Category: Berita

Auto Added by WPeMatico

  • 10 Ahli Waris Terima Santunan Rp420 Juta, Amsakar: Bukti Nyata Perlindungan Sosial untuk RT dan RW

    10 Ahli Waris Terima Santunan Rp420 Juta, Amsakar: Bukti Nyata Perlindungan Sosial untuk RT dan RW

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyerahkan santunan kepada ahli waris saat silaturahmi dengan RT dan RW di Sagulung, Minggu (26/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyerahkan santunan Jaminan Kematian dari BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris RT, RW, dan LPM di Gedung Serbaguna SP Plaza Sagulung, Minggu (26/4/2026).

    Penyerahan santunan tersebut diberikan secara simbolis kepada 10 ahli waris. Masing-masing menerima manfaat sebesar Rp42 juta, sehingga total santunan yang disalurkan mencapai Rp420 juta.

    Amsakar mengatakan, santunan ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya para petugas di tingkat lingkungan yang selama ini berperan aktif dalam pelayanan publik.

    “Hari ini kita menyaksikan langsung penyerahan santunan kepada 10 petugas yang telah berpulang. Totalnya Rp420 juta. Ini bukti bahwa program jaminan sosial benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

    Ia menegaskan, Pemerintah Kota Batam terus berkomitmen memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, termasuk bagi perangkat RT/RW dan pekerja rentan.

    Menurutnya, perlindungan ini penting agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman tanpa dibayangi kekhawatiran terhadap risiko kerja.

    “Ini adalah bentuk kepedulian negara. Masyarakat yang telah berkontribusi dalam mendukung program pemerintah sudah sepatutnya mendapatkan perlindungan,” katanya.

    Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi Gerakan RT/RW Sadar Jaminan Sosial yang melibatkan pengurus RT, RW, dan LPM dari Kecamatan Sagulung, Batu Aji, dan Sekupang.

    Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Yudi Suprapto, menyampaikan bahwa peningkatan kepesertaan jaminan sosial menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat jaring pengaman sosial masyarakat.

    “Melalui kegiatan ini, kami mendorong peran aktif RT dan RW untuk menyosialisasikan pentingnya jaminan sosial kepada masyarakat,” ujarnya.

    Pemerintah berharap, melalui upaya ini, perlindungan ketenagakerjaan dapat menjangkau lebih luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Batam. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Bangun Batam Bersama, Amsakar Dorong Semangat Kolektivitas Paguyuban

    Bangun Batam Bersama, Amsakar Dorong Semangat Kolektivitas Paguyuban

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya paguyuban, untuk memperkuat semangat kolektivitas dalam membangun Kota Batam yang harmonis dan maju. Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Halalbihalal Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) di Sekupang, Minggu (26/4/2026).

    Dalam sambutannya, Amsakar menyoroti pentingnya peran paguyuban seperti KKST dalam menjaga harmoni sosial di Kota Batam. Ia mengapresiasi kekompakan warga Sulawesi Tenggara yang dinilai mampu berbaur dan menjadi bagian dari masyarakat Batam.

    “KKST ini luar biasa, kompak, dan mampu menyatu dengan masyarakat Melayu. Ini merupakan modal sosial yang sangat penting bagi Batam sebagai kota yang majemuk,” ujarnya.

    Amsakar menegaskan bahwa Batam merupakan daerah dengan keberagaman suku, budaya, dan latar belakang. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak lagi memandang diri sebagai pendatang, melainkan sebagai bagian utuh dari Kota Batam.

    “Kita hidup di daerah yang heterogen, miniatur Indonesia. Jangan lagi memaknai diri sebagai orang Sulawesi Tenggara yang merantau, tetapi sebagai warga Batam yang berasal dari Sulawesi Tenggara,” katanya.

    Menurutnya, semangat persatuan dan kebersamaan menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus mendukung pembangunan daerah. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kekompakan.

    “Di era kepemimpinan Amsakar–Li Claudia, tidak ada yang namanya semua tergantung saya. Yang ada, semua tergantung kita,” tegasnya.

    Di akhir sambutannya, Amsakar menekankan pentingnya membangun semangat kolektivitas dan kebersamaan di tengah masyarakat. Ia berharap seluruh pihak dapat bergerak bersama dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan Kota Batam.

