Category: Berita

Auto Added by WPeMatico

  • Erlita Amsakar: Posyandu Harus Jadi Pusat Layanan Dasar Masyarakat

    Erlita Amsakar: Posyandu Harus Jadi Pusat Layanan Dasar Masyarakat

    Pembina Posyandu Kota Batam, Erlita Amsakar, melayani balita saat peringatan Hari Posyandu Nasional 2026 yang digelar di Kecamatan Sekupang dan Kecamatan Lubukbaja, Rabu (28/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / NOVRI MULYADI

    Diskominfo Batam – Pembina Posyandu yang juga Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteran Keluarga (TP-PKK) Kota Batam, Erlita Amsakar, mengajak seluruh kader Posyandu untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

    Ajakan tersebut disampaikan saat peringatan Hari Posyandu Nasional 2026 yang digelar di Kecamatan Sekupang dan Kecamatan Lubukbaja, Rabu (28/4/2026).

    Dalam sambutannya, Erlita menjelaskan bahwa peran Posyandu kini mengalami perkembangan signifikan. Jika sebelumnya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu hamil dan anak, saat ini Posyandu mengemban peran lebih luas melalui penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

    Enam SPM tersebut mencakup bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024.

    “Posyandu kini menjadi pusat layanan yang lebih komprehensif. Tidak hanya kesehatan, tetapi juga mencakup enam bidang dasar pelayanan masyarakat,” ujar Erlita.

    Ia mengajak para kader untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kapasitas diri seiring bertambahnya tanggung jawab.

    “Kepada para kader, teruslah bekerja dengan baik dan melayani masyarakat dengan ikhlas. Tugas kita memang bertambah, tetapi dampaknya sangat besar bagi masyarakat,” katanya.

    Erlita juga menekankan pentingnya menjadikan Posyandu sebagai pusat layanan dasar yang aktif, solutif, dan dekat dengan masyarakat.

    “Jadikan Posyandu sebagai wadah untuk belajar dan meningkatkan kualitas pelayanan. Layani masyarakat dengan baik agar semakin sehat dan sejahtera,” tambahnya. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Rohmadi)

  • Kebun Raya Batam Disiapkan Jadi Destinasi Unggulan, Pemko Gandeng BRIN

    Kebun Raya Batam Disiapkan Jadi Destinasi Unggulan, Pemko Gandeng BRIN

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menerima kunjungan Deputi Kepala Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, R. Hendrian, di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (29/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam memperkuat sinergi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pengembangan Kebun Raya Batam. Hal ini ditandai dengan audiensi antara Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Deputi Kepala Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, R. Hendrian, di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (29/4/2026).

    Pertemuan tersebut juga dihadiri Direktur Kemitraan Riset dan Inovasi BRIN, Asep, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemko Batam. Audiensi ini menjadi langkah strategis untuk menindaklanjuti Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang sebelumnya telah disepakati, sebagai turunan dari nota kesepahaman (MoU) antara kedua pihak.

    Dalam kesempatan tersebut, Amsakar menegaskan komitmen Pemko Batam untuk mempercepat implementasi kerja sama, khususnya dalam pengembangan Kebun Raya Batam. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara optimal, terutama jika didukung kepastian status lahan dan pengelolaan yang terintegrasi.

    “Keberadaan Kebun Raya Batam sangat strategis. Selain sebagai pusat konservasi dan pengayaan tumbuhan, juga berpotensi menjadi pengungkit sektor pariwisata,” ujar Amsakar.

    Ia juga menekankan pentingnya dukungan BRIN dalam mempercepat realisasi sejumlah poin kerja sama, terutama terkait pengelolaan kebun raya, penguatan riset, serta pengayaan koleksi tanaman.

    Sementara itu, pihak BRIN menyambut baik komitmen tersebut. Mereka menilai Kebun Raya Batam memiliki posisi yang potensial, terutama karena berada di kawasan Nongsa yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Batam.

    Dengan pengembangan yang tepat, kawasan ini diyakini dapat menjadi bagian dari ekosistem pariwisata terintegrasi di Kota Batam.

    Amsakar menambahkan, pengembangan yang diiringi dengan publikasi secara masif akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kunjungan wisatawan.

    “Jika Kebun Raya Batam dapat kita dorong menjadi destinasi unggulan dan dipublikasikan secara luas, tentu akan berdampak langsung pada peningkatan kunjungan wisatawan,” ujarnya.

