Category: Berita

Auto Added by WPeMatico

  • Gema Batam ASRI Peringati Hari Bumi, 600 Personel Dikerahkan

    Gema Batam ASRI Peringati Hari Bumi, 600 Personel Dikerahkan

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, meresmikan Gema Batam ASRI dalam rangka memperingati Hari Bumi di Tanjung Banon, Rempang Eco City, Rabu (22/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RICKY WIHENDAR

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam meresmikan Gerakan Masyarakat Batam Aman, Sehat, Resik, dan Indah (Gema Batam ASRI) di Tanjung Banon, Rempang Eco City, Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Bumi sekaligus upaya memperkuat komitmen menjaga kelestarian lingkungan.

    Peresmian dilakukan oleh Wali Kota ex-officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Wali Kota ex-officio Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.

    Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa Gema Batam ASRI merupakan tindak lanjut kebijakan nasional yang diimplementasikan secara konkret di daerah, dengan melibatkan masyarakat hingga tingkat rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW).

    “Gerakan ini kita turunkan hingga ke tingkat masyarakat. Implementasinya harus menyentuh langsung RT dan RW, dan hari ini kita mulai dari Tanjung Banon,” ujarnya.

    Sebagai tahap awal, sebanyak 600 personel dikerahkan dan disebar di kawasan Tanjung Banon untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

    Amsakar menekankan, kegiatan ini tidak boleh berhenti sebagai seremoni semata, tetapi harus berlanjut secara konsisten.

    “Apa yang sudah kita mulai hari ini harus ditindaklanjuti dengan kegiatan berkesinambungan oleh petugas yang telah dibentuk,” tambahnya.

    Dalam pelaksanaannya, Gema Batam ASRI melibatkan enam satuan tugas yang bekerja secara terpadu, di antaranya pasukan oranye Pemko Batam, Satgas Kebersihan BP Batam, tim pembersihan drainase, pasukan merah BP Batam, serta tim dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air dan Dinas Lingkungan Hidup.

    Amsakar juga menyoroti Tanjung Banon sebagai wilayah pengembangan baru yang perlu ditata sejak awal agar menjadi kawasan yang bersih, sehat, dan nyaman dihuni.

    “Tanjung Banon merupakan wilayah pengembangan baru. Kita mulai dari sini untuk mewujudkan lingkungan yang sejuk dan nyaman,” ungkapnya.

    Selain penanganan kebersihan, Pemerintah Kota Batam turut menggulirkan berbagai program pemberdayaan masyarakat di kawasan tersebut, seperti bantuan alat tangkap nelayan, pemberian bibit ikan dan tanaman, serta pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih guna meningkatkan kesejahteraan warga.

    Amsakar berharap Gema Batam ASRI tidak hanya menjadi simbol, tetapi berkembang menjadi gerakan kolektif berbasis kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

    “Melalui momentum ini, saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” pungkasnya. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Aksi Li Claudia Dampingi Siswa Menyeberang, ZoSS SDN 001 Batam Kota Dimanfaatkan

    Aksi Li Claudia Dampingi Siswa Menyeberang, ZoSS SDN 001 Batam Kota Dimanfaatkan

    Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, membimbing siswa SDN 001 Batam Kota menyeberangi jalan lewat ZoSS, Rabu (22/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RICKY WIHENDAR

    Diskominfo Batam – Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, membimbing siswa SDN 001 Batam Kota menyeberang jalan menggunakan fasilitas Zona Selamat Sekolah (ZoSS), Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari edukasi langsung untuk meningkatkan kesadaran keselamatan berlalu lintas di kalangan pelajar.

    Dalam kesempatan tersebut, Li Claudia tidak hanya meninjau, tetapi juga mempraktikkan langsung cara menyeberang yang aman melalui zebra cross bersama para siswa.

    “Ibu ingin memastikan anak-anak tidak hanya memiliki fasilitas, tetapi juga tahu cara menggunakannya dengan benar dan aman,” ujarnya di hadapan siswa dan guru.

