sambutannya, Firmansyah menegaskan pelatihan itu menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pembinaan peserta MTQH agar mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.

    Menurutnya, pembinaan yang terarah dan berkelanjutan sangat penting untuk mencetak qari dan qariah terbaik yang tidak hanya unggul dalam kemampuan, tetapi juga memiliki karakter dan integritas yang kuat.

    “Pemerintah Kota Batam terus memberikan dukungan terhadap pembinaan peserta MTQH melalui LPTQ. Kami berharap kegiatan ini mampu melahirkan peserta yang siap bersaing dan membawa nama baik Batam di tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.

    Ia menilai peningkatan kualitas peserta MTQH harus didukung sistem pembinaan yang profesional, modern, dan berkesinambungan agar hasil yang dicapai semakin optimal.

    Pada kesempatan itu, Firmansyah juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus, pembina, dan dewan hakim LPTQ Kota Batam atas dedikasi serta integritas dalam pelaksanaan MTQH sebelumnya.

    “Komitmen dan profesionalisme seluruh unsur LPTQ menjadi modal penting dalam menjaga kualitas pelaksanaan MTQH di Kota Batam,” katanya.

    Pelatihan tersebut menghadirkan empat pelatih nasional dan 12 pelatih lokal yang akan memberikan pembinaan intensif kepada 60 peserta potensial dan berprestasi. Selain itu, kegiatan juga didukung empat pendamping peserta dan delapan panitia pelaksana.

    Adapun cabang yang mendapat pembinaan meliputi seni baca Al-Qur’an, hafalan Al-Qur’an, tafsir Al-Qur’an, tahfiz Al-Qur’an, karya tulis ilmiah Al-Qur’an, hingga kaligrafi.

    Kegiatan pelatihan dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 12 hingga 16 Mei 2026, sebagai bagian dari penguatan pembinaan peserta MTQH Kota Batam secara lebih fokus dan terstruktur.

    Melalui pelatihan tersebut, Pemerintah Kota Batam berharap lahir peserta MTQH yang unggul, berprestasi, serta mampu mengharumkan nama daerah di berbagai ajang kompetisi Al-Qur’an dan hadis. (Humas Diskominfo Batam / Robin F)

  • DPRD Wonogiri Pelajari SIDIA Batam untuk Penguatan Kerja Sama Media

    DPRD Wonogiri Pelajari SIDIA Batam untuk Penguatan Kerja Sama Media

    Kepala Diskominfo Batam, Rudi Panjaitan dan jajaran, bersama rombongan DPRD Wonogiri usai pertemuan di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (12/5/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menerima kunjungan rombongan DPRD Kabupaten Wonogiri di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (12/5/2026). Kunjungan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus studi referensi terkait pola kerja sama pemerintah daerah dengan perusahaan media.

    Rombongan dipimpin Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Wonogiri, Supriyanto. Turut hadir sebanyak 20 anggota DPRD Wonogiri dari unsur pimpinan alat kelengkapan dewan serta 11 awak media dari Kabupaten Wonogiri.

    Di kesempatan itu, Supriyanto menyampaikan apresiasi kepada Pemko Batam yang telah menerima dan memfasilitasi kunjungan tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Batam yang telah berkenan menerima dan memfasilitasi kunjungan kami ke Batam,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, kunjungan itu bertujuan mempererat silaturahmi dengan Diskominfo dan DPRD Kota Batam, sekaligus mempelajari pola kerja sama pemerintah daerah dengan media massa.

    Menurutnya, hasil kunjungan tersebut diharapkan dapat menjadi referensi dalam meningkatkan pola kemitraan antara pemerintah daerah dan insan pers di Kabupaten Wonogiri.

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Rudi Panjaitan, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menyebut hubungan antardaerah penting untuk memperkuat kolaborasi dan pertukaran informasi.

    “Ini merupakan bagian dari upaya membangun kolaborasi antara Batam dan Wonogiri,” kata Rudi.

    Pada kesempatan itu, Rudi juga menyampaikan salam dari Wali Kota Batam dan Wakil Wali Kota Batam yang berhalangan hadir karena sedang mendampingi kunjungan menteri di Batam.