    “Yang ingin kita bangun adalah kolektivitas. Semua harus bergerak bersama untuk membangun Batam yang kita cintai,” tutupnya. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Apresiasi Pemda Berprestasi 2026, Batam Raih Penghargaan Penurunan Kemiskinan dan Stunting

    Apresiasi Pemda Berprestasi 2026, Batam Raih Penghargaan Penurunan Kemiskinan dan Stunting

    Wali Kota Batam, menerima penghargaan dari Kemendagri dalam ajang Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 yang digelar di Palembang, Sabtu (25/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kota Batam meraih penghargaan dalam kategori penurunan kemiskinan dan stunting pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) Berprestasi 2026 yang digelar di Palembang, Sabtu (25/4/2026).

    Dalam pemeringkatan, Batam bersama Kota Sungai Penuh dan Kota Pekanbaru terbaik untuk wilayah Sumatera. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Bima Arya Sugiarto, kepada Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, serta disaksikan Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian.

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen di Kota Batam. Ia menegaskan, penghargaan tersebut dipersembahkan untuk masyarakat Batam.

    “Penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif kita bersama. Namun, ini bukan akhir, melainkan awal untuk terus menghadirkan terobosan yang lebih baik. Fokus kita tetap sama, yakni menjadikan Batam semakin maju dan masyarakatnya lebih sejahtera,” ujarnya.

    Sementara itu, Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, menyampaikan bahwa penghargaan ini bertujuan mendorong terciptanya iklim kompetisi yang sehat antardaerah.

    Ia menyebut, dari total 552 pemerintah daerah yang terdiri atas 38 provinsi, 98 kota, dan 419 kabupaten, tantangan pembangunan nasional masih sangat besar.

    “Saya mengapresiasi kepala daerah yang menerima penghargaan. Jadikan ini sebagai motivasi untuk bekerja lebih optimal. Bagi yang belum, tingkatkan kinerja demi kemajuan daerah masing-masing,” kata Tito.

    Pemberian penghargaan ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. Dalam Pasal 50 disebutkan, pemerintah pusat memberikan insentif fiskal kepada daerah sebagai bentuk apresiasi atas kinerja yang melampaui target.

    Adapun penilaian dalam ajang ini mencakup empat bidang utama, yakni pengendalian inflasi, penurunan tingkat pengangguran, penurunan kemiskinan dan stunting, serta pembiayaan kreatif. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Validitas Data Kependudukan Jadi Fokus Pemko Batam untuk Pembangunan SDM

    Validitas Data Kependudukan Jadi Fokus Pemko Batam untuk Pembangunan SDM

    Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, memimpin Rapat Koordinasi Lanjutan Sinkronisasi Data Kependudukan di Kantor BP Batam, Jumat (24/4/2026) malam. HUMAS DISKOMINFO BATAM / RICKY WIHENDAR

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus memperkuat pembenahan data kependudukan sebagai fondasi utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mendukung perencanaan pembangunan yang lebih terarah, khususnya pada sektor sumber daya manusia (SDM), seperti ketenagakerjaan dan pendidikan.

    Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan bahwa validitas data menjadi kunci untuk membaca kebutuhan riil masyarakat, termasuk dalam memetakan kondisi tenaga kerja dan kebutuhan pendidikan di Kota Batam.

    Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi Lanjutan Sinkronisasi Data Kependudukan di Kantor BP Batam, Jumat (24/4/2026) malam.

    “Sinkronisasi data ini bukan sekadar administrasi, tetapi menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan pembangunan, termasuk melihat kondisi tenaga kerja dan kebutuhan anak-anak di sekolah secara lebih akurat,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, pemerintah telah melakukan pendataan awal berbasis RT dan RW di tingkat kecamatan sebagai pijakan dalam peningkatan pelayanan publik.

    Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan sejumlah ketidaksesuaian data, seperti penduduk yang telah pindah tetapi belum memperbarui identitas, data kematian yang belum dilaporkan, hingga mobilitas antarwilayah yang belum tercatat secara optimal.

    Berdasarkan data konsolidasi bersih semester II tahun 2025 dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, jumlah penduduk Batam tercatat sebanyak 1.394.459 jiwa. Meski demikian, angka tersebut dinilai masih perlu disempurnakan agar mencerminkan kondisi aktual di lapangan.