    Melalui kolaborasi ini, Kebun Raya Batam diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai pusat konservasi, tetapi juga berkembang menjadi ikon baru pariwisata berbasis ekologi di Kota Batam. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Investasi dan Pariwisata Kian Dilirik Investor, Amsakar Perkuat Sinergi dengan Imigrasi Kepri

    Investasi dan Pariwisata Kian Dilirik Investor, Amsakar Perkuat Sinergi dengan Imigrasi Kepri

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menerima kunjungan Kepala Imigrasi Kepri di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (29/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menerima audiensi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau di ruang kerjanya, Rabu (29/4/2026). Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi dalam mendukung sektor investasi dan pariwisata di Batam.

    Dalam audiensi tersebut, Amsakar menegaskan bahwa Batam memiliki keunggulan komparatif, terutama dari sisi geografis dan konektivitas internasional. Letaknya yang berada di jalur perdagangan global menjadikan Batam sebagai simpul penting pergerakan manusia, barang, dan modal.

    “Kepri, khususnya Batam, memiliki daya tarik tersendiri. Banyak pihak yang berminat untuk datang, berusaha, dan berinvestasi,” ujarnya.

    Menurutnya, tingginya arus migrasi di Batam tidak hanya menjadi isu administratif, tetapi juga peluang ekonomi yang harus dikelola secara optimal. Ia menilai, sistem keimigrasian yang adaptif dan pelayanan yang efisien mampu mengonversi mobilitas tersebut menjadi kekuatan pertumbuhan daerah.

    Amsakar juga menekankan bahwa sektor pariwisata masih menjadi tulang punggung Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, penguatan sektor ini memerlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk peran strategis imigrasi dalam memberikan kemudahan akses bagi wisatawan dan investor.

    “Koordinasi yang kuat adalah kunci. Kita ingin Batam tampil sebagai kota yang terbuka, progresif, tetapi tetap tertib dan terkendali,” tegasnya.

    Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau, Guntur Sahat Hamonangan, menyampaikan bahwa Batam menjadi prioritas dalam penguatan layanan keimigrasian. Hal ini sejalan dengan karakteristik wilayah kepulauan yang memiliki banyak pintu masuk internasional.

    “Batam sangat strategis karena memiliki banyak pelabuhan. Kondisi ini memudahkan pengawasan lalu lintas orang secara cepat dan efektif,” jelasnya.

    Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan pemerintah pusat dalam menjaga iklim investasi dan pariwisata tetap kondusif. Pihaknya berkomitmen mendukung kebutuhan daerah melalui kemudahan layanan keimigrasian bagi investor dan wisatawan.

    “Kami siap mendukung Kepri, khususnya Batam, dari sisi keimigrasian untuk memfasilitasi investor dan mendorong sektor pariwisata,” tegasnya.

    Audiensi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Batam dan instansi vertikal guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Jaga Stabilitas Daerah, Kepala Diskominfo Batam Ajak Publik Cermat Menyikapi Informasi

    Jaga Stabilitas Daerah, Kepala Diskominfo Batam Ajak Publik Cermat Menyikapi Informasi

    Kepala Diskominfo Batam, Rudi Panjaitan. Dok HUMAS DISKOMINFO BATAM

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memberikan klarifikasi terkait isu yang dinilai menyinggung aspek sensitif di tengah masyarakat.

    Kepala Diskominfo Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan bahwa dinamika tersebut perlu disikapi secara bijak dan tidak diperbesar sehingga berpotensi mengganggu keharmonisan sosial.

    “Setiap informasi yang beredar hendaknya disaring dengan cermat. Jangan sampai perbedaan pandangan justru memicu kesalahpahaman yang lebih luas,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

    Ia menegaskan, Pemko Batam berkomitmen menjaga stabilitas daerah dengan mengedepankan komunikasi yang inklusif, santun, dan bertanggung jawab. Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dikelola secara dewasa.

    Isu ini mencuat setelah muncul kritik dari sejumlah pihak terhadap pernyataan yang dinilai mengandung muatan sensitif dan berpotensi menimbulkan tafsir beragam di ruang publik. Kondisi tersebut kemudian memicu perhatian berbagai kalangan, termasuk lembaga pengawas pelayanan publik.

    Menyikapi hal itu, Rudi menekankan pentingnya menjaga suasana tetap kondusif serta menghindari narasi yang dapat memperkeruh keadaan.