    Selain itu, Rudi memaparkan sejumlah perkembangan Kota Batam, mulai dari pertumbuhan ekonomi, investasi, sektor pariwisata, hingga 15 program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam.

    Ia juga menyampaikan keterbukaan Pemerintah Kota Batam untuk menjalin kerja sama di bidang pertanian, mengingat sebagian kebutuhan bahan pokok Batam masih dipasok dari luar daerah.

    Terkait kerja sama media, Rudi menjelaskan berbagai program kemitraan yang dijalankan Pemko Batam melalui aplikasi Sistem Digitalisasi Kerja Sama Media (SIDIA).

    Menurutnya, melalui SIDIA, proses kerja sama antara pemerintah dan media menjadi lebih terbuka, transparan, dan mudah diakses oleh insan pers.

    “Melalui SIDIA, kerja sama pemerintah bersama media lebih terbuka dan memudahkan rekan-rekan media dalam mengakses informasi,” ujarnya.

    Kegiatan tersebut juga diisi dengan dialog dan diskusi mengenai sistem kerja sama antara pemerintah daerah dan media massa yang dipimpin langsung oleh Supriyanto bersama peserta kunjungan lainnya. (Humas Diskominfo Batam)

  • Investasi Batam Capai Rp17,4 Triliun, Kepercayaan Investor Domestik dan Asing Meningkat

    Investasi Batam Capai Rp17,4 Triliun, Kepercayaan Investor Domestik dan Asing Meningkat

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. HUMAS DISKOMINFO BATAM

    Diskominfo Batam – Realisasi investasi Kota Batam pada triwulan I tahun 2026 mencapai Rp17,4 triliun. Capaian tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor domestik maupun asing terhadap iklim usaha di Batam yang dinilai semakin kondusif dan kompetitif.

    Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyebut pertumbuhan investasi yang signifikan itu menjadi sinyal positif bagi penguatan ekonomi daerah. Kota Batam mencatat realisasi investasi sepanjang Januari hingga Maret 2026 mencapai Rp17,4 triliun. Angka tersebut tumbuh 102,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan meningkat 68,92 persen dibandingkan triwulan IV 2025.

    Amsakar mengatakan, pertumbuhan investasi tersebut tidak hanya terlihat dari sisi nilai, tetapi juga dari percepatan realisasi proyek di lapangan. Menurutnya, peningkatan PMDN menjadi salah satu capaian penting pada awal tahun ini. Realisasi PMDN tercatat sebesar Rp8,5 triliun atau tumbuh hingga 216 persen secara tahunan. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp8,8 triliun.

    “Pertumbuhan PMDN ini menjadi sinyal positif bahwa investor domestik semakin percaya terhadap prospek ekonomi dan kepastian investasi di Batam,” kata Amsakar, Selasa (12/5/2026).

    Ia menilai keseimbangan pertumbuhan antara PMDN dan PMA memperlihatkan fondasi investasi Batam semakin kuat. Kondisi tersebut juga mencerminkan iklim usaha yang kondusif serta dukungan infrastruktur dan kawasan industri yang terus berkembang.

    Dari sisi sektor usaha, investasi di Batam masih didominasi industri bernilai tambah. Industri mesin dan elektronik menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 23,65 persen. Selanjutnya, industri kimia dan farmasi sebesar 21,18 persen, serta sektor jasa lainnya sebesar 17,70 persen.

    Adapun sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran berkontribusi sebesar 13,09 persen. Komposisi tersebut menunjukkan arah pembangunan Batam yang semakin mengarah pada penguatan industri modern dan ekosistem bisnis terpadu.

    Selain mencatat pertumbuhan tinggi, Batam juga menjadi kontributor utama investasi di Provinsi Kepulauan Riau. Dari total realisasi investasi Kepri sebesar Rp23,8 triliun pada periode yang sama, Batam menyumbang sekitar 73,5 persen.

    Amsakar menegaskan capaian tersebut memperkuat posisi Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan investasi strategis di wilayah barat Indonesia.