    Di sisi lain, Li Claudia mengungkapkan bahwa komposisi tenaga kerja di Batam saat ini menunjukkan dinamika yang perlu dikelola secara cermat.

    “Data tenaga kerja ini harus dipahami secara utuh. Dengan data yang valid, kita dapat merancang program yang tepat, baik untuk peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal maupun menjaga keseimbangan kebutuhan industri,” jelasnya.

    Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, jumlah tenaga kerja ber-KTP luar Batam mencapai 199.473 jiwa, sedangkan tenaga kerja ber-KTP Batam sebanyak 177.830 jiwa. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan pasar kerja sekaligus memastikan peluang kerja bagi masyarakat lokal tetap terbuka.

    Menurutnya, penataan data juga berkaitan erat dengan perencanaan jangka panjang, mulai dari sektor pendidikan hingga kesiapan memasuki dunia kerja. Ia mencontohkan, kebutuhan fasilitas pendidikan, termasuk ruang kelas, harus disusun berdasarkan data kelahiran yang akurat agar selaras dengan proyeksi tenaga kerja di masa depan.

    “Dengan data yang akurat, kita bisa menghitung kebutuhan dari hulu ke hilir, mulai dari sekolah, perguruan tinggi, hingga dunia kerja,” tambahnya.

    Ia pun mendorong kolaborasi seluruh perangkat daerah agar penataan data semakin optimal, sehingga kebijakan dan anggaran dapat tepat sasaran.

    “Ini harus dikerjakan bersama agar kebijakan yang diambil benar-benar berdampak bagi masyarakat,” tegasnya.

    Sebagai langkah lanjutan, pemerintah akan memperkuat pengendalian arus masuk penduduk secara terukur, termasuk melalui pemantauan di pintu masuk utama seperti Pelabuhan Batu Ampar dan Sekupang, guna memetakan mobilitas penduduk serta mendukung stabilitas ketenagakerjaan di Batam. (Humas Diskominfo Batam / Rizka)

  • Saat Dongeng dan Lagu Menyatukan Tawa, Kunjungan Erlita Amsakar Disambut Ceria Anak PAUD

    Saat Dongeng dan Lagu Menyatukan Tawa, Kunjungan Erlita Amsakar Disambut Ceria Anak PAUD

    Bunda PAUD Kota Batam, Erlita Amsakar, menyapa anak-anak saat berkunjung ke TK Ibnu Sina Batam, Jumat (24/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / NOVRI MULYADI

    Diskominfo Batam – Gelak tawa anak-anak memenuhi salah satu ruangan di TK Ibnu Sina Batam, Jumat (24/4/2026). Suasana yang semula tenang berubah menjadi riuh penuh keceriaan saat Bunda PAUD Kota Batam, Erlita Amsakar, hadir di tengah-tengah mereka.

    Anak-anak dari sejumlah taman kanak-kanak di Kecamatan Lubukbaja tampak antusias. Mata mereka berbinar, mengikuti setiap gerak dan kata yang disampaikan Erlita.

    Tak sekadar berkunjung, Erlita membaur. Ia mengajak anak-anak bernyanyi bersama. Suara polos mereka berpadu, menciptakan harmoni sederhana yang memenuhi ruangan. Tepuk tangan kecil dan tawa lepas pun tak terhindarkan.

    Keceriaan berlanjut saat Erlita mulai mendongeng. Dengan gaya tutur yang hangat dan ekspresif, ia membawa anak-anak larut dalam cerita. Sesekali, anak-anak menimpali dengan celetukan polos yang justru menambah hidup suasana.

    Di sela keceriaan itu, Erlita menyisipkan pesan sederhana. Ia mengajak anak-anak untuk rajin belajar sejak dini sebagai bekal meraih cita-cita.

    “Anak-anak harus rajin belajar, karena dari sinilah awal meraih cita-cita,” ujarnya lembut.

    Bagi Erlita, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bukan sekadar tempat belajar, melainkan fase penting dalam membentuk karakter dan kecerdasan anak. Ia menilai, pendekatan yang menyenangkan seperti bernyanyi dan mendongeng menjadi cara efektif untuk menanamkan nilai positif sejak dini.