    “Pemerintah hadir sebagai penyejuk. Kami membuka ruang dialog agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara konstruktif dan tidak berkembang menjadi konflik,” katanya.

    Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh, dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga persatuan di Kota Batam yang dikenal sebagai daerah dengan keberagaman yang harmonis.

    “Batam adalah rumah bersama. Sudah sepatutnya kita rawat dengan sikap saling menghargai dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu utuh,” tutupnya. (Humas Diskominfo Batam)

  • Dari Harmoni hingga Sistem Layanan Digital, Ini Strategi Batam yang Dipelajari Kabupaten Bangli

    Dari Harmoni hingga Sistem Layanan Digital, Ini Strategi Batam yang Dipelajari Kabupaten Bangli

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, berjabat tangan dan berbincang dengan Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, usai pertemuan di Kantor Wali Kota Batam, Senin (27/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menerima kunjungan kerja Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, di Kantor Wali Kota Batam, Senin (27/4/2026).

    Kunjungan yang dipimpin Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, bertujuan melakukan studi komparasi terkait strategi menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat heterogen serta pengembangan digitalisasi pelayanan publik di Batam.

    Dalam sambutannya, Wayan Diar mengapresiasi kemajuan Batam dalam mengintegrasikan layanan publik berbasis digital. Ia menyebut Kabupaten Bangli, dengan jumlah penduduk sekitar 260 ribu jiwa dan sektor pertanian sebagai penopang utama, ingin mengadopsi praktik baik dari Batam.

    “Kami ingin mempelajari implementasi digitalisasi di Batam, khususnya pada layanan administrasi kependudukan yang telah memanfaatkan sistem barcode. Meski karakteristik daerah berbeda, semangat inovasi ini akan kami coba terapkan di Bangli,” ujarnya.

    Ia juga mempromosikan potensi wisata Bangli, seperti Danau Batur dan Desa Penglipuran, sekaligus mengundang Pemerintah Kota Batam untuk berkunjung.

    Sementara itu, Amsakar Achmad menyampaikan bahwa kondusivitas daerah menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan investasi dan pariwisata di Batam.

    “Batam merupakan daerah multikultural dengan tingkat heterogenitas yang tinggi. Pemerintah bersama Forkopimda berkomitmen hadir dalam berbagai kegiatan keagamaan untuk menjaga kebersamaan dan persatuan,” ujarnya.

    Ia menegaskan, harmoni sosial menjadi fondasi penting dalam mewujudkan visi Batam sebagai bandar dunia madani yang modern dan berkelanjutan.

    Selain itu, Amsakar juga memaparkan perkembangan Batam, mulai dari era Otorita hingga penerapan kebijakan ex-officio yang memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan BP Batam, terutama setelah terbitnya regulasi terbaru.

    Sejumlah capaian makro turut disampaikan, di antaranya pertumbuhan ekonomi Batam pada 2025 yang mencapai 6,88 persen, realisasi investasi sebesar Rp69,3 triliun atau melampaui target, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 83,8.

    Selain itu, tingkat kemiskinan menurun dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen. Dari sisi fiskal, Batam juga masuk lima besar nasional dalam kemandirian daerah, dengan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) mencapai 58 persen dari total APBD.

    Terkait pelayanan publik, Amsakar mendorong rombongan Bangli untuk meninjau Mal Pelayanan Publik (MPP) Batam yang telah mengintegrasikan lebih dari 1.400 jenis layanan, termasuk layanan kependudukan berbasis barcode dan dashboard digital investasi.

    “Tidak ada daerah yang paling unggul. Yang ada adalah saling berbagi praktik baik untuk kemajuan bersama,” kata Amsakar.

    Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Daerah Kota Batam, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Forkopimda Kota Batam, serta jajaran perangkat daerah Kabupaten Bangli. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Amsakar Gandeng Bank Sumut, Perluas Pembiayaan UMKM di Batam

    Amsakar Gandeng Bank Sumut, Perluas Pembiayaan UMKM di Batam

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, meresmikan Kantor Cabang Bank Sumut di Ruko Rafflesia, Batamcentre, Senin (27/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, meresmikan Kantor Cabang Bank Sumut Batam dan Halte Rafflesia Bank Sumut di Ruko Rafflesia, Batam Centre, Senin (27/4/2026). Peresmian ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara sektor perbankan dan pemerintah daerah guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

    Kegiatan diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Kota Batam dan Bank Sumut, dilanjutkan dengan prosesi pemotongan pita. Pada kesempatan itu, Wali Kota bersama jajaran direksi Bank Sumut juga menyerahkan buku tabungan secara simbolis kepada pelajar SD dan SMP Advance sebagai bentuk dukungan terhadap literasi keuangan sejak dini.