    “Batam terus menunjukkan kemampuan dalam menarik investasi sekaligus mempercepat realisasinya secara produktif. Ini menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja,” ujarnya. (Humas Diskominfo Batam)

  • Peresmian Madenpom I/6 Batam, Amsakar Sebut Stabilitas Daerah Kunci Pertumbuhan Investasi

    Peresmian Madenpom I/6 Batam, Amsakar Sebut Stabilitas Daerah Kunci Pertumbuhan Investasi

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri peresmian Gedung dan Garasi Madenpom I/6 Batam, Senin (11/5/2026). Peresmian tersebut merupakan bagian dari realisasi hibah Pemerintah Kota (Pemko) Batam kepada Detasemen Polisi Militer (Denpom) guna mendukung penguatan sarana dan prasarana institusi TNI di Kota Batam.

    Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran TNI, serta tamu undangan turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa dukungan Pemko Batam terhadap pembangunan fasilitas instansi vertikal merupakan bentuk nyata sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas dan mendorong kemajuan daerah.

    “Kami bersama rekan-rekan Forkopimda selalu saling mendukung terhadap pembangunan maupun kegiatan di masing-masing satuan. Apa yang dilakukan hari ini merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor,” ujar Amsakar.

    Ia menilai soliditas Forkopimda menjadi kekuatan penting bagi Batam sebagai daerah strategis nasional. Menurutnya, hubungan harmonis antarunsur pimpinan daerah merupakan fondasi utama dalam menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah.

    “Amanah negara menjadikan Batam sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas, sekaligus salah satu lokomotif perekonomian nasional. Hal itu menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi dan perkembangan investasi. Karena itu, kondusivitas daerah menjadi kata kunci,” katanya.

    Amsakar menambahkan, pertumbuhan investasi dan ekonomi hanya dapat berjalan optimal apabila stabilitas keamanan tetap terjaga. Untuk itu, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur Forkopimda perlu terus diperkuat.

    “Syukur alhamdulillah, sinergi yang terbangun selama ini memberikan dampak signifikan bagi perkembangan Batam,” tambahnya.

    Pada kesempatan yang sama, Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Danpuspomad), Mayjen TNI Eka Wijaya Permana, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Batam atas dukungan terhadap pembangunan fasilitas Madenpom I/6.

    “Saya sangat mengapresiasi Pemerintah Kota Batam atas dukungan dan perhatian yang diberikan. Semoga fasilitas ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mendukung pelaksanaan tugas,” ujarnya.

    Ia juga berpesan agar keberadaan Polisi Militer dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Batam.

    “Hendaknya keberadaan kita benar-benar dirasakan di tengah masyarakat Kota Batam. Jadilah bagian yang menghadirkan rasa aman dan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.

    Dalam kesempatan tersebut, Eka Wijaya Permana turut mengenang masa tugasnya di wilayah Kepulauan Riau, khususnya di Tanjungpinang dan Batam. Ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan daerah tersebut.

    “Saya bangga pernah menjadi warga Batam,” ungkapnya.

    Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan prasasti oleh Wali Kota Batam bersama Danpuspomad sebagai simbol peresmian Gedung dan Garasi Madenpom I/6 Batam. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Batam Jadi Rujukan Kawasan FTZ, Amsakar Bahas Peluang Kerja Sama dengan NTT

    Batam Jadi Rujukan Kawasan FTZ, Amsakar Bahas Peluang Kerja Sama dengan NTT

    Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra, menerima kunjungan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, di Kantor Wali Kota Batam, Senin (11/5/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Kota Batam kembali menjadi daerah rujukan pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) atau Free Trade Zone (FTZ) di Indonesia. Beberapa daerah kerap berkunjung untuk studi tiru terkait penerapannya.

    Kali ini, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dipimpin Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, berkunjung langsung ke Batam dan disambut Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra. Pertemuan berlangsung hangat dan interaktif melalui dialog mengenai pengembangan FTZ, investasi, konektivitas antarpulau, hingga peluang kerja sama ekonomi antara Batam dan NTT.