    Selain menghibur anak PAUD, Erlita juga menyerahkan secara simbolis Kartu Indentitas Anak (KIA). Ia berharap para orangtua untuk segera mengurus bagi anaknya yang belum memiliki KIA.

    “KIA ini sebagai dokumen penting yang menunjang akses berbagai layanan bagi anak sejak usia dini,” ujarnya.

    Di lokasi sama, Kepala TK Ibnu Sina Batam, Vivi Rahmah Anggraini, menyambut hangat kunjungan tersebut. Ia mengapresiasi perhatian yang diberikan kepada anak-anak.

    “Selamat datang Bunda PAUD. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dan pengalaman berharga bagi anak-anak kami,” ujarnya.

    Ia juga berharap sinergi semua pihak terus terjalin untuk memajukan pendidikan PAUD di Kota Batam, sebagai fondasi dalam mencetak generasi yang cerdas dan berkarakter.

    Di penghujung kegiatan, tawa anak-anak masih terdengar. Lagu dan dongeng yang dibawakan hari itu bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi kenangan kecil yang mungkin akan mereka ingat sebagai awal dari mimpi-mimpi besar di masa depan. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Rohmadi)

  • Selamat memperingati Hari Otonomi Daerah ke-30

    Selamat memperingati Hari Otonomi Daerah ke-30

    Momentum ini jadi pengingat bahwa otonomi daerah bukan sekadar kewenangan, tapi tentang mempercepat pelayanan, memperkuat pembangunan, dan menghadirkan kesejahteraan yang merata.

    Bersama, kita wujudkan daerah yang maju, mandiri, dan berdaya saing menuju Indonesia yang lebih kuat.

    #HariOtonomiDaerah #Otoda30 #AmsakarLiClaudia #MediaCenterBatam

  • Batam Tuan Rumah Pantun Tiga Serumpun

    Batam Tuan Rumah Pantun Tiga Serumpun

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan pentingnya budaya Melayu sebagai benteng di tengah arus disrupsi dan globalisasi.

    Kolaborasi lintas negara antara RRI, RTM, dan RTB ini menjadi wujud nyata memperkuat jati diri dan warisan budaya serumpun di tingkat internasional.

    Melalui semangat kebersamaan, Batam kembali menegaskan perannya sebagai pusat pelestarian budaya Melayu.

    “Takkan Melayu hilang di bumi.”

    Video: HUMAS DISKOMINFO BATAM / IIN ARIYANTI

    #Batam #PantunTigaSerumpun #BudayaMelayu #AmsakarAchmad #MediaCenterBatam

  • WFH, Pemko Batam Targetkan Efisiensi Belanja hingga Rp18,1 Miliar

    WFH, Pemko Batam Targetkan Efisiensi Belanja hingga Rp18,1 Miliar

    Sekda Batam, Firmansyah, memimpin rapat koordinasi terkait efisiensi anggaran dan rencana penjabaran kedua APBD Tahun Anggaran 2026 di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (23/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / ADE RAHMATULLAH

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menargetkan efisiensi belanja hingga Rp18,1 miliar melalui penerapan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara mulai 24 April 2026, yang difokuskan pada penghematan penggunaan listrik, air, bahan bakar minyak, serta pembatasan perjalanan dinas.

    Hal itu ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, saat memimpin rapat koordinasi terkait efisiensi anggaran dan rencana penjabaran kedua APBD Tahun Anggaran 2026 di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (23/4/2026). Rapat tersebut dihadiri kepala organisasi perangkat daerah, camat, dan kepala bagian.

    Dalam arahannya, Firmansyah menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Batam mulai memberlakukan kebijakan WFH pada 24 April 2026. Kebijakan ini mengacu pada Surat Edaran Wali Kota Batam Nomor 23 Tahun 2026 tentang transformasi budaya kerja melalui penyesuaian pelaksanaan tugas bagi aparatur sipil negara (ASN).

    Ia menegaskan, penerapan WFH tidak hanya bertujuan mengubah pola kerja, tetapi juga sebagai langkah konkret mendorong efisiensi belanja daerah.

    “Dengan diberlakukannya WFH, harus diikuti dengan efisiensi belanja kantor, seperti penghematan listrik dan air. Penggunaan ini akan dilaporkan secara berkala setiap dua bulan kepada Kementerian Dalam Negeri,” ujar Firmansyah.