    Dalam sambutannya, Amsakar mengapresiasi Bank Sumut yang memilih Batam sebagai lokasi pengembangan usaha. Ia menilai keputusan tersebut sejalan dengan kinerja ekonomi Batam yang terus menunjukkan tren positif pada 2026.

    “Batam merupakan salah satu daerah tujuan investasi. Pada triwulan I 2026, realisasi investasi mencapai Rp17,5 triliun, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp8,6 triliun, atau tumbuh 102,85 persen,” ujarnya.

    Amsakar menekankan pentingnya peran perbankan dalam mendukung program prioritas pemerintah, khususnya pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pemerintah Kota Batam, kata dia, menyiapkan program bantuan modal hingga Rp20 juta dengan bunga ditanggung pemerintah.

    “Kami berharap Bank Sumut dapat membantu menyalurkan pembiayaan tersebut kepada pelaku usaha. Masyarakat cukup membayar angsuran pokok, sementara bunga menjadi tanggung jawab pemerintah,” katanya.

    Ia juga meminta dukungan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan untuk mencari solusi atas kendala administratif, seperti BI Checking, agar masyarakat berpenghasilan rendah lebih mudah mengakses pembiayaan.

    Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Sumut, Heru Mardiansyah, menyatakan komitmennya untuk menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Batam. Bank Sumut, lanjutnya, siap mendukung digitalisasi layanan daerah, termasuk sistem penerimaan pajak daerah yang terintegrasi.

    “Kami berkomitmen mendukung peningkatan pendapatan asli daerah melalui optimalisasi 11 objek pajak serta pengembangan sistem pembayaran digital yang mampu memisahkan komponen pajak secara otomatis,” ujarnya.

    Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Bank Indonesia dan OJK Kepulauan Riau, unsur TNI, jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemko Batam, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam, serta pelaku usaha dari berbagai sektor. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Pemko Batam Dorong Efisiensi APBD Lewat WFH dan Pembatasan Belanja

    Pemko Batam Dorong Efisiensi APBD Lewat WFH dan Pembatasan Belanja

    Sekda Batam, Firmansyah. HUMAS DISKOMINFO BATAM / ADE RAHMATULLAH

    Diskominfo Batam – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, membuka Focus Group Discussion (FGD) Pengelolaan APBD Tahun Anggaran 2026 yang mengangkat tema creative financing serta upaya peningkatan efisiensi dan efektivitas belanja daerah. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Wali Kota Batam, Senin (27/4/2026).

    Dalam sambutannya, Firmansyah menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Batam telah menerapkan sejumlah kebijakan untuk mendorong efisiensi dan efektivitas belanja daerah. Salah satunya melalui penerapan work from home (WFH) yang mulai diberlakukan sejak 24 April 2026.

    Kebijakan WFH tersebut mengacu pada Surat Edaran Wali Kota Batam Nomor 23 Tahun 2026 tentang transformasi budaya kerja melalui penyesuaian pelaksanaan tugas bagi aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kota Batam.

    “Efisiensi belanja tidak dilakukan secara sembarangan. Pelayanan dasar kepada masyarakat harus tetap terjaga, dan program prioritas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap dipertahankan,” tegas Firmansyah.

    Ia menjelaskan, berdasarkan perhitungan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), kebijakan tersebut ditargetkan mampu menghemat belanja daerah sekitar Rp18,2 miliar. Efisiensi itu mencakup pengurangan belanja operasional perkantoran, penghematan bahan bakar minyak (BBM) melalui pembatasan penggunaan kendaraan dinas, serta pengurangan perjalanan dinas luar daerah.

    Firmansyah juga meminta seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) memanfaatkan forum FGD ini secara optimal. Ia berharap berbagai persoalan dalam pengelolaan anggaran dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi bersama.

    “Manfaatkan forum ini sebaik mungkin. Pahami dan dalami berbagai kendala yang ada agar pengelolaan APBD 2026 dapat semakin baik,” ujarnya.