    Dalam kesempatan itu, Emanuel menyampaikan pemerintah pusat tengah merancang pengembangan NTT sebagai kawasan FTZ. Menurutnya, posisi geografis NTT yang berbatasan langsung dengan Timor Leste dan dekat dengan Australia menjadi potensi strategis untuk pengembangan ekonomi kawasan.

    “Kami ingin belajar dari Batam yang sudah lama menjadi kawasan FTZ dan terbukti memberikan kontribusi penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu kami datang untuk mendengar langsung pengalaman Batam,” ujar Emanuel.

    Ia juga menanyakan berbagai strategi Batam dalam menarik investasi dan menciptakan iklim usaha yang kompetitif.

    Menanggapi hal tersebut, Amsakar menjelaskan keberhasilan kawasan FTZ tidak hanya ditentukan oleh status kawasan, tetapi juga oleh kemudahan regulasi dan pelayanan investasi yang cepat serta efisien.

    “Investor melihat kepastian dan kemudahan. Karena itu pelayanan perizinan harus dipermudah, termasuk melalui digitalisasi agar proses lebih cepat dan akses investasi semakin terbuka,” kata Amsakar.

    Dalam dialog tersebut, Amsakar turut menyoroti pentingnya insentif fiskal untuk meningkatkan daya tarik investasi di kawasan FTZ. Menurutnya, NTT memiliki peluang besar karena berada di jalur strategis perdagangan internasional.

    “NTT memiliki posisi geografis yang sangat potensial karena dekat dengan Australia dan Timor Leste. Tinggal bagaimana regulasi pemerintah mampu mendukung kawasan ini agar investor tertarik masuk,” ujarnya.

    Pembahasan kemudian berkembang pada persoalan logistik dan konektivitas di wilayah kepulauan. Emanuel mengungkapkan tingginya biaya distribusi masih menjadi tantangan utama di NTT.

    “Problem utama provinsi kepulauan adalah biaya logistik yang besar. Jika infrastruktur laut memadai, distribusi barang dan pertumbuhan ekonomi tentu akan lebih baik,” katanya.

    Menanggapi hal itu, Amsakar menawarkan peluang kolaborasi di sektor kemaritiman. Ia menyebut Batam memiliki sekitar 135 perusahaan galangan kapal yang berpotensi mendukung kebutuhan transportasi laut di NTT.

    “Jika ada peluang pengoperasian kapal di NTT, tentu ini bisa menjadi ruang kerja sama yang baik. Industri galangan kapal di Batam cukup besar dan dapat mendukung kebutuhan daerah kepulauan,” jelasnya.

    Selain membahas ekonomi dan transportasi, pertemuan tersebut juga menyinggung peluang promosi produk dan budaya NTT di Batam. Emanuel menyebut sekitar 40 ribu warga NTT saat ini tinggal di Batam dan menjadi jembatan penting dalam mempererat hubungan kedua daerah.

    Amsakar menyambut baik peluang tersebut, termasuk pengembangan promosi kuliner dan kopi khas NTT di Batam serta kolaborasi budaya Melayu Batam dengan budaya NTT.

    Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTT, Zet Sony Libing, menyampaikan pertumbuhan ekonomi NTT saat ini mencapai 4,32 persen dengan inflasi sebesar 2,64 persen.

    Ia menjelaskan sektor pertanian dan perdagangan masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Namun, distribusi produk menuju Kupang yang masih harus melalui Surabaya dan Makassar menyebabkan biaya logistik tinggi dan berdampak pada harga barang.

    Karena itu, pihaknya berharap kerja sama dengan Batam dapat membuka pasar baru bagi produk lokal NTT sekaligus mendorong pengembangan industri kecil dan menengah.

    Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal penguatan kerja sama antara Batam dan NTT dalam bidang investasi, perdagangan, kemaritiman, hingga pengembangan budaya daerah. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Menjelang Keberangkatan Haji 21 Mei, Wali Kota Amsakar Titipkan Jalannya Pemerintahan ke Wakilnya

    Menjelang Keberangkatan Haji 21 Mei, Wali Kota Amsakar Titipkan Jalannya Pemerintahan ke Wakilnya

    Sejumlah warga menyalami Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dan Istri usai menggelar Walimatus Safar di kediamannya, Batam Centre, Minggu (10/5/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menggelar Walimatus Safar di kediamannya, Batam Centre, Minggu (10/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi momen silaturahmi sekaligus ungkapan rasa syukur menjelang keberangkatannya menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci pada 21 Mei 2026.

    Amsakar akan berangkat bersama istrinya, Erlita Amsakar, yang juga Ketua TP-PKK Kota Batam. Sesuai jadwal, keduanya masuk Asrama Haji pada 20 Mei 2026 sebelum bertolak menuju Arab Saudi keesokan harinya.

    Acara berlangsung khidmat dengan rangkaian pembacaan ayat suci Al-Qur’an, ceramah agama, hingga prosesi adat tepuk tepung tawar. Sejumlah unsur Forkopimda Kota Batam, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta kerabat turut hadir dalam kegiatan tersebut.

    Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Batam menjelang keberangkatannya menjalankan rukun Islam kelima.

    “Sebagai manusia biasa dan pemimpin, kami menyadari tidak semua kebijakan dapat memenuhi harapan seluruh masyarakat. Dengan segala kerendahan hati, saya dan istri memohon maaf apabila selama menjalankan amanah terdapat tutur kata maupun tindakan yang kurang berkenan,” ujarnya.

    Selain itu, Amsakar juga meminta doa restu agar perjalanan ibadah hajinya diberikan kelancaran, kesehatan, dan keselamatan hingga kembali ke Tanah Air.

    “Kami mohon doa agar diberikan kemudahan selama menjalankan ibadah haji dan kembali ke Batam dalam keadaan sehat serta memperoleh haji yang mabrur dan mabrurah,” katanya.

    Pada kesempatan itu, Amsakar turut menitipkan jalannya roda pemerintahan kepada Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, selama dirinya menunaikan ibadah haji. Ia meminta dukungan dari seluruh jajaran pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, hingga kepala OPD agar program pemerintahan tetap berjalan optimal.

    “Saya titip Ibu Wakil Wali Kota kepada Bapak dan Ibu semua. Mohon dukungan penuh agar pelayanan dan program pembangunan tetap berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

    Kegiatan Walimatus Safar ditutup dengan doa bersama dan bersalam-salaman sebagai bentuk pelepasan serta doa keselamatan menjelang keberangkatan pasangan tersebut ke Tanah Suci pada 21 Mei mendatang. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Grand Final Duta Wisata Batam 2026, Arya dan Keizia Raih Gelar Encik dan Puan

    Grand Final Duta Wisata Batam 2026, Arya dan Keizia Raih Gelar Encik dan Puan

    Sekda Batam, Firmansyah, bersama Ketua DWP Batam, Erdawati Firmansyah, menyerahkan hadiah kepada pemenang Duta Wisata Encik dan Puan Kota Batam 2026 di Harmoni One, Sabtu (9/5/2026) malam. HUMAS DISKOMINFO BATAM / ADE RAHMATULLAH

    Diskominfo Batam – Arya Saputra dan Keizia Hirano resmi terpilih sebagai Duta Wisata Encik dan Puan Kota Batam 2026 pada malam Grand Final Pemilihan Duta Wisata Kota Batam yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Batam di Ballroom Harmoni One, Batamcentre, Sabtu (9/5/2026) malam.

    Arya dinobatkan sebagai Encik Kota Batam 2026, sementara Keizia berhasil meraih gelar Puan Duta Wisata Kota Batam 2026 setelah menyisihkan puluhan peserta lainnya dalam proses seleksi yang berlangsung ketat.

    Grand final yang mengusung tema “Proud Tourism and Culture Ready for the Future” tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, mewakili Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra.

    Dalam sambutannya, Firmansyah berharap para finalis, khususnya pemenang Encik dan Puan Batam 2026, dapat menjadi garda terdepan dalam mempromosikan destinasi wisata dan budaya Kota Batam.