    Selain itu, ia juga menekankan penghematan bahan bakar minyak (BBM) melalui pembatasan penggunaan kendaraan dinas, serta pengurangan perjalanan dinas luar daerah. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta disiplin dalam melaksanakan langkah efisiensi tersebut.

    Firmansyah menegaskan bahwa kebijakan efisiensi kali ini bukan disebabkan keterbatasan anggaran, melainkan sebagai respons terhadap dinamika dan tantangan global.

    “Efisiensi ini berbeda dengan sebelumnya. Bukan karena ketidakmampuan anggaran, tetapi sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi global saat ini,” jelasnya.

    Ia juga menginstruksikan seluruh OPD untuk menerapkan kebiasaan hemat energi di lingkungan kerja, seperti mematikan komputer, lampu, dan pendingin ruangan setelah jam kerja.

    Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Batam, Abdul Malik, menyampaikan bahwa Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah membahas usulan efisiensi anggaran sebesar Rp18.155.350.882.

    Jumlah tersebut terdiri atas dua kategori, yakni efisiensi berdasarkan surat edaran wali kota sebesar Rp10.811.154.611 dan efisiensi dari penerapan budaya kerja sebesar Rp7.344.196.271. Penghematan tersebut bersumber dari beberapa komponen belanja, seperti listrik, air, telepon, BBM, dan perjalanan dinas (SPPD).

    Ia juga memaparkan realisasi pendapatan daerah hingga 31 Maret 2026 mencapai Rp988.163.191.800,69 atau 23,61 persen. Sementara itu, realisasi belanja daerah tercatat sebesar Rp775.063.332.488,4 atau 18,02 persen.

    Abdul Malik meminta seluruh OPD untuk menghitung kebutuhan belanja pegawai secara rinci hingga Desember 2026 serta menyesuaikan Rencana Anggaran Kas (RAK) dengan kebutuhan riil. (Humas Diskominfo Batam / Muhardi)

  • Batam Tuan Rumah Pantun Tiga Serumpun, Amsakar: Perkuat Identitas Budaya Melayu

    Batam Tuan Rumah Pantun Tiga Serumpun, Amsakar: Perkuat Identitas Budaya Melayu

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri Pantun Tiga Serumpun di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (23/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, resmi membuka kegiatan Pantun Tiga Serumpun yang merupakan kolaborasi antara Radio Republik Indonesia (RRI), Radio Televisyen Malaysia (RTM), dan Radio Televisyen Brunei (RTB). Kegiatan ini digelar di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (23/4/2026).

    Pembukaan ditandai dengan pemukulan kompang secara bersama oleh Wali Kota Batam dan pimpinan delegasi dari tiga negara. Kehadiran insan penyiaran dan budayawan dari Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam tersebut memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat pelestarian budaya Melayu di tingkat regional.

    Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan apresiasi atas kehadiran Direktur Program dan Produksi RRI, Mistam Abdi, yang memiliki kedekatan emosional dengan Kota Batam. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Ketua Delegasi RTM, Puan Nor Zamsuni binti Ramli, serta Ketua RTB, Tuan Mohammad Akil Faiz.

    “Selamat datang kembali kepada Bapak Mistam Abdi yang pernah bertugas di Batam. Momentum ini terasa seperti pulang kampung. Terima kasih atas dedikasi RRI dalam membangun kolaborasi ini,” ujar Amsakar.

    Amsakar menegaskan, pelestarian budaya Melayu membutuhkan kolaborasi dan sinergi lintas negara. Menurutnya, Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam memiliki akar budaya yang sama, sehingga kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat identitas di tengah tantangan era disrupsi.

    “Budaya bukan sekadar romantisme masa lalu, tetapi menjadi fondasi nilai bagi generasi. Di tengah arus globalisasi, nilai-nilai lokal kerap tergerus. Karena itu, jati diri harus terus dijaga,” tegasnya.

    Ia juga menyinggung keberagaman Indonesia yang memiliki lebih dari 300 suku bangsa. Menurutnya, budaya merupakan hasil proses panjang yang membentuk pola pikir, sikap, dan perilaku masyarakat.