    Ia menjelaskan, ZoSS yang telah dibangun bertujuan memberikan perlindungan bagi siswa saat menyeberang, terutama pada jam masuk dan pulang sekolah.

    Meski demikian, ia menilai masih diperlukan penyempurnaan fasilitas, seperti penambahan rambu lalu lintas serta rencana pemasangan lampu penyeberangan.

    “Ke depan akan kita lengkapi, termasuk lampu penyeberangan yang dapat digunakan anak-anak saat akan menyeberang,” jelasnya.

    Li Claudia menegaskan, edukasi penggunaan fasilitas keselamatan menjadi hal penting agar ZoSS dapat berfungsi secara optimal.

    “Kita ingin fasilitas ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik. Keselamatan anak-anak adalah prioritas,” tegasnya.

    Kegiatan tersebut disambut antusias oleh para siswa yang tampak mengikuti arahan saat praktik menyeberang. Guru-guru pun mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap keselamatan di lingkungan sekolah.

    Selain itu, Li Claudia juga menyoroti pentingnya ketertiban di sekitar sekolah, termasuk penanganan kendaraan yang masih melawan arus serta penataan pedagang agar tetap menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan. (Humas Diskominfo Batam / Rizka)

  • BIA 2026, Pemko Batam Pacu Inovasi Lintas Sektor

    BIA 2026, Pemko Batam Pacu Inovasi Lintas Sektor

    Sekda Kota Batam, Firmansyah, membuka Sosialisasi BIA 2026 di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (22/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / ADE RAHMATULLAH

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong budaya inovasi di lingkungan birokrasi. Hal ini ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, saat membuka Sosialisasi Batam Innovation Award (BIA) 2026 di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (22/4/2026).

    Kegiatan ini menjadi langkah awal penguatan ekosistem inovasi daerah yang lebih progresif, kolaboratif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. BIA 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah strategis untuk melahirkan berbagai solusi kreatif dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

    Berdasarkan paparan dalam sosialisasi, tren inovasi di Kota Batam terus meningkat signifikan setiap tahun. Hingga 2025, tercatat ratusan inovasi telah lahir dari berbagai sektor. Capaian tersebut menunjukkan bahwa semangat berinovasi di lingkungan pemerintah terus tumbuh dan perlu didorong menjadi gerakan bersama.

    Dalam arahannya, Firmansyah menegaskan bahwa inovasi kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar pelayanan publik tetap relevan di tengah dinamika masyarakat.

    “Kita tidak bisa lagi bekerja dengan cara biasa untuk menghasilkan hasil yang luar biasa. Inovasi menjadi kunci agar pelayanan publik tidak hanya cepat, tetapi juga cerdas dan berdampak,” ujarnya.

    Ia juga menekankan bahwa kualitas pelayanan memiliki keterkaitan erat dengan kekuatan fiskal daerah. Menurutnya, pelayanan yang baik akan meningkatkan kepercayaan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

    “Semakin berkualitas pelayanan yang kita hadirkan, semakin tinggi kepercayaan masyarakat. Ketika kepercayaan tumbuh, aktivitas ekonomi ikut bergerak, dan pada akhirnya pendapatan asli daerah akan meningkat secara berkelanjutan,” kata Firmansyah.

    Lebih lanjut, ia mengajak seluruh perangkat daerah, UPTD, kelurahan, hingga satuan pendidikan untuk tidak hanya berpartisipasi, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan.

    “BIA ini bukan semata soal siapa yang menang, melainkan bagaimana kita semua bisa naik kelas. Setiap inovasi adalah investasi untuk masa depan Batam,” tambahnya.

    BIA 2026 menghadirkan berbagai kategori inovasi, baik digital maupun non-digital, dengan melibatkan perangkat daerah, UPTD, kelurahan, hingga sekolah. Rangkaian kegiatan telah disusun secara sistematis, mulai dari tahap sosialisasi, pendaftaran, seleksi, hingga penganugerahan yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.

    Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Batam berharap lahir inovasi-inovasi unggulan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat, seperti peningkatan efisiensi layanan, kualitas hidup, dan daya saing daerah.

    Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Batam terus melangkah menuju kota yang tidak hanya berkembang, tetapi juga mampu bertransformasi secara berkelanjutan. (Humas Diskominfo Batam / Robin F)

  • Transformasi Posyandu, Kader PKK Batam Harus Beradaptasi dengan Perubahan

    Transformasi Posyandu, Kader PKK Batam Harus Beradaptasi dengan Perubahan

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Ketua TP-PKK Batam, Erlita Amsakar, menghadiri Bimtek Administrasi Manajemen PKK dan Pelaksanaan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu, di Hotel Planet Holiday, Rabu (22/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Administrasi Manajemen PKK dan Pelaksanaan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu, di Hotel Planet Holiday, Rabu (22/4/2026).

    Dalam arahannya, Amsakar menegaskan bahwa keberhasilan organisasi, termasuk PKK dan Posyandu, sangat ditentukan oleh kualitas tata kelola yang baik. Ia menekankan pentingnya administrasi yang tertata sebagai fondasi utama dalam menjalankan program secara efektif dan berkelanjutan.

    “Organisasi yang kuat berawal dari tata kelola yang baik. Itu dimulai dari administrasi yang rapi, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga pengawasan,” ujarnya.

    Amsakar menilai, bimtek ini memiliki peran penting dalam meningkatkan kapasitas kader PKK sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat. Melalui kegiatan ini, para kader diharapkan memiliki pemahaman yang sama terkait standar kerja dan regulasi yang berlaku.

    “Kader PKK memiliki peran strategis. Karena itu, pemahaman harus seragam agar pelaksanaan di lapangan berjalan sesuai ketentuan,” katanya.

    Ia juga menyoroti Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 yang memperluas peran Posyandu melalui enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), meliputi sektor kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, lingkungan hidup, perumahan rakyat, serta ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat.

    Menurutnya, perluasan tersebut menuntut kesiapan kader PKK untuk lebih adaptif dan memahami batas kewenangan dalam menjalankan perannya.

    “Kader harus memahami peran ini secara tepat. Posyandu bukan bekerja sendiri, tetapi menjadi mitra OPD teknis, camat, dan lurah. Di sinilah pentingnya kapasitas kader,” tegasnya.

    Amsakar menambahkan, Posyandu merupakan garda terdepan dalam pelayanan dasar masyarakat. Oleh karena itu, peran aktif dan kualitas kader PKK sangat menentukan keberhasilan program di tingkat akar rumput.

    “Posyandu berada di lini terdepan. Peran kader PKK sangat menentukan kualitas pelayanan yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, menegaskan bahwa transformasi Posyandu menuntut kader untuk terus meningkatkan kapasitas dan beradaptasi dengan perubahan.

    Menurutnya, Posyandu kini berkembang menjadi pusat pelayanan masyarakat berbasis komunitas, tidak hanya terbatas pada layanan kesehatan ibu dan anak.

    “Peran Posyandu terus berkembang. Kader PKK harus siap dengan pemahaman yang lebih luas agar mampu menjalankan berbagai fungsi pelayanan,” katanya.

    Ia berharap, melalui bimtek ini, kader PKK semakin siap dalam mengelola dan menjalankan program Posyandu secara efektif, terintegrasi, dan sesuai ketentuan.

    “Ini menjadi ruang belajar bagi kader PKK untuk memperkuat kapasitas, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” pungkasnya. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Firmansyah: Pelayanan Publik Berkualitas Jadi Kunci Kenaikan PAD Batam

    Firmansyah: Pelayanan Publik Berkualitas Jadi Kunci Kenaikan PAD Batam

    Sekda Batam, Firmansyah. HUMAS DISKOMINFO BATAM / ADE RAHMATULLAH

    Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik melalui penguatan kapasitas aparatur. Hal itu ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggara Pelayanan Publik, Rabu (22/4/2026), di Kantor Wali Kota Batam.