    “Kami berharap para Duta Wisata dapat berkontribusi memperkenalkan potensi wisata dan budaya Batam lebih luas lagi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

    Ia menyebutkan, sektor pariwisata Batam terus menunjukkan perkembangan positif. Pada 2025, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 1,6 juta orang atau melampaui target yang ditetapkan Pemerintah Kota Batam. Untuk 2026, target kunjungan wisatawan ditingkatkan menjadi 1,75 juta orang.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan proses pemilihan Encik dan Puan Batam 2026 berlangsung sekitar 45 hari dan diikuti 167 peserta audisi dari berbagai latar belakang profesi.

    “Setelah melalui tahapan seleksi, terpilih 20 finalis yang terdiri atas 10 encik dan 10 puan. Penilaian dilakukan secara menyeluruh, mulai dari wawasan, penampilan, sikap, hingga kepercayaan diri peserta,” kata Ardiwinata.

    Menurutnya, sebelum memasuki grand final, para finalis juga menjalani tahapan pra-karantina dengan mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Batam. Mereka kemudian mengikuti karantina selama empat hari di Ayola Signature Ocarina Batam untuk mendapatkan pembekalan keterampilan dan wawasan kepariwisataan.

    Melalui ajang tersebut, Pemerintah Kota Batam berharap para Duta Wisata terpilih dapat menjadi wajah promosi pariwisata daerah sekaligus menginspirasi generasi muda untuk ikut melestarikan budaya dan memperkenalkan potensi Batam kepada masyarakat luas. (Humas Diskominfo Batam / Muhardi)

  • Banyak Atraksi, Amsakar Ingin Perayaan HUT Dewi Ma Zu Masuk Kalender Wisata Kota Batam

    Banyak Atraksi, Amsakar Ingin Perayaan HUT Dewi Ma Zu Masuk Kalender Wisata Kota Batam

    Wali Kota Batam, bersama sejumlah tokoh saat menghadiri puncak perayaan HUT Dewi Ma Zu di Yayasan Cipta Dewi Samudera, Sekupang, Sabtu (9/5/2026) malam. HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Dewi Ma Zu di Yayasan Cipta Dewi Samudera, Sekupang, Sabtu (9/5/2026) malam. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan dihadiri ribuan warga.

    Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan apresiasi kepada panitia dan keluarga besar Yayasan Cipta Dewi Samudera atas terselenggaranya perayaan tersebut. Menurutnya, kegiatan budaya dan keagamaan seperti ini memiliki potensi besar untuk mendukung sektor pariwisata Kota Batam.

    “Momentum ini sangat luar biasa. Ke depan, saya berharap perayaan HUT Dewi Ma Zu dapat masuk dalam kalender event pariwisata resmi Kota Batam karena merupakan kekayaan budaya yang patut dibanggakan,” ujarnya.

    Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam yang terus menunjukkan tren positif. Ia menilai, kemajuan Batam tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, Forkopimda, dan dukungan masyarakat.

    “Saya percaya keberhasilan Batam hari ini lahir dari soliditas masyarakat, kekompakan pelaku usaha, serta keharmonisan semua pihak. Karena itu, mari terus menjaga kondusivitas daerah yang kita cintai ini,” katanya.

    Sementara itu, Ketua Panitia, Abiko, mengatakan rangkaian HUT Dewi Ma Zu tahun ini mencatat sejarah melalui pelaksanaan Pawai Kapal Ma Zu pertama yang digelar secara terorganisasi di Indonesia. Kegiatan tersebut melibatkan 20 kapal dan 30 jet ski.