    Selain itu, Amsakar mengapresiasi pengakuan pantun oleh UNESCO sebagai warisan budaya takbenda yang diusulkan secara bersama oleh negara-negara serumpun.

    Mengakhiri sambutannya, Amsakar menyampaikan pesan filosofis Melayu sebagai penyemangat pelestarian budaya.

    “Esa hilang dua terbilang, patah tumbuh hilang berganti, takkan Melayu hilang di bumi. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Pantun Tiga Serumpun kolaborasi RRI, RTM, dan RTB secara resmi saya nyatakan dibuka,” ujarnya.

    Turut hadir mendampingi Wali Kota Batam, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Rudi Panjaitan, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)

  • Mako Bakamla Zona Barat Resmi Beroperasi di Batam, Amsakar Tekankan Sinergi Keamanan Laut

    Mako Bakamla Zona Barat Resmi Beroperasi di Batam, Amsakar Tekankan Sinergi Keamanan Laut

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Forkopimda Kepr ikut meresmikan Mako Bakamla Zona Barat, Tengah, dan Timur yang dipusatkan di Mako Bakamla Zona Barat di Jalan Trans Barelang Jembatan IV, Setokok, Bulang, Kota Batam, Kamis (23/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / DHEO ANANDA PUTRA

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri peresmian Markas Komando (Mako) Badan Keamanan Laut (Bakamla) Zona Barat, Tengah, dan Timur yang dipusatkan di Mako Bakamla Zona Barat di Jalan Trans Barelang Jembatan IV, Setokok, Bulang, Kota Batam, Kamis (23/4/2026).

    Peresmian fasilitas strategis tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bakamla RI, Laksamana Madya TNI Irvansyah. Prosesi ditandai dengan penandatanganan prasasti, pemotongan pita, serta peninjauan gedung yang kini menjadi salah satu pusat komando maritim modern di Indonesia.

    Amsakar menyampaikan apresiasi atas pembangunan Mako Bakamla di Batam. Ia menilai, keberadaan kantor zona yang representatif tidak hanya menjadi pembangunan infrastruktur, tetapi juga mencerminkan kesiapan negara dalam menjaga wilayah perbatasan dan jalur pelayaran internasional.

    “Batam berada di jalur strategis Selat Malaka dan Selat Singapura yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi. Kehadiran Mako ini diharapkan dapat memperkuat pengawasan dan keamanan laut,” ujar Amsakar.

    Amsakar yang juga sebagai Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam tersebut, menegaskan bahwa. Pemerintah Kota dan BP Batam siap terus bersinergi dengan Bakamla dalam menjaga kondusivitas wilayah. Menurutnya, keamanan maritim memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

    “Keamanan laut yang terjaga akan berdampak langsung pada kelancaran investasi dan aktivitas masyarakat, termasuk nelayan,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Bakamla RI, Laksdya TNI Irvansyah, menekankan pentingnya integrasi dan pertukaran informasi antarinstansi dalam menjaga keamanan laut. Ia menargetkan Pusat Komando dan Pengendali (Puskodal) di seluruh zona dapat beroperasi penuh pada akhir tahun sebagai bagian dari National Command Center.

    “Keamanan laut tidak bisa dilakukan sendiri. Saat ini, kami telah mengintegrasikan 17 kementerian dan lembaga. Dukungan pemerintah daerah juga sangat penting, termasuk dalam penyediaan lahan dan percepatan pembangunan,” ujarnya.

    Ia menambahkan, pembangunan Mako Bakamla Zona Barat merupakan hasil transformasi dari lahan rawa dan berbatu menjadi fasilitas strategis yang modern. Kehadiran markas ini diharapkan tidak hanya memperkuat keamanan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

    Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat militer dan sipil, di antaranya Ketua DWP Bakamla RI Yuanita Irvansyah, Deputi Informasi Hukum dan Kerja Sama Laksda Bakamla Dafit Santoso, Deputi Operasi dan Latihan Laksda Bakamla Eko Wahjono, serta Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin.

    Sebelum peresmian, para pejabat juga melakukan penanaman pohon dalam rangka Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Rapi, dan Indah (ASRI).

    Kegiatan ditutup dengan peninjauan ruang Puskodal dan fasilitas pendukung lainnya yang diharapkan menjadi penguat sistem keamanan maritim sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)