    Kegiatan ini menjadi upaya strategis untuk memperkuat tata kelola pelayanan publik yang lebih adaptif, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui bimtek tersebut, aparatur diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan yang cepat, tepat, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

    Dalam sambutannya, Firmansyah menegaskan bahwa pelayanan publik merupakan cerminan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah menjaga konsistensi dalam menerapkan standar pelayanan yang berkualitas dan berkelanjutan.

    “Ketika kualitas pelayanan meningkat, kepercayaan publik juga akan tumbuh. Dampaknya berantai, mulai dari meningkatnya aktivitas ekonomi hingga optimalisasi potensi daerah yang bermuara pada kenaikan PAD (Pendapatan Asli Daerah),” ujarnya.

    Ia menambahkan, peningkatan kualitas pelayanan harus diikuti dengan perubahan pola pikir aparatur, dari sekadar memberikan layanan menjadi menghadirkan pengalaman yang memberi nilai bagi masyarakat.

    “Pelayanan publik tidak hanya selesai secara administrasi, tetapi juga harus memberikan kesan. Setiap interaksi adalah kesempatan membangun kepercayaan, yang menjadi fondasi kemajuan daerah,” kata Firmansyah.

    Lebih lanjut, ia mengajak seluruh perangkat daerah menjadikan evaluasi sebagai bagian dari budaya kerja. Menurutnya, data dan indikator kinerja harus menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan agar program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

    Bimtek ini juga menjadi ruang kolaborasi antarperangkat daerah untuk menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi lintas sektor. Dengan pemantauan dan evaluasi yang terstruktur, setiap unit layanan diharapkan mampu melakukan perbaikan berkelanjutan serta menghadirkan inovasi yang relevan.

    Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Batam menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang profesional, transparan, dan berdaya saing, sejalan dengan visi Batam sebagai kota modern dan maju. (Humas Diskominfo Batam / Robin F)

  • Amsakar: Guru Agama Punya Peran Kunci Membangun Generasi Berkarakter

    Amsakar: Guru Agama Punya Peran Kunci Membangun Generasi Berkarakter

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, berbincang dengan AA Gym saat menghadiri Tabligh Akbar dan Halalbihalal DPD AGPAII Kota Batam di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Sabtu (18/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri Tabligh Akbar dan Halalbihalal yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kota Batam di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym.

    Acara diikuti guru pendidikan agama Islam se-Kota Batam dan berlangsung khidmat. Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat peran guru agama dalam membentuk karakter generasi muda.

    Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan apresiasi atas kehadiran Aa Gym di Batam. Ia menilai, kehadiran ulama nasional tersebut memberi nilai positif bagi penguatan pendidikan keagamaan di daerah.

    “Kami menyambut baik kehadiran KH Abdullah Gymnastiar di Batam. Semoga momentum ini membawa manfaat bagi penguatan pendidikan keagamaan,” ujar Amsakar.

    Ia juga mendorong AGPAII agar terus menjadi wadah yang memperkuat solidaritas dan kolaborasi antar-guru pendidikan agama Islam. Menurutnya, peran guru sangat penting dalam melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak.

    “Guru agama memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi. Karena itu, kebersamaan dan sinergi perlu terus diperkuat,” katanya.

    Sementara itu, dalam tausiyahnya, Aa Gym menegaskan bahwa profesi guru memiliki peran besar dalam menentukan masa depan suatu daerah. Ia menyebut kualitas pembangunan sangat dipengaruhi oleh kualitas guru.

    “Keberhasilan suatu daerah tidak lepas dari peran guru. Tidak ada orang sukses tanpa peran guru,” ujarnya.