    FGD Pengelolaan APBD 2026 tingkat Kota Batam ini menghadirkan narasumber dari pemerintah pusat, yakni Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Horas Maurits Panjaitan, serta Kepala Subdirektorat Perencanaan Anggaran Daerah Wilayah I Kementerian Dalam Negeri, Fernando H. Siagian. (Humas Diskominfo Batam / Muhardi)

  • Pemko Batam Fokus Digitalisasi Pajak, Targetkan Sistem Terpadu pada 2030

    Pemko Batam Fokus Digitalisasi Pajak, Targetkan Sistem Terpadu pada 2030

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menandatangani komitmen bersama P2DD 2026-2030, Senin (27/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, membuka High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Batam Tahun 2026 di Harris Hotel Batam Centre, Senin (27/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mengonsolidasikan arah kebijakan sekaligus menyusun peta jalan (roadmap) Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) Kota Batam periode 2026–2030.

    Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa digitalisasi telah menjadi kebutuhan dalam tata kelola pemerintahan modern. Pemanfaatan teknologi informasi dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, serta kecepatan pelayanan publik.

    “TP2DD harus mampu menjawab kebutuhan daerah melalui kebijakan yang konkret dan implementatif. Transformasi dari sistem konvensional ke digital diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Amsakar.

    Ia mengapresiasi berbagai langkah digitalisasi yang telah berjalan, seperti penggunaan tapping box dan transaksi non-tunai. Meski demikian, ia mendorong inovasi terus dikembangkan, terutama pada sektor retribusi parkir dan persampahan.

    Menurutnya, masyarakat Batam sudah akrab dengan teknologi dan didukung infrastruktur yang memadai. Karena itu, penerapan konsep Batam Smart City dinilai realistis untuk diwujudkan.

    “Ke depan, tidak boleh lagi ada pekerjaan manual yang berulang. Pengelolaan retribusi parkir dan sampah harus berbasis teknologi agar lebih aman, nyaman, serta meminimalkan potensi kebocoran,” tegasnya.

    Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam, Raja Azmansyah, dalam laporannya menyampaikan bahwa HLM TP2DD 2026 difokuskan pada penyusunan roadmap P2DD tahap kedua untuk periode 2026–2030. Dokumen ini dirancang untuk memperkuat sinergi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) penghasil, sehingga tercipta sistem yang terintegrasi.

    “Target pada 2030 adalah terwujudnya satu saluran pembayaran pajak dan retribusi yang terpadu. Hal ini juga akan diperkuat melalui revisi Peraturan Daerah tentang Pajak dan Retribusi Daerah yang saat ini masuk prioritas pembahasan di DPRD Kota Batam,” ujar Raja.

    Kegiatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota komitmen bersama sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kota Batam dalam mengakselerasi digitalisasi daerah. Pada kesempatan itu, Wali Kota juga menyerahkan piagam penghargaan kepada dua narasumber, yakni Hosni Naparin dari Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau dan Tengku Muhammad Husni dari Digital Banking Bank Riau Kepri Syariah.

    Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Batam Suhar, serta jajaran pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Batam. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Hari Otonomi Daerah ke-30, Amsakar Tekankan Sinkronisasi Pusat-Daerah Wujudkan Asta Cita

    Hari Otonomi Daerah ke-30, Amsakar Tekankan Sinkronisasi Pusat-Daerah Wujudkan Asta Cita

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menghadiri upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 tingkat Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, Senin (27/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memimpin upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 tingkat Kota Batam yang berlangsung khidmat di Kantor Wali Kota Batam, Senin (27/4/2026).

    Upacara tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta pegawai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

    Tahun ini, peringatan Hari Otonomi Daerah mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah, Wujudkan Asta Cita.” Tema tersebut menegaskan pentingnya kemandirian daerah dalam mengelola potensi lokal guna mendukung visi pembangunan nasional.

    Dalam kesempatan itu, Amsakar membacakan amanat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Dalam amanatnya, Mendagri menegaskan bahwa otonomi daerah bukan sekadar urusan administratif, melainkan instrumen strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    Mendagri juga menekankan enam langkah strategis untuk memperkuat sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah. Pertama, integrasi perencanaan dan penganggaran untuk menghindari tumpang tindih. Kedua, reformasi birokrasi berbasis hasil melalui digitalisasi terintegrasi. Ketiga, penguatan kemandirian fiskal guna mengurangi ketergantungan pada transfer pusat.