    Selain itu, panitia juga menyediakan 15 ribu porsi makanan gratis bagi masyarakat, 24 tenda gratis untuk 45 pelaku UMKM, serta menghadirkan berbagai hiburan seperti atraksi naga dan barongsai, pertunjukan tata cahaya, hingga lucky draw dengan hadiah utama tiga unit mobil dan tujuh unit sepeda motor.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kepulauan Riau Asmin Patros dan Bobi Jayanto, Ketua Pembina PSMTI Pusat Edi Husi, Ketua PSMTI Kepri Randy Tan, Ketua Yayasan Cipta Dewi Samudera Hendra Asman, serta sejumlah tokoh masyarakat lainnya. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Aksi Nyata Menjaga Bumi Dimulai dari Pesisir Batam

    Aksi Nyata Menjaga Bumi Dimulai dari Pesisir Batam

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama mahasiswa UNRIKA menanam 2.000 bibit mangrove di kawasan Tanjung Bemban, Nongsa, dalam gerakan “Save Mangrove, Save The World”.

    Mangrove bukan hanya pelindung pesisir, tetapi juga penyerap karbon alami yang penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan masa depan lingkungan

    Melalui kolaborasi pemerintah, akademisi, dan masyarakat, Batam terus bergerak menjaga alam di tengah pesatnya pembangunan kota.

    Video: HUMAS DISKOMINFO BATAM / IIN ARIYANTI

    #Batam #Mangrove #SaveMangroveSaveTheWorld #AmsakarAchmad #MediaCenterBatam.

  • Aksi Menyelamatkan Bumi, Wali Kota bersama Mahasiswa Batam Tanam 2.000 Mangrove

    Aksi Menyelamatkan Bumi, Wali Kota bersama Mahasiswa Batam Tanam 2.000 Mangrove

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengikuti aksi penanaman mangrove bersama mahasiswa UNRIKA di kawasan pesisir Tanjung Bemban, Nongsa, Sabtu (9/5/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengikuti aksi penanaman mangrove bersama mahasiswa Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA) di kawasan pesisir Tanjung Bemban, Nongsa, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan bertajuk “Save Mangrove, Save The World” tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah dan kalangan akademisi dalam upaya menjaga lingkungan serta memitigasi krisis iklim.

    Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan pentingnya menjaga ekosistem mangrove di tengah pesatnya pembangunan Kota Batam. Menurutnya, pertumbuhan daerah harus tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan demi keberlanjutan generasi mendatang.

    “Melindungi mangrove sama dengan menjaga dunia. Saat ini kita menghadapi tantangan besar terkait keseimbangan ekologi. Seiring pembangunan Batam yang semakin pesat sebagai kota industri, kita harus bijak mencari formula agar lingkungan tetap lestari sebagai titipan bagi anak cucu kita,” ujar Amsakar.

    Amsakar yang juga merupakan salah satu tokoh pendiri Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNRIKA mengajak mahasiswa untuk menjadi agen perubahan dalam menjaga lingkungan. Ia menekankan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

    “Jangan hanya semangat saat kegiatan seremonial saja. Saya berharap pemahaman teoretis yang didapat di kampus dapat diimplementasikan secara nyata. Jadilah agen yang menyebarkan informasi positif dan konstruktif tentang pentingnya menjaga ekosistem di tengah masyarakat,” katanya.

    Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara, Yasri Efendi, mengapresiasi kehadiran Wali Kota Batam dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran Amsakar menjadi motivasi bagi generasi muda untuk semakin peduli terhadap lingkungan.

    Ia juga mengungkapkan kondisi mangrove di Batam yang mengalami penyusutan cukup signifikan. Dari luas awal sekitar 11.760 hektare, kini kawasan mangrove tersisa sekitar 1.700 hektare.

    “Kondisi ini menjadi alarm bagi kita semua. Karena itu, hari ini kami menanam sekitar 2.000 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata dengan teknik jarak tanam 1×4 meter. Kami berterima kasih kepada Bapak Wali Kota yang hadir memberikan semangat baru bagi anak muda untuk lebih peduli terhadap lingkungan,” ujar Yasri.

    Kegiatan konservasi tersebut terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, termasuk Yayasan Kusuma di bawah pembinaan Ismeth Abdullah. Penanaman mangrove dinilai penting karena tanaman tersebut memiliki kemampuan menyerap karbon lebih tinggi dibandingkan tumbuhan darat, sekaligus menjadi habitat penting bagi biota laut yang menopang perekonomian masyarakat pesisir. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)