    Aa Gym juga menyampaikan tiga kunci yang perlu dimiliki seorang guru, yakni ilmu, keteladanan, dan kebersihan hati. Menurutnya, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga pembentuk karakter dan peradaban.

    Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Batam berharap sinergi antara ulama, pemerintah, dan pendidik terus terjaga guna memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Perayaan Paskah ASN Batam 2026, Amsakar: Keberagaman Harus Jadi Kekuatan

    Perayaan Paskah ASN Batam 2026, Amsakar: Keberagaman Harus Jadi Kekuatan

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri perayaan Paskah Persekutuan Oikumene Umat Kristiani ASN Pemko Batam di Kantor Wali Kota Batam, Jumat (17/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri Perayaan Paskah Persekutuan Oikumene Umat Kristiani Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Batam Tahun 2026 di Kantor Wali Kota Batam, Jumat (17/4/2026).

    “Atas nama pribadi, keluarga, serta jajaran Pemerintah Kota Batam dan BP Batam, kami mengucapkan selamat merayakan Paskah. Semoga momentum ini menumbuhkan soliditas, meningkatkan kinerja, serta menguatkan tekad untuk terus berkontribusi bagi negeri,” ucap Amsakar.

    Amsakar menegaskan bahwa Batam merupakan daerah dengan tingkat keberagaman yang tinggi. Berbagai latar belakang suku, agama, profesi, dan organisasi masyarakat hidup berdampingan di kota ini.

    “Batam adalah daerah multikultural. Seluruh elemen masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia ada di sini. Karena itu, Batam harus dimaknai sebagai rumah bersama,” katanya.

    Ia mengingatkan bahwa keberagaman perlu dikelola dengan baik agar tidak menjadi potensi konflik. Sebaliknya, jika dirawat dengan tepat, keberagaman dapat menjadi kekuatan dalam pembangunan.

    “Keberagaman ibarat orkestrasi. Jika dimainkan secara selaras, akan menghasilkan harmoni yang indah. Karena itu, perlu ditumbuhkan rasa kebersamaan yang melampaui perbedaan,” ujarnya.

    Menurutnya, harmoni sosial menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kemajuan daerah. Oleh karena itu, keberagaman harus ditempatkan sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan.

    Lebih lanjut, Amsakar mengaitkan nilai-nilai Paskah dengan visi pembangunan Batam sebagai bandar dunia yang madani, inovatif, berkelanjutan, dan berbudaya, serta menjadi pusat investasi dan pariwisata terdepan di Indonesia.

    Ia menegaskan bahwa konsep masyarakat madani tidak boleh dimaknai secara sempit. “Madani adalah kondisi ketika masyarakat mampu hidup harmonis dalam keberagaman, taat hukum, serta menjalankan ibadah sesuai agama masing-masing. Di situlah harmoni dan keberagaman saling menguatkan,” jelasnya.

    Menutup sambutannya, Amsakar mengajak seluruh ASN menjadikan Paskah sebagai momentum untuk memperkuat integritas, meningkatkan kualitas pelayanan, dan menjaga kebersamaan dalam membangun Batam.

    “Keberagaman adalah kekuatan. Dengan kasih dan pengharapan, kita dapat menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat serta mendorong kemajuan Batam,” tutupnya. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Amsakar: Purna Tugas Bukan Akhir Pengabdian, Wredatama Diminta Tetap Berkarya

    Amsakar: Purna Tugas Bukan Akhir Pengabdian, Wredatama Diminta Tetap Berkarya

    Sejumlah pensiunan pegawai berswafoto bersama Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat menghadiri halalbihalal PWRI Kota Batam di Aula Gedung LAM Kepri, Batam, Sabtu (18/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri kegiatan halalbihalal Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Batam di Aula Gedung LAM Kepri, Batam, Sabtu (18/4/2026).

    Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan apresiasi atas kekompakan dan soliditas anggota PWRI yang dinilainya tetap menjaga hubungan serta semangat kebersamaan meski telah memasuki masa purna tugas.

    “Saya bangga melihat wredatama yang tetap kompak dan solid, serta terus menjalin relasi dan interaksi. Ini menunjukkan bahwa semangat pengabdian tidak berhenti ketika seseorang memasuki masa purna tugas,” ujarnya.

    Menurut Amsakar, kegiatan halalbihalal tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum penting untuk menyerap pemikiran, pengalaman, dan masukan dari para senior.

    “Melalui forum seperti ini, banyak hal yang bisa didiskusikan. Kami berharap para senior dapat memberikan ide dan gagasan yang memperkaya arah kepemimpinan ke depan. Saya bersama Ibu Li Claudia terbuka terhadap saran dan masukan,” katanya.

    Ia menegaskan, purna tugas hanya mengakhiri peran formal dalam birokrasi, namun tidak menghentikan kontribusi bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

    “Purna tugas hanya pada jabatan formal. Di luar itu, bapak dan ibu tetap dapat berperan. Jangan ragu atau khawatir, karena pengabdian tidak berakhir seiring berakhirnya jabatan,” tegasnya.

    Amsakar menilai pengalaman panjang para anggota PWRI merupakan modal sosial dan intelektual yang sangat berharga untuk mendukung pembangunan Batam ke depan.

    Ia juga mengingatkan pentingnya memaknai masa purna tugas sebagai fase baru untuk tetap berkarya dan berkontribusi.

    “Tidak semua orang mampu melalui masa akhir jabatan dengan baik. Karena itu, saya berharap para senior yang berasal dari Pemko Batam dan BP Batam tetap merasa menjadi bagian dari keluarga besar,” ujarnya.

    Melalui kegiatan ini, Amsakar berharap sinergi antara pemerintah dan para wredatama terus terjaga, sehingga pengalaman, kebijaksanaan, dan semangat pengabdian para senior tetap memberi warna dalam pembangunan Batam yang maju dan harmonis. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Tanjung Banon Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Baru Batam, Amsakar Tekankan Peran Warga Lokal

    Tanjung Banon Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Baru Batam, Amsakar Tekankan Peran Warga Lokal

    Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

    Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan kawasan Tanjung Banon menjadi salah satu fokus pengembangan wilayah baru yang terintegrasi dengan Batam sebagai kawasan industri dan investasi.

    Amsakar menjelaskan, Tanjung Banon tidak hanya dipersiapkan sebagai lokasi program transmigrasi, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan kawasan strategis Rempang dan Galang. Kawasan ini telah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui pengembangan Rempang Eco City yang diproyeksikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Batam.

    Menurutnya, pengembangan Tanjung Banon dirancang sejalan dengan karakter Batam sebagai kawasan perdagangan, industri, pariwisata, alih kapal, dan logistik.

    “Kawasan ini tidak berdiri sendiri, tetapi terintegrasi dengan Batam sebagai kawasan industri dan investasi, sehingga memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan masyarakat,” ujar Amsakar, Jumat (17/4/2026).

    Amsakar menekankan, keberhasilan pembangunan di Tanjung Banon sangat bergantung pada efektivitas komunikasi pemerintah dengan masyarakat.

    “Yang paling penting adalah bagaimana kami mentransformasikan kebijakan kepada masyarakat agar kondisi di lapangan tetap kondusif dan dapat diterima dengan baik,” katanya.

    Ia menambahkan, komunikasi yang dibangun tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga partisipatif agar masyarakat merasa dilibatkan dalam proses pembangunan.

    Dalam konteks program transmigrasi, Tanjung Banon diharapkan menjadi awal terbentuknya ekosistem ekonomi baru yang inklusif. Masyarakat yang mengikuti program tersebut akan menjadi kelompok pertama yang merasakan manfaat pembangunan di kawasan tersebut.