    Selanjutnya, kolaborasi antardaerah dalam menangani isu lintas wilayah, peningkatan pelayanan dasar untuk mengurangi kesenjangan, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta penguatan stabilitas daerah dalam menghadapi tantangan ekonomi dan perubahan iklim.

    Usai membacakan amanat tersebut, Amsakar menyampaikan sejumlah catatan terkait kondisi Batam. Ia mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Pemko Batam, BP Batam, DPRD, Forkopimda, dan pelaku usaha.

    “Alhamdulillah, dalam satu tahun kepemimpinan kami bersama Ibu Wakil Wali Kota, Batam mencatat capaian yang membanggakan. Pertumbuhan ekonomi terjaga, investasi meningkat, indeks pembangunan manusia naik, sementara angka pengangguran dan kemiskinan menurun,” ujar Amsakar.

    Ia juga menyoroti peningkatan signifikan pada sektor investasi. Berdasarkan data triwulan I 2026, realisasi investasi di Batam tumbuh 103 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

    Menutup arahannya, Amsakar menegaskan komitmen Pemko Batam bersama BP Batam untuk menuntaskan tiga isu utama, yakni penyediaan air bersih, pengelolaan sampah, dan penanganan banjir.

    “Terkait air bersih, tata kelolanya semakin membaik dan keluhan masyarakat terus berkurang. Untuk sampah, saat ini masih dalam tahap finalisasi penentuan mitra. Sementara penanganan banjir dilakukan melalui integrasi perencanaan antara Pemko dan BP Batam,” jelasnya.

    Ia juga mengingatkan seluruh aparatur agar bekerja secara efisien sesuai arahan Presiden, menghindari pemborosan anggaran, serta mengedepankan semangat kebersamaan dalam membangun daerah.

    “Mari kita berikan energi dan kinerja terbaik untuk Batam yang kita cintai. Selamat Hari Otonomi Daerah ke-30,” tutupnya. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Pelantikan Pengurus HMI dan KOHATI Batam, Amsakar Tekankan Peran Mahasiswa sebagai Agen Perubahan

    Pelantikan Pengurus HMI dan KOHATI Batam, Amsakar Tekankan Peran Mahasiswa sebagai Agen Perubahan

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan sambutan saat menghadiri pelantikan Pengurus HMI dan KOHATI Cabang Batam di Golden Prawn 933, Bengkong, Minggu (26/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri pelantikan Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korps HMI-Wati (KOHATI) Cabang Batam periode 2026–2027 di Golden Prawn 933, Bengkong, Minggu (26/4/2026).

    Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa HMI bukan sekadar organisasi kemahasiswaan, melainkan wadah pembentukan karakter, intelektualitas, dan kepemimpinan generasi muda.

    “HMI adalah kawah candradimuka untuk membentuk insan muda yang memiliki kecakapan intelektual, kemampuan analisis yang tajam, serta ketepatan dalam mengambil keputusan,” ujarnya.

    Ia menekankan, kapasitas intelektual harus berjalan seiring dengan integritas moral dan kepekaan sosial. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat.

    Amsakar juga mengingatkan bahwa pelantikan pengurus merupakan bagian dari proses kaderisasi yang berkelanjutan, bukan sekadar seremoni.

    “Pelantikan ini bukan titik akhir, tetapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Yang utama adalah memahami jati diri organisasi sebagai arah perjuangan,” tegasnya.

    Lebih lanjut, ia mengajak seluruh kader HMI dan KOHATI untuk menjaga nilai-nilai dasar organisasi serta memperkuat komitmen dalam berkontribusi bagi bangsa.

    Ia juga menyoroti makna filosofis “mahasiswa” yang dinilainya memiliki tanggung jawab besar sebagai agen perubahan.

    “Predikat ‘maha’ harus dimaknai dengan kesungguhan untuk menjadi pribadi yang unggul, berpikir kritis, dan berintegritas,” katanya.

    Amsakar mengingatkan agar mahasiswa tidak terjebak pada euforia organisasi semata, melainkan menjadikan organisasi sebagai ruang belajar, berproses, dan berkontribusi nyata.

    Menutup sambutannya, ia berharap kepengurusan yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta menghadirkan program yang berdampak bagi masyarakat.

    “Jaga marwah organisasi, perkuat solidaritas, dan jadilah kader yang memberi manfaat bagi Batam dan Indonesia,” pungkasnya. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)