    Pemerintah, lanjutnya, telah menyiapkan sejumlah dukungan, antara lain kepastian kepemilikan lahan seluas 500 meter persegi per keluarga, rumah layak huni, serta bantuan kebutuhan dasar pada tahap awal.

    Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas terintegrasi guna memudahkan akses layanan publik.

    Untuk menjawab tantangan karakteristik masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan petani, pemerintah juga menyiapkan langkah penguatan sektor ekonomi lokal.

    Di sektor perikanan, pembangunan dermaga oleh pemerintah pusat diharapkan dapat mendukung aktivitas nelayan. Fasilitas stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) juga akan disiapkan untuk menjamin ketersediaan bahan bakar.

    Sementara di sektor pertanian, keterbatasan lahan akan diatasi melalui pengembangan kawasan food estate yang memungkinkan petani tetap berproduksi dengan sistem yang lebih modern dan terintegrasi.

    Amsakar optimistis, dengan perencanaan matang dan dukungan infrastruktur yang memadai, Tanjung Banon akan berkembang menjadi kawasan baru yang mampu menarik investasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    “Kami berharap masyarakat Tanjung Banon tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian utama dalam ekosistem ekonomi baru yang sedang dibangun,” ujarnya. (Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan)

  • Kepala Diskominfo Batam: Proses Kerja Sama Media Berjalan Transparan dan Sesuai Aturan

    Kepala Diskominfo Batam: Proses Kerja Sama Media Berjalan Transparan dan Sesuai Aturan

    Kepala Diskominfo kota Batam, Rudi Panjaitan

    Diskominfo Batam – Menanggapi pemberitaan berjudul “Kerja Sama Media Mandek, Kominfo Batam Diuji Transparansi dan Kinerjanya”, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam memberikan penjelasan resmi terkait proses kerja sama media tahun 2026.

    Kepala Diskominfo Batam, Rudi Panjaitan, Jumat (17/4/2026), menegaskan bahwa seluruh tahapan verifikasi dan kerja sama media telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku serta mengedepankan prinsip transparansi melalui aplikasi SIDIA.

    “Berdasarkan laporan verifikasi media tahun 2026, tercatat sebanyak 284 permohonan kerja sama yang masuk melalui aplikasi SIDIA. Dari jumlah tersebut, 26 permohonan ditolak karena pengajuan dilakukan ganda, di mana satu media hanya diperkenankan mengajukan satu permohonan,” ujar Rudi.

    Selain itu, tiga media online lainnya juga tidak dapat diproses lebih lanjut setelah dilakukan pemeriksaan, karena ditemukan ketidaksesuaian pada surat pernyataan yang disampaikan.

    “Dengan demikian, total 254 permohonan dinyatakan lolos tahap administrasi dan masuk dalam proses verifikasi lebih lanjut,” katanya.

    Semua pengajuan yang masuk melalui SIDIA sudah dilakukan verifikasi oleh tim verifikator dan ditemukan banyak dokumen dan persyaratan tidak sesuai dan beberapa tidak terlampir. Rudi menjelaskan, seluruh interaksi antara petugas dan pihak media dilakukan secara sistematis melalui aplikasi SIDIA, termasuk dalam hal penyampaian perbaikan dokumen maupun kelengkapan persyaratan. Hal ini dilakukan untuk memastikan proses berjalan objektif, terdokumentasi, dan dapat dipantau secara terbuka.

    “Semua kita jalankan sesuai aturan dan bahkan sangat transparan,” tegasnya.

    Ia juga menambahkan, saat ini sejumlah media yang telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi sudah mulai menjalankan kerja sama. Sementara itu, sebagian lainnya masih dalam proses melengkapi dokumen yang dipersyaratkan.

    “Kami memastikan tidak ada penghentian atau kemacetan dalam proses kerja sama media, melainkan seluruh tahapan berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan,” tegas Rudi.**